
...๐ณAbang gw๐ณ...
"Hallo Bang napa?"
๐: "Tidur.. perjalanan masih jauh."
"Iya-iya."
๐: "Bagus, dah gw cuman mau ngomong itu doang."
"Iyaa.. pasti Mama yang nyuruh kan."
๐: "Iya bisa abis gw kalo gak nurutin permintaan buk bos dah tidur sono awas ya kalo masih pacaran sama El..."
"Ihhh paan sih iya-iya bawel gw tidur."
Leta mematikan telfon nya sepihak.
"Kenapa Let?" tanya Elvano yang penasaran dengan Leta.
"Ini Bang Aron nyuruh tidur," jawab Leta sambil tersenyum.
"Oh ya udah ayok tidur," ajak El dengan senang hati.
"Iya El.." Leta pun menyenderkan kepala nya ke bahu Elvano. Tak lama mereka pun terlelap.
๐Prov Dira & Lisya๐
"Sya..." panggil Dira sambil melihat ke atas, entah kenapa Dira melihat ke atas.
"Hmm..."
"Lo inget kan pas di kolam berenang pasal Gibran itu." Seketika mulut Dira langsung ditutup dengan tangannya Lisya.
"Mulut lo ya dasar!"
Dira menyegir tanpa merasa bersalah, "Emm inget kan lo?"
"Iyeee kenape hah... lo mau nagih utang lo yang gak ikhlas itu!" ujar Lisya dengan kesal.
"Iya pokoknya nanti pas pulang lo harus teraktir gw makan bakso di samping rumah gw," jawab Dira dengan menaikkan kedua alisnya untuk menggoda Lisya.
"Tobat deh gw punya sepupu kaya lo! iye-iyee gw teraktir noh seneng lo!" Mata Dira langsung membinar padahal Dira hanya main-main saja saat dia minta teraktir Lisya eh malah di kasih beneran (Rezeki gak boleh ditolak ye kan hehe).
Hening dan diam semua penumpang banyak yang sedang tidur saat dalam perjalanan. Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama di dalam bis dan mereka telah sampai di sekolah nya mereka.
Lalu mereka turun satu-persatu keluar dalam bis dan sebelum pulang mereka harus berkumpul untuk mendengarkan intruksi dari Madam.
__ADS_1
"Selamat malam anak-anak! gimana pada sehat semua? ada yang mabok di bis apa gak nih?" tanya Madam dengan hati yang sangat gembira.
"Ada Madam nih si ucok mabok hehehe," jawab salah satu murid dan semuanya tertawa mendengarnya.
"Sekarang kita sudah sampai di sekolah dan kalian segera mengabari orang tua kalian untuk di jemput ya anak-anak, jangan pulang sebelum di jemput karena ini sudah jam 3 malam. Semua mengerti?"
"Siap Madam..." Semua siswa bubar barisan dan mencari tempat duduk disekitaran sekolah sembari menunggu jemputan mereka.
"El gw cari Bang Aron dulu ya.." ucap Leta kepada El.
"Gw anter ya?"
"Eh gak usah paling juga Bang Aron disana dah El gw kesana dulu," ujar Leta yang langsung pergi.
"Hati-hati Lett," teriak El dari kejauhan dan hanya direspon senyuman dari Leta.
Leta pun segera mencari keberadaan Aron tak disangka dia menumbur badan seseorang dan ternyata orang itu adalah Gavin.
"Eh m-maaf Kak gak sengaja," kata Leta tak enak hati
"Eh Leta iya gak papa kok udah santai aja.." jawab Gavin sambil tersenyum.
"Lo pasti nyari Aron kan?" tanya Gavin yang melihat Leta seperti sedang mencari seseorang.
"Iya Kak, Bang Aron kemana ya?" tanya Leta kepada Gavin.
Leta pun hanya mengangguk-angguk kan kepala tandanya dia mengerti apa yang dikatakan Gavin, dia pun berdiri untuk menunggu Abangnya itu sedangkan Gavin masih berada di samping Leta.
Gavin tidak tahu ingin membuka obrolan seperti apa dan juga bagaimana untuk mengajak Leta bisa berbicara kepadanya.
"Emm Let lo.." barulah Gavin ingin membuka suara tetapi Leta langsung berlari menghampiri Aron yang baru saja tiba.
"Nahh itu Abang. Abangg!" teriak Leta dari kejauhan dan langsung berlari-lari kecil menghampiri Aron.
๐ Prov Leta & Aron๐
"Abang!!" teriak Leta untuk kedua kalinya.
"Hemm napa? lo bisa nggak sih nggak usah pakek acara teriak-teriak gitu. Gw malu nih," dengus Aron yang baru saja mencuci wajahnya agar terlihat lebih fresh.
"Abang sih lama Leta kan udah capek mau cepet-cepet pulang kerumah," rengek Leta sambil menyodorkan tasnya kearah Aron.
"Emm bentar lagi Papa otw jemput udah lo duduk aja disitu," kata Aron yang menyuruh Leta untuk duduk di samping tumpukan tas miliknya.
Leta kemudian langsung duduk dan menyenderkan kepalanya di tumpukan tas tersebut dengan memainkan layar handphone miliknya. Tak terasa Leta mulai terlelap sambil diiringi dengkuran kecil yang menandakan bahwa dirinya sedang kelelahan.
"Dek lo mau ini nggak?" tanya Aron sambil membawa sekantong gorengan yang baru saja ia beli di depan gerbang sekolah.
__ADS_1
"Lahh tidur ternyata," ujar Aron sambil duduk di sebelah leta dan baru menyadari bahwa Leta sudah tertidur sedari tadi.
Melihat Leta yang sudah terlelap Aron pun melepas jaketnya dan langsung menutupi tubuh Leta yang nampak kedinginan.
"Bang Leta nya mana? owh ternyata udah tidur," tanya El yang tiba-tiba menghampiri Aron, namun El langsung melirik kearah Leta yang ternyata sudah terlelap.
"Iya kecapean kayaknya ni anak," ungkap Aron yang masi mengunyah gorengan.
"Nggak papa Bang.. bilangin aja Bang gw pulang duluan soalnya udah di jemput," ucap El yang berpamitan pada Aron.
"Iya tenang aja ntar gw bilangin. Lo hati-hati pulangnya," kata Aron sambil mengangguk, dak di respon oleh Elvano dengan acungan jempol.
...๐ณMy Bos๐ณ...
"Halo Pa.. Papa udah dimana?"
๐: "Ini sudah di depan gerbang."
"Owh iya Pa, ini Aron otw ke sana"
๐: "Iya.. kasih tau Leta juga Bang jangan lupa."
"Iya Pa siapp"
Setelah itu Aron langsung mematikan panggilan dan segera membangunkan Leta sambil membawa satu persatu tas mereka.
"Dek.. bangun Papa udah didepan," kata Aron sambil menepuk pipi Leta.
"Emm apa Bang?" ujar Leta yang langsung terbangun dan masih sedikit linglung.
"Papa udah ada di depan buruan bawa tas lo," ucap Aron sambil mengangkat barang-barang miliknya dan juga Leta.
"Tas Leta mana?" tanya Leta yang masi mencari keberadaan tas miliknya.
"Ini gw bawa... lo bawa yang itu aja," tunjuk Aron menggunakan dagunya.
Mereka berjalan beriringan menuju luar gerbang, di perjalanan ternyata masi banyak murid-murid yang masih menunggu jemputan.
"Bang El udah pulang yah?" tanya Leta yang melihat kearah Cia dan juga kevin.
"Iya barusan aja," balas Aron dengan kesusahan membawa tas mereka.
"Owhh.." angguk Leta yang mengiyakan.
"Cia.. Kevin.. gw pulang duluan yah," teriak Leta kearah mereka dan di balas anggukan oleh Cia.
"Itu mobil Papa. Dek buruan woi berat nih," dengus Aron dengan langkah kaki yang cukup lebar.
__ADS_1