
Kringgg...kringggg...kringggg
"Baiklah pelajaran kali ini sudah selesai sekarang waktunya kalian istirahat," ujar pak Bondan guru olahraga kelas Elvano.
"Baik pak," jawab semua murid yang berada di lapangan.
"Kantin gak?" tanya Kevin kepada tiga temannya.
"Gass haus nih guwe," jawab Elvano.
Langkah El dan ketiga temannya berenti saat ada suara yang memanggil namanya.
"Emm El?"
"Kenapa Lo?" jawab Elvano to the point, dia sudah sangat hapal dengan suara yang memanggilnya ini. Ya siapa lagi kalo bukan Vina yang selalu mengejar Elvano.
"Lo pasti haus, gue ada minum nih buat Lo,"
"Wah wah wah neng Vina kasih minum untuk A'a El ya," goda Ramon dengan mengedipkan mata sebelahnya kearah Vina untuk mencoba menggodanya.
"Terima aja lah El biar kelar, laper nih gue buruan," balas Kevin yang sekarang sudah tidak tahan untuk mengisi perutnya.
"Makasih," El langsung meneguknya setelah itu dia berikan air minum tersebut ke ketiga temannya.
"Lo jangan geer, gue nerimanya karena gue lagi haus. Dan gue peringatin ke Lo gak usah repot-repot karena gue gak butuh perhatian Lo," balas El dengan nada yang sangat dingin.
"Gak papa makasih ya udah diterima, gue balik dulu byeee El!" Vina pun langsung berlari menuju ke kelasnya setelah memberikan botol minum ke Elvano.
"Tumben gak nyantol Lo terus biasanya ikut ke kantin juga tu anak," ujar Kevin heran.
Bener gak biasanya Vina seperti itu biasanya dia akan terus mengganggu Elvano.
"Yaudah biarin aja Napa bagus dong jadi gak ganggu gue lagi, dahlah yok laper gue." Mereka pun kembali melangkahkan kaki ke kantin.
*****
Dilain tempat, Leta yang baru saja keluar dari kelas ingin menghampiri El untuk memberikan nya air minum terhenti, saat dia sudah melihat El menerima air minum pemberian Vina.
"Eh bentar yah Gue mau ngasi ini dulu buat Ayang hehe," ungkap Leta yang tengah memegang botol air mineral.
Dengan lengkungan tipis di wajah Leta menggambarkan bahwa hari ini suasana hatinya sedang sangat menyenangkan. Langkah kaki Leta berhenti secara perlahan karena dirinya melihat pemandangan yang kurang mengenakan.
"Dihhh... Ganjen banget tu anak pakek acara ngasih minum ke pacar Gue lagi," dengus Leta dengan raut wajah yang berubah menjadi kesal.
"Loh kok di ambil sama El.. Ihh nyebelin banget males ah," ungkap Leta yang segera membalikkan badannya.
__ADS_1
Cia, Dira dan Lisya mereka bertiga hendak berjalan menuju luar kelas untuk mengisi amunisi karena bel istirahat telah berbunyi sedari tadi.
"Woii kanapa muka Lo?" tanya Lisya pada Leta dengan tangan yang sudah mencekal lengan Leta. Bukannya menjawab pertanyaan dari Lisya, Leta hanya menundukkan kepala dengan menyembunyikan rasa kekesalan yang ia tahan sedari tadi.
"Lah kok minum nya masih penuh? emang kagak jadi Lo kasih sama El?" tanya Cia yang melihat ke arah botol air mineral yang masih tersegel.
"Huffffft.. Iyah belum Gue kasih sama El soalnya Dia udah minum air dari Vina," ungkap Leta dengan menghembuskan nafas secara perlahan.
"OMAGHAA! Lo serius.. Bener-bener tu anak cari gara-gara emang," ujar Dira dengan suara yang cukup tinggi.
"Udah-udah yah nggak usah di bahas lagi, mending kita makan di kantin.. Lagi pula El mungkin aja nggak enakan sama Vina. Kalian kayak nggak tau Vina aja," kata Cia yang menenangkan Leta yang juga kedua sahabatnya itu.
"Yaudah yok ke kantin aja."
******
Ting!
...Brayn...
Brayn:
Gue tunggu Lo di taman dekat sekolah gue habis pulang sekolah nanti.
"Yaudah lah kali aja penting."
Di sisi lain~
"Heh brayy gimana udah berhasil deketin pacar El?" tanya Rio teman dari Brayn.
"Lo tenang aja secepat mungkin gue ambil Leta dari El, biar El ngerasain penderitaan," jawab Brayn dengan senyum mengerikan yang membuat siapa saja menatap nya menjadi ketakutan.
"Emang dengan cara lo dapetin Leta El bisa buat El menderita banget?"
"Enggak cuman cara itu doang kali, gue punya seribu cara untuk buat El menderita tinggal tunggu tanggal main nya aja," ujar Brayn sambil menghirup sebatang rokok ditangannya.
"Gila lo segitunya benci sama El hahaha."
"Gue gak akan berhenti sampai El habis ditangan gue!" tegas Brayn yang tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Brayn pun mengambil benda pipih di saku tangannya dan mulai mengetikkan sesuatu disana.
...+628*****...
^^^Brayn:^^^
__ADS_1
^^^Gue tunggu Lo di taman dekat sekolah gue habis pulang sekolah nanti.^^^
^^^read.^^^
Tak menunggu lama pesan yang di kirimkan kepada seseorang pun telah dibaca. Mulai sekarang saatnya dia bermain-main dengan Elvano.
...🌞Pulang sekolah🌞...
Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya terwujudkan, sekarang waktu nya siswa keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing.
El, Kevin, Ramon dan Gibran seperti biasa mampir ke kelas Leta untuk menjemput pacar mereka dahulu (pacar El sama Kevin maksudnya hehe).
"Haduehh nasib nasib gini amat gak punya pacar, untung sahabat gue yang satu ini jomblo juga jadi kan gue gak sendirian jomblo nya," ucap Ramon sembari merangkul pundak Gibran.
"Lepasin elah lo ngerangkul pundak gue mulu," sentak Gibran sambil menyingkirkan tangan Ramon dari pundaknya.
"Udah lah terima aja nasib Lo berdua yang jomblo ini, lagian siapa suruh jomblo tembak noh Dira sama Lisya biar gak miris amat hidup kalian," sambung Kevin sambil terkekeh melihat kedua temannya itu.
Tidak lama mereka pun sampai di kelas Leta, dan kebetulan mereka baru saja keluar kelas.
"Sayanggggg.." ujar Kevin dengan nada yang di buat-buatnya sambil merangkul pundak pacarnya itu.
Ramon yang melihat itu pun langsung mual seketika melihat tingkah temannya.
"Jijik banget lo!"
"Yeee iri bilang bos!" sindir Kevin kearah Ramon.
"Hei Let.." sapa El dengan senyum yang mengembang kearah Leta.
"Yok pulang," tanpa aba-aba El langsung menggandeng tangan Leta dan mengajaknya berjalan meninggalkan temannya yang lain.
"Loh loh woi El main tinggal aja lo!" teriak Ramon dari kejauhan.
"Lo sih lama bener dah lah yok Lisya kita pulang," ajak Dira yang langsung menarik tangan Lisya seperti yang dilakukan El tadi.
"Gue duluan ya bareng cewek gueee bye! jangan homo," ejek Kevin yang berlalu meninggalkan Ramon dan Gibran disana.
"Tinggal aja teross!! yaudah yok Gibran kita pergi juga!" Ramon pun langsung menarik tangan Gibran untuk pergi namun langsung di sentak oleh Gibran.
"Apaan lo! pakek gandeng-gadeng gue segala! lepas tangan lo kotor!"
Setelah melepaskan tangan Ramon, Gibran pun langsung meninggalkannya. Tinggal lah Ramon disana sendiri.
(Miris banget Mon hahaha)
__ADS_1