
🐼Prov Leta & Elvano🐼
"Ngapain lo duduk disini?" tanya Leta ketika melihat El yang mendekat dan langsung duduk di kursi Cia.
"Noh liat Cia duduk dikursi gw," ujar El yang menunjuk kearah Cia menggunakan dagunya.
Leta hanya melirik kearah Cia setelah itu Leta langsung memasang jaket dan menutup matanya mencoba untuk terlelap karna perjalanan masih setengah jalan. Barulah Leta ingin terlelap tiba-tiba Cia datang untuk mengambil boneka tedy miliknya.
"Let tolong ambilin tedy gw dong," rengek Cia pada Leta.
El melihat kearah Leta yang baru saja memejamkan kedua matanya. El tak tega melihat Leta yang terurungkan niat tidurnya, El langsung memberikan boneka tedy milik Cia yang memang berada tepat di sebelahnya.
"Biar gw aja, nih benerkan?" ujar El sambil menyodorkan tedy milik Cia, namun wajah El tepat berada di depan wajah Leta, Leta yang merasa terusik pun membuka matanya. El yang tersadar bahwa Leta membuka mata pun langsung melihat kearah nya dan mereka saling menatap satu sama lain.
"Kenapa gw jadi kaku gini," ungkap El dalam hati.
"Jantung gw," lirih Leta dengan gugup.
"Woi tedy gw buruan," teriak Cia yang membubarkan lamunan mereka.
"Nih ambil..." ucap El yang tersadar dari lamunannya.
"Lama lu," dengus Cia sambil mengambil tedy miliknya dari tangan Elvano lalu dirinya kembali ke kursi samping Kevin.
"Ehmm.." deheman El menetralkan suasana. Leta hanya melirik El dari samping.
"Udah... tidur aja lagi," tutur El yang menyadari bahwa Leta melirik kearahnya.
"Iya," balas Leta lalu mulai memejamkan kedua matanya, barulah Leta ingin terlelap seketika terurungkan sebab handphone miliknya berdering.
Drttt... Drttt
Mendengar bahwa gadget miliknya berbunyi Leta langsung merogoh saku celana nya dan melihat bahwa tertera nama 'Mama:*'. Seketika Leta tersadar bahwa dirinya lupa mengabari Mama kalau dirinya sedang dalam perjalanan.
"Handphone lo bunyi tuh," celoteh El sambil melihat kearah Leta.
"Iya bentar-bentar.." balas Leta sambil merabah saku celananya.
"Siapa?" tanya El yang penasaran.
-
-(Kepo beut dahh xixixi)
"Mama..." ujar Leta dengan suara yang berbisik. El hanya menganggukan kepalanya.
...📳 Mama:* 📳...
"Assalamualaikum Ma" ucap Leta yang masi melirik kearah Elvano.
📞: "Waalaikumsalam Sayang, kamu udah berangkat"
"Iya Ma ini juga udah setengah perjalanan," ujar Leta memberitahu.
📞: "Jangan lupa berdoa terus di pakek jaketnya,"
__ADS_1
"Iya Mama ini juga Leta pakek kok," ungkap Leta sambil tersenyum.
📞: "Nanti kalo sudah nyampe, kasih tau Mama yah Sayang,"
"Iya Ma siappp, ntar kita vc kalo Leta udah nyampe di puncak," ungkap Leta dengan antusias.
📞: "Sudah dulu yah Sayang, Mama mau lanjut beres-beres rumah,"
"Iya Ma, assalamualaikum. Byee Maa," celoteh Leta sambil membenarkan jaketnya.
📞: "Waalaikumsalam Dah Sayang.."
.
.
.
Leta kembali menaruh gadgetnya sambil menyenderkan tubuhnya.
"Nih makan," ungkap El sambil menyodorkan sebungkus snack.
"Thanks," ujar Leta lalu memakan snack tersebut.
"Bang Aron di bis mana?" tanya El pada Leta.
"Trip kedua katanya bareng kelas XI, soalnya yang duluan berangkat baru kelas X doang," jelas leta pada El.
"Lo nggak sekalian pakek topi?" tanya El sambil melihat kearah Leta.
"Ya udah pakek topi rajut punya gw aja," ujar El melepas topinya.
"Eh nggak usah," tutur Leta tak enak.
"Nggak papa sini gw pasangin," celoteh El lalu mendekat kearah Leta dan langsung memasang kan di kepala Leta dengan perlahan.
🐣Prov Dira & Ramon🐣
"Ngapain sih lebay banget lo mau duduk di samping jendela segala padahal sama aja," celoteh Ramon kearah Dira.
"Yee terserah gw dong," balas Dira dengan kesal.
Ramon tak membalasnya dia hanya duduk diam sedangkan Dira nampaknya sangat mengantuk lalu dengan tidak sadar kepalanya menyender di bahu Ramon.
Ramon sangat terkejut mendapati kepala Dira yang menyender di bahunya itu. Ramon tidak tega untuk membangun kan Dira, dia hanya membiarkannya saja dan memegangi kepala Dira supaya tidak jatuh.
Ramon menatapi Dira yang sedang terpejam itu.
"Ni anak cantik juga kalo dilihat-lihat hm," ucapnya dalam hati.
"Dih Ramon sadar!!" Ramon langsung menggelengkan kepala nya.
Gibran yang melihat Ramon berperilaku aneh pun memukul punggung Ramon.
"Aduh..." rintih Ramon yang punggungnya dipukul cukup kuat oleh Gibran.
__ADS_1
"Ngapain sih lo nonjok gw segala!" ujar Ramon dengan nada tinggi.
"Esttt santai bro, gw kira lo tadi kesambet makanya gw pukul biar sadar," jawab Gibran yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Gila ya lo! sakit nih punggung gw," ujar Ramon dengan kesal.
Entah perasaan Ramon campur aduk sekarang semenjak adanya Dira dikehidupan Ramon.
"Kalian ini kenapa sih hah? kenapa Bran? Mon?" tanya Kevin dengan menghadap kebelakang.
"Tau nih Ramon baperan banget orang gw mukul nya pelan katanya sakit," jawab Gibran sambil menyodorkan mulutnya kedepan.
"Lo juga ngapain sih Bran kayak gitu," ujar Lisya ikut-ikutan.
"Diem lo ikut campur aja urusan gw nih," ucap Gibran dengan menatap tajam Lisya.
Lisya akhirnya diam dia lalu memalingkan wajahnya kearah jendela.
"Lo ngapain mukul Ramon gitu? kebiasaan lo ya udah tau Ramon gini orangnya," tutur Kevin yang ikut kesal dengan Gibran.
"Tau lo Bran," sambung El.
"Eh lo semua ya sini gw jelasin gw tadi ngelihat Ramon geleng-geleng kepala aneh gak sih hah? gw takut di ke sambet atau gimana kan bahaya jadi gw pukul tu punggung nya, gw baik kok kenapa lo pada nyalahin gw," jawab Gibran menjelaskan panjang lebar.
Mereka hanya ternganga mendengar penjelasan dari Gibran itu, sungguh otak temannya satu itu nambah hari nambah bergeser.
.
.
(Hal kecil aja diributin apa lagi kamu eaaa🤣)
.
.
"Ada apa tu ribut-ribut dibelakang?" tanya salah satu guru yang berada di kursi paling depan.
"Enggak ada bu," jawab El dengan teriak kearah guru itu.
"Dah diem lo semua denger kan tu guru depan udah marah, mau kita diomelin," ujar El dengan suara pelan.
Dan semua pun menuruti perkataan El, Gibran maupun Ramon sekarang diam tidak bersuara.
Perjalanan menuju ke puncak memakan waktu yang cukup lama, didalam bis mereka menciptakan momen yang sangat manis.
Mereka bernyanyi, bermain game untuk menghilangkan rasa jenuh didalam bis. Hingga tak terasa mereka telah sampai dipuncak.
"Akhirnya udah sampai kita hoamm..." ucap Dira sambil meregangkan ototnya.
"Iya nih capek banget gw di bis perasaan gak sampai-sampai eh akhirnya udah sampai juga," sambung Lisya.
"Loh baru bis kita toh yang sampai kesini," ucap Leta sambil mencari keberadaan bis yang lain.
Mereka turun satu-persatu dengan tertib. Suasana dipuncak sangat indah, kebetulan Disana yang baru sampai bis Leta dan teman-teman. Bis yang lainnya masih didalam perjalanan menuju kepuncak.
__ADS_1
Momen ini mereka abaikan dengan berfoto diatas puncak dengan suasana udara yang sangat sejuk dan enak dipandang.