
💃Prov Aron & Leta💃
Aron dan Leta sudah membayar belanjaan nya segera langsung keluar dari supermarket dan menuju ke mobil untuk pulang. Saat mereka ingin berjalan menuju ke mobil, mereka berpapasan langsung dengan seseorang yang tidak asing baginya.
Iya dia adalah Gavin teman Aron. Kenapa lagi-lagi Leta harus bertemu dengan Gavin?
...🍀KEDATANGAN GAVIN🍀...
"E-eh Leta, Aron kalian disini juga?" tanya Gavin kepada Leta dan juga Aron yang terkejut melihat mereka.
"Iya nih biasa gw nemenin Adek gw yang manja ini ke sini," ujar Aron yang nadanya seperti meledek Leta.
Leta hanya menunduk dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Emang belanja apaan?" tanya Gavin yang kepo dengan Aron dan juga Leta.
"Ni anak kenapa kepo bat dah gw yakin pasti ni Abang jelek ngajak Kak Gavin lagi ke rumah," ucap Leta dalam hati sambil tetap memalingkan wajahnya.
"Ini belanja untuk nyokap sama bokap gw," jawab Aron kepada Gavin.
"Lo sendiri ngapain disini? kok di dalem tadi gw gak lihat lo?"
Gavin emang tidak berbelanja disana tetapi dia mengambil uang di samping Supermarket tersebut ada Bank untuk mengambil uang.
"Ohh ini gw ngambil uang gw tadi di Bank," ujar Gavin menjelaskan.
"Yaudah Vin lo main kerumah gw aja mau gak kan kali-kali kita gak bahas tugas terus," celoteh Aron yang saat itu melihat Gavin terus menerus mengamati adiknya itu dan Aron akan mengerjai Leta dengan kehadiran Gavin dirumahnya.
"Tuh kan kenapa sih mau ajak ni anak," ucap Leta dalam hati dengan panik.
Aron yang melihat tidak ada jawaban dari Gavin dia pun mulai bertanya lagi, "Gimana? mau gak lo?"
"Gw sih kalo Leta izini gw mau kesana," jawab Gavin sambil menoleh ke arah Leta.
Leta yang merasa namanya dipanggil itu pun mulai salah tingkah dia binggung harus menjawab apa.
"E-eh iya boleh lah Kak masa gak boleh sih kan Kakak temen nya Bang Aron juga," balas Leta dengan sedikit gugup, dan Gavin hanya tersenyum senang saat Leta mengizinkannya.
__ADS_1
"Tuh kan boleh, masa iya sih gak boleh ya gak Dek," ujar Aron yang langsung merangkul pundak Leta, Leta hanya tersenyum terpaksa sambil melepaskan rangkulan Aron itu.
"Yaudah yok jalan, lo bawak mobil Vin?" tanya Aron yang sedari tadi melihat ke mobil-mobil yang terparkir disana.
"Bawak nanti gw iringin aja dari belakang." Aron hanya mengangguk dan mereka langsung masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Aron langsung menancapkan gas saat sudah berada di mobil.
...🐰DI DALAM MOBIL🐰...
"Bang..." ucap Leta membuka suara.
"Hemm," jawab Aron dengan singkat sambil tetap fokus menyetir.
"Abang kenapa sih mau ngajak Kak Gavin kerumah," ujar Leta yang nampaknya mulai kesal.
"Lah emang kenapa? dia kan temen Abang? masa iya temen kamu aja yang diajak main kerumah," balas Aron yang gayanya sok cool.
"Iya gak papa sih kalo mau ajak temen Abang tapi jangan Gavin juga kali."
"Kenapa lo takut El tau kalo Gavin kerumah? lo takut El marah? elah cemen banget sih lo Dek sama laki-laki, nih ya kalo dia marah udah lah biarin aja toh kan dalam suatu hubungan harus ada kepercayaan kalo dia marah berarti dia gak percaya dong sama lo," celoteh Aron panjang lebar.
Sebenernya yang ditakutkan Leta bukan hanya El tetapi dia sangat risih dan canggung bila ada Gavin di rumahnya, ya secarakan Gavin sangat menyukai Leta.
"Dihh baperan lo," balas Aron sambil cengengesan.
...👾RUMAH CIA👾...
"Mi ini barang-barang nya udah Cia masukin ke dalam tas semua kok," kata Cia yang ikut membantu Cici mengemas obat-obatan serta makanan.
"Owh iya Sayang.. tolong yang itu juga di masukin yah," balas Cici yang masi menggunakan daster.
"Iya Mi siap, Mami ganti baju aja biar ini Cia yang beresin," ungkap Cia sambil menaruh suntikan ke dalam boks.
"Yaudah kalo gitu Mami dandan dulu deh, terus kalo ada temen Mami ajak masuk dulu. Bilang kalo Mami masih siap-siap," ujar Cici yang berjalan kearah kamarnya.
"Iya Mi beres deh pokoknya," teriak Cia sambil mengacungkan jempol.
"Kayaknya tinggal ini deh yang belum di masukin," celoteh Cia yang menyusun botol-botol kaca yang pastinya obat-obatan yang di perlukan untuk masyarakat di desa.
__ADS_1
Tinnn... Tinnn
Suara klason mobil menandakan bahwa para rombongan medis sudah siap.
"Duhh Tante bidannya udah pada dateng lagi mana Mami masih dandan," kata Cia yang berjalan ke depan untk membukakan gerbang.
"Masuk dulu Tan soalnya Mami masih siap-siap," kata Cia sambil membuka gerbang. Dan mobil hitam itupun memasuki perkarangan rumah Cia.
Semua keluar dari mobil hanya sedikit sekitar tiga orang bidan saja.
"Ayo Tan masuk," ajak Cia dengan ramah. Mereka masuk kan langsung duduk di ruang tamu.
"Ini Tan minum dulu Mami udah siapin buat Tante-tante," kata Cia yang menyodorkan air mineral.
"Ini Cia yang suka di ajak Cici ke rumah sakit kan?" tanya salah satu dari mereka.
"Iya masa kamu lupa ini loh yang siap pulang TK suka gendongin boneka tedy sama makan lolipop," jelas Tante disebelahnya.
"Owhh iya-iya udah besar banget yah sekarang kamu, dulu kamu tu suka di cubitin pipinya sama kita-kita."
"Hehehe ihh Tante Cia jadi malu nih," cengir Cia yang nampak geli ketika mendengar bahwa dirinya dulu sangat cuby.
"Bentar yah Tan... Cia panggil Mami dulu," barulah Cia ingin berdiri ternyata Cici sudah siap dengan seragam putih miliknya.
"Ehh udah dateng semua, hehe maaf yah biasa tadi jadi ART dulu," tutur Cici yang membenarkan kancing bajunya.
"Yaudah kita langsung berangkat aja nanti keburu sore."
"Iya... Cia bantuin Mami angkat barang-barangnya ke mobil," kata Cici yang dengan sigap mengangkat tas satu persatu.
Ketika semua barang sudah di masukkan kedalam mobil, kini Cici sedang berpesan kepada Cia karena suaminya juga sedang bekerja jadi Cia cuman di temeni ART dan juga satpam.
"Cia nanti siang kamu sama yang lain jadi nyusul nya kan?" tanya Cici sambil menutup pintu.
"Iya Mi jadi kok tapi kita perginya siang."
"Yaudah Mami pergi dulu, kamu nanti hati-hati sama yang lainnya juga. Kamu masih inget kan jalannya?" tanya Cici yang sedikit khawatir.
__ADS_1
"Iya Mi tenang aja Cia inget kok, Mami sama Tante-tante yang lain juga hati-hati yah... bye Mamii," teriak Cia sambil melambaikan tangan.