
Sebelum peledakan terjadi.
Saat itu Becca sedang menuju kesebuah apartemen, dia pergi di Downtown St. Louis Apartmens, disanalah apartemen kakaknya berada, dia disana untuk mengambil sesuatu karena diminta oleh kakaknya.
Tidak jauh darinya seorang pria sedang mengikuti Becca dan sedang memantau gerak gerik wanita itu tapi Becca tidak menyadari jika dia sedang di ikuti.
Pria itu adalah anak buah yang di utus oleh andrew untuk mengikuti Becca, tapi selama anak buah Andrew mengikuti Becca wanita itu tidak terlihat sedang melakukan gerak gerik yang mencurigakan bahkan tidak juga terlihat mendekati Alice.
Saat tiba disebuah kamar Becca memasukkan kunci kelubangnya dan membuka pintu kamar itu.
Karena kakaknya sudah lama tidak meninggali apartemennya sehingga suasana terasa pengap dan mulai berdebu.
Becca berjalan kesebuah meja, menarik laci disana untuk mengambil sebuah flashdisk disana. Didalam flashdisk itu terdapat beberapa data yang diinginkan oleh kakaknya.
Dia harus segera mengirimkan data penting yang ada didalam flashdisk yang diambilnya untuk kakaknya yang ada di Brazil.
Saat Becca hendak menutup laci, matanya melihat sebuah bingkai foto yang ada didalam laci dengan posisi tertutup.
Karena penasaran Becca mengambil bingkai foto itu dan melihatnya, matanya terbelalak kaget saat melihat foto tersebut.
Alice Walker dan sepertinya dengan keluarganya, ya, foto itu adalah foto Alice bersama dengan keluarganya, foto itu adalah foto yang diambil oleh Lucas Marcelo saat pria itu membantai keluarga Walker.
Foto itu Lucas tinggalkan disana dan tentu saja, sebelum dia pergi ke Brazil, Lucas telah meminta anak buahnya untuk mengikuti Alice Walker dan mengambil beberapa foto gadis itu.
Tapi dia harus pergi ke Brazil sehingga dia belum bisa bermain-main dengan gadis itu.
Becca jadi penasaran,kenapa kakaknya memiliki foto Alice Walker, apa kakaknya memiliki hubungan dengan gadis itu?
Becca segera mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk menghubungi kakaknya, dia harus tahu ada hubungan apa antara kakaknya dengan Alice Walker.
"Becca, apa kau sudah mendapatkan barang yang aku minta?" terdengar suara Lucas dari sebrang sana.
"Sudah, tapi kak Lucas ada yang ingin aku tanyakan padamu!" terdengar nada tidak senang dari perkataan Becca.
"Apa itu?"
__ADS_1
"Kak Lucas, katakan padaku ada hubungan apa antara kau dengan Alice Walker??"
"Alice Walker, dari mana kau tahu?"
"Jawab saja kak Lucas!!" teriak Becca marah.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya."
Becca mencengkram foto yang dipegangnya dengan erat, pasti ada yang disembunyikan oleh kakaknya dan dia harus tahu.
"Jika memang kak Lucas tidak memiliki hubungan dengannya lalu kenapa kak Lucas memiliki foto Alice Walker?"
"Bisa kak Lucas jelaskan semua ini?" Becca tidak terima jika kakaknya memilik hubungan dengan gadis yang telah merebut Jacob darinya.
Terdengar Lucas menarik nafasnya dengan berat disebrang sana, sepertinya dia tidak bisa menyembunyikan hal ini lagi pada adiknya sampai dia kembali.
"Becca, dengarkan baik-baik aku tidak punya hubungan dengan Alice walker dan asal kau tahu, George mati dibunuh oleh Adam Walker."
Saat mendengar itu mata Becca terbelalak dan foto yang dipegangnyapun jatuh dari tangannya sehingga kaca yang ada dibingkai foto itupun pecah.
Mata Becca berkilat marah, jadi kakaknya George mati dibunuh oleh Adam Walker??
Becca mengepalkan tangannya,dia tidak terima George mati begitu saja sedangkan Alice Walker masih hidup dan sekarang gadis itu malah merebut Jacob darinya.
"Kak Lucas, sebaiknya kau kerjakan pekerjaanmu dengan baik disana."
"Hei, apa maksud ucapanmu Becca?" Lucas jadi curiga dengan perkataan adiknya.
"Kak Lucas tenang saja, aku yang akan membalas kematian kak George, akan aku hancurkan Alice Walker berkeping-keping!!"
"Becca, jangan gegabah!!" terdengar teriakan Lucas tapi panggilan itu telah dimatikan oleh Becca.
Becca melihat foto yang ada diatas lantai dan menginjaknya.
"Alice Walker, kau ja**ng!! Tidak saja merebut Jacob dariku tapi kak George mati ditangan ayahmu jadi jangan harap kau bisa melihat matahari lagi setelah ini!" Becca menggeram marah.
__ADS_1
Becca menekan ponselnya untuk menghubungi anak buah kakaknya, dia memerintahkan anak buah kakaknya untuk mengirimkan sebuah paket bom ke Torrance Police Departement.
Dia juga memerintahkan bom itu harus dikirimkan pada Alice Walker, dan pastikan tempat itu hancur bersama dengan Alice Walker.
Setelah memerintahkan anak buah kakaknya, Becca tidak beranjak dari apartemen kakaknya, dia akan berada disana sampai mendapat kabar dari anak buah yang diperintahnya.
Kira-kira jam tiga sore,Becca mendapat laporan dari anak buah yang dia utus, anak buahnya mengatakan jika tempat itu sudah hancur dan dipastikan Alice Walker yang sedang berada ditempat itu pasti sudah mati hancur berkeping-keping karena ledakan bom itu.
Becca tertawa dengan puas,ternyata tidak begitu sulit menyingkirkan Alice Walker. Becca sedikit kecewa pada kakaknya, kenapa tidak mengatakan hal ini padanya sejak lama?
Jika dia tahu sudah pasti dia akan menghancurkan Alice Walker saat melihatnya dan membalas kematian kakaknya George.
"Kak George, kau bisa tenang dialam sana, aku sudah menyelapkan musuhmu dan Jacob, setelah gadis ja**ng ini tidak ada, kau pasti akan menjadi milikku kembali."
Setelah berkata demikian, Becca kembali tertawa dengan jahat, bahkan tawanya memenuhi ruangan apartemen kakaknya yang sunyi.
Setelah puas Beccapun pergi dari apartemen kakaknya dengan hati yang puas, beberapa hari lagi dia akan menemui Jacob dan dia yakin pria itu pasti akan kembali padanya.
Kembali ke Jacob.
Pria itu tampak frustasi, saat itu Jacob sudah kembali kerumah Alice. Dia kembali kesana karena Jacob berharap Alice segera pulang kerumahnya.
Ini sudah hampir malam tapi Alice belum juga kembali, bahkan Marry bertanya kepadanya kenapa Alice belum juga kembali.
Ponsel Alice belum juga bisa dihubungi, Jacob ingin kembali kekantor polisi itu tapi tidak ada yang menjaga Marry karena bibi Carol telah pergi.
Jacob benar-benar frustasi,dia cuma bisa melihat berita itu dari televisi dan memerintahkan Andrew untuk melihat korban yang ada.
Tapi Andrew mengatakan jika korban yang hancur didalam sana sedang di identifikasi oleh pihak kepolisian dan tentu saja Andrew tidak diperbolehkan mendekati tempat kejadian itu.
Hal itu membuat Jacob semakin frustasi, dengan terpaksa Jacob meminta Andrew pergi dari sana, bagaimanapun tidak ada gunanya Andrew berada disana sedangkan pria itu tidak boleh mendekati tempat itu.
Jacob duduk diatas sofa dan menunduk, seharusnya dia menahan Alice pagi ini.
Jacob mengusap wajahnya, dalam hati berharap Alice segera kembali.
__ADS_1
"Alice Walker, aku tidak percaya kau akan mati dengan mudah!" katanya dalam hati.