IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Tips dari Kevin


__ADS_3

...📞 WhatsApp 📞...


...Pacar❤️...


^^^Elvano:^^^


^^^Siapa lagi kalo bukan Kevin, Gibran, sama Ramon noh sogok aja makek makanan pasti mau kesini^^^


Pacar❤:


Yaudah lanjut lagi gih makannya, aku off dulu yah bye by.


^^^Elvano:^^^


^^^Inget yah kalo sampai kabarin aku loh awas kalo enggak🙄^^^


^^^Yah dah off kayaknya yaudah ya aku mau main ps dulu kalo gitu byee pacar❤️^^^


Elvano menutup handphone nya dan langsung ikut bermain ps bersama Kevin, Gibran dan juga Ramon.


...💃TELAH SAMPAI💃...


Tak terasa mereka telah sampai di Desa tempat Dinas Cici mama nya Cia. Lalu mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam sebuah rumah yang sudah di siapkan oleh Cici untuk mereka.


"Nih rumah besar juga ya," ucap Dira yang takjub dengan rumah yang bernuansa minimalis tetapi mewah.


"Ini tempat nyokap gw kalo ada Dinas disini, dia sengaja beli rumah biar kalo kesini jadinya gak nyewa perumahan kan buang-buang duit juga mendingan beli rumah sekalian disini," ujar Cia menjelaskan dan mereka hanya mengganguk paham atas perkataan Cia itu.


"Yaudah yok masuk." Cia lalu mengajak Leta, Lisya dan juga Dira untuk masuk ke rumah tersebut.


"Wahh gila sih keren banget rumah lo Ci..." tutur Lisya yang ikut takjub melihat mewahnya rumah yang di beli oleh Cia.


"Nyokap lo kalo nginep disini sendirian? atau sama bokap lo?" tanya Leta yang ikut penasaran.


"Nyokap gw kadang sendirian nginep tapi kadang juga sama seketaris nya itu kadang rame," jawab Cia sambil tersenyum.


"Emm yaudah yok kita nyusul nyokap gw langsung di kantornya," ajak Cia kepada Leta, Lisya dan juga Dira.


"Emm yaudah ayok."


Kantor Cici tidak jauh dengan rumahnya karena itu mereka menyusul mama Cia hanya berjalan kaki saja.


"Eh gw laper nih," ucap Dira secara tiba-tiba di sela-sela perjalanan menuju ke kantor Cici.

__ADS_1


"Yaelah Dir baru juga sampai, kita belum bantu-bantu Tante Cici loh masa lo udah laper, emang kurang makanan di mobil tadi?" tanya Lisya kearah Dira.


Dira menggelengkan kepalanya, "Enggak gw belom makan nasi deh jujur laper banget jadinya."


"Duh yaudah nanti sampai di kantor nyokap gw kita nanti izin sama nyokap gw dulu mau beli makanan biar nyokap gw gak khawatir nanti dikira nya kita belom sampai lagi," ujar Cia yang membuat Dira tersenyum lebar mendengar perkataan dirinya.


"Lo emang terbaik deh Ciaa," kata Dira sambil memeluk Cia dengan erat.


Cia seperti kehabisan nafas saat Dira memeluknya dengan erat, "Dirr duh gw abis nafas nih lo meluk nya erat banget elah."


Dira pun langsung melepaskan pelukannya dengan tersenyum tanpa dosa.


"Ya sorry gw kan refleks meluk lo yaudah yok gw udah laper nih nanti gw pingsan lagi." Mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke kantor Cici.


...🦀BERMAIN PS🦀...


"Oh iya Vin kira-kita mereka udah sampai belom ya?" tanya Gibran kepada Kevin disela-sela mereka bermain.


"Kenapa? lo khawatir sama Lisya?" Bukannya menjawab Kevin malah menggoda dan menanyakan balik ke Gibran.


"Heh! sembarangan lo, ya gw kan cuma nanya aja penasaran gw," balas Gibran yang tiba-tiba menjadi cuek.


"Halah ngomong aja lo udah mulai suka kan sama Lisya hayoo ngaku," sambung El yang ikut-ikutan menggoda Gibran.


"Gengsi dipelihara," kata Ramon yang menyeletuk.


...🐹KANTOR KERJA CICI🐹...


"Assalamualaikum Mi," ungkap Cia ketika mereka memasuki ruangan tersebut.


"Eh kalian udah dateng sini duduk dulu," balas Cici yang sedang berkumpul bersama tim medis lainnya.


"Kok sepi Mi, nama anak-anak sama pasiennya?" tanya Cia saat duduk disebelah Cici.


"Tadi pagi banyak kok.. ini kan jam makan siang jadi istirahat dulu bentar lagi juga buka lagi," jelas Cici yang sudah menyiapkan nasi kotak untuk mereka semua.


"Eh nggak usah repot-repot Tan, kita nanti beli aja makanannya," ucap Leta yang tak enak hati.


"Nggak papa kok ini emang udah disiapin buat kita semua," ujar salah satu teman Cici.


"Hmm nggak papa kok Tan repot-repot hihi," cengir Dira yang sedang cengengesan. Membuat Leta dan juga Lisya seketika ingin sekali mengelem mulut Dira supaya dirinya tidak dapat berbicara lagi.


"Tuh kan pasti kalian laper semua kan... udah-udah buruan kita makan," goda Cici yang kemudian menyodorkan nasi kotak kearah mereka semua.

__ADS_1


"Bess.. Cia," kode Leta pada Cia. Cia akhirnya menoleh dan sedikit bingung maksud dari Leta.


"Kita duduk di sana ajaa nggak usah gabung sama Tante bidannya," kata Leta tanpa suara dan membuka mulutnya lebar-lebar agar Cia dapat menelaah.


"Owh okeoke," gumam Cia yang mengerti maksud dari mereka.


"Hemm Mi kita makan di sofa sana yah, yok kita pindah disana aja biar bisa selonjoran," celoteh Cia yang langsung beranjak dari duduknya.


🐮Prov Elvano & teman-teman🐮


"El gw ada kenalan nih anak kelas sepuluh behh bodynya gila mana cantik lagi," celoteh Gibran yang tetap fokus ke layar permainannya.


(Mulai dah jiwa Playboy Gibran meronta-ronta 1_1 )


"Nggak ah lu aja sana, gw kan udah ada Leta buat apa gw mau cari yang lain," jelas Elvano yang mengerutkan alisnya.


"Hahh gaya lu El, paling juga kalo liat yang bening pasti Leta ditinggalin," tutur Gibran yang mencibir.


"Sembarangan lo kalo ngomong. Sekarang gw udah tobat, bagi gw Leta aja udah cukup kok," jelas Elvano yang meyakinkan.


"Yakali El berani selingkuhin Leta bisa abis dia di tonjokin sama Bang Aron hahaha," ledek Kevin kearah Elvano.


"Nah lo kapan Bran mau tobat, nggak capek apa lo balesin pesan cewek segitu banyaknya," tegur Ramon sambil melempar kulit kacang kearah Gibran.


"Yahh entar lah kapan-kapan," balas Gibran yang acuh.


"Eh Vin gw mau nanya. Lo sama Cia gimana bisa langgeng gitu?" tanya El pada Kevin dan membuat yang lainnya ikut penasaran.


"Emm yah itu tergantung sama pasangannya juga sih," jawab Kevin sambil menaruh gadgetnya.


"Kalian pernah berantem?" kini Gibran yang mengajukan pertanyaan.


"Yah pernah lah. Malah sering... tapi kita kan cuman beda pendapat bukan beda perasaan," jawaban dari Kevin membuat El, Gibran dan juga Ramon terpaku.


"Beuhh emang beda yah kalo pasangan serasi. Noh El contohin tuh harus saling ngertiin satu sama lain," celoteh Gibran yang mendorong bahu El.


"Tenang aja pasti gw bisa juga kayak gitu," tutur El dengan membusungkan dadanya serta memukul-mukul layaknya seorang jantan.


"Berapa lama kalian berantem?" tanya Ramon serius.


"Cuman beberapa menit doang sih tapi ada juga yang marahan sampai kita hampir putus tapi untung nggak jadi."


"Kok bisa," ungkap mereka dengan kompak.

__ADS_1


__ADS_2