
Kevin melajukan motornya dengan kecepatan yang standar, ketika saat dalam perjalanan tiba-tiba gerombolan genk motor yang memakai masker menghadang Kevin dijalan.
...🌳PINGGIR JALAN🌳...
"Turun lo!" bentak salah satu dari mereka.
Kevin dengan gaya cool nya turun dari motor dengan santai, "Ada apa?"
Salah satu dari mereka membuka maskernya dan Kevin mengenali dia adalah Rio, orang yang dulu sangat menyukai Cia kekasihnya namun Cia lebih memilih Kevin dari Rio karena satu alasan.
"Kenapa?" tanya Kevin cuek.
"Putusin Cia sekarang!" bentak Rio.
"Siapa lo emang nyuruh gw buat mutusin Cia?"
"Gara-gara lo harusnya Cia lebih milih gw dari pada lo!"
"Lah? denger ya Cia itu mau nya sama gw bukan sama lo yang berandalan ini!" jawab Kevin dengan nada tinggi.
"Berandalan? inget ya kita sama-sama Genk motor berandalan bukan hanya gw!" ujar Rio tak kalah tinggi.
"Genk motor gw lebih terhormat dari pada Genk motor lo! dan lo juga harus ngaca dong kenapa Cia lebih milih gw dari pada lo!" ujar Kevin dengan senyum smirk andalannya.
"Dasar ya lo!" Rio lalu melayangkan pukulan kearah Kevin, namun ditangkis segera oleh Kevin.
Saat Kevin menangkis tangan Rio teman-teman Rio pun maju berniat untuk menolong Rio.
Kevin tertawa hambar, "Berani nya keroyokan nih? inget ya kita ada perjanjian siapa yang main keroyokan berarti pengecut!"
Rio tidak merespon perkataan Kevin, yang Rio inginkan sekarang Kevin lenyap dihadapannya urusan pengecut atau tidak nya itu menjadi urusan terakhir.
(Takut ya bund:v)
Lalu Rio mulai melayangkan pukulan di pipi Kevin, lalu Kevin pun melayangkan pukulan nya juga tepat di perut Rio. Rio langsung jatuh ke tanah. Barulah Kevin ingin menarik kerah baju Rio langsung ada pukulan dari belakang punggung Kevin.
Kevin pun dikeroyok dan mukanya babak belur, tak lama ada salah seorang warga yang melihat keroyokan tersebut langsung memanggil warga dan semua warga segera datang untuk menolong Kevin.
"Cabut gaes," ujar Rio langsung pergi meninggalkan Kevin dan warga sekitar.
"Kamu gak papa dek?" tanya seorang Ibu-ibu kepada Kevin.
"Emm iya enggak papa kok, Pak Buk makasih ya saya pamit pulang dulu," ujar Kevin lalu bangkit dan berjalan kearah motor.
"Kamu enggak mau dianter warga sekitar aja nak?" tanya salah seorang warga lagi.
"Tidak Pak terimakasih, saya duluan," ujar Kevin berpamitan lalu melajukan motornya.
Sesampainya di basecamp, El dan teman-temannya melihat Kevin yang babak belur pun mulai bertanya.
...💥BASECMP💥...
"Vin lo kenapa?" tanya El dengan alis yang mengkerut.
"Siapa yang bikin lo kaya gini kasih tau gw," ucap Gibran memanas.
"Iya Vin beraninya dia sama lo"
"Jawab Vin siapa"
Kevin pun menjawab, "Tadi gw habis pulang nganterin Cia gw dihadang tu sama Rio yang dulu suka sama cewek gw, dia nyuruh gw mutusin Cia ya elah gw enggak mau lah bro tiba-tiba nih dia nonjok gw gitu aja."
"Beraninya ya tu anak masih aja ngincer Cia, udah tau ditolak enggak ada malunya jadi cowok," celoteh Gibran.
__ADS_1
"Padahal kan kita udah ada perjanjian tu sama Genk mereka," ucap Ramon santai tapi sangat khawatir dengan keadaan Kevin.
"Wahh berarti emang tu genk pengecut! beraninya keroyokan!" ujar El kesal.
"Bener El kata lo, emang genk cupu! pengecut banget ya mereka awas aja!"
"Kita enggak boleh tinggal diam ni Mon," ucap El.
"Bener Mon kalo bisa kita abisin tu anak Genk sebelah," ujar Gibran sangat kesal.
"Panji!" ucap Ramon dengan lantang. Panji yang namanya disebut pun langsung berdiri.
"Iya Bang?" ucap Panji berdiri dengan tegap.
"Kirim surat sama genk pengecut itu, kita bakal tempur di jalan mawar," tegas Ramon dengan tegas.
"Siap Bang," ucap Panji dengan sigap lalu dirinya bergegas untuk menjalankan tugas.
"Tio... kumpulin anak-anak bagi tugas ada yang ikut nyerang dan sisanya jaga markas," kini El angkat suara.
"Siap Bang," ucap Tio lalu bergegas keluar untuk mengumpulkan pasukan mereka.
"Yang lain siapin senjata," ucap Ramon kembali mengambil alih.
🌝CIA POV🌝
"Ahh bosen..." ucap Cia sambil merebahkan tubuhnya.
"Ahaaa gw ada ide, gimana kalo gw ajak mereka kemarkas tengkorak aja pasti seru deh," ucap Cia sambil mengubah Posisi tidurnya menjadi duduk.
Cia langsung mengabari teman-temannya menggunakan aplikasi
WhatsApp.
...Grils ciwi-ciwi😻...
^^^Cia:^^^
^^^Allo eprebadee^^^
Leta:
Apaan woi
Dira:
Haderrr
Lisya:
Em
^^^Cia:^^^
^^^Kita main ke markasnya Kevin yok^^^
Dira:
Boleh juga tu, eh kayaknya kita beli makanan dulu deh buat disana
Leta:
Gw ngikut aja deh
__ADS_1
Lisya:
Kita kesana pakek mobil gw aja, ntar gw yang jemput kalian
^^^Cia:^^^
^^^Okeeee^^^
Dira:
:2
Leta:
:3
...💥BASECMP💥...
Sekarang didalam markas tengkorak mereka semua sudah siap dengan perlengkapan mereka masing-masing dan pasukan mereka pun dibilang cukup banyak.
"Semua sudah lengkap," teriak Gibran dengan menggunakan jaket kulit berlambang tengkorak dibagian saku.
"Semua udah lengkap Bang," ucap Tio dengan datar.
"Okeh kita langsung kesana, sisanya jaga markas pastiin kondisi markas terkendali," tegas Ramon kemudian mereka langsung menuju lokasi.
Segerombolan genk motor dengan lambang tengkorak membelah jalanan yang sedari tadi senyap seketika menjadi bising, dengan pasukan inti yang memandu Di barisan depan yang tak lantas Ramon, Elvano, Kevin dan juga Gibran.
Sesampainya di tujuan mereka sudah melihat pasukan lawan sudah berjejer di sebrang sana, mereka juga membawa senjata dan pasukan yang lumayan banyak tetapi jika dibanding kan dengan pasukan tengkorak jumlah lawan bisa dipastikan dapat mereka kalahkan.
🍀Prov Leta dan teman-teman🍀
"Kita mampir kemana dulu ni?" tanya Lisya yang masih fokus untuk menyetir.
"Alfamart depan gang Leta aja, skalian jemput dia kan," ucap Cia menyarani.
"Leta udah gw kabarin, katanya dia udah siap," ucap Dira sambil membalas pesan dari Leta.
"Lewat mana nih?" tanya Lisya yang berada di persimpangan.
"Lurus aja," ucap Cia sambil mengemut permen gulanya.
"Okeh... yang mana rumah Leta?" tanya Lisya yang kebingungan pasalnya dirinya memang tidak tahu rumah Leta dimana.
"Lurus aja, rumah Leta warna tosca nah itu orangnya," ucap Cia sambil menunjuk kearah Leta.
Dira menurunkan kaca mobil lalu memanggil Leta. "Let buruan naik," ucap Dira sambil melambai.
"Susah yah nyari rumah gw?" tanya Leta sambil membuka pintu.
"Lumayan, yaudah kita langsung ke alfa aja yah," ucap Lisya lalu menjalankan mobilnya.
...🔥GANG SEMPIT🔥...
Mereka satu persatu turun dari motor dan berjalan menghampiri lawan.
"Aldi lo jadi ketua yang becus dong, masa ngurus anak buah satu aja nggak bisa," ucap Gibran sambil mengangkat dagunya.
"Cuih... kali ini memang kami yang mulai, jadi kita satu sama. Tahun kemarin anggota kalian yang ngeroyok pasukan kami jadi apa bedanya pasukan lo sama pasukan gw," balas Aldi tidak terima.
"Hah lo kalo pengecut yah pengecut aja nggak usah basa-basi," ucap Kevin yang memanas.
Lantas Aldi yang tidak terima dengan perkataan Kevin langsung melayangkan pukulannya tepat di rahang Kevin. Ramon dan yang lainnya langsung memanas melihat aksi mereka, jalan mawar menjadi ricuh oleh suara bogeman dan juga teriakan.
__ADS_1