IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Gensi


__ADS_3

"Lo kenapa sih? kaya panik banget nih denger ya Leta itu udah besar Gavin terus gw dan nyokap gw beserta bokap gw juga udah kenal El itu seperti apa orangnya, ya jadi gak masalah dong," ucap Aron dengan menaikkan kedua alisnya keatas.


"Bukan panik ya gw lihat El itu kan cowok berandalan gw takut aja Leta kenapa-napa," jawab Gavin sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Ngaco lo udah yok kita susul dulu kesana," ujar Aron dengan melangkahkan kakinya menghampiri rombongan El dan juga Leta disana.


"Hei kalian ngapain disini?" tanya Aron yang baru saja datang menghampiri mereka.


"Emm kami barusan nyari kado ni Bang untuk Leta," jawab Gibran langsung kearah Aron.


"Emm oh iya Leta nya mana? kok gak sama kalian?" tanya Aron kepada Cia dan yang lainnya.


"Leta nya tadi udah pulang duluan Bang ke rumah sama El mungkin mereka jalan-jalan dulu," jawab Cia ke Aron. Aron hanya mengganguk paham, sedangkan Gavin menatap malas kearah Kevin dan yang lainnya.


"Yaudah gw sama Gavin duluan ya mau cari kado juga buat Leta," pamit Aron kepada Kevin, Cia dan yang lainnya.


"Iya Bang.." jawab mereka dengan kompak. Aron dan Gavin segera melangkahkan kakinya lagi untuk mencari sebuah toko yang menjual tas dan sepatu.


👀Prov Cia dan teman-teman👀


Eh liat-liat Kak Aron sama Gavin mau kesini," tunjuk Dira kearah Aron dan juga Gavin.


"Hei kalian ngapain disini?"


"Emm kami barusan nyari kado ni Bang untuk Leta," jawab Gibran langsung kearah Aron.


"Emm oh iya Leta nya mana? kok gak sama kalian?"


"Leta nya tadi udah pulang duluan Bang ke rumah sama El mungkin mereka jalan-jalan dulu," jawab Cia yang sengaja untuk memanasi Gavin.


"Woi lihat ketua OSIS kok sombong banget ya," bisik Dira kearah Lisya yang saat itu sedang fokus memperhatikan obrolan mereka.


"Hustt nanti kalo orangnya denger bisa abis lo udah diem." Dira pun langsung menutup mulutnya untuk tidak berbicara.


"Yaudah gw sama Gavin duluan ya mau cari kado juga buat Leta," pamit Aron kepada Kevin, Cia dan yang lainnya.


"Iya Bang.." jawab mereka dengan kompak.


Setelah Aron dan Gavin tidak terlihat lagi didepan Cia dan yang lainnya mulailah Dira membuka suara.


"Gila sih ketua OSIS sombong bangett.." ujar Dira yang tak tahan sedari tadi melihat tingkah Gavin.

__ADS_1


"Bukannya nyapa kek halo atau hai kaya Bang Aron tadi ini malah diem, buang muka lagi ihh kalo di sekolah sok baik jijik gw," ucapnya lagi dengan sangat kesal.


"Tau sok-sok an banget tu anak," sambung Gibran yang setuju dengan omongan Dira.


"Lagian dia kenapa sih mau cari kado untuk Leta, emang yakin Leta mau nerima kado dari dia," ungkap Dira lagi yang tak habis pikir.


"Ya kalo ditanya diterima atau gak pasti diterima lah Dir.. gak mungkin Leta nolak soalnya Leta gak enakkan sama orang," kata Cia yang membalas perkataan Dira.


"Tapi gw kepo deh Gavin beliin apa ya untuk Leta," ujar Kevin yang penasaran.


"Iya gw juga penasaran," sambung Ramon yang setuju dengan Kevin.


"Yaudah lah gak penting juga nanti paling Leta yang kasih tau ke kita, udah kita pulang yok capek nih gw," dengus Lisya yang sedari tadi memegangi kakinya yang pegal.


🍓LETA POV🍓


"Masak apa Ma?" tanya Leta yang langsung menghampiri Sonya.


"Sop buntut kesukaan Papa, kamu kemana aja baru pulang jam segini?" tanya Sonya yang sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Hehe tadi Leta jalan-jalan bentar sama El ke pusat kota Ma. Sampe sana Leta kelupaan deh buat nelfon Mama," jelas Leta yang menyengir.


"Hemm kamu ini kalo udah sama El nggak inget dunia, lain kali telfon Mama dulu," semprot Sonya yang menyusun piring di meja makan.


"Yaudah sana ganti baju habis itu makan malam, bentar lagi Papa pulang," jelas Sonya menyuruh Leta untuk mengganti pakaiannya.


"Wokeee siap!" teriak Leta sambil melompat dan berlari-lari kecil menuju kamarnya.


"Leta..Leta... kesambet apalah itu anak," tutur Sonya yang menggeleng kan kepala nya.


...🌞Di Dalam Kamar🌞...


Brukk


Leta lempar ransel nya ke arah sofa, Leta membuka lemari nya dan berjalan menuju kamar mandi. Leta ingin membersihkan badannya dulu sebelum dia turun kebawah untuk makan bersama. Mandi sepulang sekolah memang sudah kebiasaan Leta karena Leta sangat tidak suka dengan hal-hal yang berbau terlebih lagi kotor.


"Hmm wangi nya seger," celoteh Leta yang keluar dari kamar mandi. Dirinya duduk di depan meja rias dan mulai menyisir rambutnya dan memakai vitamin wajah dan juga body lotion.


"Hari ini gw seneng banget bisa seru-seruan lagi sama El," gumam Leta yang menatap dirinya dari balik cermin.


"Dan betapa bodoh nya gw yang langsung seenak nya nuduh pacar sendiri selingkuh," sambung Leta yang kemudian membereskan buku-bukunya, setelah semua rapi barulah Leta turun ke bawah.

__ADS_1


...🐳MEJA MAKAN🐳...


Leta berjalan menuruni anak tangga menggunakan sendal bulu-bulu nya.


"Lama banget Sayang," ucap Sonya yang tengah menyedok sup kedalam mangkuk.


"Biasa Ma Leta kan mandi dulu," balas Leta yang membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman nya.


"Papa belum pulang Ma?" tanya Leta sambil melihat sekeliling.


"Paling juga bentar lagi," ujar Sonya yang berjalan kearah Leta.


"Assalamualaikum.."


"Nahh itu pasti Papa," kata Leta dengan mata yang membinar.


"Waalaikumsalam Pa..." balas Sonya yang kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Pa.." sapa Leta yang kemudian ikut menyalami tangan Papa nya.


"Sini tas nya Pa biar Mama taruh di ruang kerja Papa," kata Sonya yang membawa tas hitam itu keruang kerja.


"Mana Abang kamu Let?" tanya Papa yang duduk di meja makan sambil mengendurkan ikatan dasi nya.


"Lagi keluar Pa sama temen nya," balas Leta yang menaruh piring ke hadapannya.


"Kamu baru pulang?" tanya Papa yang menyadari bahwa ramput Leta yang masi sedikit basah.


"Hehehe iya Pa, soalnya tadi Leta sama El jalan-jalan dulu sebelum pulang," jelas Leta yang sudah tersenyum malu.


"Wahh seru tuh pasti... emang jalan-jalan kemana?" tanya Papa sekali lagi.


"Ke pusat kota Pa. Di sana tadi banyak banget jajan-jajanan yang enak-enak,"celoteh Leta yang mulai heboh.


"Em Papa juga sering dulu ngajakin kamu sama Aron jalan-jalan sore di bundaran sana," jelas Papa yang ikut semangat.


"Yang bener Pa? tapi Leta kok nggak inget yah," gumam Leta yang sedikit bingung.


"Wajar sayang... kan waktu itu kamu sama Aron masih kecil banget."


"Hayoo lagi bahas apa nih kalian.. " celoteh Sonya yang baru saja ikut duduk di meja makan.

__ADS_1


"Ini anak kamu katanya habis jalan-jalan sama pacarnya," ungkap Papa yang menahan senyumnya.


__ADS_2