
Beberapa waktu lalu saat Jacob dan ayahnya sedang sibuk menyelamatkan Olivia.
Disebuah kota kecil, kota itu adalah kota mati yang tidak ada penghuninya lagi, kota itu bernama kota Bodie.
Kota Bodie adalah kota yang berada di California, Amerika Serikat. Jarak tempuh menuju kota ini memakan waktu kurang lebih 5 jam (249,8 mi).
Dikota inilah Alice dibawa oleh Lucas, selain tidak ada penghuninya jarak tempuh yang relatif lama membuat Lucas memilih kota Bodie sebagai markas selanjutnya untuk bermain dengan Alice Walker.
Disana terdapat banyak bangunan tua dan rumah-rumah yang sudah usang dan didalam salah satu rumah yang cukup besar, tampak Alice sedang menatap Lucas dengan tajam sedangkan Lucas tersenyum padanya.
Saat sadar dari pingsannya, Alice mendapati dirinya sedang terikat disebuah kursi kayu sedangkan Lucas duduk dihadapannya dan melihat kearahnya dengan santai.
"Olá doce senhora."
(Hallo nona manis)
"Hei kau!! Kenapa kau membawa aku kemari? Kenapa kau mengikatku seperti ini?" teriak Alice marah sedangkan matanya mulai melihat seluruh ruangan itu.
"Tentu untuk bermain-main denganmu." jawab Lucas dengan santai.
"Jangan bercanda kau! Lepaskan aku!"
"Ck..ck..ck..nona, kau tidak tahu situasi yang sedang kau hadapi saat ini." Lucas bangkit berdiri, berjalan kearah Alice dan memegangi dagunya.
"Apa maksdumu?"
"Jika kau tidak mengikuti perkataanku maka kedua gadis itu mati!"
Saat mendengar perkataan Lucas wajah Alice langsung pucat, benar, rumahnya meledak beberapa waktu lalu. Bagaimana keadaan Olivia dan Marry saat ini?
"Hei katakan padaku, apa kau yang meledakkan rumahku? Bagaimana keadaan sahabat dan putriku?"
"Putri?"
"Ha....ha....ha..!" Lucas tertawa terbahak-bahak.
"Jadi kau menganggap putri Jay Walker sebagai putrimu?"
Alice semakin tidak mengerti kenapa Lucas mengenal kakaknya, apakah Lucas sahabat kakaknya?
"Lucas katakan padaku siapa kau sebenarnya?" Alice menatap Lucas dengan tajam, dia jadi curiga dengan pria itu dan kecurigaannya semakin besar.
"Apa kau bersungguh-sungguh ingin tahu siapa aku?" senyum jahat menghiasi wajah Lucas saat mengatakan itu sedangkan tangannya masih memegangi dagu Alice.
__ADS_1
"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya? Kau mendekatiku dengan satu tujuan bukan?"
"Kau sangat benar." Lucas melepaskan dagu Alice, memutar langkahnya dan berdiri membelakangi Alice.
"Seharusnya aku membalaskan dendam ini setahun yang lalu, seharusnya kau sudah mati ditanganku setahun yang lalu tapi aku terlalu sibuk untuk menghabisimu. Tapi sekarang?" Lucas kembali melihat Alice sambil menyeringgai.
"Kau dan putri Jay Walker ada ditanganku dan aku akan melanjutkan balas dendam ini!"
Mata Alice membulat, setahun lalu? Wajahnya lansung pucat sedangkan air matanya langsung mengalir dari kedua matanya saat menyadari sesuatu.
"Apa kau yang menghabisi keluargaku? Apa kau yang membunuh keluargaku?" tanyanya dengan suara bergetar.
"Benar, aku yang telah membunuh keluargamu malam itu tapi kau dan keponakanmu itu lolos dari tanganku!"
"Kenapa? Kenapa kau lakukan itu?" teriak Alice histeris.
Kenapa dia begitu bodoh? Kenapa dia tidak menyadari orang yang telah menghabisi keluarganya yang ternyata ada begitu dekat darinya.
"Ha..ha..ha..ha..ha!!!" Lucas kembali tertawa.
"Saat ayahmu membunuh adikku, apa aku pernah bertanya padanya kenapa?"
Alice diam saja tapi dia terus menangis menyesali kebodohannya, apakah ayahnya telah membunuh adik Lucas?
"Saat anak buahku kembali membawa seorang pendeta, saat itu aku akan menikahimu dan membawamu ke Brazil." katanya lagi.
"Chui!!" Alice meludahi wajah Lucas.
"Aku tidak sudi menikah dengan orang yang telah membunuh keluargaku, lebih baik aku mati dari pada harus menikah denganmu!"
Lucas bangkit berdiri dan mengelap wajahnya, tapi kemudian dia melihat kearah Alice lagi bahkan menampar wajahnya.
"Plakk!!!"
Alice memejamkan matanya, menahan perih diwajahnya yang dipukul oleh Lucas.
"Jangan main-main denganku!! Ingat kedua gadis itu ada ditanganku" katanya kesal.
"Hei Lucas, lepaskan mereka, mereka tidak ada hubungannya sama sekali dengan permasalahan yang ada diantara kita."
"Siapa bilang tidak ada, asal kau tahu saja, temanmu itu ada disuatu tempat dan aku rasa sebentar lagi dia akan mati meledak sedangkan keponakanmu, keselamatannya tergantung dirimu. Jika kau mau menikah denganku maka aku akan membawamu menemuinya."
Alice mengigit bibirnya,semua ini gara-gara dirinya, gara-gara permasalahannya Olivia sampai ikut terlibat, gara-gara kebodohannya Marry tertimpa masalah.
__ADS_1
Sekarang apa yang harus dia lakukan? Untuk melepaskan diri saja dia tidak bisa! Alice memutar otaknya, dia sedang mencari akal supaya Lucas melepaskan tali sialan yang mengikatnya.
"Hei Lucas, Jika kau berani lepaskan ikatan ini dan lawan aku!" tantangnya.
Dia akan mencoba melawan Lucas, itu lebih baik dari pada tidak melawan sama sekali!
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan tubuh kurusmu itu? Jadi diamlah disana baik-baik sampai anak buahku membawa seorang pendeta kemari, pada saat itu kita akan menikah." Lucas hendak melangkah pergi tapi Alice berteriak padanya.
"Son of a b*tch, don't go!!"
Lucas cuek saja tapi lagi-lagi Alice berteriak padanya.
"You are not a man!! People garbage!! Suck!!"
Apapun yang terjadi dia harus melawan, jangan sampai dia menikah dengan Lucas!
Emosi Lucas langsung terpancing, beraninya Alice Walker menghinanya!!
"If you dare, try saying it one more time!!"
Dia kembali melangkah mendekati Alice sedangkan Alice tersenyum kearah Lucas dengan penuh penghinaan.
"People garbage, f*ck you!!"
"Plak!!" Lucas kembali melayangkan tangannya kewajah Alice, dia memukul wajah Alice dengan kencang sampai darah segar mengalir dari bibir Alice.
Alice hanya berusaha menahan semua itu, sangat tidak menguntungkan dirinya dalam keadaan terikat seperti itu.
"Jadi kau mau melawanku, heh?"
"Jika kau berani menerima tantangan dariku!!" Alice kembali menatap Lucas dengan tajam, dia berharap Lucas menerima tantangannya dan melepaskan ikatan ditangan dan kakinya.
"Baiklah, aku terima. Aku tidak mau disangka pengecut oleh calon istriku tapi?"
Lucas menepuk tangannya dan pada saat itu dua orang pegulat berbadan besar masuk kedalam ruangan itu.
"Sebelum kau bisa melawanku, kau harus melawan mereka terlebih dahulu jika kau bisa menang aku akan melepaskan temanmu dan keponakanmu, bagaimana?"
"Setuju." jawab Alice dengan cepat, ini kesempatan bagus untuk menyelamatkan Marry dan Olivia.
"Bagus, buka ikatannya dan siapkan sebuah ring disini, aku ingin melihat sebuah tontonan hebat." perintah Lucas pada anak buahnya.
Alice menelan ludahnya kasar melihat kedua pria berbadan besar itu, mereka seperti mantan pemain wwf yang sering dia tonton ditelevisi.
__ADS_1
Bisakah dia melawan mereka untuk menyelamatkan Marry dan Olivia? Jika tidak dicoba tidak akan ada yang tahu!