
El dan Alvin segera melanjutkan perjalanan nya kembali ke Cafe, karena Alvin sangat ingin menemui Leta.
Sesampainya didekat Cafe, El melihat Brayn dan Nora tidak ada lagi disana. Dirinya pun segera turun sambil menggendong Alvin dengan membawa 1 kantong salad buah untuk Leta.
"Kakak Cantik.." teriak Alvin dari kejauhan, Leta yang mendengar seperti ada suara Alvin pun menoleh ke arah belakang dan betapa terkejutnya saat dia melihat Alvin dan El kembali menghampiri mereka di Cafe itu.
"Eh Alvin!" ujar Leta dengan senyum yang mengembang lalu menghampiri Alvin yang sedang berjalan menuju ke meja mereka.
"Kakak cantik tadi lagi sibuk ya? sekarang Kakak cantik lagi sibuk atau enggak?" tanya Alvin yang sudah berada di pangkuan Leta.
"Enggak kok Alvin.." jawab Leta yang tak henti-hentinya tersenyum ke arah Alvin dan sedikit melirik ke El.
El masih memasang ekspresi cueknya dan tidak melirik sama sekali kearah Leta, entah kenapa dirinya masih kesal dengan kejadian yang dia lihat beberapa menit yang lalu.
"Oh ya ini Alvin bawa salad buah untuk Kakak cantik.." kata Alvin dengan membelikan sebuah kantong plastik putih yang berisi salad buah tersebut.
"Wah makasih banyak Sayang.." ujar Leta yang gemas dengan Alvin.
"Wih Let enak dong lo dikasih sama calon Adik ipar, udah akrab banget ya," ungkap Dira langsung yang ikutan senang dengan perlakuan Alvin ke Leta.
"Iya lah Leta kan cantik mana mungkin keluarga El nolak, ya gak El?" tanya Cia kearah El yang sedang berdiri tersebut.
"Oh iya gw sampai lupa sini duduk, disamping Leta," ajak Cia dengan menarik tangan El untuk duduk di samping kekasihnya itu.
"Ya ampun nih Cia kenapa sih pakek dudukin gw disamping Leta kan gw mau cuek sama dia hmm," celoteh El di dalam hati yang langsung mengode ke arah Cia atas apa yang dilakukan temannya itu.
๐Prov Brayn & Nora๐
"Nyokap lo kenapa ganggu banget sih kan belom selesai acara kita," celoteh Brayn di dalam mobil.
"Ya biasa lah lo tau sendiri kan Mami gw percaya nya sama lo kalo mau nganterin kemana-mana," ujar Nora yang sibuk dengan handphone nya.
"Tapi tadi gw puas banget pas ngerayain Leta di Cafe itu, untung lo orangnya update ya gak."
.
.
๐ซ Flashback On๐ซ
Mereka telah siap dengan pakaiannya dengan segera mereka langsung menancapkan gas ke Cafe tersebut.
Dari kejauhan Bryan dan Nora melihat cuma ada Cia, Leta, Dira dan juga Lisya saja disana. Menurut Brayn tidak ada salah nya jika mereka merayakan Leta juga di Cafe tersebut toh tidak ada El juga.
"Ra gimana kalo kita beli kue juga?" tanya Brayn kepada Nora.
"Lah jadi lo masih mau ngerayain Leta?"
"Iya gak ada El juga, lagian di Cafe itu tempatnya sepi gak ramai jadi gw gak malu-malu banget," jawab Brayn dengan cengegesan.
__ADS_1
"Yaudah gw sih nurut aja kata lo."
Brayn tersenyum puas dan mereka langsung mencari kue ulang tahun di dekat situ untuk Leta, akhirnya mereka pun dapat kue yang tidak terlalu besar tetapi hiasannya sangat cantik dan Brayn dengan percaya dirinya jika Leta bakal suka dengan kejutan yang dia kasih.
Lalu mereka kembali menuju ke Cafe dimana ada Leta, Cia, Dira dan juga Lisya itu.
๐ซ Flashback Off๐ซ
.
.
๐Sonya & Rena๐
"Jeng semoga aja baju Leta sama El cocok yah," gumam Sonya yang senang.
"Iya Jeng semoga aja cocok sama mereka," balas Rena yang tersenyum kearah Sonya.
setelah mereka berbelanja gaun dan juga jas untuk pesta nanti malam, sekarang mereka mampir ke salah satu tempat makan yang masih berada di kawasan mall.
"Jeng gimana kalo kita mampir sebentar di tempat makan yang itu lohh apa yah nama tempatnya saya lupa," celoteh Sonya yang sedang mengingat.
"Yang di sana itu yah Jeng?" tanya Rena yang menunjuk kearah seberang.
"Nahh iya itu... yaudah kita langsung kesana aja," kata Sonya yang mengajak Rena untuk masuk kedalam restoran.
El sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan dari Alvin dan juga Leta. El sebenernya juga ingin bercanda gurau bersama Leta tetapi apa boleh buat dirinya kan masih tetap harus menjalankan drama.
"Enak kan Kakak cantik?" tanya Alvin ketika menyuapi Leta.
"Emm enak banget.. kamu pinter deh milih tempat jajannya," kata Leta yang menciumi pipi Alvin.
"Hehehe iya dong Kak... Bang mau nggak?" tanya Alvin pada Elvano. El hanya menggelegarkan kepala dan masih enggan untuk berbicara.
"Yaudah kalo nggak mau," balas Alvin yang memasukkan sesendok salad ke dalam mulutnya.
"Pin buruan makan abis ini kita langsung pulang," tutur El yang melihat ke jam tangan.
"Yahh Abang kan Ipin masih mau main sama Kakak cantik," rengek Alvin yang memajukan bibirnya.
Disela-sela obrolan mereka tiba-tiba handphone milik Dira berbunyi.
Drttt... drttt...
Dira langsung melihat ke layar gadgetnya dan ternyata yang menelfon adalah Mamanya.
"Gawatt nyokap gw nelfon," celoteh Dira yang kemudian mengangkat panggilan.
"Udah buruan angkat," ujar Lisya yang juga ikut heboh.
__ADS_1
...Mama๐ฒ...
"Hallo Ma... assalamualaikum"
๐: "Waalaikumsalam kamu dimana Dira?"
"Lagi di luar Ma sama Lisya juga"
๐: "Owh sama Lisya yaudah hati-hati yah awas pulangnya jangan malem-malem"
"Siapp bossque"
๐: "Kamu nginap di rumah Bude aja yah, soalnya Mama sama Papa mau belanja buat keperluan toko"
"Okehh Ma"
setelah selesai Dira langsung menutup telfon.
"Sya gw tidur di rumah lo lagi," ujar Dira dengan semangat.
"Iya udah tau tadi gw denger," balas Lisya dengan wajah masam. Tak lama dari handphone Dira berbunyi sekarang handphone milik Lisya yang ikut berbunyi.
Drtt...
...Emakk gw๐ฒ...
"Hallo assalamualaikum, napa Ma?"
๐: "Buruan pulang sekalian beli bahan buat makan malam sama si Dira"
"Ohgeyy otw pulang"
Setelah itu Lisya langsung mematikan panggilan.
"Dir yok pulang," ajak Lisya yang bangkit dari duduknya.
"Pasti kita di suruh belanja bahan makanan kan," tebak Dira yang memang sudah hapal dengan kebiasaan di dalam rumah Lisya.
"Gw sama Dira pulang duluan yah nggak papa kan?" pamit Lisya pada mereka.
"Iyaa nggak papa Sya gw juga bentar lagi di jemput sama Kevin," jelas Cia pada Lisya.
"Lohh terus gw nya gimana?" tanya Leta yang menunjuk diri sendiri.
"Lo kan gampang orang ada El juga," ucap Cia yang membuat Leta menatap kearah El.
"Yaudah kalo gitu gw sama Dira pulang duluan yah," pamit Lisya yang kemudian mengambil kunci mobil.
"Byee semua.." kata Dira yang kemudian menyusul Lisya.
__ADS_1