
Kembali ke Olivia.
Sejak ditinggal pergi oleh kakaknya, Olivia mulai merasa bosan apalagi Alice menghubunginya dan meminta Olivia menjaga Marry karena dia akan pulang sedikit lebih lama.
Dirumah itu hanya dia dan Marry berdua dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena sudah tidak tahan lagi Olivia menghubungi supir pribadinya untuk menjemputnya karena dia berpikir lebih baik dia membawa Marry pulang kerumahnya.
Selama menunggu supir pribadinya, Olivia mengajak Marry untuk ikut dengannya pulang kerumahnnya. Dia juga berjanji akan mengantar Marry pulang saat sudah gelap.
Marry menyetujui permintaan Olivia karena gadis manis itu berpikir Olivia adalah sahabat baik ibunya jadi ibunya pasti tidak akan melarang.
Setelah membereskan barang bawaan Marry dan memasukkannya kedalam tas ransel Marry, mereka keluar dari rumah itu.
Supir pribadi Olivia tampak sudah menunggu diluar sana jadi mereka segera masuk kedalam mobil untuk pulang kerumahnya.
Olivia juga membawa kue yang dibuat oleh Alice, dia ingin membawa kue itu untuk ayah dan ibunya cicipi.
"Kakak Olivia, apakah mommy Alice sudah tahu jika aku akan ikut denganmu?" Marry bertanya saat mereka sedang didalam perjalan.
Olivia tersenyum pada Marry dan mengusap rambut gadis manis itu dengan lembut.
"Tentu saja sudah Marry sayang,kau tidak perlu khawatir."
Marry mengangguk tanda mengerti, dia tidak mau membuat ibunya khawatir nantinya. Saat mereka sudah tiba Olivia menggandeng tangan Marry selama masuk kedalam rumahnya.
Marry mengikuti Olivia sambil mengedarkan pandangannya kerumah besar yang tampak asing baginya.
Olivia membawa Marry keruang keluarga, dia tahu ayah dan ibunya pasti ada disana tapi saat dia masuk kesana, tampak ayahnya sedang sendirian saja.
"Hai dad." Olivia menyapa ayahnya yang tampak sedang serius membaca majalah yang dipegangnya.
Saat mendengar sapaan putrinya, Jhon memalingkan matanya dan pada saat itu matanya melihat gadis manis yang sedang digandeng oleh Olivia.
"Olivia, bagaimana harimu?" Jhon bertanya demikian tapi matanya masih menatap Marry dengan lekat, siapa gadis manis yang dibawa oleh putrinya?
Saat itu Samantha masuk kedalam sana, Samantha tersenyum saat melihat putrinya sudah kembali.
"Olivia sayang, kapan kau pulang?"
"Baru saja mom." Olivia menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat.
"Hei apa yang kau bawa?" tanya Samantha saat melihat sesuatu yang dibawa oleh putrinya.
Olivia mengangkat kue gingerbread yang dibawanya untuk diperlihatkan pada ibunya.
"Ini aku yang membuatnya dirumah Alice dan ini untuk mommy dan daddy." ujarnya dengan bangga.
"Wow, apa benar kau yang membuatnya?" Samantha mengambil kue itu tidak percaya.
"Tentu saja." Olivia menggangguk dengan cepat.
"Hei Olivia, bisa kau beri tahu daddy anak siapa ini?"
Jhon sangat penasaran dengan gadis manis yang dibawa pulang oleh putrinya.
"Anak?" Samantha melihat kearah Marry yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Saat dia masuk tadi dia sempat melihat Marry tapi perhatiannya teralihkan oleh kue yang diberikan oleh putrinya.
"Oh ya, mom, dad kenalkan ini Marry." Olivia kembali mendekati Marry dan menggandeng tangan gadis manis itu untuk mendekati ayah dan ibunya.
"Hai om, hai tante." sapa Marry dengan sopan.
__ADS_1
"Wah dia sangat manis, anak siapa ini Olivia?" Samantha mendekati Marry, berjongkok didepan Marry dan mengusap wajah Marry dengan lembut.
Sebelum menjawab pertanyaan ibunya, sebuah ide gila muncul dikepala Olivia.
"Mom, dad, Marry adalah putri kak Jacob."
"Apa?" kata Jhon dan Samantha secara bersamaan.
Jhon bangkit berdiri begitu juga dengan Samantha, tatapan mereka berdua langsung tertuju pada Marry yang tampak kebingungan.
"Olvia jangan bercanda." kata Jhon tidak percaya.
"Dad, aku tidak bercanda! Jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada kak Jacob."
"Olivia sayang, dimana kau menemukannya?" tanya Samantha pula, dia juga tidak percaya dengan perkataan putrinya.
"Mom saat aku masuk tadi aku menemukan Marry didepan rumah sambil menangis, dia bilang dia sedang mencari kak Jacob dan dia bilang dia putri kak Jacob." Olivia berkata demikian karena dia ingin mengerjai kakaknya tanpa maksud apa-apa.
Semantha terbelalak kaget, dia kembali melihat Marry dengan sebuah ransel dibelakangnya. Apakah mungkin?
"Oh kepalaku!" Samantha memegangi kepalanya dan pandangannya mulai buram, dia sangat kecewa dengan putranya.
"Baby?" Jhon segera menghampiri istrinya yang sudah tampak limbung.
Samantha jatuh dipelukan suaminya karena dia pingsan, dia sangat shock membayangkan perlakuan putranya diluar sana.
"Baby, hei apa yang terjadi denganmu?"vJhon menggoyang tubuh istrinya yang sudah tidak sadarkan diri dan menggendong tubuh Samantha, dia segera membawa Samantha menuju kamar mereka dengan cepat.
Saat melihat itu,wajah Olivia langsung pucat, padahal dia cuma bercanda saja tapi dia tidak menyangka akan membuat ibunya seperti itu.
Olivia segera menarik tangan Marry, dia segera berlari bersama Marry menuju kamar untuk melihat keadaan ibunya. Didalam sana tampak Jhon sedang menepuk-nepuk wajah istrinya dan memanggilnya.
"Daddy, bagaimana keadaaan mommy?" Olivia mulai ketakutan.
"Olivia, jaga mommymu baik-baik." Jhon menatap kearah Marry dengan tajam.
"Yes dad." Olivia naik keatas ranjang dan memijat-mijat tangan ibunya dengan pelan. Sebenarnya dalam hatinya ketakutan, sepertinya dia sudah kelewatan.
Jhon segera meraih ponselnya untuk menghubungi putranya, dengan nada tinggi Jhon meminta putranya itu segera pulang. Dia sangat ingin mendengar penjelasan dari putranya apakah benar gadis itu adalah putrinya?
Selama menemani ibunya, Olivia benar-benar ketakutan, padahal dia cuma bercanda saja?
Tidak lama kemundian Samantha sudah sadar, dia langsung menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Jacob, dasar anak kurang ajar!!" katanya sambil terisak.
"Mommy, dengarkan penjelasanku." pinta Olivia sambil ketakutan.
Samantha kembali melihat Marry, jika benar gadis manis itu adalah anak dari putra maka tidak akan dia maafkan. Beraninya putranya menelantarkan seorang anak kecil begitu saja!!
"Olivia jaga dia baik-baik!" Samantha segera turun dari ranjang dan melangkah keluar.
"Mom, dengarkan penjelasanku." teriak Olivia tapi ibunya sudah keluar.
"Mati aku."vkata Olivia sambil ketakutan.
Diluar sana Jhon sedang menunggu kepulangan putranya dengan amarah dihatinya, kenapa putranya begitu bodoh?
Samantha mendekati Jhon dan memeluknya, dia kembali menangis karena kecewa berat dengan putranya.
"Jhon, kenapa putramu begitu bodoh?"
__ADS_1
"Baby, tenanglah. Kita tunggu dia pulang untuk mendengarkan penjelasan darinya." Jhon mengusap kepala istrinya dengan lembut untuk menghiburnya.
Saat itu Jacob masuk kedalam rumah, dia langsung mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya.
"Dad, ada apa kau memarahiku?" tanyanya tanpa tahu apa-apa.
"Jacob, aku sangat kecewa denganmu." katanya ibunya sambil menangis.
Jacob mengernyitkan dahinya, ada apa sebenarnya?
"Jacob kau boleh bermain-main diluar sana tapi kenapa kau begitu bodoh?" kata ayahnya pula.
"Hei, bisa jelaskan apa yang telah terjadi?"
"Kau yang seharusnya menjelasakan pada kami, siapa ibu dari gadis itu?" tanya ibunya penuh dengan emosi.
Saat itu Olivia keluar dari kamar sambil menggandeng Marry, dia tampak menunduk kerena merasa bersalah.
"Marry." panggil Jacob saat melihat Marry.
"Oh Tuhan, Jhon. Ternyata benar dia putrinya." Samantha kembali memeluk suaminya dan menangis karena dia tebak, Marry memang anak dari putranya.
"Mom, dad, dengarkan penjelasanku." pinta Olivia lagi tapi tidak ada yang menghiraukannya.
"Hei Jacob, cepat katakan padaku siapa ibu dari gadis itu?" tanya Jhon lagi.
"Mana aku tahu dad." Jacob menjawab demikian karena dia tidak mengenal ibu kandung Marry yang telah mati.
Tangisan Samantha semakin pecah, Jhon tampak begitu marah sedangkan Jacob tampak bingung karena dia benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Olivia menggenggam tangannya dengan erat, semua ini gara-gara dirinya.
"Mom, dad, aku hanya bercanda saja! Marry keponakan Alice." teriak Olivia karena dia sangat takut.
Sontak saja semua mata memandangi Olivia sedangkan gadis itu mulai menunduk.
"Sorry mom, dad. Aku hanya ingin mengerjai kak Jacob saja dengan mengatakan Marry putrinya."
"Kau ya!!" Jacob menghampiri Olivia dan menjepit lehernya.
"Kakak maaf."
Jhon dan Samantha saling pandang, apa-apaan ini?
"Hei Olivia, ini tidak lucu!!" kata ibunya kesal.
"Sorry mom."
"Olivia idemu boleh juga." puji ayahnya.
"Jhon!!" Samantha melotot pada suaminya.
"Tapi aku rasa kau harus dihukum karena telah menipu kami semua." kata Jhon lagi.
Jacob melepaskan tangannya dan melangkah kearah ayah dan ibunya dengan senyum licik mengembang diwajahnya.
"Mom, dad, sini."
Jacob mulai membisikkan sesuatu pada ayah dan ibunya sedangkan Olivia menelan ludahnya kasar, apa yang direncanakan oleh kakaknya?
"Hei apa tidak apa-apa?" Samantha bertanya saat mendengar ide dari putranya.
__ADS_1
"Aku rasa ini bagus juga." kata Jhon.
Mereka bertiga memandangi Olivia sedangkan Olivia melihat keluarganya dengan curiga. Sepertinya dia akan mendapat ganjaran akibat keisenganya.