IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Pengacau


__ADS_3

🌞VINA POV🌞


Vina yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik El dan Leta tidak bisa menahannya lagi, dirinya langsung menghampiri ke meja El dan Leta lalu duduk di samping El yang kebetulan di samping El itu kosong.


El, Leta dan teman-temannya sangat heran dengan kelakuan Vina yang datang secara tiba-tiba mau buat ulah apa lagi dia.


"Hallo El.." sapa Vina dengan tersenyum hangat kearahnya sedangkan El hanya diam dia sama sekali tidak menoleh kearah Vina.


"Ngapain sih lo kesini?" tanya Cia heran melihat kelakuan Vina yang sudah diluar batas karena sudah berani mendekati El secara terang-terangan.


"Ya emang kenapa? terserah dong ini kan tempat umum," jawab Vina dengan santai tanpa memperdulikan teman-teman Leta yang sudah melotot ke arah nya.


Kevin yang melihat Vina seperti itu pun langsung geram dan menyenggol tangan Gibran untuk menyuruhnya menjahili Vina.


"Urus tu Vina," ucap Kevin dengan berbisik kearah Gibran. Gibran yang mengerti akan perkataan Kevin segera menjalankan misinya.


"Ehh Neng Vina cantik.." ujar Gibran yang langsung mengambil bangku kosong dan duduk di samping Vina. Vina tidak memperdulikan Gibran dirinya hanya terfokus ke El.


"Emm El kamu laper ya nih aku bawakin makanan aku, aku tau kamu suka bakso kan jadi ini untuk kamu aja," kata Vina sambil menyodorkan semangkok bakso serta minuman untuk El.


"Gak usah gw udah pesen," jawab El singkat lalu menghadap kan dirinya kearah Leta. Leta sangat kesal saat Vina seperti mencari perhatian ke El rasanya dia ingin menelan habis-habisan Vina, tetapi Leta harus menahan emosinya bagaimanapun ini tempat umum dan ini tempat sekolah bukan waktunya untuk bertengkar apa lagi bertengkar karena masalah El.


"Emm gak papa kok aku udah kenyang nih buat kamu aja nanti bakso kamu yang itu kamu bungkus, aku gak terlalu banyak kasih cabe kok kecapnya juga gak terlalu banyak apa lagi saos nya karena aku udah hapal sama kebiasaan kamu," ungkap Vina sambil tersenyum puas saat melihat Leta seperti sedang menahan emosinya.


Vina sudah sangat jatuh cinta sama El, semua kegiatan, aktivitas, hobi, dan semua yang El tidak suka Vina mengetahui nya karena emang dari dulu Vina sudah mengincar El dan pemasaran dengan lelaki satu ini.


"Oh ya sudah kalo lo udah kenyang dari pada mumbazir mending untuk kita ya gak Sya." Dira pun langsung merebut mangkok bakso tersebut dari tangan Vina.


"Eh kok lo sih yang makannya," balas Vina dengan sangat kesal.


"Loh katanya lo udah kenyang yaudah dari pada mubazir ya gak Sya," kata Dira sambil mengarah ke Lisya. Sedangkan Lisya hanya mengangguk setuju atas perkataan Dira.


"Bener tu kayanya enak bagi ya," sambung Cia yang ikut membuat Vina melototkan matanya.

__ADS_1


"Udah lah mending untuk gw siniin Dir, biar gw bisa makan berdua sama Neng Vina hehehe," goda Gibran yang sengaja dengan menaikkan kedua alisnya keatas.


"Dih ogah banget!" Vina yang sudah tak tahan dengan sikap El dan teman-temannya itu langsung bangkit lalu kembali ke kelasnya.


Tawa mereka seketika langsung pecah saat sudah berhasil mengerjain Vina yang nampaknya sangat kesal.


"Hahaha syukurin!!"


"Kita kok di lawan ya gak," kata Cia yang membuat semua temannya tertawa.


"Jangan di pikirin ya," kata El yang menoleh kearah Leta.


"Iya.. kamu tenang aja," balas Leta yang tersenyum.


Setelah menghentikan sesi tertawa berjama'ah, akhirnya pesanan mereka sudah datang.


"Permisi.. ini pesanannya," kata penjual kantin yang menaruh makanan mereka.


"Terima Kasih Bude.." balas Dira dengan senyum yang begitu lucu bagi Ramon.


"Eh punya gw jangan lupa," celoteh Gibran yang heboh sendiri.


"Yaelahh sabar ntar juga kebagian semua kok," ujar Lisya yang melirik kearah Gibran.


"Eh kondisi markas sekarang gimana? kok gw nggak denger kabar dari anak-anak," tanya El yang kini memotong bakso di dalam mangkuknya.


"Aman kok.. kemarin malem gw sama Ramon main bentar ke markas," ujar Gibran yang memberitahu.


"Bagus sih kalo aman-aman gitu," sambung Kevin yang mengudek minuman miliknya.


"Eh kapan-kapan kita di ajak dong main ke markas," usul Cia pada mereka.


"Eh iya kan janji lu kalo udah resmi sama Leta mau ngenalin sama anak markas, yahh kalo gw sih anak markas juga sudah tau kalo Cia pacar gw," ungkap Kevin yang menunjuk kearah Elvano.

__ADS_1


"Iya-iya tenang aja.. besok deh kita ke markas jadi cewek-cewek bisa izin dulu besok pulangnya telatan dikit," celoteh Elvano yang memberi saran.


"Nahh boleh juga tuh, jadi kan kita juga bisa belanja buat makan-makan bareng di basecamp kalian," sambung Lisya yang menunjuk menggunakan sendok.


"Kamu mau kan aku kenalin sama anak-anak markas?" tanya El pada Leta. Leta menundukkan kepalanya dan sedikit tersenyum.


"Iya... aku mau kok," balas Leta yang memegang pipi El.


"Hehe gitu dong," balas El yang menuil hidung Leta.


"Hey.. hey inget tempat dong heran gw," tegur Gibran yang menggelengkan kepalanya.


"Eh Let itu ada Bang Aron," tunjuk Lisya kearah belakang. Sontak membuat mereka menoleh kearah yang Lisya maksud.


👾Aron & Gavin👾


Kini Gavin, Aron dan juga teman-temannya yang lain sedang duduk di salah satu meja, kira-kira tidak terlalu jauh dari meja Leta, El dan teman-temannya.


Sesekali Aron melihat kearah Gavin yang sedang melihat Leta dan juga El dari kejauhan.


"Nggak usah di liatin ntar cemburu lo," tegur Aron dengan cengengesan. Perkataan Aron sontak membuat Gavin langsung mengalihkan wajahnya seperti sedang melihat sekeliling tempat.


"Haha gaya lo udah-udah gw udah tau kali... jadi nggak usah lo tutupin segala," sambung Aron yang membuat Gavin menahan rasa malu.


Saat Aron merogoh saku baju ternyata dirinya lupa untuk membawa uang saku ke sekolah dirinya ingin membayar makanan pun terurungkan. Untung saja ada Leta jadi Aron tidak merasa panik.


"Astagaa gw lupa bawa uang jajan," celoteh Aron yang merogoh saku.


"Tumben banget lo kelupaan bawa uang?" tanya salah satu teman Aron. Aron menoleh kearah Leta dan memperlihatkan senyum lebar, Aron berjalan ke arah Leta berada dengan Gavin yang setia mengekorinya.


🦔Meja Leta & Elvano🦔


"Abang nggak makan?" tanya Leta yang menyadari keberadaan Aron.

__ADS_1


"Hehe udah tapi tapi.. gw lupa bawa uang," cengir Aron dengan polos.


"Hemm Abang tumben banget lupa sama uang, nihh.. untung Leta bawa uang lebih," celoteh Leta yang memberikan selembar uang berwarna biru.


__ADS_2