Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Suatu kelemahan


__ADS_3

Setelah menyabetkan pedangnya ditubuh anak buah Lucas, Jacob langsung menendang tubuh anak buah Lucas hingga pintu itu terbuka.


Dia masuk kedalam sana,saat melihat Lucas matanya langsung memancarkan api kemarahan!


Didalam sana ada sebuah ring,sepertinya Lucas sedang melakukan sebuah permainan.


Jacob melangkah mendekati ring itu sambil menarik pedangnya diatas lantai, suara gesekan pedang diatas lantai membuat ngilu bagi setiap yang mendengar.


Saat melihat Alice berada ditangan seorang pegulat yang berada disamping Lucas dalam kondisi yang sudah tampak tidak berdaya Jacob menghentikan langkahnya, dia melihat keadaan Alice dengan api kemarahan semakin terpancar dari matanya.


Beraninya mereka menganiaya seorang perempuan? Dia tidak akan mengampuninya!


"Hei Lucas, apa kau seorang ba*ci menganiaya seorang wanita seperti itu?"


"Ck...ck.Jacob Smith, aku tidak menyangka kau bisa datang secepat ini." ujar Lucas dengan santai.


Sebenarnya dalam otaknya sedang memikirkan bagaimana caranya dia melawan pria ini.


Saat mendengar suara Jacob disana Alice berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat kearah Jacob.


"Jac-Jac."


Hati Jacob sangat sakit saat mendengar Alice memangilnya dengan lemah, dia tidak sanggup melihat keadaan Alice yang sudah tampak babak belur. Dia bahkan tidak tega menggores kulit Alice barang sedikitpun tapi beraninya Lucas!!


"Alice sayang, tunggulah aku akan menolongmu."


Jacob berusaha untuk tenang karena Alice sedang berada ditangan Lucas, jika dia salah bertindak bisa saja Lucas membunuh Alice dan dia tidak akan sanggup melihat orang yang dia cintai mati dihadapannya.


"Ha..ha...ha...ha.!! Sungguh pertemuan yang sangat mengharukan!" ledek Lucas.


"Tertawalah sepuasmu karena sebentar lagi kau tidak akan bisa tertawa lagi!"


"Wah aku sangat takut mendengarnya!"


"Hei Lucas Marcelo, jika kau berani turun kau! Kita bertarung!" tantang Jacob, tangannya sudah terasa gatal ingin menghajar Lucas.


"Wah...wah...wah..kau ingin melawanku? Boleh saja tapi lawan dia terlebih dahulu. Kebetulan kekasihmu ini tidak bisa merobohkannya jadi sekarang giliranmu, jika tidak!"


Lucas menarik sebuah pisau dan menarik Alice yang tidak berdaya, dia memeluk Alice dari belakang, karena wanita itu akan dia jadikan tamengnya untuk mengalahkan Jacob Smith.


Dia meletakkan pisau dileher Alice, jika sampai Jacob Smith berani menembaknya maka pada saat itu akan dia sabetkan pisau itu dileher Alice.


"Jika kau berani macam-macam maka Alice Walker mati!" ancamnya.

__ADS_1


Jacob menghembuskan nafasnya dengan kasar, dasar para penjahat selalu menjadikan wanita atau anak-anak sebagai sebuah ancaman.


"Damn! Bisakah kau tidak bersembunyi dibelakang seorang wanita?" tanyanya kesal.


"Asal kau tahu saja, wanita adalah kelemahan seorang laki-laki dan wanita inilah kelemahanmu!!"


"Ck, kau memang pantas mendapat gelar ratu ba*nci!!"


Setelah mengatakan hal itu Jacob melemparkan pedang yang dipegangnya keatas, setelah itu dia menangkap gagang pedangnya dan dengan cepat pula Jacob melemparkan pedangnya dengan sekuat tenaga kearah pegulat yang ada disamping Lucas. Pedang yang dilemparnya langsung melesat keatas ring dan?


"Jleebbb!!!" pedang yang dia lempar menancap tepat kearah jantung sipegulat yang sedang berdiri disamping Lucas.


Lucas menahan nafasnya sedangkan matanya melotot kearah pedang yang dilempar oleh Jacob yang sudah tertancap ditubuh anak buahnya, kejadian itu begitu cepat, dia kira Jacob ingin membuang pedangnya tapi ternyata?


Bahkan mata pedang itu menancap sampai menembusi tubuh anak buahnya yang bertubuh besar karena Jacob melempar pedang itu dengan sekuat tenaga.


"Bo....bos!" si pegulat langsung jatuh diatas lantai dengan bersimbah darah.


Lucas sedikit merinding dan meneguk salivanya dengan kasar, sialan! Kenapa dia jadi sedikit takut dengan Jacob Smith!


"Sekarang siapa lagi yang kau punya?" Jacob menatap Lucas dengan tatapan tajamnya, dia akan mengulur waktu sebisa mungkin sampai Andrew datang dan menembaki Lucas dengan senjata yang dia berikan dari tempat tersembunyi karena situasi saat ini sangat tidak menguntungkan untuknya.


Bagaimanapun dia ingin menangkap Lucas hidup-hidup dan dia tidak akan membiarkan pria itu mati dengan mudah.


Sangat menyenangkan bukan melihat Jacob Smith mati ditangan kekasihnya sendiri dan ini adalah cara terbaik untuk membunuh Jacob Smith dan pergi dari tempat itu.


"Hei Alice Walker, kau ingin keponakanmu selamat bukan?" Lucas berbisik ditelinga Alice dan menarik sebuah pistol dari belakang.


"Lucas katakan padaku dimana kau menyembunyikannya?" tanya Alice frustasi.


"Hei Lucas, kau!!" Jacob menarik pistolnya dan mengarahkan benda itu kearah Lucas.


"Wow, coba jika berani! Saat kau menembak, dia yang akan mati terlebih dahulu." Lucas mengangkat dagu Alice dengan pisau yang dia letakkan dileher Alice dan memperlihatkan wajahnya kepada Jacob.


"Jac-Jac tembak saja, tidak apa-apa aku mati tapi setelah ini tolong selamatkan Marry."bpinta Alice.


"Tidak sayang, aku tidak mungkin membunuhmu." Jacob menurunkan senjatanya kembali.


"Jac-Jac!!" teriak Alice pula,dia rela berkorban asal Marry selamat.


"Ha...ha...ha..ha..!! Ini benar-benar tontonan yang sangat menarik ,seharuskan aku mencicipinya tadi." Lucas menciumi wajah Alice dan menatap kearah Jacob dengan tajam, dia ingin memancing emosi pria itu.


"Lucas Marcelo jika kau berani menyentuhnya lebih dari ini aku pastikan kau akan menghadapi kematianmu dengan tidak mudah!!!"

__ADS_1


"Kita lihat siapa yang akan mati terlebih dahulu, aku atau kau?" Lucas memberikan pistolnya ditangan Alice.


"Tembak dia jika kau ingin menyelamatkan keponakanmu." ujarnya.


"Ti...tidak!!" tangan Alice bergetar.


"Hei asal kau tahu keponakanmu sudah dibawa oleh anak bauhku ke?" Lucas membisikkan nama suatu tempat ditelinga Alice.


"Dan kau tahu, jika kau menembaknya aku akan melepaskanmu dan keponakanmu tapi jika tidak? Aku telah memerintahkan anak buahku untuk menjualnya dirumah pelacuran jika aku mati sekalipun jadi semua ini tergantung padamu, pilihan ada ditanganmu." kata Lucas sambil menyeringgai jahat.


"Tidak...tidak....!!" Alice mulai menangis dan melihat kearah Jacob.


"Tembak!!!" bentak Lucas.


"Alice sayang tidak apa-apa, tembak saja aku tidak akan mati." ujar Jacob dari bawah sana.


"Tidak Jac-Jac, lebih baik aku yang mati dan setelah ini tolong kau cari Marry."


Alice meletakkan pisol yang berada ditangannya dibawah dagunya,dari pada menembak Jacob lebih baik dia yang mati.


"Alice, jangan coba-coba!!" teriak Jacob frustasi, sialan!! Kenapa Andrew begitu lama!


"Kau ingin mati? Tidak masalah, gadis itu tetap akan dijual dan Jacob Smith tidak akan pernah menemukannya."


"Tidak!! Kau saja yang mati!!" Alice ingin mengarahkan senjata yang dia pegang kearah Lucas tapi Lucas menekan pisau yang berada dibawah lehernya hingga menggores kulitnya.


"Ingin membunuhku? Jika aku mati gadis itu akan tetap dijual dan kau tidak akan pernah melihatnya lagi, jadi ambillah keputusanmu dengan bijak!"


Lucas menarik tangan Alice, memegangi tangannya supaya senjata itu kembali mengarah kearah Jacob.


"Jika kau tidak bisa menekan pelatuk pistol ini maka aku akan membantumu." jari Lucas mulai berada diatas jari Alice bersiap untuk menekan pelatuk senjata itu.


"Maaf Jac-Jac, maaf. Maaf aku telah melibatkanmu, maaf." air mata Alice terus mengalir dari kedua matanya.


"Tidak apa-apa sayang, percayalah aku tidak akan mati dengan mudah!"


"Tembak!!!" teriak Lucas dengan kencang.


Alice memejamkan matanya sedangkan tangannya bergetar dengan hebat,bini pilihan tersulit dalam hidupnya. Disatu sisi dia takut akan keselamatan Marry dan disisi lain dia tidak ingin melukai orang yang dia cintai, apa yang harus dia lakukan?


"Ck, sialan!!" Lucas langsung menekan pelatuk pistol yang berada ditangan Alice dan?


"Dor!!!" terdengar suara dua tembakan diwaktu yang bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2