Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Aku tidak puas


__ADS_3

Pagi hari Alice terbangun dari tidurnya dan merasa kepalanya sakit luar biasa, tidak hanya itu saja, pingangnya juga nyeri.


Ini memang sedikit gila, semalam mereka melakukan olah raga ranjang sampai mereka berdua kurang tidur.


Mereka tidur saat jam tiga subuh, itupun karena Alice sudah menyerah dan meminta ampun pada suaminya dan lihatlah, kepalanya berdenyut tidak karuan begitu juga dengan pinggangnya.


Sepertinya dia harus membeli obat sakit pinggang setelah ini dan sebenarnya dia malas untuk bangun tapi dia harus karena dia harus membuat sarapan untuk Marry sebelum Marry berangkat kesekolah.


Sebelum bangun dari tidurnya, Alice memegangi lengan suaminya yang melingkar diperutnya, dia juga memutar tubuhnya.


"Jac."


Alice memainkan jarinya dirambut Jacob sedangkan Jacob semakin mengencang pelukannya bahkan menyembunyikan wajahnya dikedua buah kesukaannya.


"Jac!"


"Ngg..honey, ini masih pagi lebih baik kita tidur lagi."


"Bukan begitu Jac, aku harus bangun untuk menyiapkan sarapan untuk Marry dan aku juga harus membangunkannya."


Jacob masih belum melepaskan istrinya, dia bahkan mulai menciumi buah kesukaannya dan menyentuhnya.


Alice kembali mengerang merasakan re**san tangan suaminya, jika dilanjutkan dia tidak bisa membangunkan Marry dan membuat sarapan.


"Jac, please stop!"


"Aku sedang sarapan buah kesukaanku honey."


"Ck, kenapa sih kau selalu mesum?"


Jacob terkekeh dan memandangi wajah istrinya.


"Aku hanya bersikap mesum padamu honey."


"Apa semalam kurang?"


"Tentu saja karena kau belum memberiku nilai yang memuaskanku dan aku mau lagi."


"Ya ampun Jac, kau gila! Pinggangku sangat sakit tahu, dan kepalaku juga." keluh Alice.


"My honey are okay?"


"Not very good but I have to wake up soon."


"My honey jika kau sakit jangan dipaksakan, biarkan Marry tidak pergi kesekolah hari ini."


Alice tersenyum dan mengusap wajah suaminya setelah itu dia juga menciumi pipi suaminya dengan mesra.


"It's oke Jac, tapi setelah ini aku harus membeli obat nyeri pinggang."


Jacob kembali terkekeh dan menciumi bibir Alice dengan lembut, setelah itu mereka saling pandang sesaat tapi tidak lama kemudian mereka kembali berciuam dan saling mel**at bibir satu sama lain.


Jacob melepaskan bibir isrinya dan menciumi wajahnya, sebenarnya dia tidak ingin Alice bangun.


"My honey, setelah selesai kembalilah kemari, kita tidur lagi."


"Tentu Jac, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Oh ya,apa itu?"

__ADS_1


"Nanti saja oke, nanti Marry terlambat."


"Oke honey,aku tunggu."


Alice bangun dari tidurnya sambil mengeluh, selama berjalan dikamar mandi dia memegangi pinggangnya sedangkan keluhan terus terdengar dari mulutnya.


Ini gila, pinggangnya benar-benar nyeri dan kepalanya juga sakit.


Sepertinya mereka harus beristirahat melakukan perang lebah selama satu minggu.


Selama Alice masuk kedalam kamar mandi, jacob meraih ponselnya, dia duduk diatas ranjang untuk memerintahkan Andrew membeli obat untuk nyeri.


Tidak hanya itu sebenarnya ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan Andrew, supaya istrinya tidak mendengar pembicaraan mereka jadi Jacob memerintahkan Andrew melalui pesan.


Tidak lama kemudian Alice keluar dari dalam kamar mandi, dia berdiri didepan lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya disana, setelah memakai bajunya Alice keluar dari kamar tapi sebelum dia keluar, dia melihat suaminya sedang memainkan ponselnya jadi dia tidak akan mengganggu.


Alice menuju kamar Marry dan pada saat dia masuk kedalam sana tampak Marry sudah rapi bahkan Marry terlihat sedang merapikan tempat tidurnya.


"Good morning my dear."


"Mommy."


Marry mendekati ibunya dan memeluknya, dia juga berkata:


"Morning mom, where is daddy?"


"Daddy masih tidur sayang, mommy lihat Marry semakin pintar sekarang."


"Tentu mom, Marrykan sudah besar."


"Oh good girl." Alice duduk disisi ranjang sedangkan Marry melihat wajah ibunya yang tampak sedikit pucat.


"I'm okay my dear." jawab Alice sambil tersenyum.


"Jika mommy sakit mommy tidur saja, Marry sudah besar jadi Marry sudah bisa sendiri.


"Jangan khawatir Marry, mommy baik-baik saja." Alice memeluki Marry dan membelai rambutnya.


"Apa kau sudah selesai sayang?"


"Yes."


"Kalau begitu Mommy akan membuatkan sarapan dan bekal untukmu."


Alice segera bangkit berdiri tapi pada saat itu kepalanya kembali terasa sakit sampai membuatnya kembali terduduk disisi ranjang,ini semua gara-gara suaminya!


"Mommy." Marry memegangi tangan ibunya dan kembali tampak khawatir.


Alice memegangi kepalanya dan memejamkan matanya, entah kenapa saat dia berdiri tadi pandangannya langsung buram dan rasanya mau pingsan.


"Dont worry my dear." Alice berusaha tersenyum.


Saat merasa kepalanya sudah tidak sakit lagi Alice keluar dari kamar sambil menggandeng Marry, untung saja pandangannya sudah tidak buram lagi seperti tadi.


Saat tia didapur ternyata sarapan sudah tersedia diatas meja, semua itu Ben yang menyiapkannya.


Alice membuat segelas susu hangat untuk Marry, dia juga menyiapkan bekal dan memasukkannya kedalam tas Marry.


Saat mereka sudah selesai sarapan, Alice mengantar Marry sampai didepan rumah karena Ben yang akan mengantar Marry kesekolah.

__ADS_1


Dia kembali masuk kedalam saat Marry sudah pergi dengan Ben tapi sebelum itu tentu dia memberikan ciuman untuk Marry.


Alice masuk kedalam kamarnya dimana suaminya tampak masih berada diatas ranjang.


Dia segera mendekati Jacob dengan senyum diwajahnya, mungkin mereka akan tidur lagi sampai siang karena jujur saja dia juga masih mengantuk dan pinggangnya masih terasa nyeri begitu juga kepala yang masih berdenyut sedari tadi.


Saat melihat Alice telah kembali dan naik keatas ranjang Jacob langsung menarik istrinya kedalam pelukannya.


"Hei aku kira kau tidur!"


"Aku menunggumu my honey,apa Marry sudah pergi?"


"Yes."


Alice memejamkan matanya kembali sedangkan Jacob membelai rambutnya, mereka diam sesaat untuk menikmati waktu mereka berdua.


"Jac."


"Hmm?"


"Nanti siang aku ingin pergi melihat puing rumahku."


"Untuk apa honey?"


Sebenarnya dia tahu cepat atau lambat Alice pasti akan pergi melihat puing rumahnya.


"Yeah aku ingin tahu saja bagaimana keadaan rumahku walaupun sudah jadi puing."


"Honey, aku akan mengajakmu pergi kesana tapi setelah kepala dan pinggangmu sudah tidak sakit lagi."


"Kau tahu Jac? Aku sudah merasa lebih baik." dia mengatakan itu supaya diijinkan pergi untuk melihat puing rumahnya.


"Oh ya?"


Jacob membelai wajah istrinya dan menciuminya dengan lembut.


"Jadi Mrs Smith, semalam kau belum memberikan nilai yang bagus untuk aksiku." bisiknya.


"Bukannya sudah."


"Yah tapi aku tidak puas dengan nilai yang kau berikan."


"Jadi?"


Jacob tersenyum dengan usil sedangkan tangannya sudah masuk kedalam baju Istrinya, dia juga kembali berbisik:


"Jadi aku akan memuaskanmu lagi dan aku harap kau mau memberikan nilai yang bagus untuk aksiku."


"Tapi Jac, pinggangku!"


"Bukankah kau bilang sudah lebih baik? Kau tenang saja honey, aku sudah memerintahkan Andrew untuk membeli obat nyeri." Senyum usilnya terus mengembang sedangkan tangan nakalnya sudah mulai bermain didalam baju istrinya.


"Jac, oh!"


"Sssttt..!!"


Jacob langsung menciumi bibir Alice dan me**matnya, dia tidak akan berhenti sebelum olahraga pagi mereka selesai yang pasti setelah ini nyeri dipinggang Alice akan semakin menjadi.


Ini ganjaran karena telah berbohong!

__ADS_1


__ADS_2