IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Memanas?


__ADS_3

Waktu mereka gunakan untuk istirahat dan bermain bersama, mereka sangat senang dan sangat menikmati liburan kali ini.


Malam hari~


Sampai mereka tak menyadari hari mulai gelap dan mereka semua diperintahkan untuk segera kumpul membentuk lingkaran oleh kepala sekolahnya.


...📢 PENGUMUMAN 📢...


Tes..tesss


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap salam untuk semua murid


"Waalaikumsalam Pak," jawab semua murid dengan kompak.


"Gimana kabar nya hari ini? sehat?" tanya Pak Hendri kepada semua murid.


"Alhamdulillah sehat Pak.."


"Bapak ingin mengumumkan malam ini kita akan ada acara bakar-bakar setelah itu kita akan ada game, besok pagi kita akan jalan-jalan ke kebun teh dan ke tempat wisata lainnya. Apakah kalian mau?" tanya Pak Hendri lagi kepada semua nya.


"Mau Pak." jawab mereka dengan kompak.


Mereka semua bersorak bergembira mendengar pengumuman dari Pak Hendri tersebut, mereka sudah tidak sabar untuk melakukan bakar-bakar malam ini.


"Ya sudah itu saja yang ingin Bapak sampaikan sekarang tugas kita untuk membuat api unggun jadi masing-masing tenda untuk mencari dan mengumpulkan kayu, tetapi hati-hati ya nak jangan kemana-mana cukup mencari disekitaran ini saja oke," ucap Pak Hendri dan semua mengangguk paham, lalu semua murid dibubarkan dari barisan untuk mencari kayu.


Mereka lalu bubar dari barisan dan mulai berpencar, ada yang mencari kayu, ada yang menyiapkan sosis, jagung dan lain-lain.


🌈Prov Leta & Teman-teman🌈


Leta, Cia, Lisya dan juga Dira mencari kayu yang diiringi dengan El, Kevin, Gibran dan juga Ramon.


"Ehh nih kayu disini banyak tau," teriak Leta untuk memberitahu.


"Eh iya bener-bener yaudah kita langsung angkat aja," ujar Cia lalu El, Kevin, Ramon dan juga Gibran mulai mengangkat kayu-kayu tersebut.


Sedangkan Leta, Cia, Dira, dan juga Lisya hanya mengumpulkan kayu saja jika mengangkatnya terlalu berat jadi biarkan yang laki-laki saja mengangkat nyaa.


Sesi mengangkat kayu sudah mereka lakukan sekarang saat nya untuk membakar Jagung, sosis dan makanan yang lain.


"Cia kita makan disini aja yok nanti," ucap Dira memberi saran untuk duduk di pohon sebelah tenda Cia dan juga Leta.


"Ya udah kalo gw mah nurut aja," sambung Lisya dan yang lain hanya merespon senyuman yang menandakan setuju.


Barulah Leta, Cia, Lisya dan juga Dira ingin membakar jagung tersebut Gavin datang bersama Aron untuk menghampiri Leta.

__ADS_1


"Hai Let..." sapa Gavin sambil melambaikan tangan.


"Ngapain nih Abang kesini ngajak Kak Gavin lagi mana ada El dah bisa-bisa berantem lagi ni dua anak," ucap Leta dalam hati sedikit khawatir.


El yang menyadari akan adanya Gavin mulai menunjukkan ekspresi tak suka nya.


"H-hai juga Kak Gavin..."


"Ngapain Abang kesini?" tanya Leta yang langsung melihat ke arah Aron.


"Gw mau lihat lo aja noh disuruh Mama nanti malah gw yang kena marah kalo lo sampai kenapa-napa," jawab Aron dengan malas dan Leta hanya mengangguk paham.


"Nih buat lo." Gavin seketika menyodorkan jagung bakar untuk Leta, El yang melihat itu pun langsung memanas.


Gibran menyenggol lengan El dan menaikan alisnya kearah Gavin dan juga Leta.


Kevin yang melihat El memanas pun mulai menenangkannya.


"Udah jangan emosi tuh ada Abang nya Leta mau lo gak direstuin sama calon Abang ipar," ucap Kevin dengan nada pelan seperti berbisik.


"Ngapain tu anak hm kalo gak ada ni Abang Leta pasti dah gw benyek-benyek ni kutil badak enak aja main deketin calon pacar gw," celoteh El dalam hati.


"Hihi udah El santuy aja mending lo duduk deket Leta gih biar Gavin emosi," celoteh Kevin memberi saran.


"Eh Bang Aron... Apa kabar Bang," sapa El yang tengah berjalan kearah Aron dan bersalaman layak nya seorang jantan, setelah itu El menatap Gavin dengan tatapan remeh.


"Wahh lo El baik-baik, haha masih calon nih kapan di resmiin," ejek Aron kearah Leta dengan senyum yang merekah. Gavin hanya memutar matanya dengan malas ketika El menyapa Aron dan terlebih lagi Aron memanggil dirinya dengan sebutan 'Calon'.


"Hah.. Ni bocah ngapain ganggu sesi gw sih," dengus Gavin dalam hati yang membuang wajahnya. Lalu mereka duduk di karpet yang telah di tempati Cia, kevin dan yang lainya.


"Wahh Let ni jagung buat gw yah," ungkap El dengan sengaja melirik kearah Gavin dengan sengit.


Awal nya Leta sedikit bingung dengan perkataan El namun setelah Leta melihat kearah Cia dirinya pun tersadar bahwa El sedang memanasi Gavin.


"Hahh?" ujar Leta nampak bingung kemudian dirinya melirik kearah Cia.


"Iyaaa bilang iyaaa," tutur Cia tanpa suara dengan tangan yang menunjuk kearah Gavin.


Leta langsung konek dengan apa yang di isyarat kan oleh Cia dan juga Elvano.


"Iya El ini buat kamu hehehe," celoteh Leta lalu menyodorkan jagung tersebut kearah Elvano.


El tidak kehabisan akal untuk mengerjai Gavin, dirinya langsung bermanja-manja dengan Leta.


"Suapin dong aaaa," ungkap El dengan membuka mulut nya dan di tambah tatapan mata yang fokus kearah wajah leta.

__ADS_1


"Sialan nih bocah gw diemin tambah ngelunjak lagi," batin Gavin geram pada El dengan rahang yang sudah mengeras.


"Ihhh El cari kesempatan banget deh," rengek Leta yang sedikit kesal.


"Nihh," tutur Leta lalu menyuapi El dengan tangan El yang memegangi tangan Leta ketika menyuapi dirinya.


"Nyamukkk nyamukk," teriak Aron menggoda El serta Leta, sedangkan Gavin sudah menahan emosinya.


...🔥SESI BAKAR-BAKAR🔥...


"Bang sini-sini ini sosisnya udah mateng," tutur Dira dengan antusias.


"Ahh mantap nih, kuy Vin sikat," celoteh Aron sambil menepuk bahu Gavin dan dirinya menghampiri Dira dan yang lainnya.


"Sya gw mau itu dong," tunjuk Gibran kearah sosis yang sudah dilumuri saos dan nampak begitu menggiurkan bagi Gibran.


"Yang ini?" tanya Lisya dengan menunjuk kearah sosis.


"Iya-iya bener itu," ucap Gibran dengan cepat.


"Owhh nih.." barulah Gibran ingin mengambil dari tangan Lisya namun Ramon dengan enteng nya menyerobot lebih dulu dan langsung memasukkan kedalam mulutnya.


"Kyaaa dasar lu itukan sosis yang paling enak Mon kenapa lo embatt," rengek Gibran dengan melemaskan badannya.


"Hihh Ramon lo nggak boleh gitu kasian kan Gibran nya," ungkap Dira dengan tatapan yang tak suka dengan sikap Ramon.


"Yahh maap abis gw laper," jawab Ramon tanpa bersalah.


"Haha udah-udah lo nggak usah nangis gitu nih gw bakarin lagi buat lo," ucap Lisya dengan gelak tawanya.


"Let lo mau sosis juga nggak?" tanya Cia pada Leta.


"Boleh tu," jawab Leta masih duduk di sebelah Elvano.


"Nih buat lo sama El nah ini buat kamu By," ungkap Cia tersenyum manis kearah Kevin.


Leta langsung mengambil sosis yang di berikan oleh Cia dan memberikannya pada El.


"Awww panas ternyata," lirih Leta saat memakan sosis.


"Hihi iyalah Let kan baru mateng," celoteh El sambil menatap Leta.


"Sini gw tiupin," ujar El lalu meniup sosis milik Leta dan langsung di lahap oleh Leta. Gavin menatap kearah mereka dengan tatapan tak suka.


"Dihh sok banget sih tu bocah," dengus Gavin dengan wajah yang masih santay tapi hatinya sudah bergemuruh dengan dahsyat.

__ADS_1


__ADS_2