Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Dua penyamun


__ADS_3

Malam itu salju turun semakin lebat, tumpukan kristal es itu sudah mulai terlihat disepanjang jalan.


Saat itu Jane sedang menuju kerumah Alice, siang tadi ada seorang pria menghubunginya, orang itu mengatakan besok dia ingin bertemu dengan Alice untuk membicarakan bisnis.


Karena itu malam ini Jane memutuskan untuk kerumah Alice untuk mengatakan pada gadis itu jika besok dia harus pergi keperusahaan untuk menemui seorang klient.


Jane memarkirkan mobilnya didepan rumah Alice, sebelum itu Jane membawa barang-barang yang ada didalam mobilnya. Diperjalanan tadi Jane sempat mampir disebuah minimarket, dia disana untuk membeli beberapa minuman dan cemilan karena dia ingin menghabiskan waktu dengan Alice malam ini.


Setelah mengambil barangnya Jane keluar dari mobilnya, pada saat itu sebuah mobil sport berhenti disamping mobilnya, dari mobil itu tampak seorang pria tampan keluar dari mobil itu.


Pria itu tersenyum saat melihat Jane, dengan cepat pria itu mendekati Jane dan tersenyum dengan manis padanya.


"Hai Jane."


Jane hanya mendesis, wanita itu melangkah melewati Andrew dan berjalan menuju pintu rumah Alice.


"Hei apa kau tidak Mendengar sapaanku?" Andrew mengejar Jane dengan cepat dan memegangi tangannya.


"Siapa kau? Jangan sentuh aku!" desis Jane dengan tajam.


Andrew terkekeh dan mengikuti langkah Jane, mereka melangkah


bersama menuju pintu rumah Alice.


Jane mengetuk pintu rumah Alice dan tidak lama kemudian Jacob membuka pintu rumah itu, Jane sedikit kaget, kenapa pria itu ada disana? Tapi seharunya dia tahu saat melihat bawahannya juga ada disana.


"Selamat malam Mr Smit." sapanya.


Jacob diam saja dan melangkah pergi, sedangkan Andrew langsung masuk kedalam rumah itu tanpa permisi.


Jane benar-benar heran kenapa mereka begitu bebas dirumah Alice.


"Jangan-jangan nona Alice sudah menampung dua orang penyamun." kata Jane dalam hati.


Walau begitu Jane masuk kedalam rumah itu, Jane melewati kedua pria yang sedang berbicara diruang tamu dan masuk kedalam dapur Alice untuk meletakkan barang bawaannya.


Tidak lama kemudian Alice keluar dari kamar Marry dan masuk kedalam dapurnya saat melihat Jane ada disana.


"Jane, kenapa malam-malam kau datang kemari?" Alice menarik sebuah kursi untuk duduk disana.


"Oh Ms Alice, kau mengagetkanku saja."


Alice tersenyum padanya sedangkan Jane menatapnya dengan lekat.


"Ms Alice, kenapa kau membiarkan dua penyamun itu tinggal dirumahmu?"


Penyamun?


Alice langsung tertawa saat mengerti dengan ucapan Jane.


"Tidak Jane, yang satu itu tidak tinggal disini sedangkan yang satunya lagi, aku juga tidak bisa mengusirnya."


Jane kembali menatap Alice dengan lekat dan duduk disamping gadis itu.

__ADS_1


"Ms Alice apa kau menyukai Jacob Smith?"


Alice menatap Jane sejenak tapi kemudian gadis itu mengangguk dan tersipu malu.


Jane tersenyum dan menggengam tangan Alice, sekarang dia senang melihat gadis itu tampak bahagia.


"Aku turut senang, aku harap dia bisa menjagamu dan Marry dengan baik."


"Kau juga Jane, jangan terlalu mengkawatirkan aku, sebaiknya kau cepat cari pasangan."


"Tentu." Jawab Jane penuh dengan semangat.


"Oh ya Jane, kenapa kau kemari malam-malam seperti ini?" tanya Alice penasaran.


"Oh aku hampir lupa, bisakah besok kau datang kekantor? Ada yang ingin bertemu denganmu."


"Tentu saja bisa Jane."


"Baiklah, besok kita bisa pergi bersama."


"Apa kau ingin menginap disini?"


"Tentu saja Ms Alice."


"Hei apa yang kalian bicarakan?" Saat itu Jacob dan Andrew menghampiri mereka.


"Kau tidak perlu tahu Mr Smith karena ini rahasia diantara wanita." jawab Jane dengan ketus


Jacob berdecak kesal dan menarik sebuah kursi disana, sedangkan Andrew melihat barang bawaan Jane.


"Tidak!" jawab Jane dengan cepat.


"Kenapa, apa kau takut kalah lagi seperti waktu itu?"


Jane langsung bangkit berdiri dan menatap Andrew dengan tajam, waktu di New York dia memang kalah dan dia tidak terima.


Alice berusaha menenangkan Jane yang tampak kesal, dia jadi penasaran apa yang telah terjadi diantara mereka?


"Hei pria jelek, aku tantang kau!ayo kita bermain, siapa yang kalah harus melepas bajunya!" tantang Jane.


"Wow asik." ujar Andrew senang.


"Ayo Ms Alice, kau juga ikut bermain."


"Hah, tidak mau." tolak Alice dengan cepat.


"Ms Alice, please." Jane menatap Alice penuh harap.


Andrew dan Jacob saling pandang, sepertinya boleh juga untuk menghilangkan kebosanan.


"Alice sayang, kau boleh pakai baju yang tebal."


"Hei jangan menghinaku, hanya bermain kartu saja aku tidak akan kalah." Alice bangkit berdiri begitu juga dengan Jane.

__ADS_1


"Kalian berdua siap-siap saja tidur telanjang diluar sana." desis Jane dengan tajam.


Alice melangkah pergi begitu juga dengan Jane, tapi sebelum itu Jane menyambar makanan yang dia beli tadi dan membawanya.


"Master, dua kelinci sudah masuk perangkap serigala." ujar Andrew.


"Kau pintar." Jacob segera bangkit berdiri, mereka melangkah mengikuti Alice dan Jane.


Mereka masuk kedalam sebuah kamar untuk bermain kartu, tentunya ditemani dengan cemilan dan minuman yang dibeli oleh Jane.


Tiga puluh menit telah berlalu tampak baju bagian atas Andrew sudah terlepas sedangkan kemeja Jane juga sudah terlepas, untungnya Jane memakai tanktop sehinga dia tidak bertelanjang dada, hal itu membuat Andrew berdecak kesal.


Padahal dia ingin membuat Jane membuka semua bajunya dan kalah telak seperti waktu itu.


Alice sudah tampak mabuk dan tertidur dipelukan Jacob, begitulah nasib orang yang tidak kuat mengkonsumsi minuman alkohol.


Tentu saja dia sudah kalah berkali-kali tapi Jacob tidak mengijinkannya untuk membuka bajunya tapi sebagai gantinya Alice harus minum, jadilah gadis itu mabuk sendiri dan tertidur dengan pulas didalam pelukan Jacob.


"Hei kalian lanjutkan saja." Jacob bangkit berdiri dengan Alice didalam gendongannya, pria itu keluar dari kamar itu dan Membawa Alice kedalam kamarnya.


Sedangkan Jane dengan Andrew masih melanjutkan permainan itu dengan sengit, tidak ada yang mau mengaku kalah diantara mereka sampai Jane melepaskan tanktop dan bra yang dipakainya.


Hal itu membuat Andrew menelan ludahnya dengan kasar, dengan cepat pria itu mendekati Jane dan memegangi tangannya.


"Jane."


"Apa?" Jane menatap Andrew dengan tajam.


"Maukah kau mengandung anakku?" tanya Andrew tanpa basa basi.


"Plak!" itu suara wajah Jane digampar oleh Jane.


"Ow, kau sungguh menggoda." Andrew memegangi wajahnya.


"Jangan mendekat." ancam Jane saat Andrew mendekatinya.


"Ayolah, ayahku sudah minta cucu."


"Sialan kau!!" maki Jane kesal.


"Jane aku menyukaimu."


Mata Jane membulat, pria ini tidak sedang mabuk bukan?


Andrew menangkap tangan Jane dan menatapnya dengan tajam.


"Jadi, maukan memberikan keturunan untuk ayahku?"


"Tidak akan sebelum kau menikahiku!"


"Oh it's good." Andrew langsung me**mat bibir Jane sedangkan Jane, anggap saja dia sedang mabuk.


Dirumah itu kedua orang pria tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Jacob memeluk Alice yang tertidur dengan erat dan tidur disisi gadis itu sedangkan Andrew dan Jane? Ehem?

__ADS_1


Tapi tidak dengan Seseorang yang sedang berdiri didepan jendela kamar apartemennya sambil melihat salju yang masih turun dari sana, orang itu sudah tidak sabar menantikan hari esok.


__ADS_2