Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
I miss you so much


__ADS_3

Jacob sedang memandangi indahnya kota Inggris dari jendela kamar hotel yang ditempatinya, ya mereka baru tiba di Inggris, mereka tiba pukul lima sore karena perjalanan dari Amerika ke Inggris memakan waktu kurang lebih sembilan jam.


Mereka menginap dihotel mewah yang ada disana tapi bukan itu yang jadi masalahnya, untuk apa adiknya mengajaknya kesana? Padahal dia sedang tidak ingin liburan dan yang lebih membuatnya bingung, begitu mereka tiba dihotel Olivia memintanya untuk bersiap-siap.


Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul enam sore waktu Inggris, cahaya lampu kota Inggris terlihat indah dari kamar hotel yang akan ditempatinya.


Walaupun pemandangan begitu indah diluar sana dia hanya melihatnya dengan tatapan kosong, entah kenapa dia jadi mengingat saat pergi ke New York dengan Alice.


Jacob mengusap wajahnya dengan kasar, lebih baik dia mengajak Andrew pergi ke bar dari pada depresi mengingat Alice.


Dia segera memutar langkahnya dan masuk kedalam kamar mandi, lebih baik dia segera bersiap-siap ke Bar untuk menenangkan pikiran.


Saat Jacob sedang memakai bajunya, pintu kamarnya diketuk dari luar sana, dia segera membuka pintu kamar itu dan tampak Olivia sedang menunggunya diluar sana.


"Kak Jacob apa sudah siap?" Olivia tampak begitu bersemangat.


"Hei memangnya kita mau pergi kemana?"


"Ke pesta amal."


"Aku tidak mau, kalian pergi saja!lebih baik aku mengajak Andrew pergi kebar." tolaknya.


"Kak Jacob, kau pasti akan menyesal tidak pergi kesana."


"Tidak akan!"


"Oh my, kak, plase." Olivia memasang wajah memohon, bagaimanapun caranya kakaknya harus pergi kepesta amal itu.


"Ini hanya pesta amal untuk anak-anak panti asuhan yang diselenggarakan oleh salah satu donatur, kakak jangan lupa menyumbang siapa tahu kakak akan menemukan belahan jiwa kakak disana." goda Olivia.


"Ck jangan bercanda, setelah dari sana aku mau ke bar dengan Andrew."


"Aku tidak yakin, kita lihat saja nanti, kakak akan kebar atau pulang kehotel dan tidak mau keluar lagi."


Olivia segera memberikan Sebuah kartu undangan kepada kakaknya, tentu kartu undangan itu Alice yang memberikan.


"Ck, jangan bercanda! Dari mana kau dapatkan kartu undangan ini?"


"Dari teman baikku." Olivia mengedipkan sebelah matanya dan melangkah pergi tapi sebelum itu dia berkata:


"Cepatlah sebelum terlambat, kalau tidak kau akan menyesal!"


"Dari tadi selalu mengatakan 'jangan menyesal' memangnya ada apa dipesta amal ini?" Jacob membolak balikkan kartu undangan yang diberikan oleh adiknya setelah itu dia masuk kedalam, sebaiknya dia segera pergi karena setelah itu dia ingin pergi ke bar untuk menenangkan pikirannya.


Bersama dengan Andrew, dia pergi kesebuah alamat yang tertera didalam kartu undangan.


Dilihat dari alamatnya sepertinya itu bukan sebuah pesta amal biasa, biasanya para donatur akan menarik para pengusaha yang kelebihan uang untuk ikut menyumbangkan uang mereka dan benar saja, dilihat dari gedung pestanya bisa disimpulkan itu bukan pesta amal saja.

__ADS_1


Setelah menyumbangkan uangnya dia akan pergi, malas berlama-lama ditempat seperti itu.


Jacob meneguk minuman yang diambilnya dan melihat seorang pengusaha yang sedang memberi sambutan dan berbicara diatas panggung sedangkan Andrew mendapat perintah untuk memberikan donasinya karena dia sudah tidak sabar ingin pergi dari sana.


"Ck, Olivia terlalu berlebihan!" gerutunya.


Saat Andrew kembali dia segera mengajak Andrew pergi tapi pada saat itu lampu ruangan dimatikan sedangkan terdengar suara seseorang berkata:


"Ladies and gentlemen, inilah perwakilan dari panti asuhan dari desa Castleton Derbyshire yang membutuhkan donasi dari kalian, semoga kalian menikmati lagu yang dimainkannya."


"Andrew ayo pergi." ajaknya lagi tanpa melihat kearah panggung tapi saat dia melangkahkan kakinya terdengar suara dentingan piano dari atas panggung sana.


Jacob menghentikan langkahnya dan memutar langkahnya dengan cepat, entah kenapa dalam hatinya berkata jika dia harus melihat siapa yang memainkan piano itu, dia segera menerobos dari para tamu untuk melihat lebih dekat lagi dan pada saat dia sudah tidak jauh dari panggung, tampak sebuah lampu menyoroti seorang gadis bergaun putih yang sedang memainkan piano diatas panggung.


Jacob langsung menghentikan langkahnya, senyumnya langsung mengembang diwajahnya, senyum yang sudah lama hilang itu kembali lagi saat melihat gadis yang dia rindukan selama ini.


Baiklah, benar kata Olivia dia akan menyesal jika dia tidak datang, Alice tampak cantik tapi tubuhnya terlihat lebih kurus dan itu membuat hatinya sedih, apa yang Alice alami selama ini?


Ingin rasanya dia memeluk Alice saat itu juga tapi dia harus bersabar sampai Alice memainkan piano itu.


Berberapa saat telah berlalu, Alice telah selesai memainkan piano itu. Dia segera bangkit berdiri dan mengucapkan terima kasih sedangkan para tamu yang ada bertepuk tangan untuk pertunjukkannya.


Saat lampu ruangan telah dinyalakan Jacob berjalan menghampiri panggung dengan senyum mengembang diwajahnya sedangkan Alice juga tersenyum saat melihat Jacob berjalan mendekat.


Dia hendak menuruni tangga panggung tapi Jacob langsung mengulurkan tangannya, tentu dengan cepat Alice menyambut tangan orang yang sangat dicintainya.


"Oh my honey." Jacob langsung memeluk Alice dengan erat.


"Jac-Jac, aku kira kau tidak akan datang."


"Bodoh!" Jacob langsung menciumi bibir Alice dan mel*matnya dengan lembut.


"I miss you so much honey, i miss you." bisiknya.


"Me too."


Mereka kembali berciuman dengan mesra untuk melepaskan kerinduan yang selama ini mereka pendam, tentu itu tidak cukup tapi harus mereka tahan karena itu didepan umum.


Jacob mengh*sap bibir Alice sampai Alice berteriak kecil, dia sedikit kesal kenapa tidak mengatakannya lebih awal. Bagaimana jika saat ini dia sudah pergi ke bar?


"Jac-Jac are you crazy?" Alice memegangi bibirnya yang sedikit berdenyut karena perbuatan kekasihnya.


"I'm crazy because of you honey."


"Hei bagaimana jika bibirku bengkak seperti disengat lebah? Setelah ini aku harus kembali kepanti asuhan kau tahu?"


"Oh my honey, asal kau tahu saja.aku memang lebah jantan, sebentar lagi aku akan menyuntikmu dengan jarum beracunku dan membuat perutmu membuncit." godanya.

__ADS_1


Alice tersenyum dan kembali masuk kedalam pelukannya, Alice memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh kekasihnya yang sudah lama dia rindukan.


"Jac-Jac, maaf telah membuatmu lama menunggu."


"Bodoh, apa yang kau lakukan selama ini? Kenapa tidak pernah mengbubungiku? Lihat tubuhmu ini, semakin kurus bagaikan tulang dibalut kulit saja."


"Maaf Jac-Jac, aku hanya terlalu tenggelam dalam perasaan bersalahku."


"Stupid girl!"Jacob memeluk Alice dengan erat dan terus mengusap punggungnya.


"Aku memang bodoh, semua orang pasti akan membenci tindakanku dan mengatai aku bodoh. Aku memang pantas mendapatkannya karena aku telah meninggalkanmu begitu saja."


"Bodoh, jangan perdulikan ucapan mereka, okay? Mereka tidak merasakan apa yang kau rasakan, mereka tidak pernah merasakan kehilangan keluarga mereka dan merasakan ketakutanmu, mereka semua tidak tahu!"


"Biarpun semua orang membencimu tapi aku tidak, kau segalanya untukku, kau memang bodoh tapi aku sangat mencintaimu."


"Thank you Jac-Jac, i love you and i'm sorry."


"Sudahlah, kau juga mengatakan itu terakhir kali but i love you too."


"Jadi jangan merasa bersalah lagi dan lupakan masa lalu, aku berjanji akan memberimu masa depan yang indah dan aku berjanji tidak akan ada yang mengganggumu dan Marry karena aku sudah menghabisi Lucas untuk membalas semua perbuatan yang dia lakukan padamu."


"Apa Lucas sudah mati?"


"Ya, kau ingin melihat mayatnya?"


"Memangnya ada?" Alice mengangkat kepalanya dan melihat kearah Jacob.


"Tidak!" Jacob menunduk dan menciumi bibir Alice dengan mesra.


Mereka kembali berciuman dan mengabaikan para tamu yang ada disana, Jacob memanggut bibir Alice dan terus menciuminya, rasanya tidak ingin dia lepaskan.


"Alice sayang, terimalah hukumanmu setelah ini, jangan harap kau bisa kabur dariku."


"Aku tidak akan kabur kemanapun lagi Jac-Jac."


"Itu bagus, ayo pergi. Aku sudah tidak sabar untuk menghukummu!" Jacob segera menarik tangan Alice untuk membawanya pergi.


Mereka berdua hendak keluar dari tempat itu sedangkan Jacob memerintahkan Andrew untuk menjemput Marry dipanti asuhan, saat mereka keluar dari pintu tiba-tiba bahu Jacob ditepuk oleh seseorang.


"Boy, jangan buru-buru." itu suara ayahnya.


Jacob melihat kearah ayahnya, kenapa semua keluarganya juga datang kesana?


"Daddy, jangan ganggu aku."


"Tidak bisa, waktunya introgasi." Jhon melihat kearah Alice dengan tajam.

__ADS_1


"Oh damn!" maki Jacob frustasi.


Sepertinya dia harus membawa Alice kepulau tanpa penghuni supaya tidak ada yang mengganggu mereka.


__ADS_2