
...🔥Lapangan Futsal🔥...
Elvano dan teman-temannya sedang istirahat sejenak mereka bergantian main dengan team lainnya, saat mereka sedang duduk di pinggir lapangan tiba-tiba handphone milik Kevin berbunyi dan menandakan nama Cia tertera di sana.
"Eh kayaknya turnament kali ini bakal besar-besaran deh," celoteh El yang meneguk air mineral yang ia ambil dari bima.
"Iya.. soalnya gw denger anak osis bakal ngadain bazar gitu kan lumayan uang nya," saut Kevin yang ikut menimbrung.
"Bener juga tuh kan pasti banyak anak-anak dari sekolah lain yang ikut nonton ke sekolah kita. Eh lu berdua jangan lupa nonton kita main," ingat Gibran yang menyenggol lengan Bima dan Tio.
"Hehe tenang aja Bang, owh ya fans-fans lu pada juga udah sibuk ngerencanain buat nonton," celoteh Tio yang membongkar rahasia.
"Nahh itutu gw suka," balas Gibran dengan cepat.
"Lagian dana yang di keluarin tahun ini kan lumayan besar," ujar Ramon yang angkat suara.
Drttt... drtt..
"Vin handphone lu bunyi tu," ucap El yang memberitahu. Kevin langsung mengangkat panggilan tersebut dan ternyata itu adalah Cia.
"Loh Cia?"
...Mine💛📲...
"Hallo ada apa Cia?"
📞: "Ehh lu semua pada kerumah Leta deh sekarang"
"Loh emang Leta kenapa?" saat Kevin menyebutkan nama Leta, El sontak menajamkan matanya dan hampir tersedak.
"Leta kenapa Vin?" tanya El dengan khawatir, lalu Kevin memberikan gadgetnya kepada Elvano.
"Nih lo tanya sendiri sama Cia," tutur Kevin yang menyodorkan handphone miliknya.
"Besarin volumenya biar kita semua bisa denger," saran Ramon yang di angguki oleh mereka semua.
"Hallo Cia ini El, kenapa Leta?"
📞: "El lo gimana sih dari tadi Leta ngubungin lo"
"Handphone ngak gw hidupin datanya"
__ADS_1
📞: "Brayn ada di rumah Leta mana di sana ngak ada siapa-siapa, Bang Aron latihan basket terus Tante Sonya lagi Arisan"
Saat Cia menyebutkan nama Brayn, El sontak melihat kesegala penjuru dan ternyata memang benar Brayn tidak ada bersama teman-temannya.
"Iya gw kesana sekarang, makasih banget lo udah ngasih tahu kalo ngak pasti Leta udah di apa-apain tu sama macan tutul"
📞: "Iya lo semua buruan kesana gw takut ntar Leta kenapa-kenapa"
"Iya-iya"
Tuttt... panggilan di matikan oleh El dengan sepihak.
"Yaudahh buruan kita langsung kesana aja," kata Gibran yang berdiri lebih dulu. El, Kevin, Gibran dan juga Ramon langsung berdiri mereka menghampiri Vino untuk meminta izin sebentar.
"Kita Izin dulu sebelum keluar," ajak Ramon yang berjalan paling depan.
"Bang.." panggil Ramon kearah Vino. Vino yang sedang mengobrol dengan Vina pun menoleh.
"Apaan?"
"Kita izin keluar bentar, ada urusan mendadak soalnya," kata Ramon dengan santay.
"Iyahh silahkan tapi jangan lama-lama," ujar Vino yang mengizinkan.
🐣Leta & Brayn🐣
Leta semakin risih saat Brayn memandangi tubuhnya seperti binatang buas yang ingin menerkam. Leta merasa sangat takut karena sampai sekarang El belum juga membalas pesan dari nya.
"Duhh El kemana sihh kok chat gw ngak di bales-bales," rengek Leta yang masih menyembunyikan wajah ketakutannya.
"Lo kenapa Let?" tanya Brayn yang heran.
"Eh enggak kok.. emm di minum tuh minumannya hehe," kata Leta yang mengalihkan pembicaraan entah Leta harus melakukan apa sekarang.
Tiba-tiba El dan yang lainnya datang ke rumah Leta dan El dengan gelap mata langsung menghajar pipinya Brayn.
Bugh!
"Ehhh El.." teriak Leta yang terkejut saat El langsung turun dari motor dan menghajar Brayn.
"Lo berani ya datang kerumah cewek gw! mau apa lo hah? mau ngambil hati Leta dari gw!" bentak El dengan nada tinggi sedangkan Brayn hanya tertawa saat melihat El terbalut emosi.
__ADS_1
"Udah El udah tenangin diri lo dulu," kata Ramon menenangkan sekaligus memisahkan El dan juga Brayn.
"Haha lo dari mana aja El? cewek lo di rumah sendirian masa lo gak ada?" tanya Brayn sambil tertawa meremehkan.
"Lo tu ya!" Saat El hendak menyerang, Leta langsung menghadang El dengan memeluk tubuh El untuk menenangkan dirinya.
"El udah El udah.."
El langsung diam membeku saat Leta memeluk dirinya dengan sangat kuat. Seketika emosi El mereda dan El mengelus puncak kepalanya Leta agar menenangkan Leta juga.
"Sekarang gw mintak lo pergi dari sini!" ujar El lagi kepada Brayn.
"Oke fine gw juga mau pamit pulang tadi, bye Let.." kata Brayn yang masih sempat-sempatnya untuk menoel pipi Leta, El langsung menghempaskan tangan Brayn dari pipi Leta dengan sangat kasar.
"Tangan lo najis jangan pegang-pegang pipi cewek gw!"
Bryan lalu duduk diatas motornya dan tersenyum mengerikan kearah El lalu menjalankan motornya.
🥀Prov Leta dan teman-teman🥀
"Let lo gak papa kan?" tanya Kevin langsung saat melihat Brayn sudah tidak ada lagi dipandangan mereka.
"Iya Let, Brayn gak macem-macem kan sama lo?" sambung Gibran yang ikutan panik dengan keadaan Leta.
"Iya gak papa kok.. gw juga tadi sama Brayn duduk di teras jadi di gak bakal berani macem-macem kalo sampai dia macem-macem gw tinggal teriak," kata Leta dengan senyum yang mengembang dia bangga dikelilingi oleh orang yang sangat menyayanginya.
"Oh iya kenapa kalian tiba-tiba datang? gw kaget sumpah," ujar Leta lagi kepada El, Kevin, Gibran dan juga Ramon.
"Tadi gw dapet telfon dari Cia kalo ada Brayn di rumah lo dan di rumah lo gak ada siapa-siapa jadi kita langsung deh kesini dari pada lo di apa-apain sama tu anak," ucap Kevin menjelaskan.
"Oh iya Let kamu beneran gak papa kan? atau Brayn nyentuh kamu? nyentuh yang bagian mana? sini cerita sama aku," celoteh El yang langsung mengamati badan Leta dari ujung kepala sampai ke kaki.
Leta pun tertawa melihat perlakuan El yang begitu lucu saat khawatir akan keadaan Leta.
"Kok malah ketawa?"
"Hahahaa yaaa lucu ajaa kalo kamu khawatir segitunya," jawab Leta yang menahan tawanya di depan El.
"Duhh jadi nyamuk lagi deh," ucap Gibran secara tiba-tiba.
"Oh iya tadi Bang Vino nyuruh cepet El jangan lupa kita bakal ada latihan lagi," tegur Ramon sambil melihat ke arah jam tangan miliknya.
__ADS_1
"Oh iya Let.. kalo kamu udah beneran gak papa aku tinggal ke lapangan lagi ya kamu mau ikut?" pamit El kepada Leta.
"Emm boleh deh, tapi tungguin aku genti baju dulu bentar ya," jawab Leta yang langsung direspon anggukan oleh El dan yang lainnya.