Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Perang lebah


__ADS_3

Alice berada didalam kamar Marry malam itu, dia sedang menemani Marry dan membacakan sebuah cerita untuk Marry.


Sesuai dengan janjinya dia akan mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya untuk Marry, dia tidak akan menyia-nyiakan Marry lagi seperti yang sudah pernah dia lakukan.


Sekarang tidak ada yang perlu mereka khawatirkan lagi karena tidak ada yang akan mengganggu ketenangan mereka lagi.


Setelah Marry tidur Alice menarik selimut untuk menutupi tubuh Marry, dia juga mencium dahi Marry setelah itu dia keluar dari kamar dan menutup pintu kamar itu dengan pelan.


Sebelum masuk kedalam kamarnya Alice berjalan menuju dapur untuk mengambil air hangat, selama dia berjalan dia jadi teringat dengan rumahnya yang sudah hancur,bagaimana dengan keadaan puing rumahnya saat ini?


Sudah lama ditinggalkan olehnya apa sudah diambil alih oleh pemerintah? Dia jadi sangat penasaran, mungkin besok dia harus pergi melihat puing rumahnya.


Setelah minum Alice segera menuju kamarnya, disana pasti Jacob telah menunggunya.


Saat membuka pintu kamarnya Alice melihat Jacob sedang mengeringkan rambutnya yang basah karena dia baru saja mandi.


Tubuh suaminya terlihat begitu seksi apalagi hanya selembar handuk yang melilit dipinggangnya, Alice jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh Amanda dirumah sakit, apakah dia harus melakukannya?


Dia segera mendekati Jacob dan memeluknya dari belakang.


"Jac."


"My honey apa Marry sudah tidur?"


"Yes."


"Apa kepalamu masih sakit honey?"


"No." Alice mulai meraba otot-otot dada suaminya, dia tidak melewatkannya dan memainkan tangannya disana.


"My honey apa kau sedang menggodaku?"


"Aku sedang belajar Jac."


"Oh my!! Apa kau baru saja mendapat guru yang hebat?" Jacob memegang tangan istrinya dan memutar tubuhnya, dia juga merangkul pinggang istrinya dan menatap wajah Alice yang sedikit memerah.


"Anggap saja demikian."


"Ayo katakan padaku apa yang kau pelajari?"


"Hmm tidak ada, aku pemula jadi aku baru mau mulai praktek."


Jacob mengusap Wajah Alice sambil terkekeh, dia juga menciumi wajah istrinya dan berbisik.


"Apa yang ingin kau praktekkan honey?" godanya.


"Eh itu?" Alice malu mengatakannya, hal itu membuat Jacob semakin gemas dengan istrinya.


"I am yours honey, so you can do whatever you want!" Jacob membuka kedua tangannya.

__ADS_1


"I know."


"So?" dia kembali mendekati istrinya untuk menggodanya.


Alice menempelkan tubuhnya pada tubuh suaminya yang hanya ditutupi selembar handuk saja, dia kembali menyentuh otot dada suaminya tapi kemudian tangannya terus kebawah dan menyelusuri otot perut suaminya.


"Jac." tangannya sudah berada dihanduk yang menjadi penghalang dan membukanya.


"Oh my honey." Jacob menciumi bibir Alice dan me**matnya.


Alice membalas ciuman suaminya dan tidak lama kemudian lidah mereka sudah saling mengait didalam mulut mereka.


Tangan Jacob sudah masuk kedalam baju istrinya sedangkan tangan Alice sudah mulai meraba diarea terlarang lebah jantan dimana sengatan lebah jantan berada.


"Ugh honey, aku akan jadi bahan percobaanmu hari ini."


"Oh ya?" tangan Alice sudah berada disengatan lebah yang berbisa yang sudah Mulai menantang.


"Jadi belajarlah yang benar honey."


"Semoga tidak mengecewakanmu Jac."


Mereka kembali berciuman dengan liar, Alice mulai memainkan tangannya disengatan suaminya sampai membuat Jacob mengerang dibalik ciuman panas mereka.


Jacob menggendong tubuh Alice dan Membawanya kearah ranjang mereka, setelah itu Jacob menurunkan istrinya dan membuka pakaian yang melekat pada tubuh istrinya.


"My honey, apa malam ini kau ingin menjadi lebah betina yang agresif?" godanya.


"Oh my Miss bee, quickly sting me!"


"Jac!"


Sebelum Alice dapat melanjutkan ucapannya Jacob sudah membungkam bibir istrinya, dia juga membawa istrinya naik keatas ranjang karena peperangan lebah akan terjadi disana sebentar lagi.


Alice naik keatas tubuh suaminya dan menyibakkan rambutnya yang panjang, Jacob melihat istrinya dengan senyum diwajahnya, dia ingin lihat apa yang ingin istrinya lakukan.


Alice tersenyum dan segera menunduk, dia menunduk untuk menciumi bibir suaminya tapi kemudian dia berbisik.


"Lebah betina amatiran akan beraksi."


"Oh my honey, aku akan menilainya nanti."


"Tolong berikan poin yang tinggi."


"Of course."


Sebagai permulaan Alice menciumi pipi suaminya, dari pipi lalu kebibir setelah itu dia menciumi leher suaminya sedangkan tangannya terus menyelusuri otot-otot tubuh suaminya.


Jacob membiarkan apapun yang ingin istrinya lakukan, dia hanya menikmati sentuhan tangan dan bibir istrinya yang bermain dikulitnya.

__ADS_1


Alice berusaha sebisa mungkin karena ini yang pertama kali untuknya, dia menciumi dada suaminya dan membuat tanda merah disana tapi tidak hanya itu, bibirnya terus menyelusuri tubuh suaminya sampai tiba diarea terlarang dimana sengatan yang sudah begitu menantang berada.


Alice menelan ludahnya saat melihat sengatan milik suaminya,oh ini gila tapi ya sudahlah, dengan keberanian yang ada Alice menangkap sengatan suaminya dan u la..la..!


"Oh my honey!" Jacob mengusap rambut Alice, dia benar-benar menikmati permainan lidah lebah betina yang masih amatiran, mungkin dia harus memberi nilai bagus untuk aksi istrinya.


Alice menghentikan aksinya, oke ini sudah cukup. Dengan cepat dia mengusap bibirnya dan merangkak keatas tubuh suaminya.


"Bagaimana aksiku Mr Smith, apa dapat nilai yang bagus?"


"Oh my honey, lumayan untuk Amatiran dan sekarang giliranku!"


Jacob membalikkan tubuh istrinya dan men**dihnya, dia juga melakukan apapun yang dia mau. Menyentuh dan menikmati tubuh istrinya dengan lidah dan tangannya.


Tidak ada yang dia lewatkan sampai Alice mengerang nikmat karenanya, sebelum menyuntikkan sengatannya, Jacob menciumi bibir istrinya setelah itu dia membalikkan tubuh istrinya dimana sengatannya dapat menyuntik istrinya lebih dalam.


Mereka berdua sangat menikmati perang lebah yang mereka lakukan, itu terbukti dari suara desahan yang terus lolos dari bibir mereka berdua.


Alice mencengkram sprei dengan erat saat jacob terus menggerakkan tubuhnya dengan cepat.


Sambil menggerakkan tubuhnya Jacob mengusap bokong istrinya yang padat berisi, dia harap bibit yang dia semai sudah tumbuh didalam sana.


"Oh Jac!" Alice semakin mencengkram sprei dengan erat.


"Tunggu aku honey."


"Jac, oh!!" erang Alice saat suaminya terus memacu tubuhnya semakin cepat dan cepat.


"My honey!"


Mereka mengerang bersama saat Bisa sudah disemprotkan kedalam sana.


Alice mengatur nafasnya begitu juga dengan Jacob, dia masih membiarkan sengatannya didalam sana sedangkan tangannya masih mengusap bokong istrinya.


"My honey, berapa nilai untukku?" tanyanya disela nafasnya yang masih memburu.


"Aku....tidak tahu!" jawab Alice pula.


Jacob tersenyum dan mencabut sengatannya sedangkan Alice langsung lemas diatas ranjang dengan posisi tertelungkup.


Jacob mendekati istrinya dan merebahkan dirinya disamping Alice, dia kembali tersenyum saat melihat Alice masih mengatur nafasnya sedangkan matanya terpejam.


"My honey, sebelum kau memberiku nilai yang bagus maka aku tidak akan pernah berhenti." bisiknya.


"Jadi malam ini kita tidak akan tidur?" Alice membuka matanya.


"Yes honey, jadi bersiap-siaplah malam ini aku akan berusaha sampai kau memberikanku nilai yang bagus."


"Kalau begitu tidak ada nilai bagus dariku untukmu Mr Smit, jadi berusahalah!"

__ADS_1


"Oh my, kau menantangku tapi aku suka."


Alice masuk kedalam pelukan suaminya sambil tertawa, sebelum memulai perang kembali mereka harus beristirahat.


__ADS_2