IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Hari sial Leta


__ADS_3

Setelah sudah melewati satu jam lamanya Leta berdiri di tiang bendera dengan keringat yang sudah bercucuran, akhirnya dirinya bisa bernapas dengan legah karena pelajaran Madam Loli sudah usai.


"Leta..." panggil Madam yang tengah berjalan kearah Leta, sedangkan Leta masih berdiri dengan raut wajah yang begitu datar.


"Jam pelajaran Madam sudah selesai dan kamu boleh kembali ke kelas," ujar Madam dengan pelan.


"Iya Madam, sekali lagi Leta minta maaf dan Leta ngak akan ngulangi kesalahan yang sama," balas Leta yang menundukkan kepalanya.


"Iya Madam maaf kan lain kali kamu nggak boleh seperti itu lagi," tutur Madam Loli yang kemudian berjalan kearah kelas XII.


"Huffft alhamdulillah... akhirnya gw bisa duduk juga," ungkap Leta yang duduk di pinggir lapangan, dirinya menetralkan nafas dan berkipas menggunakan tangan.


Tak lama Leta duduk di pinggir lapangan,  bel istirahat pun berbunyi dan semua murid keluar berhamburan menuju kantin.


Tettt... tettt... Jam pelajaran sudah usai waktunya istirahat


"Let.. mau ikut kekantin nggak? tanya Lisya yang kemudian berjalan mendekati Leta.


"Iya.." jawab Leta dengan cepat, dan kemudian berlari menghampiri teman-teman nya.


🥑Leta & Teman-teman🥑


"Gilaa capek banget gw," lirih Leta yang berjalan bersama teman-temannya.


"Lo sih nggak liat dulu siapa yang ngomong," ujar Dira yang tertawa.


"Yaa mana gw tau," jawab Leta yang menaiki bahunya.


Sesampainya di kantin Leta langsung terfokus pada El dan juga teman-temannya dan sudah duduk di meja dan di temani dengan teman-teman Cinta. Leta melirik kearah El, El yang merasa seperti di pantau seseorang pun menoleh dan ternyata benar Leta sedang melihat kearah nya. Tetapi dengan cepat Leta melengoskan pandangannya dan memilih untuk duduk di meja yang lebih pojok.


"Nahh itu Kevin, kita duduk di sana aja gimana?" saran Cia yang ingin melangkah ke meja mereka namun dengan cepat Leta menolak.


"Gw mau duduk di pojokan aja, nggak enak juga kalo ganggu mereka," kata Leta yang lebih dulu berjalan, Cia dan yang lainnya terdiam dan saling melempar tatapan.


"Udah kita duduk di pojokan aja, kali aja ini salah satu rencana El," gumam Lisya yang menyusul Leta.

__ADS_1


"Yaudah deh Cia mending kita ikutin aja, kasihan juga Leta dia kan tadi habis di hukum," ungkap Dira yang menggandeng tangan Cia menyusul Leta dan juga Lisya.


🐳Elvano & Teman-teman🐳


Elvano dan teman-temannya sudah duduk di kantin hingga jam pelajaran selesai dan berganti dengan jam istirahat, El sengaja memanggil Cinta agar duduk bersamanya karena dirinya ingin mendiskusikan mengenai ulang tahun Leta.


Tettt... tett...


"Wehh udah jam istirahat aja," gumam Gibran yang menegap kan tubuhnya.


"Hahh enak juga tadi bisa tidur bentar," celoteh Kevin yang meregangkan ototnya. Banyak sekali murid-murid yang mulai berdatangan ke kantin, dan begitupun Cinta dan teman-temannya.


"Ta... sini," panggil El yang melambaikan tangannya. Cinta yang merasa di panggil pun menoleh dan berjalan menghampiri Elvano.


"Ada apa No?" tanya Cinta yang masih berdiri.


"Lo sama temen-temen lo duduk disini aja, gw mau bahas soal acara ntar malem," jelas El yang kemudian di angguki oleh Cinta.


"Gusyy! kita duduk di sini aja," teriak Cinta pada teman-temannya setelah itu dirinya duduk di sebelah Elvano.


"Udah beres kok percaya aja sama gw semua udah gw urus, oh ya nanti jam berapa lo mau ngerayain ultahnya?" tanya Cinta kepada El.


"Rencananya sih nanti malam, eh kalian datang ya," jawab Elvano kearah teman-temannya Kevin, Gibran, dan juga Ramon.


"Gw mah pasti datang," ujar Gibran dengan semangat.


"Yee kalo makanan cepet lo!" kata Ramon dengan mendorong bahu Gibran.


"Kaya nya ada yang ngelihatin gw deh," ucap Elvano dalam hati, lalu Elvano pun menoleh ke arah belakang dan benar Leta sedari tadi mengamatinya.


Kevin yang melihat arah mata Elvano menuju ke Leta pun langsung berkata, "Wihh kasihan di cuekkin, kaya nya Leta marah banget deh sama lo El."


"Iya tuh liat mukanya kaya kesel begitu," sambung Gibran yang setuju dengan perkataan Kevin.


"Gimana dong kalo misalnya Leta gak suka sama suprais gw," kata El secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Kok lo ngomongnya kaya gitu?" tanya Cinta yang tak mengerti atas omongan Elvano itu.


"Ya kalian lihat sendiri kan kaya nya dia kesel deh sama gw, nanti kalo dia gak suka hadiah dari gw gimana.." jawab El sambil memasang ekspresi sedang berfikir.


"Enggak lah El gw yakin Leta pasti suka banget sama suprais lo ini percaya deh," ungkap Cinta sambil tersenyum.


Gibran yang melihat Cinta tersenyum sangat manis pun mulai mengeluarkan jurus andalan playboy nya.


"Cinta.. jangan senyum dong," ucap Gibran dengan ekspresi terpesona melihat Cinta tersenyum.


"Kenapa emang?"


"Kalo kamu senyum bisa-bisa aku diabetes ngelihat senyuman kamu yang manis itu," jawab Gibran yang senyum-senyum sendiri melihat Cinta. Sedangkan Elvano, Kevin dan juga Ramon memaklumi sifat playboy nya Gibran.


"Heh gombalan lama itu mah, orang tu kalo mau ngegombal harus dari hati itu mah gombalan udah banyak yang pakek udah basii," ujar Ramon sambil mendorong bahu Gibran dengan sengaja.


"Tau tuh dasar playboy angkut," ledek El dengan gelak tawanya.


"Yee ngomong aja lo pada ngiri kan sama gw," balas Gibran yang tiba-tiba kesal.


"Utututu siapa juga sih yang iri," kata Kevin yang membuat Elvano, Cinta dan yang lainnya ikut tertawa.


☃️LETA POV☃️


"Gw mau duduk di pojokan aja, nggak enak juga kalo ganggu mereka," kata Leta yang lebih dulu berjalan, Cia dan yang lainnya terdiam dan saling melempar tatapan.


Lalu Cia dan yang lainnya pun ikut menyusul Leta untuk duduk di pojokan saja. Mereka mulai memesan makanan dan pandangan Leta masih saja terfokus ke arah El. Dia heran kenapa El berubah padahal hari ini adalah hari yang istimewa bagi Leta.


Leta mengembuskan nafasnya pelan saat melihat Elvano tertawa lepas, sepertinya Elvano mulai ingin menjauh dari dirinya.


"Kenapa sih sial banget hari ini, El lagi kok gak nyamperin gw apa kek ngucapin happy birthday ini enggak. Noleh ke gw aja dia gak mau ihh awas aja," ucap Leta dalam hati dengan kesal sambil meremas sebuah kain lap disana.


Cia, Dira dan juga Lisya sangat heran dengan tingkah temannya itu, mereka pun menoleh ke arah pandang Leta dan benar ternyata Leta kesal saat melihat El yang tertawa lepas tanpa memperdulikan dia.


"Rencana El bagus juga tuh haha," bisik Dira kearah Cia lalu Cia langsung menutup mulut Dira.

__ADS_1


__ADS_2