Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Kita putus


__ADS_3

Jacob membawa kendaraannya dengan cepat, dia ingin cepat menjemput Alice karena dia tidak mau membuat Alice lama menunggunya.


Jarak dari rumah Alice menuju kantornya lumayan memakan waktu apalagi jalanan California yang padat dimalam hari membuatnya gusar.


Setelah tiba,Jacob menghentikan mobilnya dan segera keluar dari sana. Dia melangkah dengan cepat menuju kantor Alice tapi disana tampak sepi. Dimana Alice berada?


Jacob jadi kesal, apa Alice tidak mendengar permintaannya untuk menunggunya baik-baik disana?


Jacob segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Alice, dia ingin tahu kemana gadis itu pergi.


"Jacob." terdengar suara Alice disebrang sana dengan nafas yang memburu karena kelelahan berlari.


"Hei dimana kau? Bukankah aku sudah katakan untuk menungguku disini baik-baik tapi kemana kau pergi?" tanya Jacob kesal.


"Aku sedang berada ditaman tidak jauh dari tempatku bekerja."


"Alice, kenapa kau ada disana?"


"Jacob nanti akan aku ceritakan tapi bisakah kau datang kemari?"


"Oke baiklah, tunggu aku disana dan jangan pergi kemana-mana."


Setelah mematikan ponselnya, dia segera berjalan dengan cepat menuju mobilnya. Didekat kantor Alice memang terdapat sebuah taman kecil untuk anak-anak bermain dan untuk warga disana berolah raga, taman itu sengaja dibuat sebagai fasilitas untuk warga.


Saat sudah tiba, Jacob segera melangkah dengan cepat memasuki taman itu, disana tampak remang-remang yang hanya disinari lampu jalan saja, walau begitu masih terlihat beberapa orang sedang berjalan ditaman itu untuk menghabiskan waktu.


Alice tampak duduk disebuah kursi yang berada ditaman itu, matanya tampak sedang menerawang jauh sedangkan pikirannya melayang entah kemana.


Saat melihat kekasihnya itu, Jacob segera mendekati Alice dan duduk disampingnya.


"Alice, kenapa kau bisa berada disini? Bukankah aku sudah memintamu untuk menungguku disana?"


Alice memalingkan wajahnya, menatap Jacob sejenak tapi setelah itu dia mulai menunduk sedangkan kakinya mulai menendang salju yang berada dibawah sana.


"Maaf Jacob."


"Hei jangan hanya meminta maaf, jelaskan padaku kenapa kau bisa ada ditaman ini?" Jacob semakin kesal dibuatnya.


"Jacob, aku terpaksa lari dan bersembunyi disini."


"Alice sayang, apa maksudmu lari dan bersembunyi disini? Bisa kau jelaskan padaku?"


Sebelum Alice menjawab, Alice memandangi pohon cemara yang ditumpuki salju didepannya dan menarik nafasnya sejenak.


Jacob meraih tangan Alice yang terasa dingin dan mengusapnya supaya hangat.


"Pria itu, seperti penguntit."


Saat mendengar ucapan Alice, rahang Jacob mengeras menahan amarah. Pria mana yang dimaksud oleh Alice?


"Alice, sekarang aku ingin kau jujur padaku? Apa yang kau maksud adalah pria yang telah berani menciummu?"


"Menurutmu apa ada pria lain lagi?" Alice memalingkan wajahnya menatap Jacob dengan tajam.


"Kalau begitu katakan padaku dimana pertama kali kau bertemu dengan pria ini?" Jacob memegangi kedua bahu Alice.

__ADS_1


"Waktu itu aku pergi mencari Becca, jadi aku bertemu dengannya."


"Alice!!" Jacob semakin marah dan semakin mengencangkan pegangan tangannya dibahu Alice.


Kenapa Alice tidak pernah mengatakan padanya jika dia pergi menemui Becca?


"Jacob sakit!!" Alice berusaha melepaskan tangan Jacob dibahunya tapi Jacob tidak juga melepaskannya.


"Kenapa kau tidak pernah mengatakan hal ini padaku? Kenapa kau tidak pernah percaya padaku bahwa aku akan membantumu mencari pembunuh keluargamu?"


"Kenapa kau pergi mencari Becca tanpa sepengetahuanku?" Jacob menatap Alice dengan api kemarahan dimatanya.


"Apa aku harus melaporkan semua yang aku lakukan padamu? Apa semua tindakan yang aku lakukan harus aku katakan padamu?"


"Kau!!!" Jacob tidak bisa berkata apa-apa.


"Kau tidak merasakan apa yang aku rasakan Jac! Kau tidak pernah mengalami apa yang aku alami." Alice mulai menangis.


"Kau tidak pernah tahu bagaimana perasaanku saat harus melihat mayat seluruh keluargaku mati didepanku"


"Sejak malam itu, aku berusaha mencari pembunuh keluargaku walaupun aku tidak menemukan bukti sedikitpun sampai sekarang." Alice mulai mengusap air matanya yang terus mengalir.


Jacob hanya diam saja melihat Alice, dia masih kesal ternyata Alice tidak mempercayainya sampai saat ini.


"Seandainya kau berada diposisiku, disaat kau sedang mencari pelaku yang telah membunuh keluargamu sekian lama tapi tiba-tiba ada orang yang mengetahui siapa pembunuh itu, katakan padaku Jac, apa yang kau lakukan?"


"Kau akan diam saja, atau kau akan pergi mencarinya sepertiku untuk mencari informasi siapa yang telah membunuh keluargamu?" Alice kembali mengusap air matanya dan menatap Jacob dengan tajam.


Jacob melepaskan bahu Alice dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, jujur saja dia tidak berdaya melihat Alice menangis seperti itu.


"Aku rasa hubungan kita adalah suatu kesalahan Jac, jadi sebaiknya jangan cari aku lagi."


Jacob sangat kaget mendengarnya, apa maksud dari ucapan Alice?


Jacob segera bangkit berdiri dan memegangi tangan Alice.


"Alice apa maksud dari ucapanmu?"


Alice memejamkan matanya sedangkan air matanya terus mengalir dari kedua matanya.


"Maaf jika aku tidak pernah mempercayaimu, maaf jika aku selalu menyulitkanmu, jadi?"


Alice memalingkan wajahnya dan melihat Jacob dengan air mata yang masih mengalir dari kedua matanya.


"Kita putus Jac!" katanya dengan berat.


Jacob terbelalak kaget saat mendengar permintaan Alice.


"Alice Walker, beraninya kau mengatakan hal itu!!" Jacob segera menarik Alice dan memeluknya dari belakang.


Tidak akan dia biarkan Alice lepas darinya setelah semua yang dia lakukan untuk mendapatkan gadis itu!


"Tarik ucapanmu kembali karena aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mati." kata Jacob kesal.


"Kenapa Jac?" Alice memegangi lengan Jacob yang melingkar dilehernya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak membenciku? Bukankah aku tidak pernah percaya padamu? Jadi bencilah aku dan menjauh dariku." pinta Alice lagi.


"Kau gadis bodoh! Harus berapa kali aku katakan bahwa aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Alice Walker."


"Sekalipun aku tidak mempercayaimu?"


"Yah, karena selama ini kau memang tidak percaya padaku."


"Sekalipun aku tidak jujur padamu?"


"Aku tanya padamu, memangnya selama ini kau selalu jujur padaku?"


"Jadi kau tidak membenciku dan mau terlibat denganku?"


"Aku sangat membencimu karena kau tidak mau menjadi milikku!"


"Kau mesum!!"


Jacob membalikkan tubuh Alice dan mengusap air matanya dengan lembut.


"Jadi, jangan pernah mengatakan kau ingin putus dariku lagi kalau tidak aku akan menikahimu secara paksa."


"Aku tidak mau!"


"Kalau kau tidak mau jangan pernah mengucapkan perkataan terkutuk itu lagi." Jacob segera memeluk Alice dengan erat.


"Maaf Jac."


"Sudahlah aku maafkan karena kau memangil namaku dengan mesra."


Alice membenamkan wajahnya didada Jacob dan membalas pelukan kekasihnya, sepertinya dia memang sudah tidak bisa lepas dari Jacob Smith.


"Jadi Alice sayang, katakan padaku seperti apa pria yang telah mengganggumu?"


"Dia punya tatapan dingin dan sebuah tato ditangannya." jelas Alice.


Saat mendengar itu, pikiran Jacob langsung tertuju pada Lucas Marcelo!


Ternyata pria ini yang telah berani mengganggu miliknya, awas saja dia!


"Sayangku, aku akan melindungimu jadi kau tidak perlu kawatir. Dia tidak akan menggangumu lagi jadi, maukah kau percaya padaku kali ini?"


"Aku akan berusaha."


"Jawaban macam apa itu?"


Jacob segera menciumi bibir Alice dengan lembut.


"Alice Walker, kau gadis paling bodoh yang pernah aku temui dan aku jadi terlihat bodoh karena begitu mencintaimu." Jacob mengusap wajah Alice sedangkan senyum mengembang diwajahnya.


"Jadi kita pasangan bodoh?"


"Kau saja yang bodoh!"


Jacob segera me**mat bibir Alice sedangkan dalam hatinya berkata:

__ADS_1


"Lucas Marcelo, tunggu saja dan lihatlah apa yang telah aku persiapkan untukmu!"


__ADS_2