
"Prrrannnggg!!" itu suara piring yang jatuh diatas lantai.
Pagi itu dikediaman keluarga Smith, terjadi kehebohan. Pagi yang biasanya tenang menjadi kacau balau karena perbuatan dua Smith bersaudara.
Siapa lagi kalau bukan Jacob Smith dan adiknya Olivia Smith. Entah kerasukan setan apa kedua kakak beradik itu tampak sibuk didapur, mereka tampak sedang ingin membuat sesuatu.
Pagi-pagi sekali, Jacob kembali kerumahnya, pria itu mengajak adiknya membuat makanan,untuk siapa lagi jika bukan untuk Alice Walker yang masih sakit.
Saat mendengar suara itu, Samantha yang sedang berada didalam kamarnya dan sedang membereskan tempat tidurnya langsung keluar.
Dia ingin melihat apa yang telah terjadi diluar sana?
Tampak didalam dapurnya,putra dan putrinya sedang berdebat sedangkan dapurnya, ya berantakan.
Dilantai tampak beberapa piring pecah, api kompor menyala dan tampak pula makanan yang berada diatas kompor mendidih sehingga tumpah kemana-mana.
Para pembantunya sibuk membersihkan piring pecah yang ada diatas lantai sedangkan Olivia dan Jacob masih sibuk berdebat.
Suaminya si Jhon, santai saja dimeja makan. Pria itu cuek saja, menyeruput kopi hitamnya sambil membaca sebuah majalah.
Dia tidak perduli apa yang sedang dilakukan oleh putra dan putrinya.
"Hei guys, what are you doing?"
Samantha mendekati kompor dan mematikannya, dia tidak percaya melihat hasil perbuatan putra dan putrinya.
"Mom, kak Jacob mengajakku membuat makanan untuk Alice, aku sudah katakan bukan begitu caranya tapi dia tidak percaya." keluh Olivia.
"Olivia, aku tidak percaya padamu." ujar Jacob pula.
Samantha memijit pilipisnya, dia jadi teringat saat suaminya melakukan hal yang sama dulu.
"Oke stop! Apa yang ingin kalian buat?" tanyanya.
"Bubur." jawab Jacob dan Olivia bersamaan.
"What?" Samantha tidak percaya mendengarnya.
Hanya ingin membuat bubur saja sampai membuat dapur berantakan seperti itu?
"Sebaiknya kalian hentikan kalau tidak kalian akan membakar rumah ini!" dia sangat kesal melihat perbuatan putra dan putrinya.
Jhon bangkit berdiri, menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Baby, biarkan saja." ujarnya.
"Jhon, mereka bisa membakar rumah ini!"
"Baby, jika rumah ini terbakar kita tinggal pindah dan beli rumah baru." ujarnya santai.
"Jhon jangan seperti ini, kau terlalu memanjakan mereka."
"Baby mereka masih muda, rasa keingin tahuan mereka masih besar, jadi biarkan saja!"
Jhon segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya pergi.
"Ah, hei?"
"Lanjutkan saja anak-anak." teriak Jhon.
__ADS_1
"Yes dad." jawab Jacob dan Olivia bersamaan.
"Jacob, Olivia awas saja jika sampai kalian membakar rumah ini!" teriak Samantha.
Setelah kepergian ayah dan ibunya, kedua Smith bersaudara kembali membuat bubur ala-ala kreasi mereka.
Tidak lama kemudian semangkuk bubur yang tampak mengenaskan dan mengerikan terhidang diatas meja, Olivia melihatnya dan merinding ngeri.
"Kak Jacob, aku yakin saat Alice memakan bubur ini dia akan langsung pergi kedunia sana."
"Jangan asal bicara cepat kau cicipi." Jacob juga ragu dengan hasil buatan mereka.
"Kak jangan bercanda, aku tidak mau berakhir dirumah sakit dan sebaiknya kakak saja yang cicipi." tolak Olivia cepat.
"Olivia." Jacob tersenyum licik dan menangkap tangan adiknya.
"Cepat kau cicipi!" perintahnya.
"Tidak mau kak." Olivia menutup mulutnya dengan tangannya.
"Cepat Olivia." Jacob memaksa adiknya itu dan menarik tangannya.
"Mommy, daddy, kak Jacob ingin membunuhku!!!"
Saat Olivia berteriak Jacob memasukkan sesendok bubur itu kedalam mulut adiknya.
"Hmm!" Olivia menutup mulutnya saat merasakan bubur yang berada didalam mulutnya.
"Bagaimana? Apa enak?" tanya Jacob penasaran.
Olivia mengangguk dengan cepat dan berusaha menahan air matanya, rasa bubur yang ada didalam mulutnya benar-benar mengerikan.
Olivia kembali mengangguk dengan cepat dan tersenyum terpaksa, dia berharap kakaknya melepaskan tangannya supaya dia bisa memuntahkan bubur itu dari mulutnya.
"Baguslah, aku harap Alice suka." ujar Jacob bangga.
Olivia segera berlari saat kakaknya telah melepaskan tangannya, gadis itu berlari kedalam kamar mandi dan memuntahkan bubur yang ada dimulutnya.
"Sory Alice, semoga kau tidak mati saat memakan bubur itu!" kata Olivia pelan.
Jacob tidak mencicipi bubur itu lagi dan langsung membawanya, dia percaya adiknya tidak akan membohonginya.
Pria itu segera pergi kerumah Alice untuk memberikan bubur itu pada Alice, dia yakin gadis itu akan kagum dan menyukai hasil karya buatannya dan adiknya.
Saat tiba Jacob masuk kerumah Alice dengan percaya diri dengan bubur ditangannya, walaupun bubur itu tampak mengerikan tapi jangan menilai dari penampilannya.
Jacob masuk kedalam kamar Alice, didalam sana tampak Alice sedang bersandar di ujung ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Hei sayang, apa kau sudah makan?" tanyanya.
"Jacob, dari mana saja?" Alice meletakkan ponselnya.
Dia sedang meminta cuti pada atasannya karena sedang sakit.
"Ini." Jacob meletakkan bubur yang dibawanya keatas meja.
"Aku dan adikku membuatkan bubur untukmu."
Alice tidak percaya, memangnya bisa?
__ADS_1
Jacob memberikan bubur yang masih hangat itu pada Alice.
"Jacob, apa ini?" Alice merinding ngeri melihat penampilan bubur itu.
"Hei jangan menilai dari penampilannya tapi kata Olivia rasanya enak."
"Begitu?"
Jacob mengangguk, tidak mungkinkan Olivia menipunya?
Dengan ragu Alice menyendok bubur itu, sebelum memasukkan bubur itu kedalam mulutnya Alice menelan ludahnya dan memandangi Jacob.
Pria itu tampak antusias, dia berharap Alice menyukai makanan itu.
Alice memasukkan bubur itu kedalam mulutnya dan?
"Bagaimana, apa kau suka?" tanya Jacob dengan tidak sabar.
Alice tersenyum pada Jacob, gadis itu melambaikan tangannya meminta Jacob mendekat padanya.
Jacob mendekati Alice dan gadis itu langsung menarik tangannya, tanpa Jacob duga Alice langsung menciumi bibirnya dan memasukkan bubur itu kedalam mulutnya.
Jacob terbelalak kaget.
Oh my God!
Alice melepaskan ciuman mereka dan menyeka mulutnya.
"Bagaimana, apa enak?" tanyanya.
"Rasanya benar-benar mengerikan!" jawab Jacob sambil memaki adiknya dalam hati:
"Olivia, awas kau!!"
Tapi walau begitu Alice kembali melanjutkan makannya, dia tahu Jacob telah berusaha membuatkan bubur itu untuknya dan dia tidak ingin membuat pria itu kecewa.
"Sayang, jangan kau makan lagi nanti kau sakit perut." Jacob hendak mengambil bubur itu dari tangan Alice tapi Alice langsung menghindar.
"Tidak apa-apa Jacob, ini tidak begitu buruk. Terima kasih telah bersusah payah membuatkan makanan ini untukku."
Jacob tersenyum padanya dan mengusap kepala Alice.
"Tapi ini benar-benar mengerikan dan maaf, aku tidak sanggup lagi." Alice meletakkan makanan itu kembali keatas meja, meraih gelas air putih yang ada disana dan meneguknya dengan cepat.
"Sudah aku katakan jangan makan lagi tapi kau tetap keras kepala, aku harap setelah ini kau tidak sakit perut." ujar Jacob kesal.
Alice meletakkan gelas itu kembali dan menyentuh wajah Jacob.
"Terima kasih Jacob." Alice menciumi pipinya.
Jacob terbelakak kaget tapi dia sangat senang.
"Oh my honey." Jacob langsung memeluk Alice dan me**mat bibir gadis itu.
"Jacob, nanti kau tertular." bisik Alice saat Jacob melepaskan ciuman mereka dan memandangi wajahnya.
"I dont care honey." Jacob kembali me**mat bibir Alice.
Alice memeluk Jacob dan membalas ciuman pria itu.
__ADS_1
#Disini autor lupa nyebutin umur mereka, umur Jacob 29, Alice sama Olivia 24. Umur mereka beda 5 tahun.#