
"Tante pakek repot-repot deh gak usah nanti Gavin makan di rumah aja Tan.." ujar Gavin menolak secara halus, Sonya memang sangat baik kepada teman Aron maupun teman Leta yang datang kerumahnya itu.
"Enggak kok gak repot yaudah yok buruan Vin makan.. Aron juga yok makan," kata Sonya sambil bangkit dan menarik tangan Aron untuk berdiri begitu juga Gavin.
Mau tidak mau Aron harus menuruti perkataan Mamanya itu, karena bagaimana pun Aron harus tetap makan. Mereka langsung menuju ke meja makan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.
🌸VINA POV🌸
Vina sangat kesal kenapa bisa-bisanya saat dia ingin berduaan dengan El selalu aja ada Leta dan teman-temannya. Sekarang, Leta merasa seperti terpojok tidak ada yang membela dirinya.
"Woi kita foto yok," kata Cia yang lalu menyodorkan kamera ke atas lalu mereka tersenyum tanpa terkecuali Vina tidak menoleh sama sekali ke arah kamera.
"Wihh bagus.. tapi nanti gambar hama nya aku coret ya," ucapan Cia membuat mereka menggeleng kan kepalanya.
"Dih norak banget." ucap Vina dalam hati yang masih tetap setia duduk disana walau sudah di usir.
"Eh hama mending lo balik deh gak guna juga kan lo disini," ungkap Dira yang langsung mengusir Vina.
"Urusan lo apa kalo gw disini?" tanya Vina yang angkat bicara saat dirinya sudah tidak tahan di pojokan seperti ini.
"Ooh urusan gw karena lo kesini, lo gak tau malu ya udah di usir masih aja mau ke sini atau lo memang gak ada malu karena lo udah tergila-gila sama El gitu?" balas Dira dengan ketus.
"Ya terus kenapa kalo gw suka sama El? kan ini perasaan-perasaan gw kenapa lo pada yang sewot?" tanya Vina yang tak kalah ketus.
Dira lalu berdiri dan berkata, "Heh! inget ya El itu udah punya Leta lo ngapain sih ihh gerem deh gw sama lo."
Lalu Dira mengambil segelas air berisikan air putih dan menyiraminya ke badan Vina. Semuanya tak menyangka saat Dira melakukan hal itu kepada Vina.
Byur~
"Heh! dasar lo ya!" Merasa harga dirinya di injak-injak Vina lalu menjambak rambut Dira begitu juga dengan Dira. Lalu terjadilah ricuh antara Vina dan juga Dira.
"Woii elah pakek berantem lagi," ucap Gibran sambil menggaruk tukuk kepalanya yang tidak gatal.
"Woi pisahin bukan malah lihatin gimana sih kalian," celoteh Lisya yang sangat khawatir saat melihat Dira dan Vina bertengkar. Dira jika sudah geram dia akan melakukan apa. saja terhadap orang tersebut, jadi Lisya ya walaupun Dira sering menyebalkan tetapi Lisya sangat menyayangi Dira dia tidak ingin Dira kenapa-napa.
"Udah dong kalian jangan berantem," ucap Lisya yang berusaha untuk memisahkan mereka.
__ADS_1
"Lo yang mulai duluan ya!" dengus Dira yang menarik rambut Vina dengan sangat kencang membuat Vina merintih kesakitan.
"Heh siapa yang mulai nyiram pakek air hah? lo duluan kan!" balas Vina dengan kesal.
"Woi udah dong ya ampun," kata Leta yang ikutan cemas dengan pertengkaran Dira dan Vina.
Ramon yang mendengar suara keributan dia segera melihat ada apa yang terjadi, dan betapa terkejutnya saat dia melihat sudah Dira bertengkar dengan Vina. Lalu Ramon langsung memisahkan mereka.
"Hoi! kalian ini ya udah gede kenapa pakek berantem segala sih!" bentak Ramon yang menarik tangan Dira agar menjauh dari Vina.
"Salah dia tuh yang nyiram gw!" balas Vina yang menunjuk kearah Vina.
"Stopp!"
Semua orang terdiam saat Ramon sudah menekan kan nada bicaranya, hawa ruangan menjadi sangat tercekat. Gibran membawa Vina keluar markas karena dirinya tahu kalau Ramon sedang menahan emosi dengan sekuat tenaga.
"Ikut gw," kata Gibran yang menarik pergelangan tangan Vina.
Sementara Dira masih menatap tajam kearah Vina seakan ada kobaran api yang masih menyala. Semua kembali duduk di tempat masing-masing, begitupun Dira dan teman-temannya.
"Ngapain coba lo sampe ilang kendali gitu," omel Lisya ketika Dira meneguk air minum yang di berikan oleh Lisya.
"Gw emosi ngeliat wajah dia yang ke dajjal itu," tutur Dira yang menaruh kembali botol minum tersebut.
"Percuma lo kayak gitu, si Vina juga bakal kekeh buat dapetin El," ungkap Ramon yang membuka suara yang memakan makanan yang di makan oleh Kevin.
"Diem lu! gw timpuk juga nih," balas Dira yang menatap sinis kearah Ramon.
"Dihh di bilangin juga masih aja lu ngeyel," sambung Ramon yang masih bersikap santay.
🐨Elvano & Leta🐨
El memilih mengajak Leta untuk duduk di kursi yang lebih pojok, dirinya ingin menghabiskan waktu bersama.
"Let duduk disana yok?" ajak Elvano yang menggenggam jari Leta dan menuntunnya kearah sofa yang mereka tuju.
Leta duduk terlebih dahulu, setelah itu dirinya membuka snacks dan juga sebotol minuman kaleng.
__ADS_1
"Nihh.." tutur Leta yang mengarahkan sebotol minuman soda kearah Elvano.
"Jangan di pikirin tentang Vina tadi," ujar El yang mengambil minum dari tangan Elvano.
"Hmm iya El.. aku ngerti kok," balas Leta dengan senyuman.
"Aku tau kamu cemburu kan," kata El yang mulai menggoda Leta.
"Ihh apaan sih ngak lah," ucap Leta yang berbohong.
"Idihh bo'ong dosa lu," ledek El yang masih menatap kearah Leta.
"Haha udah-udah ngak usah pake ngambek gitu," sambung Elvano yang mencubit pipi Leta dengan gemas.
"Ihh Elvano... aku ngak ngambek," ujar Leta yang mengusap pipinya.
"Hahaha iya-iya sayangg," balas El yang menyenderkan kepalanya di bahu Leta, setelah itu El mengeluarkan handphone untuk bermain game online.
"Aku kadang kasian sama Vina," kata Leta yang mengelus rambut Elvano.
"Kasian kenapa?" tanya El yang masih fokus pada layar gadget.
"Dia sampek segitunya banget demi kamu, sedangkan aku.." El langsung mematikan handphone nya dengan cepat, lalu El duduk dan menatap wajah Leta dengan lekat.
"Shuttt.. kamu ngak boleh ngomong kayak gitu," sambung El yang menangkup kedua pipi Leta.
"Denger yah.. kamu itu pacar nya Elvano, kesayangan Elvano, kamu hadir dan jadi pacar Elvano pun itu sudah dari cukup Let," jelas Elvano yang mengusap pipi Leta dengan lembut.
"Ngak boleh ngomong gitu lagi yah," celoteh El yang di angguki oleh Leta.
"Nahh gitu dong," sambung Elvano yang membuat Leta tersenyum.
"Heheh iya-iya," balas Leta yang melepaskan senyuman membuat El juga merasa senang.
"Nihh di makan," tutur El yang membuka snack dan menyodorkan kearah Leta.
"Kamu juga makan yah? nih aku suapin," ungkap Leta yang mengacak rambut El dengan gemas.
__ADS_1