
Hari itu hari natal, dimana semua pasti berkumpul untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga mereka.
Sebelum malam tiba kebanyakan orang sedang menyiapkan makanan, mereka akan merayakan pesta malam natal bersama keluarga mereka.
Begitu juga dikediaman keluarga Smith, beberapa orang tampak sudah berkumpul, disana sudah terlihat Edward dan juga istrinya Amanda.
Henry sudah lincah berlari sekarang dan dia sudah sedikit nakal, Edward sedang menjaga putranya sedangkan Amanda tampak sedang membantu ibu mertua dan neneknya untuk menyiapkan makanan.
Tentu keluarga mereka belum lengkap karena Olivia belum datang dengan suami dan anaknya begitu juga dengan Jacob dan Alice,mereka berdua juga belum datang.
Alice sedang memandikan Albert pada saat itu, dia harus bersiap-siap untuk segera pergi kerumah mertuanya.
Marry juga sedang bersiap-siap didalam kamarnya, dia sudah besar dan sudah bisa sendiri. Dia juga tidak mau merepotkan ibunya karena ibunya sudah repot dengan adiknya.
Setelah Marry selesai dia masuk kedalam kamar ibunya, ya Alice sudah selesai memandikan Albert dan sedang memakaikan baju untuk Albert.
"Mommy, ada yang bisa aku bantu?" Marry menghampiri ibunya dan berdiri disampingnya.
"Marry, ya ampun. Lihatlah, kau sangat cantik memakai gaun merah ini." pujinya.
Alice memeluki Marry dan menciumi dahinya, dia sangat bahagia melihat Marry sudah tumbuh besar dan Marry tampak begitu bahagia.
Walaupun mereka berdua telah kehilangan keluarga mereka tapi mereka telah mendapat keluarga baru yang penuh degan cinta dan kasih sayang.
Tanpa terasa air mata Alice mengalir dari kedua matanya,segala hal yang telah terjadi dan menimpa mereka berdua terngiang dikepalanya dan jujur saja, dia sangat lega dapat menyelamatkan Marry waktu itu.
Dan sekarang Marry begitu bahagia karena dia disayang dan dicintai oleh semua orang dan orang-orang itulah keluarga mereka saat ini dan untuk selamanya.
Ayah dan ibunya pasti bahagia di alam sana begitu juga dengan kakak dan kakak iparnya, pertemuannya dengan Jacob tidak hanya kebetulan belaka, walaupun banyak kesalahan yang telah dia buat tapi Jacob selalu mencintainya dengan tulus dan tidak menyalahkan dirinya atas semua yang telah mereka lalui.
"Mom, apa kau menangis?"
"Tidak sayang, maafkan mommy telah membuat hidupmu menderita selama ini."
"Tidak mom, semua bukan salah mommy. Marry sangat bersyukur Tuhan masih memberikan mommy untuk Marry."
"Oh ya ampun." Alice mengusap air matanya dan memeluk Marry dengan erat, sampai kapanpun juga dia akan menganggap Marry sebagai putrinya.
"Hei..hei..ada apa dengan kalian?" Jacob masuk kedalam kamar dan menghampiri mereka.
"Tidak ada apa-apa Jac."
"Daddy." Marry melepaskan pelukannya dari ibunya, dia segera berlari kearah ayahnya dan memeluknya.
"Wow, ada apa? Kenapa kau begitu senang?"
__ADS_1
"Daddy, terima kasih telah menerima Marry menjadi anak daddy dan terima kasih telah menyayangi Marry."
"Hei apa yang Marry katakan? Sampai kapanpun Marry akan jadi putri daddy, okay?"
"Thank you dad."
Alice tersenyum penuh kebahagiaan, walaupun Marry putri kakaknya tapi Jacob dan keluarganya begitu menyayanginya bahkan Jacob tetep menyayangi Marry seperti anaknya sendiri sampai saat ini.
Dia mulai mengangkat Albert yang berada diatas ranjang dan berjalan kearah suami dan putrinya, Jacob merangkul bahu istrinya dan menciumi pipinya.
Inilah kebahagiaan mereka, mereka bahagia dengan keluarga yang mereka punya dan Sebentar lagi mereka akan berkumpul dengan keluarga besar mereka dimana kebahagiaan mereka semakin sempurna.
"Apa kalian sudah selesai?" Jacob mengambil Albert dari gendongan istrinya.
"Sebentar lagi, aku harus membereskan barang Albert."
"Baiklah, semuanya sudah menunggu."
"Marry apa kau sudah selesai?"
"Sedikit lagi mom, malam ini nenek meminta Marry menginap."
"Oke baiklah, bereskan barang-barangmu."
"Yes mom." Marry segera keluar dari sana untuk membereskan barang-barangnya sedangkan Alice mulai menyiapkan barang-barang Albert.
Setelah itu Jacob menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
"My honey."
"Hmm??"
Alice memutar tubuhnya dan memeluk suaminya.
"Kau tahu?" Jacob memegangi dagu istrinya dan memandangi wajahnya.
"Kalian segalanya bagiku."
"Kau juga Jac, bagiku dan Marry,kau adalah segalanya begitu juga dengan Albert. Tidak hanya itu, kalian semua adalah Segalanya bagiku dan Marry. Aku dan Marry sudah kehilangan keluarga kami tapi sekarang,kami mendapatkan keluarga yang sangat mencintai dan menyayangi kami. Thank you Jac."
"Oh my honey, jangan berkata demikian karena bagi kami keluarga adalah nomor satu dan lebih penting dari segalanya."
"I love you Jac."
"I love you too my honey."
__ADS_1
Jacob menciumi bibir istrinya dengan lembut, walau mereka seperti itu tapi bagi mereka keluarga adalah segalanya dan Albert, juga akan seperti itu nantinya.
Dia akan tumbuh menjadi pria dewasa dan mengikuti jejak kakek dan ayahnya nanti.
Mungkin dikemudian hari mereka akan memiliki anak lagi dan mereka akan merawat anak mereka dengan cinta dan pastinya,vkeluarga mereka akan semakin bertambah ramai.
Setelah selesai bersiap-siap, mereka segera pergi kerumah orang tua mereka untuk melewati malam natal dimana disana keluarga mereka sudah berkumpul semua dan menantikan kedatangan mereka.
"Hei brother." Edward memanggil adiknya saat adiknya sudah tiba.
"Yo kak Ed."
Edward dan Jacob mengadukan telapak tangan mereka dan setelah itu Edward merangkul bahu adiknya sambil berkata:
"Aku dan daddy sedang membuat taruhan.
"Taruhan apa?"
"Taruhan supaya kau mau memakai baju Sinterklas."
"Oh no, jangan libatkan aku!"
Edward hanya tertawa dan mereka menghampiri semua yang sudah berkumpul diruang keluarga.
Jhon dan Samantha melihat putra dan putri mereka yang sudah berkumpul dengan para anak-anak mereka dan mereka berdua tampak bahagia dengan keluarga mereka begitu juga dengan Michael dan Xiau Yu, dimasa tua mereka masih bisa menikmati kebahagiaan berkumpul dengan anak,cucu dan cicit mereka.
Memang Silvia tidak datang kesana karena dia juga sedang bersama dengan keluarganya.
Para pria tampak sedang berbincang bersama begitu juga dengan para wanita,mereka juga berbincang dan sesekali mereka tertawa.
Amanda dan Alice duduk bersebelahan, mereka adalah dua wanita yang sangat beruntung dapat bergabung didalam keluarga itu disaat mereka kehilangan keluarga mereka.
Tapi sekarang tidak ada kesedihan lagi pada mereka berdua, yang ada hanya kebahagiaan karena mereka berdua dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangi mereka dan mencintai mereka.
Saat malam telah tiba, Alice duduk didepan piano, dia akan memainkan musik untuk memeriahkan malam natal mereka sedangkan Marry sudah siap untuk menyanyikan lagu natal dan berdiri disamping ibunya.
Suara music mulai mengalun dan Marry mulai menyanyikan lagu natal, semua tampak begitu gembira mendengarnya dan mereka bertepuk tangan saat Marry sudah selesai tapi setelah itu, Alice kembali memainkan lagu gembira hingga semua yang ada disana bernyanyi dengan gembira.
Malam yang indah dipenuhi dengan kebahagian karena mereka terlihat bahagia bersama keluarga mereka yang begitu berharga dari apapun juga dan mereka akan seperti itu untuk selamanya.
Begitu juga ditempat lain, Billy dan Amber juga menikmati malam natal mereka dengan anak dan cucu mereka.
Jane juga bahagia dengan keluarga yang dia punya, dia juga sangat bersyukur Andrew menerimanya tanpa menanyakan masa lalunya dan lagi-lagi, dia sangat berterima kasih pada Jay Walker yang telah menolongnya.
Malam natal yang indah, terdapat kebahagiaan disetiap rumah dimana setiap keluarga sedang berkumpul untuk melewati malam natal yang indah bersama keluarga mereka.
__ADS_1
END