
Setelah selesai mandi, Alice keluar dari kamarnya, dia ingin membuat makanan sebelum Jacob bangun dari tidurnya.
Yah, Jac-Jac tampak masih tertidur dengan pulas dan dia tidak mau mengganggu suaminya, sebaiknya dia menyiapkan makanan supaya saat Jacob bangun dari tidurnya makanan sudah siap jadi mereka bisa makan bersama.
Alice menutup pintu dengan pelan, dia hendak berjalan kearah dapur dan pada saat itu Alice melihat sebuah piano besar diruang keluarga,kapan piano itu ada disana? Sepertinya dia tidak melihat benda itu ada disana kemarin.
Alice mendekati piano itu dan melihatnya, entah kenapa dia jadi ingin memainkan benda itu tapi nanti saja setelah membuat makanan.
Dia tidak ingin suaminya terbangun karena Mendengar suara piano, setidaknya dia harus menyiapkan makanan terlebih dahulu.
Jadi Alice masuk kedalam dapur, membuka kulkas dan mengambil bahan-bahan makanan dari sana,dia akan membuat makanan yang mudah saja.
Dia mulai sibuk membuat makanan sedangkan didalam kamar, Jacob terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya tidak ada.
"Honey."
Dia segera bangun dari atas ranjang ingin mencari istrinya, entah kenapa dia sangat ingin melihat Alice, jangan sampai Alice pergi meninggalkannya lagi.
Jacob membuka pintu kamar mandi tapi Alice tidak ada disana, entah kenapa dia jadi khawatir, khawatir Alice meninggalkannya lagi.
Dia segera keluar dari kamar dan pada saat itu tercium aroma masakan yang mengunggah selera, dengan cepat Jacob berjalan kearah dapur, dia harap istrinya ada disana.
Senyum mengembang diwajahnya saat melihat Alice sedang sibuk membuat makanan, Jacob segera menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.
"My honey, kenapa kau tidak membangun aku?" Jacob melingkarkan lengan kokohnya diperut istrinya.
"Jac-Jac, aku hanya ingin membuat makanan dan membangunkanmu setelah aku selesai."
"My honey, lain kali bangunkan aku karena aku takut kau pergi meninggalkan aku lagi."
Alice memutar tubuhnya,dia mulai mengusap wajah suaminya sambil tersenyum.
"Aku tidak akan meninggalkanmu lagi Jac-Jac, bukankah kita sudah menikah? Jadi dimana kau berada disitu juga ada aku."
"Jadi kau akan mengikutiku selama dua puluh empat jam?"
"Yah, aku akan mengikuti kemanapun kau pergi dan menggigit setiap wanita yang berani melirikmu."
"Jadi kau ingin jadi bodyguardku eh?" tanya Jacob sambil terkekeh.
"Apa kau mau menerima bodyguard menyusahkan sepertiku?"
Jacob mengangkat tubuh Alice dan mendudukannya diatas meja, setelah itu dia mulai menciumi bibir Alice dengan mesra.
"Aku tidak pernah merasa kau menyusahkan aku honey, kau segalanya bagiku jadi jangan pernah meninggalkan aku lagi, okey?"
Alice melingkarkan kedua lengannya dileher Jacob sambil tersenyum.
"Aku tidak akan meninggalkanmu lagi Jac-Jac, aku berjanji."
__ADS_1
"Baiklah, tapi setiap kau bangun tidur kau harus membangunkan aku honey."
"Okey, ada lagi yang lain?"
"Aku ingin kau mengatakan padaku kemanapun kau pergi bahkan kedalam kamar mandi sekalipun."
"Apa lagi?" Alice memeluk Jacob dengan erat, sesuai janjinya dia akan menuruti semua perkataan suaminya, apapun itu.
"Oh my honey, kau jadi anak baik sakarang."
"Aku tidak mau menyulitkan dirimu lagi Jac-Jac."
"My honey, aku sangat senang mendengarnya jadi jangan pernah meninggalkan aku lagi."
"I'm promise Jac-Jac, i promise I will not leave you again."
"You know honey, you are my everything."
"I know, thank you for loving me."
Mereka kembali berciuman dengan mesra, mereka berharap apapun yang terjadi dalam rumah tangga mereka nanti mereka akan selalu terbuka dan cinta mereka akan selalu ada sampai kepanpun juga.
"You know honey." Jacob mengusap wajah Alice dan menciuminya sementara Alice menikmati ciuman dari suaminya.
"Hmm?"
"Masakanmu gosong."
Alice langsung turun dari atas meja dan berjalan menuju kompor, dengan cepat dia mematikan api kompor sambil menggerutu.
"Oh my God, ini gara-gara kau menggangguku."
Jacob hanya tertawa mendengar gerutuan istrinya, dia segera mendekati Alice dan memeluknya kembali.
"My honey, aku ingin mandi jadi jangan kabur kemana-mana, okey?"
"Yes my bos."
"Oh my, kau!!" dia kembali menciumi bibir istrinya karena gemas,rasanya tidak ingin dia lepaskan.
"Jac, piano itu?"
"Itu untukmu sayang, aku ingin kau memainkan sebuah lagu untukku setiap hari dan aku ingin kita memainkan benda itu bersama-sama untuk anak kita kelak, siapa tahu kita bisa jadi pasangan duet yang hebat."
"Jadi kita beralih profesi dan menjadi pemain musik profesional?"
"Tidak, aku hanya ingin memainkan benda itu denganmu dan kelak, kita akan mengajari anak-anak kita memainkan benda itu bersama-sama."
"Thank you Jac-Jac, jadi pergilah mandi. Setelah selesai makan kita memainkan benda itu bersama-sama."
__ADS_1
"Seperti keinginanmu honey, tapi sebelum kita duet kau harus mengajari aku karena aku cuma bisa memainkan satu lagu dan aku belum terlalu bisa."
"Dasar kau!"
"So my wife, maukan mengajari aku?"
"Of course."
Sebelum pergi mandi Jacob menciumi wajah istrinya sejenak, setelah itu dia masuk kedalam kamarnya sedangkan Alice kembali membuat makanan.
Mungkin seharusnya dari dulu dia melanjutkan impiannya untuk menjadi pemain piano profesional dan tidak menjadi polisi, yah dia ingin menjadi FBI karena melihat kehebatan ayahnya tapi sebenarnya bakatnya ada dibidang musik.
Walau begitu setiap Kejadian yang dia alami pasti ada maksud dan tujuannya, jika tidak dia tidak akan pernah mengenal Olivia dan bertemu dengan Jacob bahkan saat ini dia tidak akan menikah dengan Jacob.
Saat Jacob telah selesai mandi, diatas meja makanan yang disiapkan oleh Alice sudah tampak tersedia. Jacob menghampiri istrinya dan menciuminya kembali, ini akan jadi kegiatan yang menyenangkan setiap hari tapi hari ini dia ada sedikit kejutan untuk istrinya.
Setelah selesai makan sesuai kesepakatan, mereka duduk didepan piano bersama-sama.
Alice duduk diatas pangkuan suaminya dan mulai memainkan sebuah lagu disana sedangkan Jacob memeluk istrinya dan memejamkan matanya menikmati alunan musik yang dimainkan oleh istrinya.
This is their quality time and they really enjoyed it.
Mereka berdua sangat menikmati alunan musik yang merdu sampai selesai dan setelah selesai Alice memegang lengan suaminya yang melingkar diperutnya.
"Jac-Jac."
"Hmm?"
"Apa kita akan seharian dirumah?"
"No my honey."
"Jadi apa kita akan pergi kesuatu tempat?"
"Yes, jadi ayo bersiap-siap membereskan barang-barang kita,aku akan membantumu."
"Kita mau pergi kemana Jac-Jac?"
"Honeymoon."
"Really?" Alice tampak senang.
"Yes honey, kau tidak berpikir kita akan dirumah saja bukan?"
"Aku kira?"
"Ini kejutan untukmu honey, so let's go!"
Alice benar-benar senang, dia kira Jacob tidak merencanakan hal itu tapi dia tidak menyangka Jacob telah menyiapkan semuanya.
__ADS_1
Dia segara bangkit berdiri begitu juga dengan Jacob, sebelum melangkah masuk kedalam kamar Alice naik kepunggung suaminya sementara kedua kakinya ditahan oleh tangan suaminya.
Jacob menggendong istrinya menuju kedalam kamar mereka untuk membereskan barang-barang mereka tentu untuk pergi honeymoon.