IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Khawatir


__ADS_3

...😈Markas Tengkorak😈...


Seperti biasa suasana markas yang sangat ramai dengan di tambah suara gelak tawa dan juga candaan yang menghiasi setiap ruangan Markas Tengkorak.


"Hey Heyy... Yang di atas yang di bawah yang di depan mari kita bergoyang," ujar Ramon yang sudah berdiri di atas meja dengan tangan yang menggenggam sebuah botol plastik yang di jadikan sebagai microfon.


"Apaansih Lo Mon gendang telinga Gue rusak ni denger suara Lo," kata Elvano sambil mencomot tempe mendoan yang ada di dekat Gibran.


Tanpa menggubris perkataan dari Elvano, Ramon tetap melanjutkan aksinya dengan kerah baju yang terbuka serta celana sobek yang mencari ciri khas Ramon.


"Goyang-goyang Bang Ramon semuanya ikut bernyanyi," lanjut Ramon dengan pinggul yang mulai ia gerakkan.


"Azekkkk lanjut Bang"


"Nih Gue sawer haha"


"Eh Mon turun napa nggak sopan banget," ungkap Gibran yang menyuruh Ramon untuk turun dari atas Meja.


Mendengar perkataan dari Gibran, Ramon akhirnya mengakhiri aksi manggungnya dan turun dengan wajah sedih serta bibir yang cemberut.


"Iya dehh Ayang.. Amon turun nih," saut Ramon dengan suara manja.


"Dihh geli bego Gue dengernya," ujar Elvano yang mendorong kepala Ramon.


"Ih kamu kasar nggak suka deh gelay," kata Ramon dengan memajukan bibirnya membuat seisi markas hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Ramon.


Di sela-sela pembicaraan mereka, tiba-tiba ada suara seorang gadis. Yahh.. siapa lagi kalo bukan Vina.


"HAI SEMUAAA," teriak Vina dengan wajah ceria.


Elvano yang melihat keberadaan Vina pun langsung berpindah posisi duduknya mendekati Kevin, El langsung berbaring di sofa serta menutupi wajahnya dengan bantal. Vina yang melihat sikap El sedikit berdecak kesal.


"Hadehh tambah mumet nih kepala Gue," ungkap El yang kemudian berjalan kearah Ramon.


"Nih Gue bawain cemilan buat kalian semua terutama buat Ayang El," ujar Vina yang menaruh dua boks besar berisikan makanan ringan.


"Gue nggak butuh makanan dari Lo, Gue bisa beli sendiri.. Mendingan lo keluar dari markas Gue," ungkap El dengan tegas serta suasana yang berubah menjadi mencekam.


"Yaudah sih El nggak usah marah-marah segala lagian Aku kesini cuman mau nganterin itu aja.. Yaudah Gue pulang duluan yah semua babayy jangan lupa di makan," kata Vina yang kemudian berjalan kearah luar.


"Makasi yah Dede nya Aa' Ramon... Aduh udah capek-capek nganterin kesini," balas Ramon dengan tatapan centil.


"Lo jangan gitu dong El sama Vina kasian Dede gemes Gue Lo gituin," ungkap Ramon sambil membuka kantong kresek.


"Berisik Lo... Kalo mau ambil aja," jawab El yang kemudian memejamkan kedua matanya.


"Eh Lo semua.. Ayok sini makan mumpung gratis," kata Gibran yang menyuruh semua anggota untuk mendekat. Tak menunggu waktu lama makanan yang di bawa oleh Vina berlahan mulai habis.


🌈Prov Leta🌈


"Mama mau kemana?" tanya Leta sambil menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Ini Mama mau beli Gula.. Mama lupa kalo Gula kita habis," kata Sonya yang sengah merapikan baju.


"Hmmm yaudah Leta aja yang belanja.. Mama tunggu di rumah aja," ujar Leta dengan semangat.


"Bener nih nggak apa-apa kalo Kamu yang keluar?" tanya Sonya pada Leta.


"Iya nggak apa-apa Ma sekalian Leta mau beli cemilan," balas Leta pada Sonya.


Leta berjalan sambil bersenandung kecil menuju ke supermarket didekat rumahnya. Sesekali dia melihat lingkungan sekitar perumahannya yang amat bagus dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan tumbuhan.


Namun, lamunan Leta sirna saat mendengar suara klakson dari arah belakang. Leta mengembuskan nafas saat melihat siapa orang tersebut.


"Hai Lett, sendirian aja? Elvano mana?"


"Ngapain lo kesini?" Bukannya menjawab Leta malah berbalik nanya ke orang tersebut.


"Gak sengaja lewat abis dari rumah temen gue disekitaran sini," jawab orang itu dengan tersenyum manis.


"Oh," hanya satu kata yang keluar dari mulut Leta dan dia pun melanjutkan jalannya kembali meninggalkan orang tersebut. Namun tak pantang menyerah orang itu malah mengikuti Leta dari belakang.


"Lo mau kemana?"


"Bukan urusan lo," jawab Leta dengan singkat. Dia malas berurusan dengan orang ini, rasanya dia ingin menghilang saja.


"Mau gue anter?"


"Gak perlu, udah mending lo balik ngapain masih disini?"


Leta tidak menggubris perkataan orang tersebut dan sekarang dia telah sampai di depan supermarket, namun orang itu tak kunjung pulang dan masih membututi Leta sampai sekarang.


Leta menghembuskan nafas kasar, "Huftt.. mau Lo tu apa sihh ngikutin mulu deh, Lo gak ada kerjaan yang lebih penting dibanding ngikutin gue gini?"


"Emm enggak ya apa salahnya? Ini juga tempat umum bukan?"


"Serah Lo deh!"


******


Ting!


Toni


Send a picture


Boss ini Leta kan ya?


Elvano mengepalkan tangannya saat mendapatkan kabar dari Toni, bahwa Leta sedang bersama Brayn.


"Arghhhhhh kurang ajar!" teriak Elvano secara tiba-tiba yang membuat seluruh teman-temannya menoleh.


"Busettt santaii dong, untung gak jantungan gue!" balas Ramon dengan drama memegang dadanya.

__ADS_1


"Kenapa Lo?" tanya Kevin heran.


Elvano langsung mengarahkan handphonenya.


"Wahh gercep banget tu anak deketin cewek lo, gak bisa tinggal diem ni El hajar aja!"


Pletak


Kevin langsung menjitak kepala Ramon, yang membuat si empunya kesakitan.


"Lo diem deh ngoceh mulu, yang ada lo buat El makin manas," tegur Kevin menenangkan.


Elvano langsung berdiri mengambil kunci motornya, dia harus menyusul pacarnya itu.


"Mau kemana lo?" tanya Gibran yang sedari tadi diam.


"Leta,"


"Bro kita susul aja takut kenapa-napa El," saran Ramon hendak berdiri namun tangannya dicekal oleh Gibran.


"Udahlah gak mungkin kenapa-napa, ada Leta juga," jawabnya santai.


"Iya itu urusan mereka udah percaya aja ada pawangnya," ucap teman yang lain.


Di perjalanan El selalu kepikiran dengan pacarnya itu, bukan dia takut Brayn akan mengambil Leta darinya yang hanya ditakutkan Brayn akan menyakiti Leta disana.


Yaa.. El tau Brayn seperti apa, mau cewek atau cowok pasti dihajar jika tu anak sudah kehabisan akal.


'Awas Lo sampai nyentuh Leta gue abis lo!' batinnya dalam hati.


*****


Seorang menggunakan sweater dan memakai masker serta menggunakan kacamata menghampiri seorang pria yang nampaknya sangat sedih di pinggir danau.


"Ekhem.."


"Lo siapa?"


"Lo ada masalah?" tanya seseorang yang 'misterius itu'


"Tau dari mana lo? bahkan gue gak kenal lo,"


"Oke kita gak kenal tapi siapa tau Lo butuh gue?"


"Lo siapa? jangan ikut campur,"


"Ya gak papa sih kalo lo gak mau cerita, tapi siapa tau Lo butuh bantuan? barangkali gue bisa bantu? sesama manusia harus saling bantu bukan?"


.


.

__ADS_1


Haii teman-temannn!! selamat membaca yaa, oh yaaa jangan lupa tinggalin jejak like, komen, dan vote kalian yaa karena itu sangat berhargaaa untuk author!!❤️ terimakasih yang udah baca dan ninggalin jejak🥰


__ADS_2