Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Buaya yang merasa dikadali


__ADS_3

Setelah Lucas keluar dari ruangannya, tampak Jacob sedang memainkan jarinya didagunya, pria itu tampak sedang memikirkan sesuatu.


Dia tahu Lucas bukanlah orang bodoh yang gampang dipancing dengan mudah, tapi waktu melihat reaksi pria itu saat dia menuduh pria itu yang telah membunuh keluarga Walker membuatnya sedikit curiga.


Tapi dia juga tidak bisa menyimpulkan jika memang pria itu dalang dibalik semua kejadian yang telah menimpa keluarga Alice.


Saat dia sedang berpikir entah kenapa Jacob jadi teringat dengan seseorang, mantan asisten ayahnya yang telah pensiun, mungkin pria itu bisa membantunya.


"Andrew."


Andrew ada didepan ruangannya dan pada saat pria itu mendengar pangilan bosnya Andrew segera masuk kedalam sana.


"Yes Master."


"Aku ingin kau menemui seseorang."


"Siapa master?"


"Temui uncle Billy dan katakan aku ingin meminta bantuannya."


Andrew menelan ludahnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksud master ayahku?" tanya Andrew dengan ragu.


"Tentu saja kau kira siapa lagi?"


Ya Andrew adalah putra Billy dan Amber, semula pria itu tidak mengikuti jejaknya ayahnya mengabdi pada keluarga Smith tapi siapa yang menduga, sejak ditolong oleh Jacob Smith membuatnya mengikuti pria itu sampai sekarang. Sepertinya dia dan ayahnya senasib.


"Master ada urusan apa mencari si tua bangka itu?" tanya Andrew lagi.


"Kau tidak dengar aku ingin meminta bantuannya!!" Jacob jadi kesal.


"Bantuan apa master, aku saja yang mengerjakannya."


"Hei ada apa denganmu?" Jacob jadi curiga.


Andrew menelan ludahnya dan membungkuk dalam-dalam sambil berkata:


"Maaf master bisa kau perintahkan aku saja, ayahku sudah tua dan sudah pensiun lama." Andrew mulai beralasan.


"Andrew, kau cari mati ya!!" Jacob tambah kesal.


"Master aku benar-benar minta maaf. Aku pusing jika harus bertemu dengan situa bangka sialan itu."


"Kenapa?" Jacob menatap Andrew dengan tajam.


"Master, si tua Billy itu jika bertemu denganku selalu meminta cucu, cucu dan cucu sampai kepalaku ini mau meledak setiap mendengar permintaanya." kata Andrew frustasi.


Jacob mulai terkekeh, untunglah ayahnya tidak meminta seorang cucu padanya karena sampai sekarang dia belum bisa menebar benih diperut kekasihnya. Sepertinya ayahnya sangat pengertian apalagi mereka mengalami hal yang sama.


"Pokoknya aku tidak terima alasan, uncle Billy adalah ayahmu jadi kau bisa menemuinya dengan mudah."


"Master." Andrew mulai memohon.

__ADS_1


Jacob menggeleng dan mulai menatap layar komputernya.


"Master, kalau begitu bolehkah aku menemui Jane hari ini?" pinta Andrew lagi.


Dia ingin menemui Jane karena dia ingin tahu apakah bibit yang dia tanam didalam perut Jane sudah tumbuh?


Jika sudah tumbuh maka dia akan menemui ayahnya itu dan pada saat ayahnya bertanya maka dia akan mengatakan jika cucunya sudah tumbuh.


"Temui ayahmu dulu barulah kau boleh menemui Jane." tolak Jacob, matanya masih berfokus pada layar komputernya.


Andrew diam saja, sepertinya dia harus mencari cara lain untuk bertemu dengan Jane. Dia ingin mengajak Jane menemui ayahnya saat dia kembali kerumahnya supaya ayahnya yang sudah tua dan menyebalkan itu tidak meributkan masalah cucu lagi.


"Segera temui ayahmu dan katakan aku ingin memintanya mencari informasi, dia lebih pandai darimu dalam mencari informasi sedangkan kau, kau lebih pandai dibidang senjata." kata Jacob lagi.


Andrew tampak kecewa, dia sudah lama tidak menemui ayahnya dan sudah dia pastikan si tua bangka itu akan menanyakan perihal cucu lagi saat mereka bertemu nanti.


"Baik master." Andrew segera keluar dari ruangan itu.


Selama diluar sana Andrew sedang memikirkan bagaimana caranya meminta ijin pada bosnya untuk bertemu dengan Jane hari ini, jika dia mengajak Jane bertemu wanita itu pasti tidak mau jadi dia harus menemui Jane ditempatnya bekerja.


Jika bibit yang dia semai sudah tumbuh maka dia akan langsung mengajak wanita itu untuk menemui si tua bangka yang menyebalkan.


Andrew sibuk berkutat dengan pikirannya diluar sana, pokoknya hari ini dia harus bertemu dengan Jane apapun caranya. Saat dia sedang berpikir ponselnya berbunyi, dengan cepat Andrew menjawab panggilan yang ternyata dari anak buah yang sedang mengawal kekasih bosnya.


Saat itu juga sebuah ide muncul di kepalanya, Andrew mematikan panggilan itu dan masuk kembali kedalam ruangan bosnya dengan memasang tampang cemas.


"Master, kata anak buahku Ms Alice sedang bermain dengan dua orang lelaki."


Alice sedang bermain dengan dua lelaki? Awas saja jika itu benar terjadi.


"Ikut denganku, akan aku patahkan leher kedua pria itu!!"


Andrew bersorak dalam hati dan berkata dalam hati pula:


"Jane tunggulah, aku akan segera datang."


Dengan menahan Amarah Jacob pergi untuk menemui kekasihnya diperusahaannya, dia juga memerintahkan Andrew untuk menyeret seorang security ditempat itu karena security itu menahan mereka, tentu security itu juga yang akan menunjukkan dimana ruangan Alice berada.


Saat mereka tiba didepan ruangan Alice, disana tidak terlihat dua bodyguard yang dia tempatkan, dengan cepat Jacob membuka pintu ruangan itu.


Matanya melotot saat pintu itu terbuka, Alice memang tampak sedang bermain dengan kedua anak buahnya tapi main?


Beberapa waktu Lalu Alice merasa bosan, gadis itu tidak sanggup lagi melihat dokument yang harus dia periksa.


Jadi dia memanggil Jane untuk mengajaknya bermain kartu dan mengajak dua bodyguard yang ditugaskan Jacob untuk menjaganya.


Untuk apa kedua pria itu? Hanya jadi pajangan saja didepan ruangannya. Jadi Alice menarik kedua pria bertampang sangar itu untuk bermain kartu bersama dengannya dan jane.


Semula kedua pria itu menolak tapi Alice mengancam mereka untuk melaporkan mereka pada Jacob, jadilah kedua pria itu tidak berdaya saat mereka harus mengikuti setiap perkataan Alice.


Dengan cepat Jacob melangkah masuk kedalam ruangan itu dan menatap kedua anak buahnya yang sudah bertelanjang dada sedangkan wajah dan tubuh mereka dipenuhi dengan coretan, itu ulah Jane dan Alice.


"Hei apa-apaan ini?" tanyanya kesal.

__ADS_1


"Loh Jacob, untuk apa kau datang?" Alice memalingkan wajahnya saat melihat kedatang pria itu.


"Alice sayang,apa yang kau lakukan pada kedua anak buahku itu?" Jacob mendekati Alice dan menarik gadis itu masuk kedalam pelukkannya sedangkan matanya menatap kedua anak buahnya dengan tajam.


"Bos maafkan aku, sebaiknya aku membersihkan kolam buayamu saja." kata salah seorang bodyguardnya.


"Bos, lebih baik aku menyikatkan gigi-gigi para buayamu." kata salah seorang lainnya.


Mereka berdua segera memakai baju mereka dan keluar dari sana, sedangkan Andrew sudah menarik tangan Jane keluar dari ruangan itu sebelum terkena maki bosnya. Tentu saja untuk mengajak wanita itu bertemu dengan ayahnya.


Jacob tampak frustasi, apa-apaan ini? Kenapa dia merasa selalu dikadali oleh Andrew. Jangan bilang dulu ayahnya selalu mengerjai uncle Billy hingga sekarang dia yang harus menerima pembalasan uncle Billy melalui putranya.


Ini sudah seperti sebuah karma!


"Alice sayang, apa yang kau lakukan pada kedua anak buahku itu?" Jacob mengelus rambut Alice dengan lembut.


"Untuk apa kau datang? Menggangu kesenanganku saja!" gerutu Alice Kesal.


"Kau ya! Aku menugaskan mereka untuk menjagamu bukan untuk menemanimu bermain kartu."


"Aku bosan Jacob."


"Kenapa?"


"Kau lihat itu?" Alice melepaskan diri dari pelukan Jacob dan menunjuk kearah dokument yang menumpuk diatas meja.


"Inilah kenapa aku lebih suka jadi polisi!" katanya lagi.


Jacob terkekeh, bisa dia lihat dari dokument yang tampak berantakan diatas meja, sepertinya Alice memang tidak cocok duduk dikantor.


"Kau ini benar-benar!" Jacob menunduk dan pengecup bibir Alice dengan lembut.


Alice tersenyum senang, tangannya terangkat untuk mengusap wajah tampan kekasihnya.


"Kenapa kau datang kemari?"


"Ini semua gara-gara Andrew, awas dia!!"


"Andrew? Apa kau dikadali olehnya?"


"Tidak!" sangkal Jacob dengan cepat.


Alice tertawa pelan, sepertinya Andrew membuat suatu trik sampai membuat Jacob datang ketempatnya.


"Sudahlah, jangan marah lagi. Aku akan memberikan vitamin untukmu." Alice berjinjit dan menciumi bibir kekasihnya.


"Oh my, apa bibirmu sudah tidak sakit lagi?" Jacob memegang wajah kekasihnya dan menatap wajahnya dengan lekat sedangkan Alice menjawab dengan sebuah anggukan.


"Oh my honey, bersiap-siaplah karena aku sedang membutuhkan banyak Vitamin!"


Jacob segera me**mat bibir Alice yang manis sedangkan Alice membalas ciuman kekasihnya.


Sedangkan Andrew, sudah membawa Jane kabur untuk menemui ayahnya yang menyebalkan!

__ADS_1


__ADS_2