IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Serem?


__ADS_3

...🍄PONDOK🍄...


"Eh kalian mau pesen apa biar gw pesenin," ucap Cia menawarkan.


"Emm gw pop mie ajalah sama es teh," ujar Leta.


"Kita samain aja sama Leta pop mie sama es teh nya."


"Ya udah gw pesenin ya." Cia pun menuju ke kantin untuk memesan makanan lalu kembali lagi berkumpul ke rombongannya.


"Haiii, udah pesen makanan?" tanya Aura yang baru saja datang.


"Sudah kok yang lo juga udah," jawab Cia tersenyum.


Tak lama pesenan mereka pun datang segera lah mereka menghabiskannya. Lalu rombongan El pun ikut bergabung sama mereka.


"Bagi dongg," ucap Gibran kepada Aura.


"Nihh." Aura pun menyodorkan pop mie nya ke Gibran lalu Gibran pun tersenyum.


"Makasih Aura cantik.."


Lisya yang melihat Gibran dan juga Aura pun seketika menjadi kesal, mood dia yang tadinya bagus sekarang menjadi rusak hanya karena melihat ke uwuan Gibran dan juga Aura.


"Dih gak modal banget kenapa sih tinggal beli aja gak usah minta-minta ke Aura gitu, Aura sih mau aja bekasan nya dikasih ke Gibran dasar playboy angkut," ucap Lisya dalam hati dengan kesal sambil memperhatikan Gibran dan juga Aura.


Dira melihat Lisya yang sedari tadi melihat ke arah Gibran dan Aura namun ekspresi nya berbeda pun seketika menahan tawanya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Lisya.


"Udah kalo cemburu mah cemburu aja jangan ditahan ungkapin dong biar Gibran nya peka," ledek Dira dengan berbisik seketika menyadarkan Lisya.


"Duhh Sya kenapa ketahuan lagi sih sama ni bocah malu kan gw, gak mungkin lah gw cemburu sama playboy angkut ini gak bolehh Sya gak boleh!" ucap Lisya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu Lisya mendekatkan wajahnya ke telinga Dira, "Enak aja siapa juga yang cemburu ngawur lo!"


Dira lagi dan lagi menahan tawanya, Leta, Cia dan juga Aura heran melihat tingkah Lisya dan juga Dira yang sedari tadi saling berbisik.


"Kalian ngomong apaan sih sambil berbisik gitu," ujar Leta kepo.


"Tau nih gak ngajak-ngajak," sambung Cia dengan heran.


Lisya seketika terkejut saat Leta dan yang lainnya melihat ke arah dirinya, dia takut jika Dira akan membongkar kan apa yang terjadi tadi.

__ADS_1


Lisya dan Dira saling menatap satu sama lain.


"Semoga aja Dira ni mulutnya gak ember kali ini aja," ucap Lisya dalam hati dengan cemas.


"Heh ditanyain juga," celoteh Cia yang sedari tadi menunggu jawaban dari mereka.


"Emm enggak kok gak ada apa-apa ini loh nanti pas pulang gw suruh Lisya tidur dirumah gw udah kok itu aja," jawab Dira berbohong.


"Huftt untung aja tu anak gak ember," ucap Lisya dalam hati dengan lega.


Cia menaikkan satu alisnya ke atas, "Beneran cuma itu?"


"Iya Cia ya terus kita mau omongin apa lagi sih," tutur Dira meyakinkan.


"Kirain ngomong kita-kita lo berdua, lagian kenapa harus bisik-bisik sih," celoteh Cia kepada Dira dan juga Lisya.


"Iya gak papa sih dah lah makan abisin nanti keburu dipanggil Madam lagi," ujar Dira lalu mereka kembali menyantap makanannya.


Dira lagi dan lagi mendekatkan wajahnya ke telinga Lisya, "Ada hutang yang harus lo bayar."


"Ya ampun nih bocah ternyata gak ikhlas!" celoteh Lisya dalam hati dengan kesal.


"Hehehe," cengir Dira sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Lisya. Lisya membuang nafas dengan gusar lalu dirinya kembali melanjutkan sesi makannya.


"Gw sama nyokap bokap liburan aja.. tuh mereka disana," tunjuk Aura kearah seberang.


"Ohhh jadi Om jenggot juga ikut," kata Gibran dengan suara yang meninggi serta kepala yang memanggut-manggut.


...🍒TEMAN LAMA🍒...


"Ihh gw jadi keinget waktu lo sama Ramon jemput gw buat les. Hahaha kalian malah nggak berani main ketempat gw lagi," ungkap Aura dengan gelak tawanya serta tangan yang memukul bahu Gibran.


"Loh kok gitu Ra?" tanya Leta yang penasaran.


"Hahaha gw ceritain yah," ujar Aura yang mulai bercerita dan di setujui oleh mereka.


"Jadi mereka berdua itu sering main kerumah gw belajar bareng lah trus sekolah nya juga bareng. Nah biasanya yang ada di rumah itu cuman Mama gw tapi waktu mereka mau jemput pergi les ehh malah Papa yang bukain pintu dan mereka takut sama Papa gw karena brewokan hahaha," celoteh Aura yang menjelaskan pada mereka semua.


Seketika mereka semua tertawa terpingkal-pingkal sambil membayangkan wajah Ramon serta Gibran yang pasti sangat ketakutan.


"Haha bisa-bisanya ketua tengkorak bisa takut sama om-om," ledek Elvano sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Yee emang bokap nya Aura serem suerr deh gw," ungkap Gibran sambil mengacungkan dua jarinya.


"Emang seserem apa sih Mon?" tanya Kevin yang ikut penasaran.


"Tanya noh sama anaknya," tutur Ramon dengan menunjuk Aura.


"Sebener nya Papa gw itu nggak serem... cuman kumis nya itu tebel trus ditambah Papa gw kan tentara jadi yah kayak sangar gitu," jelas Aura yang menahan tawanya.


Tengah asiknya bercerita tiba-tiba suara dehaman besar mengagetkan mereka semua.


"Ehmmm," suara dehaman yang menghentikan aksi tertawa mereka.


"Eh Papa sini duduk," kata Aura dengan cengengesan.


...🌵Mama Papa Aura🌵...


"Nah temen-temen ini Papa sama Mama gw dan yang ini Debay namanya Aulia," celoteh Aura yang memperkenalkan keluarganya pada mereka semua.


"Hallo Om Tante," sapa Leta dan juga Lisya.


"Ayo Tan ikut duduk juga," ajak Cia dengan sopan.


"Ihhh Debay nya ucul banget," ujar Dira yang gemas dengan Adik kecil nya Aura yang mempunyai tubuh cukup gembul.


"Eh bener bokap nya Aura serem juga ternyata," bisik El kearah mereka.


"Kan apa gw bilang," kata Gibran yang ingin memukul Elvano.


"Om sama Tante masih ingat sama saya nggak?" tanya Ramon sambil menyalami Papa dan Mamanya Aura.


"Aduhh siapa yah? mukanya kayak kenal gitu tapi nggak inget," ujar Mama Aura yang berusaha mengingat.


"Saya Ramon Tan nahh yang ini Gibran," jelas Ramon sambil merangkul pundak Gibran.


"Oohh iya baru inget kalian berdua yang rumahnya tetanggaan dulu kan sama Tante," celoteh Mama Aura yang sangat senang.


"Hehehe iya Tan yang biasa suka main kerumah itu loh," tutur Gibran dengan bertingkah aneh.


"Wahh iya yah tapi sayangnya Aura pindah rumah jadi kalian nggak bisa main bareng lagi," ucap nya sambil tersenyum ramah.


"Pa.. sini Aulia biar duduk sama Rara," ungkap Aura sambil menggendong Adik kecilnya itu.

__ADS_1


"Ihh lucu banget Ra pipinya kayak ba'pau," ujar Leta sambil menciumi Aulia.


"Kita foto yok sama Dekbay nya juga," ajak Cia yang mulai mengeluarkan gadgetnya. Mereka berfoto bersama, berfoto dengan Debay setelah itu mereka juga berfoto bersama Mama dan juga Papa Aura dan tak lupa bersama El dan lainnya.


__ADS_2