Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Alice dan Becca


__ADS_3

Disebuah supermarket tampak seorang gadis sedang melihat barang-barang yang tersusun dengan rapi disetiap rak yang ada.


Gadis itu ya Alice Walker,setelah membuatkan bubur untuk Jacob, Alice memutuskan untuk pergi berbelanja membeli makanan dan tentu saja membeli obat untuk Jacob.


Persedian makanan dirumahnya juga sudah habis, karena hari ini dia tidak pergi bekerja jadi Alice mememutuskan untuk pergi membeli persediaan makanan.


Alice mengambil beberapa makanan ringan dari rak itu dan melangkah pergi dengan sebuah troli ditangannya.


Alice mulai mencari barang lainnya dan kembali melihat-lihat tapi pada saat itu seorang wanita berdiri disampingnya, wanita itu juga sedang melihat barang-barang yang ada disana.


Mereka tidak saling pandang tapi pada saat Alice hendak melangkah pergi, langkahnya terhalang oleh wanita itu.


"Excuse me."


Saat mendengar suara Alice wanita itu langsung membuka kaca mata yang dipakainya dan melihat kearahnya.


"You!!" ternyata wanita itu adalah Becca.


Alice melihatnya dengan malas, kenapa harus bertemu dengan mantan Jacob ditempat seperti itu?


Suasana hatinya sedang buruk tapi malah semakin buruk saat melihat Becca disana.


"Hei kebetulan, Alice Walker aku sudah mencarimu kemana-mana akhirnya kita bertemu juga." Becca menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan melihat Alice dengan tajam.


"Ada urusan apa mencariku?" Alice hendak melenggang pergi tapi langsung Becca tahan.


"Aku ingin berbicara denganmu!" ujar Becca kesal.


Alice memutar bola matanya, malas!


"Kita tidak saling mengenal jadi aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan." ujar Alice dengan dingin.


Alice hendak melewati Becca kembali tapi Becca benar-benar tidak membiarkan Alice lewat.


"Alice Walker kau benar-benar cari mati!!" geram Becca marah.


"Madam namamu saja aku tidak tahu, entah kesalahan apa yang telah aku buat hingga kau begitu membenciku!"


Alice jadi gusar karena Becca selalu menahannya, padahal dia harus buru-buru pulang untuk memberikan obat pada Jacob.


"Kau benar-benar Ja**ang! Sudah merebut kekasihku tapi berani mengatakan tidak membuat kesalahan?" Becca mengepalkan tangannya, marah!


Alice semakin kesal saat mendengar Becca menyebutnya 'ja**ng', ingin rasanya dia memukul Becca tapi dia tidak mau membuat keributan ditempat umum.

__ADS_1


"Pacarmu? Jacob Smith?" Alice mulai memancing.


"Kau kira siapa lagi?" Becca melotoot pada Alice.


"Oh ya, kebetulan, seharusnya kau tahu ini madam." Alice tersenyum dengan licik dan menatap Becca dengan tatapan menghina.


"Apa?"


Alice mendekati Becca dan berbisik ditelinganya, jika dia tidak membuat wanita ini makin kesal maka dia tidak akan puas.


"Apa kau tahu? Saat ini Jacob sudah tinggal dirumahku." Alice mulai memancing.


Mata Becca langsung terbelalak kaget saat mendengar ucapan Alice, tidak mungkin!!


Selama ini Jacob tidak pernah menginap ditempatnya walaupun mereka sudah berhubungan lama,tapi gadis itu bilang Jacob ada dirumahnya? Hal itu benar-benar mustahil.


"Jangan menipuku!" kata Becca tidak percaya.


"Untuk apa aku menipumu? Setiap malam aku menghabiskan waktu dengannya, kami beternak didalam kamarku dan tentu saja, kami saling mencintai, sedangkan kau?"


Alice memundurkan langkahnya, menatap Becca dengan tatapan mengejek.


"Kau hanya mantan yang tidak diinginkannya dan lihatlah, aku lebih muda dan cantik darimu dan seharusnya kau menyadari itu!" Alice menyibakkan rambutnya didepan Becca, menghina!


Becca menggertakan giginya,berani sekali Alice menghina dirinya!


Becca meraih sebuah botol minuman yang ada didekatnya dan mengarahkan botol minuman itu kearah Alice.


"Kau gadis Ja**lang, beraninya kau merayunya!!" tanpa basa basi lagi Becca melempar botol minuman itu kearah Alice dan?


"Bukkk! Botol itu mengarah kekepala Alice dan tepat mengenai belakang kepalanya.


Alice terbelalak kaget dan memegangi kepalanya, dia tidak menyangka Becca berani melemparnya.


Alice menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menatap Becca dengan tajam.


"Kau benar-benar cari mati!!" makinya.


"Ayo sini jika berani!" tantang Becca.


Alice langsung berjalan kearah Becca, jika dia tidak bisa memukul wanita itu maka dia tidak akan puas!


Tapi pada saat itu Becca mengambil sesuatu dari dalam tasnya, benda itu memang selalu dia simpan didalam tas dan dia bawa kemana-mana.

__ADS_1


Alice semakin mendekati Becca tanpa tahu apa yang akan dilakukan oleh Becca padanya, pada saat Alice sudah mendekati Becca dengan cepat Becca mengeluarkan benda dari dalam tasnya dan menyabetkan benda itu kearah Alice.


Saat melihatnya Alice langsung mengangkat tangannya untuk menghalangi benda itu agar tidak mengenai wajahnya, hanya dalam hitungan detik saja darah langsung menetes dari tangan Alice.


Alice terbelakak kaget karena Becca menyabetkan sebuah pisau kearahnya, dengan cepat Alice memegangi tangannya yang terluka dan memundurkan langkahnya.


"Sial, meleset!" maki Becca.


Padahal rencananya ingin melukai wajah Alice supaya sebuah luka menghiasi wajah cantiknya, tapi dia tidak menyangka Alice akan menahan pisau itu dengan tangannya.


"Madam, aku bisa menangkapmu atas tindakanmu ini!" ancam Alice.


"Aku tidak takut padamu!" Becca balik mengancam.


Pada saat itu ada seorang pengunjung supermarket yang melihat dan mulai berteriak.


"Cih, sialan!" maki Becca lagi.


Becca menyimpan pisaunya kembali kedalam tas dan hendak melangkah pergi, tapi sebelum itu Becca kembali mengancam Alice.


"Alice Walker, itu hanya sebagai peringatan untukmu, jika kau masih mendekati Jacob dan tidak meninggalkannya maka aku tidak akan segan menghancurkan wajah cantikmu itu!" ancam Becca.


"Terima kasih atas pujianmu." jawab Alice santai.


Becca mendengus kesal dan mulai melangkah pergi.


"Oh, ada yang aku lupakan." ujar Alice.


Becca menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya kembali kearah Alice dan pada saat itu?


"Buukkk!!" Alice melayangkan kakinya kerahang Becca sehingga wanita itu terpental dan terjerembab diatas lantai.


Becca meringis kesakitan sambil memegangi rahangnya yang mungkin sedikit bergeser oleh tendangan Alice.


"Itu juga peringatan untukmu madam! Jika kau berani melakukan hal ini lagi maka aku tidak akan segan untuk menangkapmu!" Alice segera melangkah pergi meninggalkan Becca yang semakin dikuasai api amarah.


"Alice Walker, aku akan membuat perhitungan denganmu!" Becca bangkit berdiri dan melangkah pergi.


Sedangkan Alice membeli beberapa obat-obatan dan perban untuk menutupi luka ditangannya.


Setelah membayar belanjaannya Alice segera keluar dari supermarket itu sambil memaki, jika itu bukan disupermarket mungkin sudah dia patahkan leher Becca.


Dalam hatinya sedikit menyesal, seharusnya dia tangkap saja Becca dan jebloskan kedalam penjara.

__ADS_1


Tapi yah, mungkin Becca hanya akan mendapat hukuman ringan dan bebas dengan cepat, jadi dia malas berurusan dengan penjahat kelas teri seperti Becca yang menyerang orang lain hanya gara-gara cemburu buta.


Alice segera kembali kerumahnya karena Jacob sudah menunggunya.


__ADS_2