Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Meminta restu


__ADS_3

Siang itu di pemakaman Katolik Holy Cross Mausoleum Salib Suci, Alice terlihat sedang membersihkan makam keluarganya dari daun-daun kering yang ada disana.


Dia datang kemakam itu terlebih dahulu tanpa menunggu Jacob, tentu dia sudah meminta ijin dari Jacob karena dia ingin berbicara dengan keluarganya secara pribadi tanpa didengar oleh Jacob dan Marry.


Lagi pula Jacob sedang ada keperluan penting dikantornya sebentar jadi dia mengijinkan Alice untuk pergi kemakam keluarganya terlebih dahulu, setelah selesai dia akan menyusul Alice bersama dengan Marry.


Setelah membersihkan daun kering yang ada disekitar makam keluarganya, Alice meletakkan bunga yang dia beli saat diperjalan tadi diatas makam keluarganya.


Tangannya mulai mengusap batu nisan keluarganya dan dia juga duduk disana sambil berkata:


"Guys, apa kabar kalian? Maaf aku sudah begitu lama tidak mengunjungi kalian. Maafkan aku juga karena tidak menepati janjiku untuk segera membawa Marry saat aku sudah menemukannya tapi kalian tidak perlu khawatir karena dia baik-baik saja dan sebentar lagi dia akan datang."


"Hari ini aku datang tidak saja untuk mengunjungi kalian tapi ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian terutama denganmu daddy."


Alice menghembuskan nafasnya dan melihat langit biru yang ada diatas sana, tapi tidak lama kemudian Alice memejamkan matanya, mengingat wajah keluarganya.


Cukup lama dia seperti itu karena dia benar-benar sangat merindukan keluarganya, dia jadi ingin memeluk keluarganya tapi sayangnya sudah tidak bisa.


"Guys,apa kalian tahu? Aku akan segera menikah dengan Jacob Smith tapi aku harap daddy tidak marah denganku karena aku tidak mendengarkan nasehat daddy."


"Aku sangat ingin tahu kenapa daddy selalu melarangku untuk berhubungan dengan keluarga Smith, seharusnya waktu daddy masih hidup aku menanyakan hal ini lebih rinci."


"Apa daddy membenci mereka karena status mereka? Atau mereka melakukan sesuatu yang telah menyinggung perasaan daddy?"


Alice membuka matanya kembali dan menghembuskan nafasnya dengan berat. Semua ini jadi sebuah misteri yang dibawa mati oleh ayahnya.


"Apa kalian tahu? Sejak aku bertemu dengan Jacob duniaku mulai berubah. Dia sangat menyayangi aku dan Marry dan aku rasa dia bisa jadi ayah yang baik untuk Marry, jadi kak Jay dan kak Rose tidak perlu khawatir."


"Seluruh keluarganya juga baik walaupun sedikit aneh, mereka benar-benar keluarga yang sangat hangat dan mereka tidak seperti yang terlihat karena mereka sangat baik padaku dan juga Marry."


"Daddy,apa kau tahu? Jacoblah yang telah membalaskan dendamku, dialah yang telah menghabisi orang yang telah membunuh kalian. Dia juga telah berkorban untukku dan telah mengorbankan dirinya karena kebodohanku dan maaf, rumah kita sudah hancur karena meledak."


Alice tertunduk lesu mengingat keadaan rumahnya, tapi itu bukan jadi soal lagi karena dia sudah menemukan rumah yang nyaman dimana didalam rumah itu ada seseorang yang sangat mencintainya dan orang yang akan selalu menjaganya dan Marry.


"Apa kalian ingat? Dulu dia pernah bersumpah didepan makam kalian untuk menjagaku dan tidak membiarkan aku terluka dan dia benar-benar melakukan itu. Dia menjagaku dengan baik sampai sekarang dan selalu menghargai aku walaupun aku selalu mempersulit dirinya dan melibatkannya dalam permasalahan kita tapi dia selalu memperlakukan aku dengan baik."


"Aku rasa tidak ada pria yang lebih baik dari pada Jacob didunia ini dan aku harap kalian merestui pernikahan kami nanti terutama kau daddy, aku harap daddy tidak masuk kedalam mimpiku untuk memarahiku."

__ADS_1


"Daddy percaya padaku, Jacob Smith pria yang paling mencintaiku didunia ini dan dia adalah pria terbaik yang aku kenal."


Setelah berkata demikian Alice mengusap makam keluarganya kembali, entah kenapa dia jadi menangis, tidak bisa dipungkiri dia memang sangat merindukan keluarganya.


Saat menikah nanti dia ingin keluarganya hadir untuk melihat hari bahagianya tapi sudah tidak bisa.


Alice menangis terisak sambil berkata:


"I miss you, guys, i miss you."


"Dulu aku sangat ingin terbaring dengan kalian didalam makam ini tapi sekarang, aku sangat ingin hidup bahagia dengan Jacob, maafkan keegoisanku ini dan aku harap kalian tidak membenci aku."


"Mungkin ini maksud Tuhan menyelamatkan aku dari kejadian itu dan aku sudah dua kali selamat dari kematian."


Alice mengusap air matanya tapi kemudian dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya dibalik lengannya, dia ingin seperti itu untuk sesaat, untuk melepaskan rindunya pada keluarganya.


Sementara itu Jacob sudah tiba dimakam Katolik Holy Cross Mausoleum Salib Suci bersama dengan Marry.


Jacob segera turun dari mobilnya dan melangkah mendekati makam keluarga Alice sambil menggandeng Marry.


Begitulah jika ada dipemakaman, siapapun pasti akan menangisi keluarga mereka yang telah pergi dan bisa dia maklumi, Alice pasti sangat merindukan keluarganya.


Jacob mendekati makam itu, pada saat merasakan kehadirannya Alice mengangkat kepalanya melihat kedatangan Jacob dan Marry, tapi tidak lama kemudian Alice langsung bangkit berdiri sambil mengusap sisa-sisa air matanya.


"Sory honey, membuatmu menunggu."


Marry melepaskan pegangan tangannya dari genggaman tangan Jacob, gadis itu belari mendekati makam sedangkan Alice berjalan mendekati Jacob.


"Tidak apa-apa Jac-Jac, aku sedang meminta restu pada keluargaku."


"Oh ya?" Jacob memegangi wajah Alice, mungusap air matanya yang masih ada dan menciumi matanya.


"Apa mereka tidak menyetujui pernikahan kita sampai kau menangis seperti ini?" godanya.


"Yah, ibu dan kakakku sangat menyetujui pernikahan kita tapi ayahku?"


"Jadi hanya ayahmu saja yang tidak setuju, eh?" Jacob menarik Alice hingga masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Ya, aku sudah membujuknya tapi ayahku masih saja tidak merestui kita, apa yang harus kita lakukan?"


"Kalau begitu nanti malam kita harus kembali lagi untuk menggali makam keluargamu, akan aku paksa ayahmu supaya dia menyetujui pernikahan kita."


Alice memeluk Jacob dengan erat sambil tertawa.


"Jadi kita akan membawa cangkul?"


"Ya, itu ide bagus." Jacob menunduk untuk menciumi bibir Alice sejenak.


"Apa kau sudah selesai?"


"Ya."


"Kalau begitu ayo kita pergi, ibuku memintaku membawamu pulang dan memintamu menginap disana."


"Untuk apa?"


"Tentu saja untuk memilih gaun pengantin sayang, apa kau tidak ingin memakai gaun pengantin diacara pernikahan kita? Atau kita langsung saja? Aku bisa membawamu kepulau." godanya.


"Dasar kau!!"


Jacob terkekeh dan menciumi wajah Alice, dia suka mereka seperti itu.


"Kalau begitu ayo, aku takut dengan ayahmu karena sedari tadi dia melotot kearah kita."


"Hei apa maksudmu?"


"Kau lihat itu, Marry sedang berbicara dengan keluargamu dan ayahmu sedang berdiri disampingnya sedangkan matanya sedang menatap kita dengan tajam."


Marry memang sedang berbicara disamping makam.


"Hei kau tidak sedang bercanda bukan? Aku jadi merinding."


"Tidak sayang." ujar Jacob sambil tertawa.


Mereka segera mendekati Marry untuk mengajaknya pulang.

__ADS_1


__ADS_2