
🔥Prov Gavin & Aron🔥
Sesampainya di tenda, Gavin selalu memandang Leta dari kejauhan nampaknya Gavin memang sudah benar-benar menyukai Leta.
"Leta cantik banget wajar sih gw sukak sama dia," ucap Gavin dalam hati sambil tersenyum.
Aron datang menghampiri Gavin yang sedang senyum-senyum sendiri itu, dia mulai melihat ke tempat yang ditatap oleh Gavin ternyata adalah Leta, ia lalu menyadarkan Gavin.
"Eh Vin ngapain lo ngeliatin adek gw?"
"Wah lo mulai suka ya sama adek gw awas aja lo kalo ngapa-ngapain adek gw," ucap Aron dengan nada mengancam.
"Apaan sih Ron, iya gw suka sama adek lo nanti kapan-kapan gw main kerumah lo liat adek lo itu hehe," ujar Gavin tersenyum mengerikan.
"Dih awas ya gw pantau lo terus, abis lo kalo ngapa-ngapain Leta." Aron langsung masuk kedalam tendanya untuk istirahat sebentar.
"Iye-iye bawel lo." Gavin pun menyusul Aron kedalam tenda.
...🌹DI TENDA🌹...
Leta maupun Cia sudah selesai untuk mendirikan tenda lalu mereka masuk kedalam tenda tersebut untuk menunggu pengumuman selanjutnya.
Didalam tenda Cia mulai membuka suara, "Let kalo misalkan ya Gavin suka sama lo gimana? lo mau pilih El atau Gavin?"
Leta seketika tertawa mendengar pernyataan yang diucapkan oleh Cia, Leta sama sekali tidak berfikir sampai Gavin suka pada nya dia hanya berfikir jika Gavin menghampirinya itu disuruh oleh Abangnya Aron.
"Loh kok malah ketawa sih ihh!" rengek Cia yang kesal bukannya Leta menjawab dia malah menertawakan dirinya.
"Iya gw lucu aja, gw gak mikir kok sampai situ lagian kan Gavin suka nyamperin gw karena yaa dia disuruh Abang gw lah untuk nganter barang gw masa iya dia suka sama gw ngawur lo," ucap Leta yang masih menertawakan Cia.
Cia menyodorkan mulut nya kedepan dengan kesal, kemudian Lisya dan juga Dira menghampiri tenda Leta dan juga Cia.
Lisya dan juga Dira heran apa yang dilakukan Leta sampai-sampai membuat seorang Cia merajuk wkwk:v
"Eh Cia lo kenapa?" tanya Lisya yang heran, sementara Leta menahan tawanya.
"Gini ya Lisya Dira tadi Cia nanya kalo misalkan Gavin suka sama gw gimana terus gw harus milih Gavin atau El, ya gw ketawa dong mana mungkin seorang Gavin mau sama gw terus kan misalnya Gavin nyamperin gw juga itu disuruh sama Abang gw bener gak," jawab Leta menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Dira pun memikirkan sesuatu, "Tapi Let... bisa aja kan Gavin suka sama lo."
"Maksudnya?" tanya Leta heran.
"Ya elah Let lo gak peka banget sih, nih ya lo lihat noh orangnya dari jauh aja masih perhatiin lo apa lagi kalo deket itu mah namanya dia naksir sama lo," jawab Lisya sambil menunjuk ke arah Gavin.
Leta saat ini sedang pusing tidak El, tidak Gavin dan tidak Brayn semua bikin Leta pusing.
Leta memang orangnya 'Tidak peka' jika urusan perasaan, mau kalian gimanain ni Leta dia gak bakal tau dan gak bakal maksud kecuali jika kalian ngomong langsung ke dia.
"Banyak juga yang ngincer lo Let, gw jadi takut nih," ucap Lisya kepada Leta.
"Takut kenapa?"
"Ya gw takut nanti malah lo nolak nih salah satu dari mereka nanti mereka bakal berbuat yang enggak-enggak lagi sama lo," jawab Lisya yang nampaknya khawatir.
"Hustt ngomong nya serem banget," ujar Leta sambil mengibaskan tangannya kearah Lisya.
"Tau nih Lisya malah nakutin kayak gitu," tutur Dira menanggapi.
"Iya juga sihh... bener kata Lisya kalo misalnya lo diapa-apain kan bisa berabe nantinya," celoteh Cia dengan serius dan tak lupa permen lolipop yang di pegang nya.
"Tenang aja kok gw bakal baik-baik aja, lagi pula sampai sejauh ini kan mereka nggak ada yang macem-macem sama gw jadi lo pada santay aja okee," lirih Leta sambil tersenyum dan menyakinkan pada teman-temannya bahwa semua ini akan baik-baik saja.
"Iya kita jaga-jaga aja dulu, selagi kita sama-sama pasti kita bakal aman," ucap Dira lalu menggenggam tangan mereka.
"Ohh iya gw bawak gorengan nih tadi di siapin Mami," ujar Cia lalu merogoh tasnya mencari kotak bekal yang berisi gorengan.
"Astagfirullah gw sampe lupa ngabarin Mama," ujar Leta tersadar dengan perkataan Cia dengan menyebut Mamanya.
"Spadaaa yuhuuuuu..." teriak Ramon lalu ikut duduk di depan tenda Cia dan juga Leta.
"Woi kaleng rombeng santay aja dong kalo ngomong," dengus Lisya sambil mengusap telinganya.
Ramon hanya menyengir kan giginya dan dirinya duduk di sebelah Lisya. Sedangkan Ramon, Kevin dan juga El duduk di sebelah Leta. Mereka duduk ada yang di dalam tenda dan ada yang di luar tenda dengan pintu tenda yang sudah terbuka kan menggunakan alasan tikar di depannya.
"Bagi dong makanannya," lirih El sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Leta segera mengambil handphone nya untuk menelfon Mamanya itu.
...📞Video Call WhatsApp 📞...
...📳Mama:*📳...
"Hallo assalamualaikum Ma," ungkap Leta pada Sonya dengan menggunakan video call.
📞: "Waalaikumsalam Sayang, wahh rame yah disana,"
"Iya Ma hihi ini kita lagi makan gorengan yang di bawain Tante Cici," ujar Leta sambil memakan gorengan. Lalu Cia merampas gadget milik Leta dengan cepat.
"Halloo Tante Cantikk," ceriak Cia dengan semangat.
📞: "Ehh Ciaa tambah gembul aja tu pipinya," ucap Sonya sambil tertawa.
"Ihh Tantee mah gitu, nih Tan kita pada ngumpul ini ada El juga," tutur Cia dengan heboh dan mengarahkan layar handphone kewajah Elvano, sontak El jadi salah tingkah.
📞: "Owh ini yang namanya El toh, waduhh Let ganteng loh ini," ujar Sonya sengaja ingin menggoda Leta. Leta hanya menahan malunya sedangkan El seperti ingin terbang kelangit ketujuh karena di puji sama Camer.
"Wahh.. El menang banyak lo hahaha," ledek Gibran yang tertawa puas. Untuk menghilangkan rasa malunya Leta langsung mengambil alih gadgetnya dan berbincang-bincang bersama Sonya.
"Oh ya Mama masak apa dirumah?" tanya Leta masi dengan mulut yang mengunyah.
📞: "Emm nggak masak sih, soalnya hari ini Papa libur jadi Mama mau ngedate sama Papa hihihi," ujar Sonya sambil menyender di pahu suaminya.
"Ihh kenapa Papa libur waktu Leta nya pergi sih kan jadi nggak bisa ikut diner deh," rengek Leta sambil memanyunkan bibirnya.
📞: "Ehmm maaf yah Sayang Papa lupa ngasih tau kalo Papa hari ini libur," ujar Papa Leta dengan nada lembut.
📞: "Udah dulu yah Sayang Mama mau nelfon Abang kamu ntar dia ngambek lagi kalo nggak di telfon," celoteh Sonya sambil tersenyum.
"Okee Ma babay muaach," ungkap Leta senang karena bisa berbincang bersama sang Papa walau hanya sebentar.
"Eh kayaknya kita di suruh istirahat dulu deh, soalnya juga dari tadi nggak ada info," tutur Dira sambil melihat sekeliling.
"Iya sih, soalnya yang kelas XI sama XIII juga ada yang baru sampai," ujar Lisya menanggapi.
__ADS_1