Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Setan mimpi


__ADS_3

Saat tengah malam Alice terbangun sambil menangis, keringat membanjiri dahinya karena baru saja dia bermimpi buruk.


Sudah sekian lama Alice tidak bermimpi tentang keluarganya tapi entah kenapa malam ini dia memimpikan keluarganya.


Alice bermimpi ayah dan ibunya serta kakaknya di tembak oleh seseorang didepan matanya, dia seolah-olah melihat kejadian itu langsung tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Alice melihat seseorang menembaki keluarganya secara brutal tapi dia tidak bisa melihat siapa orang itu.orang itu tampak seperti bayangan hitam, tertawa jahat sambil menembaki keluarganya.


Alice berusaha berteriak meminta orang itu untuk tidak membunuh keluarganya tapi suaranya tidak bisa keluar, dia benar-benar tidak berdaya saat melihat keluarganya mati didepan matanya.


Alice mengusap air matanya yang masih mengalir dari kedua matanya, sebelum turun dari ranjang,Alice melihat Olivia yang tertidur dengan nyenyak disampingnya.


Dengan hati-hati Alice turun dari atas ranjang, dia berjalan keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan pelan supaya Olivia tidak terbangun dari tidurnya.


Ini sudah tengah malam, semua yang ada disana sudah tertidur. Alice melangkah kearah kamar Marry, dia mengintip untuk melihat kedalam sana.


Senyum mengembang diwajahnya saat melihat Marry tidur dengan pulas,Alice kembali menutup pintu itu dengan pelan. Dia segera melangkah menuju keruang tamu, lebih baik dia menghabiskan waktu disana karena dia malas untuk tidur kembali.


Dia takut jika dia akan bermimpi hal yang sama lagi, Alice hanya termenung sendirian disana.


Apa yang dia lakukan selama ini? Kenapa dia bisa lupa untuk mencari informasi tentang kematian keluarganya?


Bukankah dia berhenti dari kepolisian untuk mengorek informasi tentang kematian keluarganya?


Seharusnya dia pergi mencari Becca kembali karena wanita itu tahu siapa yang telah membunuh keluarganya, tapi kenapa dia bisa melupakan hal itu dan tenggelam dalam asmaranya dengan Jacob?


Alice meringkuk diatas sofa dan memeluki lututnya, apa dia kembali lagi saja keapartemen Becca. Tapi bagaimana jika dia bertemu lagi dengan pria itu? Hal itu membuatnya ragu karena dia tidak mau bertemu lagi dengan Lucas.


Alice kembali menyeka air matanya yang mengalir, dia jadi sengat rindu dengan keluarganya.


Alice bangkit berdiri, melangkah masuk mendekati kamar ayah dan ibunya, dia ingin mengambil sesuatu disana.


Alice membuka pintu kamar itu dengan pelan, Jacob tidur disana dan dia tidak ingin membuat pria itu terbangun karenanya.


Dengan pelan pula Alice membuka pintu lemari pakaian ibunya untuk mengambil sesuatu didalam sana, setelah mendapatkan apa yang di inginkannya Alice kembali keluar.


Saat dia menutup pintu kamar itu, Jacob terbangun dari tidurnya saat mendengar suara pintu kamarnya ditutup oleh seseorang, tidak mungkinkan ada pencuri yang masuk?


Dia segera bangun dari tidurnya dan melangkah keluar, diluar sana tampak Alice sedang duduk sendiri sambil melihat sesuatu dan sesekali Alice tampak menyeka air matanya yang mengalir.


Ini tengah malam apa yang dilakukan oleh gadis itu?


Jacob segera menghampiri Alice dan duduk disamping kekasihnya.


"Alice sayang, apa yang kau lakukan tengah malam seperti ini?"


"Jacob, kenapa kau bangun?" Alice menyeka air matanya dengan cepat.


"Bagaimana aku tidak terbangun saat mendengar seseorang menangis, aku kira ada hantu diluar sini." godanya.


"Maaf membuatmu terbangun."


"Alice sayang, kenapa kau tidak tidur dan menangis disini?" Jacob mulai merangkul bahu Alice, menarik gadis itu agar bersandar padanya.


"Apa Olivia menendangmu sewaktu tidur?" tanya Jacob lagi.


"Tidak Jacob."

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku hanya tidak bisa tidur karena aku bermimpi buruk."


"Apa yang kau mimpikan?" Jacob mengelus kepala Alice dengan lembut untuk menghiburnya.


"Aku memimpikan keluargaku Jacob, aku bermimpi mereka ditembak didepan mataku." air matanya kembali mengalir.


"Alice sayang, itulah akibatnya kau tidak tidur denganku."


"Apa hubungannya?"


"Kau tidak bersamaku jadi setan mimpi menggodamu."


Alice tersenyum mendengar candaan kekasihnya itu.


"Mereka takut padamu karena kau lebih menakutkan dari pada meraka."


Jacob terkekeh pelan.


"Alice sayang, bukankah itu cuma mimpi? Jadi sebaiknya kau tidur lagi."


Alice melingkarkan tangannya dipinggang Jacob dan memeluknya dengan erat.


"Jacob."


"Hmm?"


"Kemana Becca pergi?"


"Sayang, untuk apa kau mencarinya?"


"Aku ingin mencari informasi darinya, siapa yang telah membunuh keluargaku? Dia pasti tahu siapa pelakunya, jadi kau tahukan kemana Becca pergi?" Alice mengangkat kepalanya menatap Jacob dengan penuh harap.


Jacob menghembuskan nafasnya dengan berat dan memandangi Alice yang menatapnya penuh harap.


"Sayang, aku tidak tahu kemana Becca pergi. Kau tahukan aku selalu bersama denganmu?"


Wajah Alice langsung tampak kecewa, jika Jacob saja tidak tahu dimana mantan kekasihnya itu lalu dimana dia harus mencari Becca?


"Alice sayang." Jacob memegangi pipi kekasihnya dan mengecup bibirnya dengan lembut.


"Kau tidak perlu khawatir karena aku telah meminta bantuan seseorang untuk menyelidiki siapa yang telah menghabisi keluargamu. Saat aku sudah tahu, aku akan mencincang orang itu menggantikanmu."


"Benarkah?"


"Yes, jadi jangan menangis lagi."


"Terima kasih Jacob." Alice mengangkat kepalanya untuk menciumi pipi kekasihnya.


"Jadi, bagaimana jika kau tidur denganku? Jika kau bermimpi lagi maka aku akan membantumu menendang setan dalam mimpi itu!"


Senyum langsung mengembang diwajah Alice, dia hendak mengangguk tapi terdengar suara deheman dibelakang mereka.


"Ehem..maaf jika aku mengganggu." terdengar suara Olivia dibelakang mereka.


Alice memalingkan wajahnya sedangkan Jacob tampak kesal.

__ADS_1


"Alice kenapa kau bangun? Apa tidurku menganggumu?"


"Tidak Olivia, aku hanya mimpi buruk." Alice segera bangkit berdiri dan menghampiri sahabatnya.


"Oh ya? Kenapa kau tidak membangunkan aku?"


"Maaf, aku hanya tidak mau mengganggumu."


"Hei, we're best friends, right?"


"Yes."


"Jika kau bermimpi buruk katakan padaku, aku akan membantumu menendang orang yang ada dimimpimu sedangkan kak Jacob yang akan menendang setannya."


"Oke baiklah, kalian bisa menendang setan itu untukku." Alice mengatakan itu sambil tertawa, dia segera berlalu pergi masuk kedalam dapurnya untuk minum.


"Hei, Olivia kenapa kau selalu menggangu aku?"


Jacob bangkit berdiri dan menghampiri adiknya.


"Kak Jacob, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Lagi pula aku memang ingin membuatmu kesal semalam." Olivia tersenyum pada kakaknya.


"Kau ya!!"


Sebelum kakaknya menangkapnya Olivia langsung berlari mencari Alice.


Jacob sangat kesal dengan adiknya, saat itu sebuah ide gila muncul dikepalanya untuk memberi pelajaran pada adiknya.


Saat Alice dan Olivia masuk kembali kedalam kamar, Jacob kembali masuk kedalam kamarnya, didalam sana Jacob menghubungi seseorang.


"Kakek, apa kabarmu?" dia sedang menghubungi kakeknya.


"Jacob cucucku, kau sudah gila ya menghubungiku tengah malam begini?" tanya Michael Smith dari sebrang sana.


"Kakek, aku ingin kau berbuat sesuatu untuk Olivia"


"Apa itu?"


Jacob mengatakan idenya pada kakeknya itu sedangkan kakeknya mendengarnya dengan seksama, setelah beberapa menit kemudian Michael Smith bertanya pada cucunya itu.


"Jacob, kau memintaku melakukan ini untuk mengisengi adikmu ya."


"Ya, dan kakek tahukan untuk apa juga?"


"Tapi aku rasa ayah dan ibumu tidak akan mengijinkannya."


"Kakek, mereka tidak akan menolak permintaanmu dan kau cukup sedikit berakting."


"Oke baiklah, kau cucu yang sangat usil, tapi aku akan melakukan seperti permintaanmu."


"Terima kasih kakek, sebaiknya kau tidur lagi."


Jacob mematikan panggilan itu dengan senyum licik mengembang diwajahnya.


"Olivia, awas kau!" katanya kesal.


Sedangkan Olivia sedang bercanda dengan Alice didalam kamar tanpa tahu apa yang telah direncanakan oleh kakaknya untuk membalas keisengannya.

__ADS_1


__ADS_2