
Leta berlari dengan cepat dia tidak menghiraukan perkataan El dan teman-temannya. Sesampainya di dalam kelas Leta melihat Cia, Lisya juga Dira sudah berkumpul di tempat duduknya entah apa yang mereka bicarakan.
...🍉Kelas X MIPA 1🍉...
"Hai semua," sapa Leta sambil menaruh tas nya kemudian langsung menduduki bangku miliknya.
"Tumben siang?" tanya Lisya sambil memasang earphone.
"Hehe gw kesiangan," cengir Leta.
"Mimpi apaan lo sampai nggak inget buat bangun," ucap Dira menaikan sebelah alisnya.
"Pasti mimpi anu kan," tunjuk Cia sambil melirik kearah Leta.
"Apaan sih gw itu kesiangan karna cekcok dulu sama Abang gw," ucap Leta memberitahu.
"Hehe kirain," ujar Cia sambil memakan permen lollipop yang tadi sempat dia beli.
"Lu makan permen nggak bagi-bagi," ucap Dira mendengus.
"Yee orang ni permen rutinitas setiap hari," balas Cia menunjukkan permen gula tersebut.
"Woi woi bu Madam mau kesini," teriak ketua kelas memberitahu semua murid agar kembali ketempat duduk dengan rapi.
Mereka semua langsung duduk di tempat mereka masing-masing dan fokus untuk mengikuti pelajaran.
"Cia kemarin El chat gw, pasti lo kan yang ngasi nomer gw ke dia?" tanya Leta mengintrogasi.
"Hehe iya, nggak papa Let kali aja lo sama Dia bisa deket beneran," ucap Cia dengan semangat.
"Hustt diem, ntar aja ceritanya kalo Madam denger bisa-bisa lo pada digorok," ucap Dira sambil mengecilkan suaranya.
Tak terasa jam pelajaran Madam akhirnya selesai dan mereka menunggu jam pelajaran selanjutnya.
"Seluruh guru Matematika rapat enggak masuk woi, jadi Pak botak enggak masuk dong," teriak Edo dari arah pintu.
"Tau dari mana lo?" tanya Lisya.
"Tadi gw kekantor, udah hari ini kita terbebas dari hapalan," ucap Edo dan disusul sorakan dari semua murid.
Jamkos~
"Eh ada guru enggak?" tanya Ramon kepada salah satu murid cewek kelas nya.
"Enggak ada, kayaknya gak masuk deh soalnya tumben-tumbenan banget itu Ibuk rajin biasanya jam segini udah masuk," jawab seorang murid tersebut.
"Woi guru Matematika lagi rapat woi" teriak Rey antusias.
"Yang bener lo Rey?" tanya Gibran meyakinkan.
"Iya lah masa gw boong," jawab Rey kearah Gibran.
Semua murid kelas X IPS 3 pun sangat bahagia jika ada salah seorang guru tidak masuk. El pun teringat akan Leta dan dia berniat untuk mengajak teman-temannya untuk ke kelas Leta agar dia bisa pendekatan lebih dekat dengan Leta.
"Eh gimana kalau kita kekelas MIPA 1 aja," ujar El kepada teman-temannya.
"Mau modus lo?" tanya Ramon malas.
__ADS_1
"Elah ni Pokemon ya iyalah gw mau modus orang calon pacar gw," ucap El sangat percaya diri.
"Dih baru juga calon pacar lebay lo, kaya gw dong udah pacaran," balas Kevin.
"Gw enggak mau pacaran gw mau halal in dia aja langsung," ujar El sambil tersenyum meremehkan.
"Pendekatan aja dia kaya menghindar gitu dari lo El, yakin lo dia mau nerima cinta lo?" tanya Gibran dengan serius.
"Apasih yang gak mungkin dari seorang El, yaudah lah yok kita kesana," ajak El.
...😋CARI PERHATIAN😋...
Mereka pun mengiyakan ajakan El dan langsung segera menuju ke MIPA 1. Sesampainya disana Leta dikejutkan dengan rombongan El yang tiba-tiba datang ke kelasnya tersebut.
"Ngapain tu bocah alay kesini," ucap Leta dalam hati.
Sementara El sudah tersenyum melihat ke arah Leta, "Hai Leta."
"Emm hai El," balas Leta sambil tersenyum juga kearah El.
"Duh ngapain sih mereka kesini," ucap Leta sambil membuka novel yang sengaja Dia persiapkan dari rumah.
"Nih Nyet asupan lo," ucap Kevin menyerahkan permen lollipop kearah Cia.
"Yey tencuu babe," jawab Cia sambil mengambil permen gula tersebut. Cia dan Kevin asik dengan dunianya masing-masing.
"Eh kalian duduk dong, panas kayak patung gitu," ucap Cia menyuruh mereka untuk duduk.
"Gw duduk deket Leta aja ah," ucap El sambil menarik kursi kearah meja Leta. Sedangkan Ramon langsung duduk di sebelah Dira yang memang terdapat kursi kosong.
"Gibran kok blom duduk, itu di sebelah Lisya aja tarok kursinya disana kan di samping El juga," ucap Dira panjang lebar.
"Iya-iya," ucap Gibran sambil menarik kursi.
"Ampun nih cewek tatapannya nyeremin banget sumpah," ucap Gibran sambil duduk di kursinya.
"Apa lo," ucap Lisya ketus.
"Dih blom juga di apa-apain."
💙LETA POV💙
"Duhh kenapa pakek duduk disitu sih," ucap Leta melirik sekilas kearah El.
"Gw mending fokus baca aja deh, biar nggak grogi," ucap Leta sambil melanjutkan bacaannya.
"Lo suka novel?" tanya El membuka suara.
"Emm," gumam Leta sambil menganggukkan kepalanya.
"Cuek banget ni anak, sabar El ini ujian," ucap El dalam hati.
"Serius banget bacanya?" tanya El masih berusaha untuk mengobrol.
"Hehe nggak juga kok," ucap Leta menutup bukunya. Lalu merapikan rambutnya.
El langsung cepat-cepat membuka kamera gadgetnya dan mengabadikan moments langkah tersebut.
__ADS_1
"Eh lo ngapain? lo foto gw?" tanya Leta menghentikan gerakannya.
"Enggak kok," ucap El menaruh gadgetnya.
"Ihh pengen banget ya gw foto," ledek El kearah Leta.
"Coba liat." Leta mencoba mengambil gadget milik El tapi El lebih dulu menjauhkan benda itu.
"Nggak."
"Ihh sini in."
"Nggak boleh."
"Bentar doang," ucap Leta memaksa.
"Yaudah ni, awas jangan liat foto gw ntar lo naksir kan bisa untung gw," ucap El sambil memberikan gadgetnya.
"Apaan sih sini buruan." El pun memberikan handphone nya kepada Leta, Leta pun langsung mengecek galeri milik El.
"Tuh kan ada," ucap Leta mengarahkan layar.
"Hehe satu doang," ucap El menggaruk belakang kelapanya.
"Iya udah ni simpen, untung bagus coba kalo jelek gw hapus deh," ucap Leta memberikan gadget pada El.
"Owh lo mau yang bagus, oke kita foto lagi," ucap El mengarahkan kameranya untuk ber-selfie.
"Ehh apaan sih lo," ucap Leta hendak marah tetapi El menekan tombol kamera seketika Leta menghentikan kemarahannya dan langsung berpose.
"Eh El gw tu mau ma.."
"Satu dua tii."
📸 Cekrek 📸
📸 Cekrek 📸
"Woi gw blom se.."
📸 Cekrek cekrek 📸
"Nahh gitu dong, bagus ni hasilnya," ucap El mengarahkan layar gadgetnya kearah Leta.
Lagi dan lagi Leta merasakan rasa yang aneh jika berada didekat El.
"Apa gw ada perasaan suka sama El ya," ucapnya dalam hati lalu dia menggelengkan kepalanya seketika untuk membuang pikiran negatif itu.
Leta mendekat untuk melihat layar gadget El dan mereka tak sadar bahwa sedari teman-teman El semua melihati tingkah El serta Leta.
"Berhasil juga usaha kita," ucap Kevin sambil mengacungkan tangannya untuk bertos dengan Cia.
"Nggak sia-sia hehe," ucap Cia.
"Tinggal nunggu kapan nya aja tu ya gak," ujar Gibran menyenggol sikut lengan Kevin.
"Pepet terus El hahaha," ujar Kevin kepada El untuk membuka suasana.
__ADS_1