Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
The Incredibles Smith 2


__ADS_3

Saat melihat keluarganya Jacob langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyembunyikan diri disana, dia juga mengunci pintu kamar mandi, jangan sampai ada yang masuk dan untunglah dia masih berdiri didepan kamar mandi.


Dia benar-benar frustasi didalam sana, kenapa keluarganya ada disana? Bagaimana dia harus menemui keluarganya nanti?ini benar-benar memalukan.


Dengan cepat Jacob menyambar sebuah kimono dan memakainya,ini semua karena permintaan gila istrinya, awas saja istrinya nanti akan dia hukum sampai dia puas.


"Sebelum mereka pergi aku tidak mau keluar, setelah ini habislah kau Alice Walker." gerutunya dalam hati.


Sialan, ini benar-benar hal yang paling memalukan yang pernah dia alami selama hidupnya, jika tidak dilihat oleh keluarganya tidak akan menjadi soal, tapi ini?


Bahkan dia masih mendengar suara tawa keluarganya dari luar sana,semoga mereka yang menertawakannya akan mengalami hal yang sama sepertinya.


Jadi dia akan menyembunyikan diri sampai keluarganya pergi.


Sementara itu diluar sana,Samantha menghentikan tawanya dan masuk kedalam, begitu juga dengan yang lainnya.


Dia langsung menghampiri Alice yang masih berdiri didepan kamar mandi dan kembali tertawa, dia tahu putranya sangat tidak suka dengan film The Incredibles sejak dulu tapi lihatlah sekarang, putranya sedang memakai kostum film yang paling dia benci dan dia yakin Jacob pasti akan semakin membenci film itu.


"Apa yang sedang kalian mainkan?" tanyanya.


"Eh mom, tidak ada itu?" Alice jadi ragu Menjawabnya dan dia jadi merasa bersalah pada suaminya, pasti saat ini suaminya sangat malu tapi siapa yang tahu keluarga mereka sudah datang?


"Alice, kau!" Amanda menahan tawanya, dia jadi ingat waktu suaminya memakai kostum Superman.


"Ayo sini ceritakan padaku kalian sedang main apa?" Samantha menarik tangan Alice dan membawanya kearah ranjang, mereka duduk disana sedangkan para lelaki sedang berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Hei boy, sini keluar daddy ingin melihatnya lagi."


"Daddy pulang sana!" teriak Jacob dari dalam kamar mandi.


"Jac-Jac bukankah dari dulu kau tidak suka tokoh film The Incredibles? Ayo keluar sini kakek ingin melihatnya lagi."ujar Michael Smith.


"Kakek berisik!"


"Brother, bukankah aku sudah katakan, jangan membahas tentang superhero!"


"Kak Ed, sana pulang ke Colorado!"


Jhon dan Michael kembali tertawa begitu juga dengan Edward, setidaknya waktu itu tidak ada yang melihat dia memakai kostum Superman dan untungnya dia tidak sesial adiknya.


Jacob memaki didalam kamar mandi, tampaknya keluarganya begitu senang menertawakannya. Ini benar-benar!!


Sementara para wanita yang sedang duduk disisi ranjang, mereka tertawa melihat para lelaki yang sedang membujuk Jacob didalam kamar mandi.


Samantha tidak menyangka putranya mau melakukan hal seperti itu, dia jadi penasaran kenapa putranya mau melakukannya?


"Alice, katakan padaku kenapa Jacob mau memakai baju seperti itu?" tanyanya penasaran.


"Eh itu?" Alice menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Apa kau mengancamnya Alice?" sela Amanda.


"Amanda, apa kau juga meminta Edward melakukan sesuatu?" Samantha melihat kearah Amanda.


"Yah, begitulah mom. Semula memang Edward tidak mau tapi dengan sedikit ancaman akhirnya dia mau juga, aku yakin Alice pasti juga seperti itu."


"Oh my God, aku ingin mendengarnya. Apa yang kamu minta Edward lakukan?"


Semua mata melihat kearah Amanda dan tampak begitu penasaran sedangkan Amanda melirik kearah suaminya, tidak apa-apa bukan dia mengatakannya? Lagi pula itu sudah lama berlalu.


Dengan pelan Amanda mengatakan kepada ibu mertuanya apa yang dia minta Edward lakukan saat itu.


"Aku memintanya memakai kostum superman."


Pada saat itu juga gelak tawa terdengar dari para wanita, Samantha semakin tidak menyangka kedua putranya akan dikerjai oleh istri mereka.


"Oh aku jadi iri dengan kalian berdua." ujar Xiau yu. Seandainya waktu bisa diulang dia ingin sekali mengerjai suaminya tapi sekarang mereka sudah tua.


"Benar, aku juga iri dengan kalian, seharusnya aku juga mengerjai suamiku waktu itu." timpal Samantha pula.

__ADS_1


"Jika ada kesempatan maka tidak akan aku sia-siakan." kata Xiau Yu lagi.


"Mom, seharusnya dulu kita mengerjai mereka."


"Kau benar Samantha, seharusnya dulu aku mengerjai Michael juga."


"Apa mommy dan nenek mau juga?" tanya Alice tiba-tiba.


Dia sudah membuat suaminya malu dan Sekarang para pria yang berdiri didepan kamar mandi akan memakai kostum yang sama dengan suaminya, semoga.


"Mom, nek, aku meminta Jacob memakai baju itu karena ini keinginan si Junior." Alice mengusap perutnya.


"Yah, permintaan ibu hamil memang selalu aneh." jawab Samantha.


"Aku juga sama, meminta Edward memakai kostum Superman saat aku sedang hamil." sela Amanda.


"Apakah kalian tahu?" Alice memasang wajah penuh harap.


"Sebenarnya tidak Jacob saja, aku juga ingin melihat kakek, daddy dan kak Edward memakai baju itu."


"Maksudmu?" tanya Samantha, Xiau Yu dan Amanda secara bersamaan.


Alice tersenyum dan bangkit berdiri, dia berjalan kearah lemari untuk mengambil paper bag dari sana, setelah itu dia kembali menghampiri yang lainnya dan duduk kembali dengan mereka.


"Aku juga ingin melihat mereka memaki baju ini." Alice mengeluarkan kostum The Incredibles dari dalam paper bag, dia tidak cuma beli satu kostum tapi banyak karena dia ingin melihat suaminya memakai kostum itu setiap hari dan lihatlah, sepertinya tidak sia-sia kostum yang dia beli.


"Oh ya ampun." ujar Xaiu Yu dan Samantha bersamaan.


Mereka saling pandang sedangkan senyum menghiasi wajah mereka,vsepertinya ini sangat menyenangkan.


"Ya Tuhan, sebelum aku mati ternyata aku masih bisa melakukan hal menyenangkan." ujar Xiau Yu dengan penuh semangat.


"Benar, ini sangat menarik, kita bisa memotret mereka dan memasang foto mereka dirumah, superhero Smith!" jawab Samantha.


"Itu benar." Xiau Yu membenarkan ucapan menantunya.


"Jadi Alice, jangan sampai Jacob melepaskan kostumnya, okay?" pinta Samantha.


"So Ladies,vare you ready?" tanya Xiau Yu.


"I'm ready." teriak Samantha dan Amanda secara bersamaan.


Masing-masing dari mereka mengambil kostum dari paper bag yang diletakkan diatas lantai oleh Alice, tidak lupa mereka juga mengambil topengnya.


Alice hanya tersenyum saja, setidaknya suaminya tidak sendiri memakai baju superhero itu, padahal dia tidak berniat mengerjai yang lain tapi ya sudahlah, ini tontonan yang menarik.


Para wanita mulai mendekati suami mereka yang masih berusaha membujuk jacob supaya mau keluar, tapi pada saat itu Edward memalingkan matanya dan melihat ibu, istri dan neneknya mendekati mereka dengan kostum berwarna merah ditangan mereka.


Oke, dia langsung punya firasat tidak baik, fellingnya mengatakan dia harus pergi.


"Daddy, kakek aku mau kembali ke Colorado." ujarnya.


"Kenapa?" tanya Jhon dan Michael.


"Kalian lihat itu, sepertinya tidak Jacob saja yang akan jadi korban, sepertinya sebentar lagi kita akan jadi korban."


Michael dan Jhon melihat kearah istri mereka yang sedang berjalan kearah mereka sedangkan sebuah kostum ditangan mereka, sepertinya benar kata Edward, sebentar lagi mereka akan merasakan apa yang Jacob rasakan.


"Kalau begitu ayo kita pergi ke Colorado." ujar Jhon dan Michael secara bersamaan.


Mereka segera memutar langkah mereka hendak pergi dari sana tapi istri mereka berteriak:


"Hei mau pergi kemana kalian?"


"Colorado!" jawab mereka serempak.


"Ladies, kejar!" teriak Samantha.


"Go!"

__ADS_1


Para pria mulai keluar dari kamar tapi ada satu orang yang lelet, dia adalah Michael Smith, dengan mudahnya dia tertangkap oleh istrinya.


"Hei para penghianat!!" teriaknya.


"Sorry dad!" teriak Jhon pula, jangan sampai tertangkap oleh istrinya tapi ya malang,bmereka tidak bisa kabur karena diancam.


Sedangkan didalam kamar mandi Jacob merasa sangat heran mendengar suara diluar sana, apa yang terjadi, dia sangat ingin keluar untuk melihatnya tapi dia malu untuk menghadapi keluarganya.


"Jac, ayo keluar." terdengar suara Alice didepan pintu.


Oh ya bagus, ini dia biang keroknya! Akan dia hukum setelah ini!


"Jac."


Jacob segera membuka pintu kamar mandi dan menarik istrinya masuk kedalam, tanpa banyak bicara dia langsung menciumi bibir istrinya sampai Alice memukul dadanya karena hampir kehabisan nafas.


"Jac!"


"Tunggu saja honey, aku akan menghukummu dan tidak akan melepaskanmu sekalipun kau memohon ampun padaku!" katanya kesal.


"Oh ayolah, jangan marah. Sebentar lagi kau tidak akan sendirian memakai kostum ini."


"Maksudmu honey?"


"Ya, kau akan tahu nanti."


"My honey, kau benar-benar!!" Jacob kembali menciumi bibir istrinya dan menghisapnya, dia benar-benar gemas saat ini.


"Alice, Jacob ayo kaluar!" teriak Samantha.


"Ayo keluar." Alice mengajak suaminya.


"Tidak mau!"


"Jacob jika kau tidak mau keluar maka jangan menganggap aku sebagai mommymu lagi!" teriak Samantha lagi.


"Ck sialan!" ujar Jacob frustasi.


"Ayolah, kau akan senang saat keluar nanti."


"Senang? Aku tidak akan senang tapi aku tidak punya pilihan!" gerutu Jacob dalam hati.


Dengan terpaksa dia keluar dari kamar mandi dengan istrinya, biarlah apa yang akan terjadi, lagi pula dia sudah memakai kimono dan tidak memperlihatkan baju superhero yang dia kenakan.


Mereka keluar dan pada saat itu, jreng....jreng....jreng ..!


Tampak Edward, Jhon dan Michael masuk kedalam kamar dengan menggunakan kostum The Incredibles yang super ketat.


Pada saat itu juga Jacob tertawa terbahak-bahak melihat kakek, ayah dan kakaknya sedangkan mereka melolot padanya, ini semua gara-gara Alice Walker.


"Ya ampun kalian benar-benar seperti superhero, ayo cepat bergaya aku ingin memfoto kalian." ujar Samantha dengan penuh semangat.


"What?" para pria tampak frustasi.


"Kakek, ini semua gara-gara kakek!" ujar Jaocb frustasi.


"Kenapa kau menyalahkan aku? Ini semua karena istrimu!"


"Kalian diam dan segera berdiri disana, dan Jacob cepat lepaskan kimonomu!" perintah Xiau Yu.


"Daddy, setelah ini aku mau bertapa di China!" teriak Jacob frustasi.


"Kita berempat akan bertapa di China." Jhon menyetujui perkataan putranya.


Dengan ancaman para istri, mereka berempat terpaksa memakai kostum super ketat berwarna merah dengan celana dalam hitam diluarnya,vtidak lupa dengan topengnya.


Yang pasti ini pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan untuk seumur hidup mereka dan mereka berharap generasi berikutnya tidak mengalami kesialan seperti mereka lagi.


Foto mereka? Pasti akan sampai pada Silvia dan Olivia. Untungnya Marrry tidak ikut dan melihat kejadian itu, dia sedang menjaga Henry dirumah dengan pengasuhnya.

__ADS_1


Apakah ini gara-gara Alice? Atau gara-gara kutukan? Yang pasti para suami tampak frustasi sedangkan para istri begitu senang.


__ADS_2