IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Bertamu


__ADS_3

"Yaa kalo cewek nya kaya kamu sih gw mau," ucap Gavin keceplosan saat berbicara dengan Leta. Leta yang mendengar ucapan Gavin sangat syok dan meminta Gavin untuk mengulang perkataan nya.


"A-apa Kak?"


"Eh enggak ada apa-apa kok hehe," ujar Gavin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Dan Leta memilih untuk diam karena dirinya sudah tau apaa yang dibicarakan oleh Gavin tadi.


Tok..tok..tok


"Assalamualaikum," ucap Aron yang baru saja datang dari rumahnya El.


"Waalaikumsalam," jawab Leta dan juga Gavin dengan kompak.


"Wahh ada Gavin nih, udah dari tadi lo?" tanya Aron yang menghampiri Gavin dan juga Leta sambil menepuk bahu Gavin.


"Emm enggak sih baru aja gw dateng hehe," jawab Gavin dengan cengegesan.


"Pantes aja lo betah orang ditemenin sama Adek gw hahaha," ucap Aron yang sambil tertawa.


"Bang Aron apaan sih!" tegur Leta dengan mata yang sudah melotot kearah Aron.


Leta merasa tidak nyaman sekarang, dirinya pun pamit untuk pergi ke kamarnya karena dia rasa sudah ada Aron yang menemani Gavin. Toh juga Gavin kesini karena ada urusan sama Aron bukan Leta.


"Bang, Kak.. Leta ke kamar dulu ya, ada tugas sekolah yang harus Leta selesaikan," pamit Leta kearah Aron dan juga Gavin.


"Yaudah sono, oh iya nih eskrim buat lo dimakan," kata Aron yang menyodorkan kantong plastik untuk Leta.


"Wah tencuu Abang, dah Leta ke atas dulu bye." Leta pun berlarian kecil menuju ke kamarnya itu. Gavin tak berkedip saat melihat Leta.


"Woi! udah kali ngelihatin Adek gw," tegur Aron yang menyadarkan Gavin dari lamunannya tentang Leta.


"Eh lo malu-maluin gw aja didepan Leta," ujar Gavin yang baru saja sadar dari lamunannya.


"Yee emang kenyataan nya kan, sekarang gw mau tanya lo kesini mau ngapain?" tanya Aron kearah Gavin dengan mengangkat satu alisnya keatas.


"Gak ada sih gw pengen main aja sama lo," jawab Gavin. Disaat Aron dan juga Gavin sedang mengobrol datang lah Sonya dengan membawa nampan yang berisi teh dan juga kue.


"Loh udah dateng Bang?" tanya Sonya yang heran, sejak kapan Aron datang.


"Udah kali Ma ngapain lama-lama," jawab Aron dengan sedikit bercanda kepada Mama nya itu.


"Nih Minum nya Nak Gavin... Tante juga udah buat cake ni dicobain ya," ujar Sonya dengan menawarkan makanan serta minuman yang Sonya bawa.


"Emm iya makasih banyak Tante jadi ngerepotin," kata Gavin tak enak hati.


...🐣RUMAH ELVANO🐣...

__ADS_1


Elvano telah sampai dirumah dengan selamat, dirinya pun segera masuk kerumah untuk memberikan sebuah eskrim Alvin.


"Assalamualaikum.."


Alvin yang mendengar seperti suara Elvano pun langsung turun dari tempat tidur dan menghampiri El.


"Abangg!!" teriak Alvin yang langsung berlari kearah Elvano.


"Mana eskrim nya Ipin..."


"Nih kalo masalah eskrim aja cepet," jawab Elvano malas. Sesudah memberikan eskrim ke Alvin, Elvano segera melangkahkan kakinya untuk ke kamar.


Di dalam kamar dia ingin sekali memberikan kabar ke Leta, dia sangat kangen dengan gadis itu. Tetapi, dirinya harus menahannya dulu sementara sebelum rencananya berjalan dengan mulus.


...🌴GENK SERIGALA MERAH🌴...


"Eh Bray gw ada info tentang Leta.." ujar Alex memberitahu.


"Kabar apa?"


"Bentar lagi Leta ulang tahun bro," ucap Alex sambil memukul punggung Brayn.


"Serius lo?" tanya Brayn yang sedikit tak percaya.


"Yaelahh iya gw tau dari adek gw kan dia fans tu sama si Leta," jelas Alex yang meyakinkan Brayn.


"Nahh kalo soal itu lupa nanya sama Alsya," ungkap Alex yang membuat Brayn menatap dengan sinis.


"Yaelah Bray gitu aja lo ribet, tanyain aja sama si Nora dia kan sepupu lo," saran Aldi yang berjalan kearah mereka dengan minuman marimas di tangannya.


"Hahh males gw nanya dia, pasti harus ada upahnya," ucap Brayn yang merebut minuman Aldi.


"Yeee lo jangan gitu dong sama Nora namanya juga sepupuan pasti suka saling jahilin," tegas Raga yang membela Nora, yahh mereka semua tahu kalau Raga menyukai Nora sejak lama namun waktu saat itu Nora lebih memilih Elvano di banding dirinya.


"Makan tu Nora," kata Brayn yang menyumpal mulut Raga menggunakan bakwan.


"Mau kemana lo?" tanya Rio yang sedari tadi hanya menyimak.


"Mau kerumah Nora," ujar Brayn sambil memakai jaket berlambang serigala berwarna merah.


"Gw ikuttt yah Bray," sambung Raga dengan cepat.


"Ngakak.. gw nggak mau nampung lo," sembur Brayn yang kemudian kenaiki motor hitam miliknya.


Raga mendudukkan badannya dengan lemas, Raga melanjutkan sesi memakan bakwan yang belum sempat ia habiskan.

__ADS_1


"Haha udah Ga tenang besok kita sekolah pasti lu bisa liat Nora," tutur Rio yang menepuk bahu Raga.


"Biasa aja muka lo nggak usah di jelek-jelekin," kata Alex yang mengejek Raga.


🦔BRAYN POV🦔


Brayn melesatkan motornya dengan cepat tak sampai setengah jam dirinya sudah tiba di kediaman rumah Nora.


Tingg.. Nungg..


Ceklekk


"Masuk Den"


"Noranya ada Mbok?" tanya Brayn pada wanita paruh baya.


"Ada Den... baru saja pulang," jelas nya dengan sopan lalu Brayn melangkah kan kakinya dan langsung masuk kedalam.


"Sepi banget nih rumah emang yang lainnya pada kemana Mbok?" tanya Brayn yang berjalan kedapur dan mengambil minuman dingin.


"Yahh biasa Den, Tuan sama Nyonya kan kerja jadi cuma ada Mbok sama Non Nora saja," jelasnya yang melanjutkan menyeterika.


"Kalo gitu Brayn ke kamar Nora dulu ya Mbok."


"Enggeh Den... kalo Aden mau makan itu ada di atas meja," kata Mbok Sumi yang memberitahu.


"Iya Mbok siapp," balas Brayn yang kemudian berjalan kearah kamar Nora.


🐳Brayn & Nora🐳


Tokk.. Tokk..


"Ini gw," kata Brayn yang masih mengetuk pintu.


"Masuk aja!" teriak Nora dari dalam.


Ceklekkk..


"Tumben lo kesini," ucap Nora yang merubah posisi tidurnya menjadi duduk.


"Gw perlu bantuan lo, hehh prasaan gw lo dari dulu nggak berubah. Suka banget pake pakaian yang kekurangan bahan," tegur Brayn yang duduk di sofa kamar Nora.


"Dihh terserah gw lah, orang gw cuma dikamar doang," balas Nora yang protes.


"Awas lo kalo gw liat lo main keluar pake pakaian yang kurang bahan kayak gitu," ancam Brayn yang memakan pizza yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Ckk iya-iya bawel lu gw juga tau kali," dengus Nora yang memutar matanya dengan malas. Begitulah Brayn walaupun kelihatannya dia nakal dan brandalan tetapi Brayn paling tidak suka dengan perempuan yang berpakaian seolah-olah ingin menggoda para pria.


__ADS_2