Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Kiss in the plane


__ADS_3

Hari itu Alice tampak begitu senang karena hari itu Jacob akan mengajaknya jalan-jalan ke New York.


Alice memeluk pinggang seseorang yang duduk disampingnya dengan erat tapi yang dia peluk bukan Jacob melainkan Marry.


Selama diperjalanan menuju kerumah pribadi keluarganya, Jacob tampak frustasi. Pasalnya, bukannya mereka ingin pergi kencan berdua di New York?


Tapi apa-apa ini? Kenapa Alice membawa Marry dan?


"Alice sayang, kenapa kau mengajak Marry?" Jacob berbisik ditelinga kekasihnya.


"Jacob aku tidak mungkin meninggalkan Marry sendirian dirumah." jawab Alice pula.


"Oke baiklah, itu tidak masalah, tapi kenapa kau juga mengajak sekertarismu itu?" Jacob menatap kearah Jane, kesal!


"Hei tentu saja untuk menjaga Marry, karena bibi Carol tidak bisa ikut jadi aku mengajak Jane."


Jane yang sedang duduk disamping kemudi memalingkan wajahnya kebelakang, wanita itu berkata:


"Maaf Mr Smith, aku tidak akan mengganggu." katanya tidak enak hati.


Jacob menyilangkan kedua tangannya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, bisa-bisa rencananya gagal lagi.


"Andrew kau ikut saja." perintahnya.


"Baik master." jawab andrew, pria itu sedang membawa kendaraan dengan cepat untuk menuju bandara pribadi bosnya.


Saat mereka tiba dirumah pribadi Keluarga Smith, mata Alice terbelalak kaget. Apa-apaan rumah dengan fasilitas bandara pribadi itu, sepertinya dia sangat beruntung dikejar pria aneh itu.


"Hei, aku tidak tahu jika kau sekaya ini." katanya tidak percaya.


"Sayang,aku tidak kaya." Jacob memeluk pinggang Alice dan membawa gadis itu menuju ke pesawat pribadinya yang telah siap.


Marry tampak begitu senang, sedangkan Jane menggandeng tangan gadis manis itu mengikuti Alice dan Jacob, tentu saja Andrew berjalan disampingnya.


Setelah barang-barang bawaan mereka telah masuk kedalam pesawat, pesawat itupun mulai bergerak naik keatas.


Selama pesawat itu terbang Alice tampak sedang mendengarkan music dari ponselnya dan melihat pemandangan diluar sana.


"Alice sayang." Jacob mulai menggoda Alice karena dia mulai bosan apalagi perjalanan mereka masih lama.


Alice melepaskan headset yang dipakainya, memalingkan wajahnya dan menatap Jacob dengan lekat.


"Apa?"


"Apa kau tidak bosan mendengar musik terus menerus?"


"Tidak karena ini hobiku."


Jacob berdecak kesal, pria itu bangkit berdiri dan menarik tangan Alice.


"Ikut denganku."


"Kemana?"

__ADS_1


"Ikut saja sayang."


Alice bangkit berdiri mengikuti Jacob, mereka melangkah menuju kesebuah kamar yang ada didalam pesawat itu dan masuk kedalam sana.


Jacob langsung me**mat bibir Alice saat mereka sudah berada didalam sana, Alice melingkarkan tangannya memeluk leher Jacob dan tentu saja membalas ciuman liar kekasihnya.


"Alice sayang, aku benar-benar kecanduan dengan bibirmu."


"Hei memangnya bibirku ini obat terlarang!"


Jacob terkekeh dan mengangkat tubuh Alice, Jacob membawa Alice mendekati ranjang dan duduk disisinya sedangkan Alice duduk diatas pangkuannya.


"Sayangku, i love you."


"Aku tahu."


Jacob tersenyum dan mengusap wajah cantik pacarnya, sekarang dia merasa sangat beruntung bertemu dengan Alice dan rasanya sudah tidak sabar untuk menjadikan gadis itu menjadi istrinya.


Dia juga sudah tidak sabar menikmati waktu dengan gadis itu setiap harinya, melihat Alice bangun dari tempat tidurnya dan membangunkannya dengan sebuah ciuman.


Jacob benar-benar sudah sangat ingin menikmati waktu-waktu seperti itu dan dia berharap umpan yang dia lemparkan ke Brazil sudah ditangkap oleh mangsanya, jika Becca tahu siapa yang telah menghabisi keluarga Alice, Jacob juga yakin, Lucas pasti lebih mengetahuinya.


Alice memeluk leher Jacob dengan erat dan berbisik ditelinganya.


"Terima kasih Jacob, terima kasih sudah mencintaiku."


"Alice sayang, akulah yang sangat beruntung karena bisa mencintai gadis sepertimu dan aku sangat beruntung karena kau mau membalas perasaanku."


Senyum Jacob mengembang diwajahnya, tangannya tak henti-hentinya mengusap punggung Alice dengan lembut, memang Selama ini tidak ada wanita yang dia dekati secantik Alice dan tentu saja Alice adalah gadis pertama yang sulit dia dapatkan. Hal itulah yang membuatnya mengejar Alice dan gadis itu sangat istimewa untuknya.


Sekalipun ada sepuluh wanita yang lebih cantik berdiri dihadapannya, Jacob akan tetap memilih Alice untuk menjadi pendamping hidupnya nanti dan tentu saja menjadi ibu dari anak-anaknya.


"Jacob."


"Hmm?"


Alice ingin mengungkapkan perasaannya tapi dia malu.


"Aku?" katanya lagi dengan ragu.


"Sayang apa yang ingin kau katakan? Jangan membuatku mati penasaran." Jacob memegangi wajah Alice agar gadis itu menatap matanya.


"Cepat katakan sayang!"


Alice tersipu malu saat Jacob menatapnya dengan lekat, entah kenapa dia tidak bisa mengatakan perasaannya apalagi Jacob pria pertama untuknya.


"Aku mau tidur." katanya pura-pura.


"Sayang, apa kau mengajakku tidur?" goda Jacob.


"Tidak." Alice memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"Oh my." Jacob jadi gemas melihatnya.

__ADS_1


Tanpa basa basi Jacob langsung me**mat bibir Alice dan membawa gadis itu tidur diatas ranjang, mereka berpelukan dengan erat sambil berciuman dengan mesra.


Sementara itu diluar sana, Andrew mulai merasa bosan karena tidak ada teman. Marry tampak tertidur disebuah sofa panjang yang ada didalam pesawat itu sedangkan Jane tampak sedang serius membaca buku yang dibawanya.


Andrew melirik kearah Jane sejenak, dari pada bosan lebih baik mengganggu wanita aneh itu.Andrew bangkit berdiri dan berjalan kearah Jane, pria itu berdiri didepan Jane dan berdehem pelan.


"Hei wanita tua, apa yang kau lakukan?"


Saat mendengar itu, Jane meletakkan buku yang dibacanya dan menatap Andrew dengan tajam.


"Jaga ucapanmu tuan, aku bukan wanita tua!" geram Jane marah.


"Oh ya, boleh aku lihat secantik apa wajahmu dibalik kaca mata tebalmu itu?"


"Hei kau!!!" teriak Jane. Wanita itu bangkit berdiri sedangkan matanya menatap Andrew dengan tajam.


Saat mendengar teriakan diluar sana Alice dan Jacob saling pandang, mereka langsung bangun dari tidur mereka dan keluar dari kamar itu untuk melihat apa yang terjadi.


Diluar sana tampak Jane malotot pada Andrew sedangkan Andrew cuek saja.


"Jane ada apa?" tanya Alice penasaran.


"Tidak ada apa-apa Ms Alice, maaf mengganggu." jawab Jane dengan tidak enak hati.


"Dasar wanita tua jelek!" Andrew berkata dengan pelan tapi Jane dapat Mendengar ucapan pria itu.


Jane menggenggam tangannya dengan erat, dia benar-benar kesal dengan Andrew.


"Apa kau kira kau itu tampan?"


"Tentu saja."


Andrew memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan hendak melangkah pergi tapi pada saat itu Jane mengulurkan satu kakinya untuk menghalangi langkah Andrew.


Tanpa Andrew ketahui langkahnya terhalang kaki Jane, pria itu mulai kehilangan keseimbangan dan terhuyung kedepan. Saat itu tiba-tiba saja pesawat itu menukik naik keatas, hal itu semakin membuat Andrew terhuyung dan?


"Dukkk." itu bunyi tubuh dua orang yang tertabrak dan jatuh dilantai pesawat.


"Upphh!" sedangkan itu bunyi sesuatu yang beradu.


Andrew terbelalak kaget begitu juga Jacob. Tatapan kedua pria itu saling beradu karena saat itu Andrew berada diatas tubuh bosnya sedangkan bibir mereka saling beradu.


Andrew segera bangkit berdiri dan menyeka bibirnya, hal itu tidak jauh berbeda dengan Jacob, pria itu juga tampak sedang menyeka bibirnya yang dicium oleh Andrew.


"Andrew!!" Jacob menggeram marah.


"Master, maaf." Andrew membungkukkan badannya, semua ini gara-gara wanita itu!


"Aku lempar kau keluar!!" maki Jacob lagi, pria itu segera bangkit berdiri dan melangkah kekamar mandi untuk mencuci mulutnya.


Jane tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Alice. Mereka berdua tidak tahan tidak menertawaan kedua pria itu.


Sedangkan Andrew menatap Jane dengan penuh dendam, awas saja!

__ADS_1


__ADS_2