IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Kesenangan


__ADS_3

"Gusy mending kita makan dulu yok, laper ni gw soalnya udah siang juga," ucap Cia sambil melihat kearah jam tangan miliknya.


Setelah mereka mencari keberadaan Ramon, mereka akhirnya memutuskan untuk makan siang bersama pasalnya jam sudah menunjukkan waktu makan siang.


"Iya bener, kita makan aja dulu baru habis itu kita keliling Mall lagi," ucap Dira pada mereka.


"Kita yang cowok ngikut aja dah," ucap Gibran merangkul pundak El serta Kevin.


"Kita makan di tempat Tante gw aja," ujar Lisya menawari.


"Boleh tuh yok." Mereka pun mengangguk setelah itu langsung lah menuju ke Lestoran yang Lisya bicarakan.


...☀️DiSEBUAH RESTORAN☀️...


"Nah itu tempatnya, kalian duduk aja biar gw yang mesenin," ujar Lisya menatap kearah mereka.


"Ya udah samain aja makanannya," ucap El sambil mengarah ke meja yang telah tersedia.


"Iya samain aja yang penting enak," ucap Gibran sambil duduk dan di susul mereka semua.


"Oke beres deh, gw pesen dulu," ujar Lisya sambil berjalan menuju kasir dan diangguki meraka semua.


"Kak Tante Lusi nya ada?" tanya Lisya kepada salah satu pegawai.


"Ehh Lisya, ada kok didalam," ujarnya memberitahu.


"Oh ya Kak Lisya pesen menu spesial 8 yah, ntar anterin kemeja yang disana," tunjuk Lisya kearah teman-temannya.


"Oke beres kalo gitu," ucapnya sambil mengacungkan jempol.


"Gw baru tau kalo Lestoran ini punya Tantenya Lisya," ucap Gibran menyenderkan bahunya.


"Dih orang lo aja baru kenal kan kita juga temenan baru tiga hari, lo gimana sih," ujar Kevin sambil menampol kepala Gibran.


"Haha iya lo gimana sih," ujar Cia dengan gelak tawanya. Leta maupun Dira hanya tertawa sambil menggelengkan kepala mereka.


"Permisi ini minumannya," ucap pegawai sambil menaruh minuman mereka.


"Iya Mbak," ujar Leta sambil mengangguk.


"Makanannya lagi proses yah Kak," jawab pegawai langsung kembali kearah kasir.


"Iya Mbak, santai aja," ucap Ramon sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana.


🌳Prov Lisya & Lusi🌳


"Hay Tante," sapa Lisya sambil melambai kearah Lusi.


"Eh ponakan Tante udah gede kamu sekarang yah," ucap Lusi sambil memeluk Lisya.


"Hehe iya dong Tan," ujar Lisya kembali.


"Kamu kesini sama siapa Sya?" tanya Lusi sambil mengajak Lisya duduk.


"Sama temen sekolah Tan, kita abis nonton jadi aku ajak makan disini deh," ujar Lisya tersenyum.


"Wahh bagus dong hehe," ucap Lusi mencubit pipi Lisya dengan gemas.


"Tan Lisya kesana dulu yah, makanannya udah siap soalnya," ujar Lisya sambil beranjak dari kursi.


"Iya Sya Tante juga ada urusan, kamu makan aja yah," ucap Lusi pada keponakannya itu.

__ADS_1


"Bye Tan." Lisya pun berjalan menuju teman-temannya. Lisya berjalan beriringan dengan pegawai yang membawakan makanan mereka.


🌿Prov Lisya dan teman-teman🌿


"Eh gw lama yah," ucap Lisya sambil duduk disebelah Leta.


"Enggak kok santai aja," ujar Leta sambil tersenyum.


"Ini makanannya," ucap nya sambil menaruh makanan ke atas meja dan pegawai tersebut kembali ke arah dapur.


"Wahh enak ni kayaknya," ucap Gibran dengan wajah laparnya.


"Pasti dong," ujar Lisya menatap Gibran. Mereka memakan makanan dengan santai sesekali mereka tertawa dengan tingkah Gibran yang bobrok. Setelah mereka makan Leta mengusulkan untuk berkeliling.


"Wahh akhirnya kenyang gw," ujar Gibran sambil mengelus perutnya.


"Eh kita main kesana yok kayaknya seru deh," ajak Leta sambil menunjuk kearah tempat permainan.


"Aaa iya kayaknya disana lucu deh buat foto." Mereka segera menuju kesana dan sesampainya disana mereka bermain dan berfoto untuk mengabadikan moment.


...🤳BERFOTO BERSAMA🤳...


"Eh kita foto yok." Leta mengeluarkan gadgetnya.


"Boleh tuh, disana aja," ucap El lalu mereka memasuki ruangan photo boxs.


Mereka bergaya dari formal sampai yang kocak, Leta merasa sangat senang mempunyai teman baru yang baik dan juga seru.


"Oke satu dua tigaa," ucap Dira sambil menekan tombol.


"Eh sekarang senyum pepsodent dong," ujar Dira antusias.


"Ihh lucu," ucap Cia dengan gemas.


"Eh fotonya kita jadiin delapan yah biar kebagian semua," usul Leta lalu membagikan foto mereka satu-persatu.


"Kita abis ini mau kemana?" tanya Ramon sambil melihat sekeliling.


"Main kesana aja kayaknya seru," ajak Leta sambil berjalan ke area permainan bola basket. Mereka berpencar Cia dan Kevin bermain capit boneka, Leta dan Elvano bermain bola basket sedangkan Ramon dan Gibran Dira serta Lisya bermain mesin kartu.


"Let mau main kesana," ajak El pada Leta.


"Boleh," jawab Leta sambil mengangguk. El menggenggam tangan Leta dan berjalan menuju permainan bola basket.


...💃KEBERSAMAAN💃...


"Gw nggak jago main ginian."


"Udah nggak papa kan ada gw."


El pun mengarahkan bola ke tangan Leta, "Nih lo pegang trus lempar kesana."


"Oke, coba lo contohin ini dulu deh," ujar Leta mengambil bola tersebut.


"Nih gw contohin, lo pegang bolanya kayak gini trus pandangan lo harus fokus, tinggal lempar deh, tuhh masukkan," ucap El menjelaskan panjang lebar.


🌹Prov Leta & Elvano🌹


"El cakep juga kalo gw perhatiin," ucap Leta dalam hati sambil memperhatikan El yang sedang menjelaskan.


"Tuhh masukkan," ujar El menatap kearah Leta.

__ADS_1


"Wahh iya lo hebat." Leta cepat-cepat membuang jauh pikirannya tentang Elvano.


"Sekarang lo sini gw ajarin." El langsung menggenggam tangan Leta.


Leta pun terkejut atas sikap El.


"Nah lo pegang bolanya kayak gini," perintah El sambil memegang tangan Leta.


"Gini yah, terus gimana," ujar Leta menatap kearah El.


"Lo liat keranjang yang di depan trus lempar," ujar El menunjuk keranjang.


"Okeh gw coba, satu dua tigaaa. Kya masukkan," ucap Leta bersorak sambil memeluk El.


Leta pun tersadar, "Ehh sorry gw nggak bermaksud." Leta segera melepaskan tangannya dari tubuh Elvano.


"Hehe udah santai aja, lo mau eskrim?" tanya El menghilangkan rasa kecanggungan.


"Mau-mau," jawab Leta dengan cepat.


"Ya udah yok," ujar El lalu menggandeng tangan Leta.


❤️Prov Cia & Kevin❤️


"Dapetin boneka pink itu Vin, aaaa lucu banget," ucap Cia sambil melihat kearah dalam.


"Iya lo tenang aja, gw kan jago," jawab Kevin memasukkan koin.


"Nih gw ambil." Kevin pun mulai menggerakkan tuasnya tersebut.


"Kiri-kiri Vin nah segitu eh kanan dikit, stop woi lewat," ujar Cia antusias sambil menarik-narik baju Kevin.


"Eh lo mau main bukan jadi tukang parkir, woi Nyet sobek ntar baju gw," ucap Kevin memberhentikan tuasnya.


"Ah lo mah, cepet pencet tombolnya," perintah Cia sambil menekan tombol tersebut.


"Woi kutil badak belom pas itu arahnya," ucap Kevin dengan hebohnya.


"Lo sih lama," ujar Cia sambil berjalan kearah tempat keluarnya boneka.


Cia mengambil boneka tersebut, saat Cia ambil ternyata yang mereka dapatkan malah boneka kelinci sedangkan yang Cia inginkan adalah boneka beruang yang berwarna pink dan sangat menggemaskan menurut Cia.


"Yahh kok malah dapet boneka ginian," ujarnya dengan wajah cemberut.


"Udah nggak papa, ini juga nggak kalah lucu kok," ucap Kevin sambil mengusap kepala Cia.


Cia berjalan mendekati kaca boxs tersebut "Nak tunggu mama yah," ujar Cia bertingkah seolah mereka adalah orang tua dari boneka beruang yang masi berada didalam box.


"Udah jangan sedih ini juga usaha kita dapetin boneka walau campur cek cok sih makanya jadi keluarnya ginian," ujar Kevin menggaruk belakang kelapanya.


"Jangan sedih Civin papa disini kok," ucap Kevin mengelus kepala boneka kelinci tersebut.


"Kok namanya Civin?" tanya Cia sambil mengerutkan alisnya.


"Iya Cia dan Kevin."


"Ihh nama kamu lucu yah, Mama panggil kamu Civin oke," ucap Cia seolah berbicara kepada anak kecil.


"Iya Mama, Civin juga sayang Mama, kalau tidur jangan lupa peyuk aku anggep aja Mama lagi peyuk Papa," ujar Kevin menggerakkan kepala boneka tersebut seakan-akan boneka kelinci itu yang bersuara.


"Hahaha iya Mama bakal peluk." Cia dan Kevin tertawa terbahak-bahak atas haluan yang mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2