IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Masa lalu


__ADS_3

...✨NOBAR BIOSKOP✨...


Ramon dan Dira duduk memisah dibelakang Kevin, Cia, Leta, Elvano, Gibran dan Lisya dikarenakan disebelah kursi Lisya sudah ada orang yang menempatinya.


Baru saja film dimulai Dira sudah menjerit ketakutan dia pun tanpa sadar memeluk lengan Ramon dan menggenggam tangannya.


😍Prov Dira & Ramon😍


"Ah! gw takut banget woi! udah napa kita keluar aja dari sini tolonggg," ujar Dira ketakutan.


Ramon yang tak tega melihat Dira seperti itu hanya membiarkan saja tangannya digenggam oleh Dira.


Entah perasaan apa yang timbul dihati Ramon, yang jelas dia sangat nyaman saat Dira memeluk lengannya dan menggenggam tangannya.


"Kenapa perasaan gw tiba-tiba kaya gini ya, apa benar gw suka sama Dira?" tanya Ramon dalam hati sambil mengembuskan nafasnya pelan.


"Kenapa pas gw genggam tangan Ramon rasanya kok nyaman gini, udah lah biarin mungkin cuma perasaan takut gw aja," ucap Dira dalam hati.


🤗Prov Leta & Elvano🤗


Film pun tetap berjalan tiba lah pada adegan puncak konfliknya yang membuat semua penonton ketakutan termasuk Leta.


Leta yang tadi bersikap biasa saja seketika langsung menutup muka nya dibalik sweater yang dikenakan El. Memang tadi El sempat membawa sweater ke sekolah lalu dia pakai sebelum masuk kedalam bioskop.


"Udah lo gak perlu takut disini kan ada gw juga," ujar El sesekali menatap kearah Leta.


"Eh iya sorry.." Leta pun kembali pada posisi tempat duduknya menghadap kearah bioskop.


"Udah gak papa lo mau nyender kan? sini bahu gw siap untuk nampung kepala lo," ucap El meledek.


"Apaan sih lo, siapa juga yang mau nyender di bahu lo? ngarep banget lo kalau gw mau nyender di bahu lo itu," balas Leta. Ia tak sadar jika sedari tadi El mengamati pipinya yang berubah menjadi warna merah karena ulah dirinya.


Ketika Leta ingin menghadap kearah bioskop lagi tepat didepan bioskop tiba-tiba muncul sosok hantu, refleks seketika Leta langsung memeluk lengan El dan menutupi muka dirinya dibalik sweater El tersebut.


El tersenyum penuh kemenangan, akhirnya kesempatan yang dia tunggu pun terjadi. El hanya diam tidak merespon, jika dia merespon barangkali Leta tidak akan memeluknya seperti ini lagi.


"Udahlah biarin aja gw pura-pura gak tau biarin ni anak meluk gw nanti kalau gw omongin bisa-bisa dia nya malu terus enggak jadi meluk gw dong," ucap El dalam hati sambil tersenyum.


Hem El mengambil kesempatan didalam kesempitan nih:3 dasar modus hehe.


"Aduh biarin lah gw kaya gini, gimana lagi orang gw takut kayak nya juga El gak sadar tu dah lah mau sadar mau enggak biarin yang penting gw gak ketakutan lagi," ucap Leta dalam hati.

__ADS_1


💨Prov Lisya & Gibran💨


Sementara itu Lisya yang paling berani diantara teman-temannya itu yang hanya menonton santai sambil menikmati popcorn yang ada.


"Lo gak takut?" tanya Gibran secara tiba-tiba.


"Enggak gw mah anti takut-takut hehe," jawab Lisya dengan santai.


"Serius lo gak takut?" tanya Gibran lagi untuk memastikan.


"Ya enggak lah malahan gw hobi nonton beginian," balas Lisya percaya diri.


"Serius? sama dong berarti gw juga biasa aja nonton kaya gini," ujar Gibran kepada Lisya.


Gibran dan Lisya memang mempunyai hobi yang sama yaitu menonton film horor. Jadi jika mereka diajak menonton seperti ini mereka hanya bersikap biasa saja seperti mereka menonton berita atau sinetron pada umumnya.


Sementara Kevin dan Cia nyalinya sama-sama ciut hanya untuk menonton horor saja. Mereka berdua kompak berjerit berbarengan ketika ada adegan seramnya.


Selesai Nobar~


Akhirnya film yang mereka tonton sudah habis mereka pun segera keluar dari bioskop tersebut.


"Ya udah boleh," jawab Cia dan teman Dira yang lain hanya mengangguk saja.


"Kalian mau ikut sama kami atau enggak?" tanya Dira kepada El dan teman-teman.


"Emm boleh lah yok, udah biasa kami mah sampai malam juga gak papa hehe," jawab Gibran.


"Gw mah ikut aja kalau kalian ngikut," ujar Ramon dengan gaya sok cool nya.


"Halah kalo lo sih kayaknya suka banget ngintil teman lo terus haha," ujar Dira dengan nada ngeledek Ramon.


"Sok tau lo," balas Ramon dengan tatapan malas. (Malas malas tapi cinta wkwk).


"Cie pokemon udah mulai enggak cuek lagi nih sama cewek, biasanya jutek banget kalau sama cewek atau jangan-jangan lo mulai naksir ya sama Dira haha," ujar Kevin sambil mendorong tubuh Ramon yang sok cool itu.


"Enggak ya!" ucap Dira dan Ramon berbarengan.


"Tuh kan barengan lagi jawabannya dah pasti ni Vin jodoh," ledek Gibran.


"Udahlah Mon kalo lo suka tembak aja, jangan lama-lama nanti diambil orang mau lo," ucap El kearah Ramon.

__ADS_1


"El lo jangan ngomongin gw aja dong, lo juga tu kalo suka sama Leta ngomong jangan anak orang lo php-in semua, liat yang bening aja langsung disenggol," ujar Ramon malas.


"Ya secara kan gw ganteng Mon tenang aja nunggu neng Leta nya kelepek-kelepek dulu sama kegantengan Aa El ini," ucap El sambil mencolek dagu Leta.


"Apaan sih lo," ujar Leta segera menghempaskan tangan El dari dagunya tersebut.


"Jangan marah-marah dong nambah cantik kan, gw nambah sayang nih barabe kan," goda El sambil menatap mata Leta.


"Tau ni Mon lo harus move on dong dari masa lalu, jangan karena masa lalu lo jadi cuek gini sama perempuan enggak semua orang itu sama Mon," ujar Kevin.


Ramon terlihat nampak kesal saat perkataan yang dilontarkan Kevin tadi lalu dia pun duluan berjalan meninggalkan El dan Leta beserta teman-temannya.


"Lo si Vin pakek bawak-bawak masa lalu si Kemon tu, marah kan orangnya," ujar Gibran menyalahkan Kevin.


"Ya maaf gw kan niat nya cuma mau sadarin Ramon aja jangan terjebak dimasa lalu," jawab Kevin.


.


.


Ada apa sebenernya? Masa lalu? Ada apa di masa lalu Ramon? apakah ini ada hubungannya dengan sikap cuek nya Ramon sekarang? atau...


...🤔MENCARI RAMON🤔...


Mereka pun segera menyusul Ramon yang nampaknya sudah sangat jauh pergi.


Dipikiran Dira pun banyak tanda tanya yang harus ia tau dari seorang Ramon, Dira memang orangnya sedikit kepo dengan urusan orang lain.


"Gw harus tanya ni sama Ramon," ucap Dira dalam hati.


Setelah mencari keberadaan Ramon disekeliling Mall akhirnya mereka menemukan Ramon yang sedang duduk sendiri di taman belakang Mall. Seperti nya Ramon sedang sedih atas perkataan Kevin tadi.


"Eh Mon lo kenapa? sorry Mon kalo omongan gw nyingung perasaan lo kayak gini, gw mau lo bangkit aja Mon," ujar Kevin tak enak hati.


"Iya Mon udah lah jangan kayak gini," sambung El dengan duduk disampingnya.


Ramon menarik napasnya dalam-dalam, "Udah lah lupain masa lalu juga, gw enggak marah lagian sama lo Vin selamat kalian kena prank hahaha."


"Bisa aja ni Pokemon," ujar Gibran.


Meskipun Dira sudah melihat senyum yang ada di wajah Ramon tetapi kenapa dia masih merasakan kalo Ramon tidak benar-benar bahagia dan dia hanya menutupi kesedihannya dengan tertawanya yang palsu.

__ADS_1


__ADS_2