
Nora pun menceritakan semua yang dia didengar dari siswi disana.
"Jadi gw harus gimana?" tanya Brayn yang saat ini benar-benar binggung.
"Menurut gw nih ya lo kasih kado aja ke dia, jangan ngerayain juga. Itu sih menurut gw," saran Nora kepada Brayn.
"Nih lo lihat mereka ada di Cafe dekat rumah Leta," kata Nora dengan menunjukkan sebuah foto dan vidio yang dia dapatkan dari temannya.
"Ya terus gw kapan kasih kadonya dong ke dia?" tanya Brayn yang saat ini sedang bingung.
"Kasih sekarang aja di Cafe yok gw temenin," tawar Nora yang membuat Brayn langsung semangat.
"Yaudah yok."
"Oh iya lo gak genti baju dulu apa? masa pakai baju sekolah?" tanya Nora yang melihat dari ujung kepala Brayn sampai ke bawah kakinya masih mengenakkan baju sekolah.
"Ya ampun gw lupa, yaudah disini ada sweater sama celana gw kan?" tanya Brayn yang baru ingat jika dia pernah tidur di rumah sepupunya ini.
"Iya ada noh di kamar tamu, lo kesana aja gw juga mau siap-siap," jawab Nora yang langsung pergi begitu saja masuk kedalam kamarnya.
🐻ELVANO POV🐻
"Ehh lo jangan nangis, ini nih masih ada kan orang Abang cuma nyobain dikit doang," jelas El yang menunjuk kan cap tersebut kearah Alvin, tetapi Alvin tetap saja menangis.
"Enggak! Ipin mau salad buahnya lagi yang banyak!" rengek Alvin sambil menendang-nendang barang yang ada didepannya.
"Yaudah kalo gitu kita beli aja deh kedepan elah ni bocah," ucap El dengan malas. Alvin pun langsung berhenti menangis saat El menawarkan membeli salad buah yang baru untuk dirinya.
"Yeyy!! ayok Bang.." kata Alvin dengan sangat gembira.
"Seneng kan lo." El langsung mengambil kunci mobilnya, kali ini dia membawa mobilnya saja karena jika dia membawa motor bisa-bisa Alvin jatuh.
Di perjalanan~
"Pakek sabuk pengaman nya," tegur El kepada Alvin.
__ADS_1
"Ihh gimana Alvin gak bisa," ujar Alvin yang tidak mengerti cara memasang safety belt.
"Emm ngerepotin aja lo." Dengan terpaksa El memasangkan Alvin safety belt terlebih dahulu barulah dia menjalankan mobilnya menuju ke supermarket.
Di perjalanan, El melintasi Cafe dan tak sengaja El melihat ada Leta, Cia, Dira dan juga Lisya disana.
"Lah Leta?" El pun berhenti sejenak dipinggir jalan dengan terus memperhatikan Leta dari kejauhan.
"Bang!! kenapa berhenti sih!" teriak Alvin yang nampaknya sangat kesal dengan El yang berhenti secara mendadak itu.
"Iya-iya sabar lihat noh ada cewek gw," tunjuk El ke luar jendela.
"Kakak Cantik ya?" tanya Alvin yang melihat kearah tunjukkan El.
"Abang! Alvin mau ketemu Kakak cantik dulu!" rengek Alvin, El menyesal telah memberhentikan mobilnya di pinggir jalan karena dia kan harus menjauhi Leta bukan malah bertemu secara terus-menerus seperti ini yang ada El tidak bisa bersikap cuek dan membuat Leta sedih terus. Tetapi mau tidak mau El harus menuruti permintaan Alvin, karena Alvin itu keras kepala jika permintaannya tidak dituruti.
"Iya-iya bentar aja ya nanti salad buah lo abis gimana," kata El kepada Alvin.
"Iya buruan!" El pun memarkirkan mobilnya di parkiran mobil dan segera turun dengan menggenggam tangan Alvin.
El menuntun tangan Alvin untuk menyeberang, dirinya masuk kedalam cafe tetapi sampai di meja Leta. El melihat Brayn yang sedang memegang kue dengan bunga yang di pegang oleh Nora, El menghentikan langkahnya ketika melihat moment yang begitu membuat hati nya tercabik-cabik.
Leta terkejut saat melihat bahwa ada Alvin dan juga Elvano, barulah Leta ingin menghampiri kekasihnya itu tetapi tangannya di cekal oleh Nora. El langsung menggendong Alvin dan pergi begitu saja dari cafe, Leta sebernarnya tidak bermaksud membuat El terluka tetapi dirinya juga tidak tahu harus berbuat seperti apa. Arghhhh ini sungguh membingungkan.
...🧀Kejutan Brayn🧀...
Kini Brayn dan juga Nora sudah siap dengan kue dan juga hadiah buat Leta, mereka segera bergegas menuju Cafe yang tak jauh dari rumah Leta.
"Buruan Ra ihh lo lamat banget," dengus Brayn yang sudah berada di dalam mobil.
"Sabarrr elahh lo mau ni kue belepotan! dengus Nora yang masuk ke dalam mobil. Brayn melajukan kecepatan lumayan cepat karena dirinya tidak ingin kejutan untuk Leta ini bisa gagal.
...🦓Cafe🦓...
"Duhh gw deg-degan nih," ungkap Brayn yang masih memegang stir.
__ADS_1
"Udah santai aja, yok turun," ajak Nora yang memegang kue. Mereka mendekati meja Leta, dari kejauhan Dira, Cia dan juga Lisya sedikit terkejut saat melihat Brayn memegangi kue dengan diiringi seorang gadis yang tentu saja Cia mengenalinya.
"Eh itu Brayn kan? kayaknya dia mau ngerayain Leta deh," ungkap Cia yang menunjuk kearah Brayn.
"Iyaa bener.. wahh gawat nih kalo sampe El tahu," tutur Dira yang berbicara dengan suara pelan.
Brayn berjalan mendekat kearah mereka dengan membawa kue yang sudah siap untuk Leta.
"Happy Birthdayyyy Leta... Happy Birthdayyyy Leta... Happy Birthdayyyy Leeeta.." seketika Leta menoleh ke belakang dan ia sangat kaget karena mendapatkan kejutan dari Brayn.
"Di tiup dong lilin nya," kata Brayn yang tersenyum kearah Leta.
"Ya ampun makasih banyak yah," tutur Leta yang kemudian meniup lilin tersebut.
Tak sengaja Lisya melihat kearah pintu, Lisya membelakkan matanya saat melihat bahwa ada El disana.
"Dir... liat disana," ujar Lisya yang menyenggol lengan Dira.
"Apa sih Sya, lohh Elvano kok dia aduhh gawat nih," celoteh Dira yang menoleh kearah pintu Cafe.
Leta yang tersadar dengan gerak-gerik Lisya dan juga Dira pun menoleh kearah yang mereka tuju. Leta tersentak kaku saat melihat bahwa El sudah menatapnya dari kejauhan.
"El.. " tutur Leta yang ingin menghampiri Elvano namun tangannya di cekal oleh Nora. El menatap tajam kearah Leta dan El langsung menggendong Alvin dan langsung keluar begitu saja.
"Ehh mau kemana Let.. nih bunga buat lo, itu kado dari gw hehe," ujar Nora yang memberikan bunga mawar pada Leta.
"I-iya makasih banyak yah," ungkap Leta yang masih sesekali melihat kearah Elvano.
Cia, Dira dan juga Lisya tidak tahu harus berbuat apa. Mereka memilih untuk fokus pada Leta, masalah El bisa di bicarakan nanti malam.
"Eh kita foto dulu dong rame-rame," kata Cia yang mengarahkan camera handphone kearah mereka. Brayn memilih untuk berfoto di sebelah Leta, namun Dira berusaha untuk menjauh kan Brayn agar tidak terlalu dekat dengan Leta. Brayn hanya melempar tatapan malas kearah Dira.
"Satuu.. dua tigaaa"
Cekrekkk📸
__ADS_1