Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Gulat


__ADS_3

Lucas hanya bisa melihat para anak buah Jacob sedang menyiapkan sebuah kandang disana, kandang itu tampak begitu besar dengan besi-besi yang menjulang tinggi sampai hampir menyentuh langit-langit ruangan.


Kandang apa itu? Apa Jacob Smith ingin melihatnya bergulat dengan dua orang algojo berbadan besar seperti yang dia lakukan terhadap Alice Walker?


Jika itu terjadi dia tidak takut, palingan dia babak belur, patah tulang bahkan mati. Itu lebih baik dari pada harus disiksa lebih dari pada yang dia terima kemarin.


Setelah kandang itu siap, anak buah Jacob langsung menghubungi bosnya untuk memberi laporan jika pertunjukkan akan segera dimulai.


Pada saat menerima laporan itu Jacob masih dirumahnya, termenung dan kesepian diatas ranjangnya. Semenjak mengenal Alice dia selalu menghabiskan waktu dengannya dan sekarang rasanya benar-benar hampa.


Ini baru beberapa hari tapi dia sudah sangat merindukan Alice, bahkan terakhir kali mereka bersama dia tidak tidur dengan Alice.


Dia berharap Alice tidak meninggalkannya terlalu lama jika tidak dia akan mengobrak abrik setiap kota yang ada di Amerika.


Jacob segera bangkit dari atas ranjang dia harus pergi mengakhiri permainan ini dan memberi pelajaran untuk Lucas.


Setelah selesai diluar sana tampan Andrew sudah menunggunya, tanpa banyak bicara mereka pergi kemarkas untuk menonton sebuah pertunjukkan.


Jacob masuk kedalam markas dan melewati Lucas begitu saja, dia menghampiri kandang yang sudah disiapkan oleh para anak buahnya dan tampak begitu puas melihat kandang itu.


"Hei Jacob Smith, kenapa kau tidak bunuh aku dengan cepat!" teriak Lucas.


Jacob memutar langkahnya untuk menghampiri Lucas, dia duduk disebuah kursi yang telah disediakan oleh Andrew untuknya.


"Jangan terlalu terburu-buru, bukankah aku sudah bilang ingin menonton petunjukkan gulat?"


"Hng, hanya melawan pegulat saja aku tidak mungkin kalah!"


"Aku harap begitu dan aku harap kau tidak mengecewakan aku."


"Bawa masuk!" Perintah Jacob kepada anak buahnya.


Pada saat itu juga anak buahnya keluar dari sana untuk membawa apa yang diperintahkan bosnya, Lucas menelan ludahnya dengan kasar saat mendengar auman dari luar sana. Jangan-jangan!


Benar saja dua ekor singa jantan yang begitu besar masuk kedalam ruangan itu, singga itu tampak begitu mengerikan. Jangan bilang dia harus bergulat dengan singa-singa itu, ini sungguh gila!


Kedua singa itu dibawa kearah Jacob tapi singa itu begitu jinak, mereka duduk disamping Jacob, yang satu disisi kanannya dan yang satu lagi disisi kirinya sedangkan tangan Jacob membelai rambut singanya yang lebat.


"Bagaimana peliharaanku?"


"Apa maksudmu dengan singa itu? Kau tidak bermaksud membuat aku melawan mereka bukan?"


"Ha..ha...ha...ha..!! kau sangat pandai! Jangan bilang kau takut menghadapi mereka." Jacob menatap Lucas dengan tajam, seperti Lucas memperlakukan Alice seperti itu juga yang akan dia lakukan pada Lucas.

__ADS_1


"Hei kau gila!"


"Setelah ini aku akan lebih gila!"


"Andrew, bawa mereka kedalam kandang dan ambilkan mainanku!" perintahnya.


Sesuai perintah bosnya kedua singa dimasukkan kedalam kandang yang sudah disiapkan sedangkan Andrew memberikan mainan bosnya, Sebuah pisau yang begitu tajam.


Jacob bangkit berdiri dan menghampiri Lucas, dia kembali melihat Lucas dengan api kebencian dimatanya.


"Seperti perkataanku kau tidak akan mati dengan mudah dan sebelum kau melawan mereka aku akan membuatmu merasakan bagaimana siksaan bagi orang jahat sepertimu!"


"Lakukan apapun yang kau mau!"


"Dengan sanang hati, pegang tangannya karena aku ingin menguliti tangannya!"


"Apa?"


Lucas terbelalak kaget tapi anak buah Jacob sudah memegangi tangannya, matanya semakin melotot saat melihat mata pisau yang tajam mulai menggores kulitnya.


Suara teriakan Lucas kembali menggema ditempat itu saat kulit tangannya dilepaskan dari dagingnya, disayat dan ditarik paksa dari dagingnya.


Tangannya bergetar hebat sedangkan darah segar terus mengalir dari tangannya yang tidak berkulit lagi.


"Ja...Jacob, maafkan aku." pinta Lucas.


Ini benar-benar kematian yang sangat mengerikan, siapa yang mau mengalaminya?


"Maaf? Sudah terlambat! Aku sudah melepaskanmu satu kali tapi kau sia-siakan kesempatan yang aku berikan. Kau dan Becca sama saja, menganggap peringatanku seperti hisapan jempol belaka!"


Becca? Apa Jacob mengetahui dimana Becca berada?


"Hei katakan padaku, dimana Becca berada? Kau tahu dimana adikku bukan?"


Jacob bangkit berdiri dan melihat mata pisaunya yang tajam, dia tampak begitu puas sekarang.


"Kau dan Becca dua orang yang mengabaikan peringantanku dan betapa bodohnya kalian, aku sudah katakan jangan setuh miliki jadi jangan sentuh! Tapi kau dan Becca membuat Alice pergi dariku dan sekarang aku tidak akan melepaskanmu seperti aku tidak melepaskan Becca!"


"Hei apa maksudmu?"


"Apa kau ingin bertemu dengan adikmu, Lucas?"


"Tentu saja, bawa aku bertemu dengannya!" teriak Lucas.

__ADS_1


"Bagus, tapi sebelum itu kau harus bergulat dengan kedua singa itu dan pada saat itu aku yakin kau pasti akan bertemu dengannya!"


"Kau jangan bercanda, apa adikku ada dialam baka?"


"Benar, apa kau tidak menyadari tangan dan lidah yang aku kirimkan untukmu?"


Saat mendengarnya Lucas benar-benar kaget, tangan dan lidah?


"Jangan bilang itu tangan dan lidah Becca?"


"Ha...ha...ha...ha...ha..!! Bravo, itu memang miliknya!"


"Sialan kau, katakan padaku dimana adikku, dimana?" teriak Lucas frustasi.


"Andrew, apa kau melihat buaya mana yang memakan Becca waktu itu?"


Saat mendapat pertanyaan dari bosnya, Andrew melepaskan penutup kupingnya yang berbentuk gurita, dia memang sudah menutup kupingnya sebelum kulit tangan Lucas dilepas.


"Wah master, aku lupa. Seharusnya aku memberi tanda pada buaya-buaya itu."


"Ck, lain kali harus kau ingat, perempuan untuk buaya jantan, laki-laki untuk buaya betina!"


"Siap master, tapi yang ini?" Andrew melihat kearas Lucas.


"Dia hanya b*nci jadi biarkan dia menunjukkan kejantanannya dengan bergulat dengan singa."


"Wah, aku harus membeli popcron." jawab Andrew pula.


"Beli yang banyak dan sekarang masukkan dia kedalam kandang singa, pertunjukkan segera dimulai."


"Hei Jacob Smith, apa maksudmu adikku dimakan buaya?"


"Andrew dia sudah mulai tuli, colok telinganya supaya dia dapat mendengar dengan jelas setiap ucapanku."


"Ya ampun malang nasibmu, sia-sia kau dilahirkan!" Andrew berjalan kearah Lucas tentu untuk menjalankan perintah bosnya, mencolok lubang telinga Lucas dan lagi-lagi teriakan Lucas menggema, tidak lupa Andrew memasang penutup kupingnya yang berbentuk gurita.


Setelah mencolok lubang telinga Lucas, Andrew dan anak buah Jacob menarik Lucas masuk kedalam kandang singa dan menguncinya.


Lucas tampak berusaha melawan tapi dua ekor singa itu sudah lapar, apalagi dengan bau darah yang ada ditubuhnya.


Teriakan dan jeritan Lucas terus menggema ditempat itu saat para singa menarik setiap dagingnya, ini benar-benar mengerikan sampai membuat setiap yang melihatnya begidik ngeri. Siapa lagi yang berani melawan keluarga Smith?


Jacob dan Andrew berdiri disisi kandang melihat Lucas yang mulai tidak berdaya dimakan oleh dua ekor singanya yang lapar.

__ADS_1


Setelah Jacob melihat kematian Lucas, dia segera mengajak Andrew pergi dari sana dan setelah ini dia pasti akan menahan rindu terhadap kekasihnya yang tidak tahu kapan akan kembali.


__ADS_2