IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Cemas


__ADS_3

👾VINA POV👾


"Ngapain sih ni anak duduk deket gw," dengus Vina yang menatap tidak suka kearah Leta.


"Udah tau gw ngak suka sama dia, ehh malah deket-deket," sambung Vina yang menatap lulus kearah lapangan.


Vina kesal saat Leta dengan terang-terangan melontarkan kata-kata yang bersangkutan dengan Elvano.


"Dihh! lo ngomong apaan sih ngak jelas banget," ujar Vina yang menatap Leta dengan tajam.


"Hihihi santay aja kali gw kan cuman ngomong kok lo malah sensi?" balas Leta yang mengangkat satu alis dengan menatap kearah Vina.


"Apaan sih ni cewek baru gitu aja udah songong," dengus Vina dalam hati.


"Ckkk denger yah! lo sama El itu cuman pacaran.. belum tentu jadi istrinya udah songong banget," kata Vina yang membuat Leta menjadi kesal.


Vina mengangkat lengkungan tipis di sudut bibirnya saat melihat Leta yang bungkam dengan sekejap. Tetapi Leta tidak hilang akal dirinya malah melontarkan kalimat yang membuat Vina menjadi geram.


"Gw aja yang pacarnya belum tentu kan jadi istri El, teruss gimana sama lo yang bukan siapa-siapanya El?"


"Vina-Vina lo itu cantik.. masa' cantik-cantik gini mau di cap jadi pho kan.. ngak banget," Vina menatap tajam kearah Leta lalu Vina memilih untuk pergi dari lapangan futsal.


"Arghh.."


Vina berdiri dengan cepat dirinya menjauh dari Leta, membuka pintu masuk dengan gusar membuat suara besi karat terdengat di segala penjuru. Vino dan team lainnya mendadak terfokus kearah pintu, mereka melihat Vina yang berjalan menjauhi lapangan.



Vina berjalan dengan langkah kaki yang sengaja ia hentakkan, maklum saja Vina masih sangat sebal dengan penuturan yang Leta ajukan pada dirinya tadi.


"Ihh dasar kutu kuprett tu Leta! mentang-mentang udah jadi pacarnya El," dengus Vina yang duduk di tepi taman sambil meneguk air mineral yang tadinya ingin ia berikan pada Elvano.


Saat Vina meneguk minumannya, seketika terlintas nama Brayn. Sepertinya Vina harus menyetujui kerja sama dengan Brayn, yahh mau bagaimana lagi hanya itulah jalan satu-satunya untuk merebut Elvano dari Leta.


"Hmm kayak nya gw harus terima kerja sama si Brayn deh," gumam Vina yang kemudian menutup kembali botol air mineral yang ia genggam.


Vina mengeluarkan posel, lalu dirinya mencari akun sosial milik Brayn dan mengirim pesan singkat yang berisikan.


...Brayn...

__ADS_1


Vina:


Gw menerima kerja sama yang lo ajuin.


Setelah mengirim pesan singkat Vina pun berinisiatif untuk menenangkan pikirannya di salah satu cafe yang tidak terlalu jauh dari lapangan futsal.


...🤑LAPANGAN🤑...


"Crakk"


Suara pintu besi yang di buka oleh Vina membuat mereka semua yang berada di lapangan langsung fokus kearah pintu masuk.


"Eh ngapain tu Vina?" tanya Kevin yang menyenggol Ramon.


"Mana gw tauuu... paling ngak seneng karena ada Leta kali," ujar Ramon yang menebak.


"Bisa jadi sih, udah lahh ngapain juga di pikirin," jawab Gibran yang berkacak pinggang. Sementara Elvano sudah bertanya pada Leta meski dari kejauhan.


"Dia kenapa?" tanya El yang menggerakkan bibir nya sambil menunjuk kearah Vina. Leta yang merasa di tanya hanya mengangkat kedua bahu dengan gelengan kepala.


"Udah biarin aja tu anak emang suka gitu rada anehh," celoteh Vino yang mengisyaratkan mereka untuk kembali fokus pada permainan.


Mereka hanya mengangguk mengiyakan perkataan Vino.


"Duhh udah malam ini nanti kamu kena marah Let.." kata El seketika panik.


"Enggak kok santai lagian Leta juga udah ngomong sama Bang Aron mau nonton kamu latihan basket," ujar Leta menenangkan El yang nampaknya sangat panik.


"Beneran? aku takut nanti kamu yang kena marah kalo aku yang kena marah sih gak papa tapi kalo kamu nanti aku yang merasa bersalah karena udah ajak kamu nonton.."


"Enggak El udah tenang aja.."


"Yok El, Let pulang," ajak Kevin kepada Leta dan juga El yang saat itu sedang bersiap-siap untuk pulang.


"Bang Vino kami duluan ya," pamit Ramon kepada Vino yang nampaknya ingin pulang juga.


"Iya hati-hati kalian jangan ngebut.. El kamu bawa cewek loh hati-hati ini udah malam," pesan Vino kepada El dan teman-temannya.


Lalu mereka pun pulang dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Leta menyuruh El, Kevin, Ramon dan juga Gibran untuk mampir dan berpamitan terlebih dahulu ke Sonya Mamanya Leta. Karena bagaimana pun mereka harus bertanggung jawab karena telah membawa Leta pergi.


"Vin, Mon, Bran kita mampir dulu yok kerumah Leta pamit pulang ke Mamanya," ucap El kepada teman-temannya.


"Iya boleh juga tuh yok."


...🍑RUMAH LETA🍑...


Tok..tok..tokk..


"Assalamualaikum..."


Tak lama ada sahutan dari dalam rumah Leta.


"Waalaikumsalam.."


"Ehh Leta udah pulang?" tanya Sonya dengan senyum yang mengembang.


"Udah Ma," jawab Leta dengan mencium tangan Sonya begitu juga dengan El, Kevin, Ramon dan juga Gibran.


"Emm maaf ya Ma kita bawa pulang Leta malam gini.. soalnya tadi El sibuk banget latihannya Ma.." kata El dengan rasa yang sangat bersalah.


"Iya Tante kita juga minta maaf kita bawa Leta gak izin dulu sama Tante.." sambung Gibran.


Sonya bukannya marah tetapi Sonya sangat senang dan bangga saat Leta dikelilingi orang-orang baik dan jujur seperti El dan teman-temannya.


"Iya gak papa kok, Mama Tante udah seneng kalo kalian jujur gini tapi lain kali Leta ngomong dulu sama Mama biar Mama gak khawatir.." ujar Sonya dengan tersenyum.


"Emm kalian udah makan belum? duduk dulu gih Mama Tante siapin makanan dulu ya tunggu," kata Sonya yang langsung berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan sebuah makanan.


"Ehh gak usah repot-repot.."


"Udah kalian duduk aja, Mama emang suka gitu kalo ada temennya Leta.." celoteh Leta kepada El, Kevin, Gibran dan juga Ramon yang merasa tak enak hati.


Mau tidak mau mereka harus duduk terlebih dahulu untuk menghargai Sonya.


Tak menunggu lama Sonya datang dengan membawakan sebuah hidangan minuman dan juga makanan lumayan sangat banyak.


"Nih Mama Tante bawakin kue dari arisan tadi terus Mama Tante buatin kalian es jeruk kalian pasti haus kan abis latihan futsal tadi.." ujar Sonya sambil menyodorkan makanan yang ia bawak.

__ADS_1


"Tante tau aja kalo kita lagi haus," ucap Gibran ceplas ceplos yang membuat El, Kevin dan juga Ramon melotot kearahnya.


"Heh!" tegur Ramon dengan mencubit tangan Gibran sepontan yang membuat Gibran merintih kesakitan.


__ADS_2