Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Dua bersaudara yang menyebalkan


__ADS_3

Jacob membawa mobilnya dengan cepat untuk menuju kerumah Alice, dia sudah tidak sabar ingin melihat apa hadiah yang ingin diberikan oleh kekasihnya itu.


Dia sih berharap Alice menghadiahkan dirinya untuknya, karena selama ini dia selalu gagal melakukan hal itu dengan Alice.


Selagi Jacob sedang berkonsentrasi dengan jalanan yang dilaluinya, pikiran mesumpun langsung terbesit di otaknya.


Apa Alice membeli pakaian seksi untuk menggodanya diatas ranjang? Senyum langsung mengembang diwajahnya saat membayangkan hal itu.


Dia sangat berharap hal itu terjadi dan mudah-mudahan saja tebakannya benar, Jacob kembali memacu mobilnya dengan cepat melewati beberapa mobil didepannya, rasanya sudah tidak sabar ingin menemui kekasih cantiknya itu.


Tidak butuh lama, dia sudah tiba dirumah Alice. Setelah memarkirkan mobilnya, Jacob segera keluar dari sana, dia bahkan berlari memasuki pekarangan rumah Alice dan membuka pintu rumah itu dengan tidak sabar.


Didalam sana tampak Alice sedang sibuk memasang hiasan dipohon natal seorang diri, Jacob melangkah mendekati Alice dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Hai sayang, apa yang kau lakukan?" Jacob memeluk Alice dari belakang dan berpura basa basi.


"Bisa kau lihat Jacob." Alice memegangi lengan Jacob yang melingkar diperutnya.


"Alice sayang."


"Hm?"


"Kau bilang ingin memberiku hadiah."


"Yes."


"Jadi boleh aku tahu apa yang akan kau berikan?" Jacob mulai menciumi wajah kekasihnya itu.


"Apa kau sudah tidak sabar?" tanya Alice pula.


"Tentu saja sayang."


Alice memutar tubuhnya untuk menghadap Jacob, dia memandangi wajah tampan kakasihnya itu sedangkan senyum manis menghiasi wajahnya.


"Tunggulah nanti malam Jacob, aku sekarang sedang sibuk."


Nanti malam? Jacob bersorak dalam hati, jangan-jangan tebakannya benar.


"Alice sayang, aku mau hadiah itu sekarang!"


Jacob segera menggendong tubuh Alice dan membawa kekasihnya itu menuju kamarnya.


"Ah, hei! Jacob mau apa kau?" tanya Alice heran.


"Tentu saja mau mengambil hadiahku. Kau pikir aku mau apa?"


Jacob membuka pintu kamar Alice dengan tidak sabar, tentu saja dia juga sudah tidak sabar untuk mengambil hadiahnya.


"Hei bisa nanti saja kau mengambil hadiahnya?" protes Alice saat mereka sudah berada didalam kamar.


"Stts....Alice sayang, aku tidak mau menunggu."


Jacob mulai menunduk dan me**mat bibir Alice, pria itu tampak sudah tidak sabar. Jacob melepaskan jasnya dengan cepat, setelah itu Jacob mulai memasukkan tangannya kedalam baju Alice untuk mengusap punggung gadis itu.

__ADS_1


"Jacob, jangan!" Alice berusaha mendorong tubuh Jacob.


"Alice sayang, kau tidak bisa menahanku lagi. Aku mau hadiahku sekarang dan aku tidak mau menunggu nanti malam."


Setelah berkata demikian Jacob kembali menciumi bibir kekasihnya, tangannya mulai mengangkat baju yang dipakai oleh Alice dan membukanya.


"Tapi Jacob jangan sekarang,aku sedang sibuk. Lagi pula kau salah paham." Alice berusaha mendorong kepala Jacob yang berada didadanya.


Memangnya apa hadiah yang ada didalam pikiran Jacob?


"Alice sayang, kau tahukan apa yang sangat aku inginkan dan aku tidak mau menunggu lagi." Jacob mengangkat kepalanya dan memandangi mata Alice dengan lekat.


"Bukan begitu Jacob, tapi?"


"Aku tidak terima penolakan sayang." Jacob hendak menciumi dada Alice kembali tapi tiba-tiba?


"Cklek." suara pintu terbuka.


"Alice apa yang kau la?" Olivia berdiri didepan pintu kamar itu dan menghentikan perkataanya saat melihat kakaknya sedang berada didalam sana.


Mata Jacob melotot saat melihat adiknya, kenapa dia tidak tahu jika Olivia berada disana?


"Ada adikmu." Alice menyambung perkataannya yang tertunda.


"Sialan!" maki Jacob kesal.


"Hei...hei...apa yang ingin kalian lakukan?" goda Olivia.


"Tidak ada." Alice segera melepaskan diri dari Jacob dan memunguti bajunya sendangkan Jacob mulai tampak frustasi.


Setelah mereka selesai berbelanja Olivia ikut kerumah Alice untuk membantu sahabatnya itu memasang pohon natal.


Tentu dia sudah memberi kabar pada kedua orang tuanya jika dia berada dirumah sahabatnya itu.


Saat Jacob datang tadi, Olivia dan Marry sedang berada didalam kamar Marry untuk membuat sesuatu, sebab itulah Jacob tidak tahu jika adiknya itu berada disana.


Oliva dan Alice kembali sibuk memasang hiasan natal yang mereka beli tadi bersama dengan Marry, mereka tampak begitu bersemangat tapi tidak dengan Jacob, pria itu tampak sedang duduk diatas sofa dan melotot pada adiknya.


Dia berharap setelah mereka selesai memasang hiasan natal itu, adiknya segera pulang supaya tidak mengganggunya dengan Alice.


"Kak, bisa kau bantu kami?" pinta Olivia.


"Tidak bisa!" tolak Jacob dengan cepat.


"Ayolah kak, hanya memasang bintang ini." Olivia menunjukan sebuah bintang pada kakaknya.


"Memangnya kalian tidak bisa?"


"Kak, itu sangat tinggi.bagaimana jika kami terjatuh nanti?"


Jacob berdecak kesal dan bangkit berdiri, dia segera mengambil bintang dari tangan adiknya dan mendekati pohon natal yang sudah hampir selesai dihias.


Tapi sebelum itu dia berbisik pada adiknya:

__ADS_1


"Setelah ini kau harus pulang."


Saat mendengar itu senyum licik langsung mengembang diwajah Olivia, siapa bilang dia akan pulang?dia ingin membuat kakaknya kesal semalam.


"Alice, apa aku boleh menginap disini?


"Olivia mendekati Alice dan memegangi tangannya.


Saat mendengar itu Jacob kaget bukan kepalang, jangan sampai Alice mengijinkannya.


"Kau mau menginap?" tanya Alice pula.


"Iya jika boleh." Olivia mulai memasang wajah memelas.


"Apa ayah dan ibu kalian tidak akan mencari?" Alice melihat kedua bersaudara itu.


"Olivia sebaiknya kau pulang temani mommy dan daddy." sela Jacob dengan cepat.


"Tidak mau! Kakak saja yang pulang."


"Hei aku duluan yang tinggal disini." Jacob tidak mau kalah, dia tidak mau adiknya itu mengganggu kebersamaannya dengan Alice.


"Memangnya ini rumah kakak." Oliviapun tidak mau kalah.


"Hei hentikan kalian berdua!" Alice mulai kesal dengan dua bersudara itu.


"Jadi Alice bolehkan aku menginap?" Olivia pura-pura memohon pada Alice.


"Alice sayang, tidak boleh."


"Alice." Olivia menarik tangan Alice.


Alice memijit pelipisnya, apa sih mau dua bersaudara ini?


"Kalian kakak adik menyebalkan!Terserah kalian saja." katanya kesal.


"Asyik, nanti malam aku tidur denganmu ya karena aku tidak bisa tidur sendiri." kata Olivia.


"Boleh saja." Jawab Alice.


Sedangkan Jacob memaki dalam hati:


"Bullshits! Biasanya juga tidur sendiri!" makinya.


Olivia memalingkan wajahnya, tersenyum penuh kemenangan pada kakaknya itu, dia sangat senang saat melihat kakaknya melotot padanya.


"Alice, aku sedang menyelamatkanmu dari singa lapar." kata Olivia.


"Oh ya?" Alice melihat kearah Jacob dan tersenyum pada kekasihnya itu.


"Kau benar." katanya lagi.


"Oh my, awas kalian nanti." gerutu Jacob kesal.

__ADS_1


Sepertiya dia tidak bisa mengambil hadiahnya malam ini gara-gara adiknya yang menyebalkan.


Olivia sangat puas, dia kembali membantu Alice dan Marry menghiasi pohon natal itu sedangkan Jacob, sambil mengerutu kesal memasang bintang diatas pohon natal itu.


__ADS_2