
Malam itu Alice tampak sibuk didalam kamarnya, gadis itu tampak sibuk mengubah penampilan Jane.
Tadi saat mereka jalan-jalan, Alice dan Jane membeli beberapa aksesoris dan make up untuk Jane.
Untuk membalas perkataan Andrew yang mengatai Jane wanita tua, Alice berencana mengubah penampilan Jane dan hasilnya, luar biasa.
Malam ini mereka berencana menghabiskan waktu di Times sguare. Disana mereka bisa berjalan-jalan sambil belanja,tempat itu adalah salah satu tempat wisata terbaik di New York.
Time Square merupakan suatu persimpangan jalan utama di Manhattan, NYC dan tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenua, serta mencakup kawasan West 42nd hingga West 47th Street.
Di tempat ini mereka bisa menikmati berbagai aktivitas malam seperti shopping dan menikmati makan malam di restoran yang ada ditempat itu. Tentu saja mereka pergi ketempat itu bersama Jacob dan Andrew.
Setelah didandani Jane sangat terpana saat melihat dirinya didepan cermin, wanita itu meraba wajahnya karena tidak percaya.
"Ms Alice apa ini aku?" tanyanya tidak percaya.
"Tentu saja jane, mulai sekarang sebaiknya kau berdandan dan tentunya kau harus memberi pelajaran kepada Andrew."
"Terima kasih Ms Alice, aku akan mengubah penampilanku mulai sekarang."
Wajah Jane tampak begitu senang, wanita itu tampak begitu kagum akan dirinya sendiri dicermin dan masih setia berlama-lama menatap dirinya.
Alice tersenyum dan menghampiri Marry, gadis manis itu tampak sedang melihat sesuatu yang mereka beli tadi.
"Marry apa kau senang?" Alice duduk disamping gadis manis itu dan mengusap kepalanya.
"Yes mom." Marry menjawab sambil tersenyum dengan manis.
"It's good, apa kau siap jalan-jalan hari ini?"
"Where are we going mom?"
"Time sguare, do you want to go?"
"Of course."
"So, hurry up."
Marry mengangguk dan segera bangkit berdiri, gadis manis itu segera mengambil tas punggungnya yang ada diatas ranjang.
Pada saat itu terdengar suara ketukan didepan pintu kamar hotel itu, Alice segera berjalan keluar untuk membukakan pintu kamar itu.
Diluar sana tampak Jacob sudah berdiri didepan pintu bersama dengan Andrew, pria itu tampak tampan dengan baju santai yang dipakainya.
"Sayang, apa kau sudah siap?"
"Tentu, tunggu sebentar." Alice kembali masuk kedalam kamarnya untuk mengajak Jane dan Marry.
"Andrew, kau tahukan apa yang harus kau lakukan nanti?" Jacob berbicara dengan pelan supaya Alice tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Siap master, aku akan membawa wanita tua itu dan Marry pergi agar kau bisa berduaan dengan Ms Alice." jawab Andrew dengan percaya diri.
"Good."
Saat itu Alice keluar dari kamar itu sambil mengandeng Marry, sedangkan Jane masih didalam sana untuk mengambil tasnya.
"Ms Alice mana sekertarismu yang tua itu?" tanya Andrew menghina.
__ADS_1
"Eiits, Andrew sebaiknya jaga ucapanmu."
"Aku tidak tua!!!" Jane keluar dari dalam kamar dan menutup pintu kamar itu.
"Oh my God!" kata Andrew dalam hati.
Saat melihat penampilan Jane, Andrew langsung terpana. Benarkah wanita yang sedang berdiri dihadapannya ini adalah Wanita berkaca mata tebal yang dia katai tua tadi?
Andrew melihat penampilan Jane dari atas kepala sampai ujung kaki sambil menelan ludahnya, kenapa penampilan Jane yang membosankan bisa berubah drastis seperti itu?
"Ehem." Alice berdehem pelan saat melihat Andrew tidak memalingkan matanya dari Jane.
"Jane ayo kita cari pria tampan malam ini." ajaknya.
"Alice sayang, jangan coba-coba!" Jacob langsung meraih pinggang Alice dan merangkulnya.
"Aku hanya bercanda Jacob." Alice juga merangkul pinggang Jacob dan memeluknya dengan erat.
Mereka berjalan bersama-sama menuju kelift yang ada dihotel itu sedangkan Andrew berjalan disamping Jane yang sedang menggandeng tangan Marry tanpa berkata apa-apa.
"Hei apa itu sekertarismu?" tanya Jacob tidak percaya.
"Tentu saja, kenapa? Apa kau jadi jatuh cinta padanya?"
"Sayang, yang aku cintai cuma kau! Aku hanya tidak percaya penampilannya bisa berubah drastis seperti itu."
"Kalian para lelaki hanya melihat penampilan luar saja, Jane itu cantik cuma dia terlalu serius dan tidak memperhatikan penampilannya. Wajahnya cukup dipoles sedikit saja maka lihatlah hasilnya,baku juga tidak percaya."
Alice memalingkan wajahnya melihat kearah belakang, senyum mengembang diwajahnya saat melihat Andrew yang tidak berkutik disamping Jane.
"Coba aku lihat wajahmu!" Jacob menangkap wajah Alice dan melihatnya.
"Ternyata kau memang cantik alami." kata Jacob sambil terkekeh.
"Jacob, awas kau ya!!"
Jacob mengangkat dagu Alice dan pengecup bibirnya.
"Mereka berdua menyebalkan!" gerutu Andrew dibelakang sana saat melihat kemesaraan bosnya.
Jane diam saja enggan berbicara dengan Andrew, tapi hal itu membuat Andrew jadi penasaran dengan wanita itu.
"Hei aku sedang berbicara denganmu!"
Jane mendengus kesal, dia segera menarik tangan Marry dan berlari kecil untuk mengejar Alice.
"Awas kau ya!!" geram Andrew marah.
Mereka keluar dari hotel itu menuju ke Time Square dan saat tiba ditempat itu Jacob segera memberikan isyarat kepada Andrew untuk berpencar.
Saat melihat itu Andrew langsung menahan tangan Jane untuk tidak mengikuti Alice tapi Jane langsung menepis tangannya.
"Jangan sentuh aku!" katanya kesal.
"Hei bagaimana jika kita pergi kearah sana untuk melihat sesuatu." Andrew menunjuk kearah yang berlawanan.
Jane melihat Andrew dengan curiga, sepertinya kedua pria itu merencanakan sesuatu.
__ADS_1
"Hei kau, jangan kira aku bodoh. Selama aku disini aku akan menjaga Ms Alice menggantikan kakaknya, aku akan menjauhkan Ms Alice dari serigala seperti kalian." Jane menatap Andrew dengan tajam.
"Hei Jane, biarkan saja mereka berdua dan sebaiknya kau denganku saja." Andrew tidak menyerah.
"Sory ya, inilah kenapa aku setuju ikut dalam perjalan ini karena aku ingin menjaga Marry yang sudah seperti keponakanku dan menjaga Ms Alice yang sudah seperti adikku."
Andrew menelan ludahnya, sepertinya Jane tidak bisa dibodohi.
"Jane kalau begitu mari kita kembali kehotel untuk membuat anak."
"Plak!!" itu suara wajah Andrew ditampar oleh Jane.
"Pria murahan!" desis Jane kesal.
Jane segera menarik tangan Marry dan mengejar Alice yang sudah menjauh didepannya.
Andrew memegangi wajahnya dan bergumam:
"Apa ini tamparan cinta?"
Andrew segera mengejar Jane, jika dia gagal menjauhkan Jane dan marry maka habislah sudah.
Sedangkan didepan sana Jane segera memegangi tangan Alice, saat melihat Jane, mata Jacob melotot tidak percaya. Apa yang sebenarnya Andrew lakukan? Kenapa wanita itu masih ada disana?
"Ms Alice, sepertinya Marry sakit perut." kata Jane.
"Benarkah?" wajah Alice tampak Kaget.
Alice segera berjongkok dan melihat kearah Marry yang tampak memegangi perutnya.
"Marry apa kau sakit?"
Marry hanya mengangguk, sesuai perkataan Jane gadis manis itu berpura-pura sakit perut, Alice langsung panik dan bangkit berdiri.
"Ayo kita kembali kehotel." ajaknya.
Jane mengangguk dan langsung mencari taxi yang ada.
"Alice sayang, Andrew akan membawa mereka kembali."
"Tidak Jacob, kau habiskan saja waktumu dengan Andrew disini."
Saat itu Jane telah memanggil taxi dan Andrew telah berdiri disamping Jacob.
Alice segera menggendong Marry dan masuk kedalam taxi itu, pada saat Jane hendak masuk kedalam taxi, Jane mengacungkan jari tengahnya kearah Andrew dan Jacob.
"Sialan, dia menyuruh kita menghabiskan waktu disini berdua? Apa dia kira kita ini pasangan gay?" gerutu Jacob kesal.
"Maaf master." Andrew berkata demikian sambil memegangi wajahnya yang ditampar oleh Jane.
"Andrew,vsegera pesan mobil ferrari edisi terbatas, sepertinya kak Edward yang akan menang dalam pertaruhan ini." perintahnya.
"Warna apa master?"
"Apa saja boleh!!" teriak Jacob marah.
"Baik master." Andrew langsung lari.
__ADS_1
"Entah kenapa aku selalu gagal!daddy, setelah aku pulang nanti aku akan menanyakan masalah ini lebih rinci padamu!"
Jacob segera pergi dari tempat itu, sepertinya sia-sia dia membawa Alice ke New York dan dia merasa tidak akan pernah berhasil selama ada Jane dan Marry.