Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Aku akan bersabar


__ADS_3

Alice sedang berada didalam kamar mandi dan dia tampak begitu gugup, setelah dari taman Jacob membawanya pulang kerumah pribadinya.


Tentu dia menolak tapi mana mau Jacob mendengar penolakan Alice apalagi Marry sedang berada dirumah ibunya jadi ini kesempatan yang bagus untuknya.


Setelah tiba, Alice langsung mandi karena ini sudah malam tapi yang membuatnya gugup bukan masalah dia berada dirumah Jacob, yang jadi masalahnya adalah apakah mereka akan melakukan hal itu malam ini?


Ini sangat berbeda dari sebelumnya, sebelum dia tahu bahwa Jacob telah menipunya dan setelah dia tahu tentu dia jadi gugup karena ini yang pertama kali untuknya.


Wajah Alice tampak memerah saat membayangkan hal itu, setelah mengeringkan tubuhnya Alice segera meraih baju yang diberikan oleh Jacob.


Alice segera memakai kemeja yang tampak kebesaran ditubuhnya itu, mau bagaimana lagi dia memang tidak punya baju lain selain yang dia pakai tadi jadi mau tidak mau dia memakai baju kekasihnya.


Inilah kenapa dia menolak menginap dirumah Jacob, selain dia tidak punya baju dia juga gugup harus menginap disana apalagi harus membayangkan apa yang akan mereka lakukan malam ini.


Setelah memakai bajunya, Alice segera membuka pintu kamar mandi dan melangkah keluar dengan ragu. Jacob tampak sedang duduk diatas ranjangnya sedangkan senyum menghiasi wajah pria itu.


"Alice sayang, kemarilah." Jacob melambaikan tangannya kearah Alice.


Wajah Alice memerah, sambil menunduk Alice berjalan mendekati Jacob yang sedang menunggunya.


Alice segera duduk disisi ranjang tapi dia terlalu gugup sampai dia tidak memperhatikan duduknya dan?


"Bruukkk!!" Alice terjatuh karena dia tidak menaruh bokongnya tepat diatas ranjang.


"Oh my God, bokongku!!" teriaknya.


"Ha...ha ..ha..ha..ha..!!!"


Jacob langsung tertawa melihat kekasihnya itu, apa sih yang dipikirkan Alice sampai dia terjatuh seperti itu?


Jacob langsung turun dari atas ranjang sambil tertawa untuk membantu Alice yang tampak sedang mengusap-usap bokongnya.


"Alice sayang, apa yang kau pikirkan?" Jacob meletakkan kedua tangannya dibawah lengan Alice dan menggendongnya.


"Ti..tidak ada!" Alice langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Hei apa bokongmu masih sakit?" goda Jacob.


"Tidak!" Alice pura-pura padahal masih sakit.


"Perlu aku lihat? Siapa tahu bokongmu jadi memar."


"Kau menyebalkan!" Alice membenamkan wajahnya dileher Jacob untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa panas.


Jantungnya mulai berdebar-debar saat Jacob duduk disisi ranjang sedangkan dia berada diatas pangkuan Jacob.


"Alice sayang." Jacob memeluk Alice dengan erat dan menikmati wangi sabun dari tubuh gadis itu.


"Mulai besok Ben akan mengikutimu."


"Apa tidak apa-apa seperti itu?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak sayang, jika ada dia aku jamin Lucas tidak akan bisa mendekatimu."


Alice mulai memejamkan matanya saat Jacob mulai menciumi pipinya, sedangkan tangan Jacob mulai mengusap punggungnya dengan lembut.


"Terima kasih Jac."


"Hei bisa berterima kasih dengan cara lain?"


Wajah Alice kembali memerah, jantungnya berdetak semakin cepat sampai dia dapat mendengar detakannya.


Ini bukan pertama kalinya mereka bermesraan tapi saat membayangkan dia harus melakukan hal itu? Membuatnya malu dan jujur saja dia belum siap kehilangan keperawanannya sebelum menikah apalagi dia harus melakukannya dalam keadaan sadar.


Alice segera turun dari pangkuan Jacob dan duduk disisi ranjang sedangkan Jacob kembali memeluknya dari belakang sambil menciumi leher Alice.


"Jac."


"Hmmm?"


"Apakah malam ini kita harus melakukan itu?"


Jacob tidak menjawab tapi dia terus dengan aksinya, bibirnya terus menciumi leher Alice sampai Alice memejamkan matanya karena geli.


"Jacob."


Alice menahan kedua tangan Jacob saat tangan pria itu mulai me**mas kedua dadanya yang tidak ditutupi apa-apa dari balik kemeja yang dipakainya.


Nafasnya mulai memburu karena Jacob mulai memainkan kedua ujung dadanya, jika dia tidak menghentikan hal itu maka bisa dipastikan mereka akan tenggelam dalam api asmara diatas ranjang.


"Aku baru sadar ternyata dadamu kecil dan rata." ujar Jacob tiba-tiba.


"Apa? Enak saja!"kata Alice tidak terima.


Jacob hanya terkekeh dan kembali memeluk Alice dengan erat.


"Alice sayang."


"Hm?"


"Apa kau tidak mau melakukan hal itu denganku?"


Alice memutar tubuhnya agar dia bisa melihat wajah tampan kekasihnya.


"Bukannya aku tidak mau Jac."


"Lalu?"


"Aku hanya belum siap melakukan hal seperti itu karena aku ingin melakukannya saat telah menikah."


Jacob menarik nafasnya dengan berat, dia sudah tahu akan berakhir seperti ini tapi tetap saja dia merasa sedikit kecewa.


Jacob segera duduk disisi ranjang dan mengusap rambutnya, dia hanya menunduk sambil melihat lantai.

__ADS_1


"Jacob apa kau marah?" Alice mendekati Jacob dan memeluknya dari belakang.


"Tidak sayangku, aku tidak akan marah akan hal seperti ini." Jacob memegangi lengan Alice yang melingkar dilehernya.


"Jadi maukah kau sabar menunggu sampai kita menikah nanti?" tanya Alice padanya.


"Kau gadis bodoh! Apa selama ini aku tidak bersabar? Jika kau bukan gadis yang sangat berharga untukku sudah aku terkam kau sedari dulu. Mungkin sudah aku manfaatkan waktu kau sedang mabuk karena itu kesempatan yang sangat bagus."


"Jadi aku akan selalu sabar menunggu sampai kita menikah nanti tapi kau harus berjanji satu hal padaku bahwa tidak akan ada pria lain dihidupmu selain aku."


Alice mengencangkan pelukannya sedangkan senyum mengembang diwajahnya.


"Aku berjanji Jac, hanya kau pria satu-satunya yang sangat berharga didalam hidupku sampai kapanpun juga."


"Oh my." Jacob segera membalikkan tubuhnya dan mendorong tubuh Alice hingga gadis itu tertidur diatas ranjang.


"Pegang ucapanmu sayang, jika berani kau ingkari maka akan aku cincang pria lain yang berani dekat denganmu tanpa pandang bulu."


"Kau mengerikan!!" gerutu Alice.


"Alice sayang, jika kau sudah terikat dengan pria dari keluarga Smith maka kau tidak akan lepas walau kau lari keujung dunia sekalipun. Aku pasti akan menemukanmu dan mendapatkanmu kembali."


Alice mengusap wajah Jacob dengan lembut dan menciuminya dengan lembut pula.


"Aku tidak akan bisa pergi kemana-mana karena aku sudah seperti burung yang telah masuk kedalam sangkar cintamu."


"Wow, aku suka perumpaanmu."


Alice kembali tersenyum sedangkan Jacob mulai mengelus wajahnya dan menciuminya dengan mesra.


"Alice Walker, gadis paling bodoh yang pernah aku temui I love you so much." bisik Jacob ditelinga Alice.


"Bisa kau tidak mengatai aku bodoh?" pinta Alice kesal.


"Tidak bisa." Jacob segera menciumi bibir Alice dan me**matnya dengan lembut.


Mereka berciuman sesaat tapi setelah itu Jacob kembali memandangi wajah Alice dan tersenyum padanya.


"Jadi Alice sayang, bagaimana jika kita tidur."


"Apa kau mau memelukku sampai pagi?" goda Alice.


"Tentu saja sayang, tapi jangan coba-coba kau membangunkan ular yang sedang tertidur."


Wajah Alice merah padam, dengan cepat Alice memalingkan wajahnya yang memerah.


"Dasar kau mesum!"


"Aku memang mesum, apa lagi denganmu."


Jacob kembali menciumi bibir Alice, sepertinya dia harus bersabar sampai mereka menikah nanti dan dia berharap hari itu cepat tiba.

__ADS_1


__ADS_2