
Jacob terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ponselnya yang terus berbunyi, dengan malas Jacob meraih ponselnya yang berada diatas meja dan menjawabnya.
"Jacob, dimana kau?" terdengar suara ibunya.
"Dirumahku."
"Oh, kakakmu akan kembali hari ini dengan calon istrinya jadi bisakah kau ajak Alice pulang?"
Saat mendengar itu Jacob langsung bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang.
"Wow, jadi kak Ed mau pulang?" tanyanya tidak percaya.
"Benar, jadi ajaklah Alice pulang."
"Oke mom, nanti aku akan mengajaknya."
"Baiklah, kau pemalas segeralah pergi mandi dan jangan lupa sarapan." perintah ibunya.
"Siap madam."
Setelah mematikan ponselnya Jacob meletakkan benda itu kembali keatas meja, dia memalingkan wajahnya diatas tempat tidur. Sepertinya Alice sudah bangun sedari tadi tapi kemana dia pergi?
Jacob segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, setelah selesai dan memakai pakaiannya, dia segera keluar dari kamar.
Senyum langsung mengembang diwajah Jacob saat melihat Alice sedang duduk diatas sofa, Alice tampak sedang memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di balik kedua lengannya.
"Alice sayang, kenapa kau tidur disini?" Jacob berdiri disamping Alice dan mengusap kepalanya dengan lembut.
Alice mengangkat kepalanya saat mendengar suara kekasihnya.
"Jac, bisa antar aku pulang?"
"Hei kenapa? Apa kau tidak suka tinggal dirumahku?" Jacob segera duduk disamping Alice dan memeluk pinggang kekasihnya.
"Bukan begitu." Alice bersandar didada bidang kekasihnya.
"Jac, aku harus mandi dan aku tidak punya baju. Aku juga harus pergi kekantor karena sedang banyak pekerjaan."
"Dasar kau, Ben sudah menyiapkan baju untukmu dan pergilah lihat didalam lemari."
"Oh ya?" Alice mengangkat kepalanya untuk melihat wajah kekasih tampannya.
"Alice sayang, apa hari ini kau bisa ikut pulang kerumah ibuku?"
"Boleh, aku juga ingin menjemput Marry pulang."
"Biarkan saja dia disana."
"Tidak bisa Jac,aku tidak mau merepotkan ayah dan ibumu."
"Bodoh,ibuku sangat suka anak-anak jadi dia tidak akan keberatan."
"Begitu?"
__ADS_1
"Ya, jadi pergilah mandi, baju untukmu ada didalam lemari."
Jacob bangkit berdiri dan menarik tangan Alice agar gadis itu bangkit berdiri tapi pada saat itu alice meringis karena sakit diperutnya.
"Hei, ada apa denganmu?" Jacob sangat heran melihat Alice sedang memegangi perutnya.
"Tidak apa-apa, aku sudah biasa mengalami ini setiap bulan."
"Kau ya!! Kalau begitu kau dirumah saja, tidak boleh pergi kemana-mana."
Jacob mengangkat tubuh Alice dan membawanya menuju kedalam kamar.
"Tapi Jac, aku sedang banyak pekerjaan."
"Alice sayang, kau bisa meminta sekertarismu untuk membawa pekerjaanmu kemari jadi hari ini kerjakan pekerjaanmu dirumah. Aku akan kembali saat pekerjaanku sudah selesai."
"Apa kau mau pergi?"
"Yah, ada hal penting yang harus aku kerjakan."
Setelah masuk kedalam kamar, Jacob segera menurunkan Alice dikamar mandi dan setelah itu dia keluar dari sana membiarkan Alice mandi.
Jacob meraih ponselnya untuk menghubungi Andrew, dia ingin tahu sejauh mana rencana yang telah diperintahkannya pada Andrew untuk menjebak Lucas Marcelo.
Jacob keluar dari kamarnya, dia tidak mau Alice mendengar pembicaraannya nanti yang pasti dia akan memberikan kejutan untuk Lucas Marcelo nantinya.
Setelah selesai mandi,sesuai perkataan Jacob, Alice membuka lemari baju dan benar saja, didalam sana sudah banyak terdapat berbagai baju yang bisa dia pakai.
Alice tampak senang karena Jacob telah menyiapkan semua itu untuknya, dia mulai mengambil baju dari dalam sana dan memakainya.
"Alice sayang, aku telah memerintahkan Ben untuk membuat minuman hangat untukmu."
"Terima kasih Jac, terima kasih juga atas bajunya."
"Apa kau suka?"
Alice mengangguk dan tersipu malu.
"Kapan Ben menyiapkan semua ini?"
"Semalam waktu kau sudah mendengkur seperti b*bi."
"Apa? Aku tidak mendengkur." Alice membantah dengan cepat.
Jacob terkekeh pelan, dengan cepat Jacob memutar tubuh Alice agar meghadap kearahnya. Senyum menghiasi wajahnya saat melihat wajah segar kekasihnya, dengan pelan Jacob mengusap wajah Alice dan menciumi wajahnya.
Sebelum membawa Alice pulang dia memang telah memerintahkan Ben menyiapkan baju untuk Alice, tentu semua itu dia lakukan supaya Alice merasa nyaman dirumahnya.
"Alice sayang, aku harus segera pergi jadi kau baik-baiklah dirumah jangan pergi kemana-mana."
"Aku tahu, bukankah kau sudah mengatakan ini tadi?"
"Kau ini gadis keras kepala, sekalipun aku larang kau akan pergi juga!" Jacob segera menunduk untuk mengecup bibir Alice.
__ADS_1
"Alice sayang,segeralah keluar makan karena Ben sudah menyiapkan semuanya untukmu."
"Apa kau tidak ikut makan?"
"Sayang aku sedang buru-buru."
Jacob kembali menciumi bibir Alice, setelah itu mereka keluar dari kamar itu. Alice mengantar kepergian Jacob dan masih berdiri didepan pintu rumah itu.
Setelah mobil yang dibawa Jacob tidak terlihat lagi, Alice segera masuk kedalam, dia meminta Jane untuk membawa pekerjaannya yang belum selesai kerumah Jacob untuk dia kerjakan.
Setelah meminta Jane datang dengan sebuah pesan, Alice segera menuju kedalam dapur, makanan sudah terhidang diatas meja dengan segelas minuman hangat.
Sambil menunggu kedatangan Jane, Alice menikmati makanan itu pelan-pelan. Rumah Jacob begitu besar dan terasa sepi, hanya ada Ben dan para pembantu saja, hal itu membuat Alice sangat bosan.
Coba ada sebuah piano disana, mungkin dia akan memainkan benda itu untuk menghilangkan kebosanannya.
Alice hanya termenung sampai Ben memanggilnya.
"Ms Alice, ada yang mencarimu." Ben menghampirinya sedangkan Jane berdiri disisi Ben dengan beberapa dokumen ditangannya.
"Oh Jane, akhirnya kau datang." Alice segera bangkit berdiri sedangkan Ben pergi meninggalkan mereka.
"Ms Alice apa kau tinggal disini sekarang?"
"Tidak, jangan salah paham."
Alice tersipu malu dan melangkah melewati Jane, mereka berjalan keruang tamu untuk melelahkan dokumen yang dibawa Jane bersama.
"Tidak perlu malu Ms, aku bahkan sudah menikah dengan Andrew."
"Apa?" Alice tidak percaya mendengarnya.
"Hei kenapa kau bisa menikah begitu cepat?" Alice duduk diatas sofa sedang Jane mengikutinya.
"Yah, ayah Andrew masuk rumah sakit, katanya usianya tidak akan lama lagi jadi untuk permintaan terakhir ayahnya memintaku menikah dengan Andrew saat itu juga." jelas Jane.
Ya,yang sebenarnya terjadi, setelah memakan ginggerbread yang diberikan oleh Olivia. Billy mengalami diare dan masuk rumah sakit, mana ada orang mati setelah makan kue yang kelebihan bahan?
Tapi Billy menipu putranya agar cepat menikah jadilah Andrew menikah dengan Jane dirumah sakit dihadapan ayahnya yang pura-pura sekarat.
Mereka menikah hanya dengan saksi dan pendeta saja, Jane juga tidak keberatan apalagi mengingat hubungannya dengan Andrew.
Billy sangat senang akhirnya dia punya menantu, semua itu berkat Olivia dan ginggerbread rasa ajaib yang dimakannya.
Alice segera bangkit berdiri dan memegangi tangan Jane, dia juga tersenyum manis pada Jane.
"Jane, congratulations."
"Thank you Ms Alice."
"Nanti aku akan menyiapkan hadiah untukmu dan jika kau ingin pergi bulan madu kau bisa mengambil cuti."
"Terima kasih Ms Alice, mungkin nanti karena Andrew sedang sibuk."
__ADS_1
"Oke, kalau begitu aku akan menyelesaikan pekerjaan ini." kata Alice penuh dengan semangat.
Setelah kepergian Jane,Alice tenggelam dengan pekerjaannya. Dia tidak menyangka Jane akan menikah begitu cepat. Sepertinya besok dia harus pergi membeli hadiah untuk Jane.