
"Iya kalo ada mau gw bawa balik hehe," ucap Dira cengegesan.
"Eh foto disini yokk bagus woi batunya bagus," teriak Gibran dari kejauhan.
Leta dan teman-teman pun menyusul Gibran.
"Wahh bagus banget sumpah fix ini mah gw mau foto," celoteh Dira yang langsung mengambil handphone nya dan ber-selfie depan kamera.
Mereka berfoto-foto di museum itu, selain tempat berfoto disana terdapat toko manik-manik atau perhiasan seperti gantungan kunci, kalung, gelang yang berbentuk batu-batuan zaman dahulu namun di ukir dan dibentuk lagi agar lebih menarik.
Leta, Cia, Dira dan juga Lisya berpisah dari rombongan El, Kevin, Gibran dan juga Ramon dikarenakan rombongan cewek ingin membeli manik-manik itu.
...💃TOKO PERNAK-PERNIK💃...
Saat berada di toko manik-manik Leta berpapasan lagi dengan Gavin, kali ini dia tidak bersama Bang Aron.
Gavin tersenyum melihat Leta, "Hei Let lo mau beli apa?"
"Eh Kak Gavin... ini Leta mau lihat-lihat aja kalo aja ada yang bagus baru Leta beli hehe," jawab Leta dengan cengegesan.
Gavin mengangguk dan tersenyum. "Oh iya Let Kakak beli ini untuk lo pakai ya," ucap Gavin dengan memberikan sebuah kalung berbentuk huruf 'L' yang diukir dari batu jaman dahulu.
Leta sekarang sedang binggung harus nerima atau tidak nya barang yang diberikan oleh Gavin itu.
Jika dia menerimanya dan El melihatnya bisa-bisa El bertanya dan marah jika ia tau ini pemberian Gavin, tetapi jika dia menolaknya dia sangat tidak enak dengan Gavin.
"Duh gw harus gimana," ucap Leta dalam hati.
Cia, Dira dan juga Lisya memperhatikan dari jauh gerak-gerik Gavin. Betapa terkejutnya mereka melihat Gavin memberikan kalung ke Leta disana, Leta nampak kebingungan.
"Woi woi gila dikasih kalung dong," kata Dira sambil berbisik.
Leta yang melihat teman-teman nya berada dibelakang Gavin dan bersembunyi lalu Leta mengode dengan menggunakan alis, apakah dia harus nerima atau menolaknya.
Cia yang paham akan kode dari Leta pun menjawabnya dengan anggukan kepala menandakan dia setuju jika Leta menerima pemberian Gavin.
__ADS_1
"Eh Cia kenapa lo malah nyuruh Leta nerima tu kalung," ujar Lisya kebingungan.
"Udahlah itu cuma kalung kan bisa dipakai bisa enggak, masa Leta gak nerimanya gak enak dong orang udah dikasih begitu," jawab Cia dengan santai.
Benar juga kata Cia, Leta tidak mungkin menolaknya karena sudah diberi seperti itu.
Leta pun menerima pemberian dari Gavin itu, "Makasih Kak Gavin."
"Iya sama-sama," balas Gavin dengan sangat senang saat Leta menerima pemberian dari nya.
"Oh iya lo mau gw temenin nyari perhiasan disini?" tawar Gavin dengan senang hati.
"Emm gak usah Kak, kan ada temen Leta Kak gak enak juga sama Kak Gavin nya hehe," jawab Leta menunjukkan senyuman manisnya yang membuat Gavin nambah menyukai sosok Leta.
Gavin sangat gemas saat ini dia lalu mengusap kepala Leta sambil tersenyum. Sedangkan Leta diam mematung saat Gavin mengusap kepala nya.
Cia, Dira dan Lisya lagi-lagi dibuat terkejut saat Gavin mengelus kepalanya Leta.
"Wah wahhh untung aja gak ada El bisa abis tu Gavin main ngelus kepala Leta segala," ujar Dira yang tak menyangka.
"Wahh Let lo kita cariin ternyata disini," tutur Lisya yang mulai bersandiwara.
"Hihihi gw liat-liat itu," tunjuk Leta kearah pernak-pernik dengan cengengesan.
"Eh kita kesana yok foto berempat bagus tu," teriak Dira dengan antusias.
"Wahh iya bener yok kesana... buruan Let," ungkap Cia yang langsung menarik tangan Leta dengan cepat dan mereka pergi menjauhi Gavin.
"Ehh Kak kita kesana dulu yah," teriak Leta saat berlari. Gavin hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum sekilas.
"Emm Leta.. Leta lo itu lucu banget bikin gw uringan kalo liat lo," ungkap Gavin yang bermonolog yang melihat kearah Leta dari kejauhan tak lupa senyum yang sudah mengembang.
🍑Prov Leta dan teman-teman🍑
"Huftt... utung aja lo nyamperin gw kalo nggak, bisa kacau apa lagi sampai El liat hadehh nggak bisa gw bayangin deh," lirih Leta yang bernafas lega.
__ADS_1
"Sebenernya sih kita itu udah liatin lo dari jauh, trus lama-lama tu orang makin ngelunjak sama lo untung aja kita langsung nyamperin lo," celoteh Cia sambil berjalan beriringan.
"Kayaknya info lo pacaran sama El belom kesebar deh, soalnya orang-orang belom pada heboh gitu," ujar Lisya sambil mengunyah permen karet.
"Tunggu aja ntar juga El post foto kalian nggak mungkin juga seorang El nggak pamer punya pacar baru," ungkap Dira dengan serius.
"Udahlah nggak usah di pikirin kita foto disana aja bagus ada lampu-lampu nya," ujar Leta lalu mereka berfoto bersama dengan gaya pose yang menambah kecantikan mereka.
"Eh gw post yah ntar gw tag kok," ungkap Dira yang mulai menggeser layar gadgetnya.
"Ngomong-ngomong Kevin sama yang lainnya kemana yah kok nggak liat sih?" tanya Cia yang mulai mengamati lokasi sekitar.
"Nggak tau juga sih coba lo telpon," kata Lisya sambil menaikkan kedua bahunya.
"Yaudah sambil nunggu mereka mending kita duduk disana aja, capek nih dari tadi kan kita udah muter-muter," celoteh Leta dengan menunjuk sebuah tempat duduk yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Yaudah kita kesana aja," ajak Cia dan mereka berjalan beriringan.
💥Elvano and The Genk💥
"Wihh ni batu kok mirip lu yah Mon," ejek Gibran sambil menunjuk kearah patung batu manusia purba.
"Sembarangan lo kalo ngomong, awas noh ntar tu patung gerak rasain lo," dengus Ramon dengan mengguyur wajah Gibran.
"Eh kok gw nggak liat Leta sama yang lainnya yah," tutur El yang nampak khawatir.
"Iya sama gw juga nggak liat dari tadi," ungkap Kevin dengan arah pandang mengamati sekeliling tempat.
"Woi gw haus nih cari minum yok," lirih Gibran sambil memegangi lehernya.
"Yaudah gw juga nih, disana tadi gw liat ada tempat minum," celoteh El sambil menunjuk jalan yang baru sudah mereka lewati. Mereka pun duduk dan meneguk minuman yang sudah mereka beli.
"Hahh... lega banget gw," ungkap Gibran sambil menyelonjorkan kakinya.
"Widihh ni cewek-cewek ternyata foto di deket pernak-pernik yang tadi kita nggak jadi kesana," ujar Kevin yang melihat ke layar handphone miliknya dengan wajah yang sedikit terkejut.
__ADS_1
"Mana-mana coba liat?" jawab El yang langsung merubah posisi duduknya.