
Pesta pernikahan mereka masih terus berlangsung, para tamu udangan tampak menikmati hidangan yang ada tapi ada juga yang berbaur dilantai dansa untuk berdansa dengan kedua pasangan pengantin.
Mereka menggerakan tubuh mereka mengikuti irama musik yang dimainkan, memutar tubuh pasangan masing-masing dan kembali memeluk pasangan mereka dan terus berdansa.
Begitu juga dengan sepasang pengantin yang tampak sedang berdansa dengan para tamunya, pengantin itu tampak begitu mesra bergerak mengikuti irama musik.
Alice sudah mengganti gaun pengantinnya dengan gaun malam berwarna biru sedangkan dilehernya melingkar indah kalung yang diberikan Jacob untuknya.
Sambil menggerakkan tubuh mengikuti irama musik, mereka saling pandang sedang Jacob memeluk Alice dengan erat, begitu juga dengan Alice, dia mengalungkan kedua tangannya dileher Jacob.
"You look so beautiful honey." Jacob menciumi wajah istrinya dengan lembut.
"You too, you always look so handsome."
"Oh my honey." Jacob menghentikan gerakannya untuk menciumi bibir Alice dengan mesra.
"My honey, apa kau siap pergi denganku?" bisiknya.
"Where are we going, Jac-Jac?"
"Ikuti saja sayang, kau tidak berpikir kita akan mengikuti kapal ini bukan?"
"Eh, Memangnya kita tidak akan mengikuti keluargamu?"
"No honey, biarkan para pengganggu itu pergi jadi ayo kita kembali supaya tidak ada yang mengganggu kegiatan kita."
Jacob menarik tangan Alice pergi dari lantai dansa, dia menggandeng istrinya dan berjalan kearah ayahnya.
"Daddy, pesta ini aku serahkan padamu." ujarnya.
"Hei kau mau kemana?" Jhon melihat putranya dengan menantunya dengan heran, kapal mereka sudah berlayar memangnya mereka mau kemana?
"Pulang, aku tidak mau disini jadi mulai sekarang daddy yang ambil kendali, daddy tahukan maksudku?"
"Ck, kita memang mirip, kabur disaat acara pernikahan." gerutu Jhon sambil melihat putranya.
"Jadi? Daddy dukung aku bukan?"
"Tentu saja boy, pergilah! Kami akan kembali bulan depan dan tidak akan mengganggu kalian."
"Oh my dad, thank you so much, kau paling mengerti aku."
"Karena kita senasib."
"So, bye dad."
Jacob segera menarik tangan Alice kembali, mereka naik keatas menuju deck kapal, disana ternyata sebuah helikopter sudah menunggu mereka.
Saat helikopter itu sudah merendah, Jacob membantu Alice naik keatas Helikopter setelah itu dia juga naik keatas sana, dia langsung memerintahkan pilot untuk membawa mereka.
Tentu saja untuk pulang,keluarganya sudah pergi semua termasuk Marry, jadi tidak akan ada lagi yang mengganggu kegiatan mereka nanti.
Setelah beberapa saat mereka tiba dirumah karena kapal itu belum begitu jauh dari kota California, Jacob segera menggendong Alice bak seorang putri turun dari helikopter, dia langsung membawa Alice masuk kedalam rumahnya tapi sebelum mereka menuju kamar Jacob memerintahkan Ben untuk pergi.
"Jac-Jac, kenapa kau meminta Ben pergi."
"My honey, aku tidak mau ada yang menganggu kita dan aku juga tidak mau ada yang mendengar jeritanmu!"
"Oh sialan kau!!"
__ADS_1
Jacob hanya terkekeh dan masuk kedalam kamarnya, mulai Sekarang kamar itu akan menjadi kamar mereka berdua.
(AREA TERLARANG😉)
Dia segera menurunkan Alice dan memeluknya dengan erat, setelah itu Jacob mengusap wajah Alice dengan lembut sedangkan senyum menghiasi wajahnya.
"My honey, akhirnya hari ini kau jadi milikku, setelah Sekian lama menunggu akhirnya kau jadi milikku."
"Jac-Jac, maaf telah membuatmu lama menunggu."
"Stt..honey, semua penantianku terbayar karena kau sudah jadi milikku sekarang."
Alice melingkarkan tangannya dileher Jacob dan menciumi wajahnya dengan lembut.
"I love you Jac-Jac."
"Oh my honey, apa kau siap menerima sengatanku?"
"Yes." tangan Alice sudah bermain didada suaminya.
"Apa kau juga sudah siap menerima bisaku yang beracun?"
"Sangat siap."
"Oh my, aku akan menyengatmu sekarang."
Jacob segera menciumi bibir Alice dan me**matnya, dengan tidak sabar dia mulai menarik resleting yang ada dibelakang gaun Alice untuk membukanya.
Dalam sekejap mata saja gaun malam yang dipakai oleh Alice sudah berada diatas lantai, dia juga membuka bungkus kedua buah kesukaannya dan membuangnya begitu saja.
Tangannya sudah bermain diatas buah favoritenya sedangkan Alice mulai mendesah dibalik ciuman mereka karena sentuhan jarinya.
"Oh my honey." Jacob melepaskan ciuman mereka dan menggendong Alice menuju ranjang, dia membaringkan Alice disana setelah itu Jacob membuka semua pakaiannya dengan tidak sabar.
"Ngg..Jac!" Alice bergumam disela-sela ciuman mereka saat jari suaminya memainkan bunga yang ada diujung buahnya.
Jacob melepaskan bibirnya dari bibir istrinya, kini bibirnya sudah bermain dikulit leher Alice, bibirnya menyentuh setiap kulit Alice yang dilalui dan terkadang membuat tanda merah disana.
"Jac-Jac."
"Yes honey."
Jacob menciumi wajah Alice dengan lembut.
"Jac-Jac, ini yang pertama untukku jadi kau harus pelan-pelan okey?"
"I know honey, jadi boleh aku lanjut?"
Alice mengangguk dan pada saat itu Jacob kembali menikmati buah kesukaannya, menghisapnya dan terkadang me**masnya dengan lembut.
Alice mengerang dan meremas rambut suaminya, dia hanya membiarkan Jacob melakukan apapun yang dia mau dan menikmati setiap sentuhan bibir juga tangan suaminya.
Jacob membuka satu-satunya penghalang yang ada setelah itu dia membuka kaki Alice dan mulai memainkan jari jemarinya disana.
"Jac-Jac, oh!" Alice menutup mulutnya dan memejamkan matanya, sentuhan jari Jacob dibunganya bisa membuatnya gila.
"Jangan kau tahan suaramu honey, aku sangat ingin mendengarnya."
Alice menggigit bibirnya sedangkan tubuhnya sudah bergetar hebat, Jacob sangat puas melihat hal itu dan terus memainkan jarinya dikelopak bunga istrinya.
__ADS_1
"Ja...c!!" suara Alice tertahan kerena sentuhan itu, rasanya dia sudah tidak tahan.
"Jac please, stop bermain disana!" pintanya.
"As you wish my honey." ujarnya sambil menghentikan tangannya.
Jacob kembali menciumi bibir Alice dan membuka kaki isrinya, dia sudah siap menancapkan sengatannya dibunga istrinya untuk menebarkan racunnya disana.
"My honey, i love you so much." bisiknya.
"I love you to my Jac-Jac."
"Kau siap sayang, mungkin ini sedikit sakit." bisiknya.
"Yes."
Jacob mulai menyuntikkan sengatanya dan mendorongnya dengan sekuat tenaga dan pada saat itu Alice menjerit kesakitan sedangkan air matanya mulai mengalir dari kedua matanya.
"Jac, sakit!"
"I'm sorry honey, maafkan jika aku menyakitimu, biasanya loose tapi punyamu masih sempit." godanya sambil mengusap air mata Alice.
Dia masih belum menggerakkan tubuhnya dan membiarkan sengatannya didalam sana karena dia ingin Alice merasa nyaman terlebih dahulu.
"Jac-Jac!!"
"Just kiding honey." sebenarnya dia tidak bohong karena sebelum mengenal Alice dia memang playboy.
Jacob menunduk dan menciumi bibir Alice kembali, dia juga berbisik pada istrinya.
"Apa kau sudah baik-baik saja sayang?"
"Ya."
"Jadi sudah boleh aku gerakkan?"
Alice mengangguk dan menciumi pipi suaminya.
"Oh my, percayalah sayang setelah ini tidak akan sakit lagi dan kau akan merasa nikmat."
Alice langsung mencubit bibir suaminya sambil berdecak kesal, dari tadi selalu mengucapkan hal menyebalkan.
"Oh my honey, aku mulai ya."
Jacob kembali menciumi bibir Alice dan mulai menggerakkan tubuhnya, semula pelan-pelan saja tapi kemudian? U...la..la..!
Jacob terus menggerakkan tubuhnya semakin cepat dan cepat sampai membuat Alice terus mengerang karenanya, Alice memegangi lengan kokohnya dan terus memangil nama suaminya.
"Ngg..Jac-Jac!"
"Oh my honey, tunggulah aku dan bersiaplah, sebentar lagi aku akan menyuntikkan bisaku yang bisa membuat perutmu membuncit."
Jacob terus memacu tumbuhnya sampai sengatannya menyemprotkan bisanya yang begitu banyak, pada saat itu mereka mengerang bersama-sama karena sensasi yang mereka rasakan.
Alice berusaha mengatur nafasnya begitu juga dengan Jacob, mereka berdua tersenyum puas dan setelah itu Jacob kembali menciumi bibir Alice dan membisikkan cinta pada istrinya.
"I love you my wife."
Mereka kembali berciuman dan setelah itu, Jacob mencabut sengatannya dan merebahkan diri disamping Alice.
__ADS_1
Mereka berpelukan untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.
#CHAPTER YANG PALING SUSAH DITULIS,MAU NGADEM DULU DIDEPAN KULKAS😂😂😂#