
Terdengar suara gemericik air shower kamar mandi yang berbunyi, saat itu Alice sedang mandi dirumah Jacob.
Setelah berbasah-basahan Jacob membawa Alice pulang kerumahnya, semula Alice menolak dan ingin langsung pulang kerumahnya tapi Jacob berkata Jika Andrew hanya bisa mengantar mereka sampai disana karena harus melakukan hal penting.
Tentu saja Jacob mengatakan hal demikian supaya Alice mandi dirumahnya dan supaya dia bisa mandi dengan Alice, jika tidak ada akal licik bukan Jacob Smith namanya.
Alice sedang membersihkan rambutnya dari busa shampo dan pada saat itu tiba-tiba saja pintu kamar mandi itu terbuka, hal itu membuat Alice sangat kaget.
Dengan cepat Alice memalingkan wajahnya melihat kearah pintu, tampak Jacob sedang berjalan kearahnya dengan sebuah handuk melilit dipinggangnya.
"Jacob, kenapa kau masuk kesini?" Alice berteriak dengan panik dan menutupi anggota tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Tentu saja untuk mandi sayang." Jacob menjawab dengan santai.
"Tapi aku sedang mandi!"
"Alice sayang, aku ingin mandi denganmu."
"Hei kau bisa mandi ditempat lain,
jangan bilang dirumah sebesar ini kau hanya punya satu kamar mandi!" Alice sangat malu dan masih berusaha menutupi tubuhnya.
"Ini rumahku sayang, jadi terserah aku mau mandi dimana."
"Dasar kau licik!'
Jacob tertawa dan melangkah mendekati Alice, pria itu membuka handuk yang melilit dipinggangnya tanpa ragu dan melemparkannya begitu saja.
"Oh my God!" Alice menutupi matanya dengan kedua tangannya dan mundur ketembok kamar mandi.
Jacob hanya terkekeh dan menangkap pinggang Alice.
"Alice sayang, kau tidak perlu malu dan lihatlah sampai kau puas."
"Sialan, dasar kau pria gila!" maki Alice kesal.
Wajah Alice langsung memerah karena Jacob memeluknya dan menempelkan tubuh mereka, hal itu membuat jantung Alice berdetak tidak karuan karena merasakan sesuatu dibawah sana.
Jacob tersenyum dengan usil,pria itu mulai mengusap wajah Alice yang memerah dan berbisik ditelinganya.
"Kau sangat cantik Alice dan aku sangat menyukaimu."
Saat mendengar itu wajah Alice terasa panas, debaran jantungnya bahkan sudah bisa dia dengar sendiri dan dia benci itu, Jacob benar-benar sudah seperti dewa malam.
Jacob mengigit telinga Alice dengan lembut sedangkan tangannya sudah meraba tubuh gadis itu, Alice memejamkan matanya merasakan geli ditelinganya karena ulah Jacob sedangkan tangannya berusaha mendorong tubuh Jacob.
"Jacob, jangan." pintanya.
"Ssttttss...Sayang, aku ingin kau jadi milikku."
"Tapi?"
__ADS_1
Sebelum Alice dapat menyelesaikan perkataannya Jacob sudah menciumi bibirnya dengan lembut.
"Apa kau tidak mau menjadi milikku?" bisiknya.
"Bukan begitu, aku hanya?"
Jacob kembali menciumi bibir Alice tanpa mau mendengar ucapan gadis itu lebih lanjut, Alice hanya bisa pasrah mengikuti permainan lidah Jacob didalam mulutnya.
Merasa Alice tidak menolak lagi, Jacob semakin mengencangkan pelukannya sedangkan Alice mulai memeluk Jacob juga.
Tangan Jacob mulai membelai tubuh Alice, hal itu membuat wajah Alice semakin memerah.
Jacob merasa dia bisa gila dan terus terang saja adiknya sudah? Sedangkan wajah Alice semakin memerah saat merasakan itu.
"Sayang bagaimana jika kita pindah saja?" bisik Jacob ditelinganya.
Alice mengangguk dan pada saat itu Jacob meraih sebuah handuk dan melilitkan handuk itu ditubuh Alice.
Jacob menggendong tubuh Alice bak seorang putri dan membawa gadis itu keluar dari kamar mandi, dia berjalan menuju tempat tidurnya sedangkan air masih menetes dari rambut panjang Alice tapi siapa yang perduli?
Dengan pelan Jacob menurunkan tubuh Alice dan menarik handuk yang melilit ditubuh gadis itu. Setelah itu Jacob naik keatas ranjang dan merebahkan diri disamping Alice.
Dia begitu lama memandangi wajah Alice dan mengusap wajah gadis itu yang tampak memerah.
"Sayang, apa kau pernah menyukai seseorang sebelumnya?"
"Tidak pernah."
"Jangan terlalu percaya diri, kapan aku mengatakan aku menyukaimu?" Alice membuang wajahnya yang memerah kesamping.
Jacob kembali terkekeh, walaupun Alice berkata demikian tapi dia tahu gadis itu pasti menyukainya.
Walaupun Alice belum menyatakan cintanya tapi dia yakin cepat atau lambat gadis itu akan mengatakan cinta padanya.
"Alice sayang, berjanjilah padaku jika kau tidak akan dekat-dekat dengan lelaki lain dan berjanjilah padaku jika hanya aku yang ada dihatimu sampai kapanpun."
"Hei bagaimana jika ada seorang pria yang mendekatiku dan mengejarku?" goda Alice.
"Kau tahukan sayang, akan aku singkirkan karena aku tidak suka ada yang menyentuh milikku!"
"Kau pria pecemburu!"
"Hanya kau yang bisa membuatku cemburu, sayang."
Jacob menciumi bibir Alice dan berbisik ditelinganya.
"Ayo kita lanjutkan, aku akan menabur benih disini." Jacob mengusap perut Alice yang rata.
"Supaya tidak ada yang mendekatimu dan merebutmu dariku." katanya lagi.
Alice hanya tersenyum saja dan menciumi wajah Jacob.
__ADS_1
"Kau pria mesum dan menyebalkan!"
Jacob kembali menciumi bibir Alice sedangkan Alice memeluk leher pria itu dan membalas ciumannya.
Jacob yakin hari ini dia pasti berhasil karena ini dirumahnya dan tidak ada yang bisa mengganggu mereka.
Itulah Alasannya membawa Alice kerumahnya, supaya dia bisa bermesraan dengan gadis itu tanpa gangguan.
Dia bahkan mengusir pelayan pribadinya dan para pembantunya supaya dia bisa menikmati waktunya dengan Alice, jika sampai dia gagal lagi maka dia akan menganggap jika memang semua itu adalah kutukan.
Alice mengerang pelan tak kala jari jemari Jacob bermain didadanya sedangkan bibirnya menciumi setiap jengkal kulit Alice yang dilaluinya.
Alice mengigit bibirnya menikmati setiap sentuhan Jacob, kepalanya terasa pusing dan dia sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi.
Desahan sensual terus terdengar dari bibirnya dan hal itu semakin membuat Jacob gila.
Rasanya dia sudah sangat ingin memiliki Alice tapi dia ingin pelan-pelan supaya gadis itu menikmati setiap sentuhannya.
"Jacob."
"Yes honey?"
Jacob terus dengan aksinya,kini tangannya sudah mengusap paha mulus Alice sedangkan Alice semakin mengerang karena sentuhan tangan Jacob.
"Aku?"
"Hm?" Jacob mulai menciumi perut Alice yang rata dan pada saat itu?
"Gruuukkkkk!!!" itu suara perut Alice.
Alice langsung menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
"Aku lapar!!" teriaknya.
"Sialan!" maki Jacob kesal.
"Sory."
"Kau ini ya!!" Jacob menghentikan tangannya dan duduk disisi ranjang.
Pria itu cuma bisa mengacak rambutnya frustasi dan melihat adiknya yang?
"Maaf, aku belum makan siang." Alice masih menutupi wajahnya.
"Sudahlah!!" Jacob bangkit berdiri dan berjalan kekamar mandi untuk meredakan sesuatu disana.
Sepertinya ini memang kutukan untuk para pria yang ada dikeluarga Smith!
Selama Jacob berjalan kekamar mandi tidak henti-hentinya pria itu memaki sedangkan Alice duduk diatas ranjang dan memegangi perutnya yang terasa lapar.
Gara-gara cemburu buta sampai makanan yang dia pesan tidak dia makan dan untunglah perutnya berbunyi diwaktu yang tepat.
__ADS_1