
"Ekhem.."
"Lo siapa?"
"Lo ada masalah?" tanya seseorang yang 'misterius itu'
"Tau dari mana lo? bahkan gue gak kenal lo,"
"Oke kita gak kenal tapi siapa tau Lo butuh gue?"
"Lo siapa? jangan ikut campur,"
"Ya gak papa sih kalo lo gak mau cerita, tapi siapa tau Lo butuh bantuan? barangkali gue bisa bantu? sesama manusia harus saling bantu bukan?"
Cekrekk...
Wanita itu mengarahkan kamera handphonenya kearah seorang pemuda yang ada di hadapannya, dan mengirim kan pesan kepada salah satu rekannya.
"Bukan urusan Lo!" jawabnya laju beranjak pergi. Tetapi dengan cepat di tahan oleh wanita tersebut.
"Nih nomor handphone Gue... Gue tau Lo pasti ada masalah kan? Yahh kalo perlu bantuan Lo bisa hubungin Gue," ungkap gadis tersebut lalu berjalan kearah mobil hitam miliknya.
"Hmmm aneh Gue nggak kenal siapa orang itu tapi yaudahlah kali aja Gue butuh ini," tuturnya lalu menaruh kartu tersebut kedalam saku baju.
🤯PROV ELVANO🤯
El menantapkan gas sepeda motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata, pikiran El sudah di penuhi dengan hal yang membuatnya uringan serta segala umpatan selalu keluar dari mulut Elvano.
"Sialan tu anak berani-beraninya deketin pacar Gue awas aja Lo," ungkap El dengan mata yang sudah memerah serta harang yang mulai mengeras.
"Kalo sampek Leta Lo apa-apaain bisa habis Lo sama Gue," sambung yang semakin brutal.
Tak menunggu waktu lama El sudah masuk kedalam perkarangan rumah Leta, El langsung saja mengarah ke jalan menuju supermarket. Dari kejauhan El melihat Leta yang tengah duduk di depan supermarket dan enggan untuk melihat kearah Brayn. Lengkungan senyum tipis terpancar di wajah El, ternyata Leta sangat menggemaskan dengan tingkah yang membuat El ingin mengerjai Brayn.
"Liat aja Lo Bry Gue kerjain mampus Lo"
Suara deru motor Elvano membuat Leta menegakkan kepalanya, Leta yang tau bahwa itu kekasihnya pun langsung berdiri dengan senyum yang mengembang.
"Sayang.." panggil Leta pada Elvano. Wajah Brayn sontak berubah menjadi tidak suka dengan keberadaan Elvano yang mengganggu rencananya saja.
"Ckkk sialan.."
"Udah lama nungguin nya?.. Yok pulang," kata Elvano yang sengaja mengelus kepala Leta dan menggenggam jari jemari Leta dengan lembut.
"Hmm enggak kok, yaudah yok pulang kebetulan Mama lagi bikin makanan," sambung Leta yang kemudian berjalan kearah motor El.
"Ngapain Lo kesini? haha Gue duluan yah," tanya El sambil menepuk bahu Brayn.
"Habis dari rumah temen.. yah hati-hati aja," balas Brayn lalu turun dari motor dan masuk ke dalam supermarket.
__ADS_1
El tersenyum penuh kemenangan pasalnya Brayn tidak akan mungkin mengalahi sosok Elvano.
"Yok naik," kata El yang membantu Leta untuk naik, setelah Leta naik El langsung menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.
"El Aku seneng banget kamu dateng tepat waktu.. tapi kok kamu tau Aku lagi di supermarket?" tanya Leta dengan dagu yang berada di atas pundak El.
"Kamu lupa... kan mata-mata Aku banyak," jawab El yang mengelus tangan Leta. Leta tambah mengeratkan pelukanya, dia sangat merasa bersyukur karena sudah di pertemukan dengan seseorang yang begitu menyayanginya.
Sesampainya di rumah Leta, Leta pun turun dari motornya jangan lupakan senyum Leta yang selalu mengembang saat berada disamping pacarnya itu.
"Kamu mau masuk?"
"Emm engga deh, aku mau ke basecamp ada kerjaan aku yang belum selesai disana gak papa kan?" jawab Elvano.
Sebenernya yang dikatakan Elvano bohong, dia tidak ada kerjaan di basecamp hanya duduk-duduk saja tetapi Elvano ingin menyusul Brayn dan membuat peringatan kepadanya.
"Oh gitu ya udah hati-hati ya,"
"Iya aku pulang dulu dah sayangg..." ucap Elvano yang sengaja mengucapkan kata 'Sayang' yang membuat pacarnya salting.
Di perjalanan, Elvano sempat melamun memikirkan kejadian Leta dan Brayn tadi.
'Sretttt'
"Aduh aww," rintih seorang perempuan yang terjatuh menyenggol motor El.
El pun tersadar dari lamunannya dan segera turun membantu korban yang di tabrak itu.
Iyaa Vina orang yang sangat menjengkelkan bagi Elvano, tetapi dia mengesampingkan ego nya dahulu. Yang terpenting saat ini kondisi korban yang dia tabrak.
"Sorry gue gak sengaja," ujar Elvano lagi.
"I-iya gak papa kok ini juga gak ada yang luka cuma kaki gue kayanya agak sakit deh tapi gak papa kok aman," jawab Vina dengan tersenyum.
"Yakin? Lo mau kemana? gue anter aja,"
Mata Vina berbinar mendengar pernyataan Elvano, pasalnya baru kali ini Vina di tawari langsung oleh Elvano untuk minta diantarinya.
(Ya bisanya kan Vina yang selalu minta anter hehe)
"Gak papa nih?" tanya Vina basa-basi.
"Lo jangan geer gue nganter lo juga karena kasihan, ini kesalahan gue udah nabrak Lo jadi jangan salah paham dengan perhatian gue hari ini,""
Jleb..
Bagaikan di sambar petir, baru lah Vina senang sekarang harapannya sudah dipatahkan.
"Emm iya gue paham,"
__ADS_1
"Buruan naik lo gue anter pulang aja," ujar Elvano.
"I-iya," Vina pun langsung naik kemotor Elvano dan Elvano langsung menjalankan motornya.
Cekrek~
Sementara seseorang yang sedang mengintip dari balik pohon mengambil gambar kegiatan mereka dengan senyum miring.
******
"Assalamualaikum Mama ku!!!" ucap Leta ketika masuk kedalam rumahnya.
"Waalaikumsalam, lama bener disuruh beli ke supermarket aja," jawab Sonya.
"Yaaa tadi ada masalah dikit sih, nih pesenan Mama.. Leta langsung ke kamar ya,"
Sesampainya di kamar Leta menjatuhkan badan nya di kasur favoritnya itu.
Tiba-tiba
Ting!
...+628******...
+628****:
send a picture
Leta membulatkan matanya kala mendapatkan sebuah foto dari nomor yang tidak dia kenal.
Di foto tersebut menampakkan Vina yang hendak naik ke motor El.
"Oo ini yang ngomong ada kerjaan!" ujar Leta dengan kesal lalu melemparkan handphone nya ke sembarang arah.
"Udah berani banget tu anak bohong, awas aja!"
"Lagian ngapain sih, mau kemana mereka? atau mereka mau jalan berdua?"
"Enggak-enggak gila ya tu Elvano bisa-bisanya!"
Berbagai pertanyaan yang ada dibenak Leta kala itu.
"Dah lah gue tidur aja bodo amat dia mau jalan sama siapa aja gue gak peduli!"
Leta langsung memeluk bantal guling dan tak lama dia pun tertidur.
Sedangkan di sebrang sana ada seseorang yang tersenyum penuh kemenangan kala gambar yang dia kirim sudah di baca oleh targetnya.
'Gue pastiin Lo dan El bakal bubar secepatnya!'
__ADS_1
'Kalo gue tersakiti Lo juga harus tersakiti LETA!' ucapnya dengan penuh penegasan.