
Sementara Lisya, Dira, Gibran Dan Ramon hanya melihat ke uwuan yang dilakukan El, Leta, Kevin dan juga Cia.
"Haduh kasian banget gw jomblo," ucap Ramon dengan memasang ekspresi sedih.
"Gw juga pengen tu kayak Cia sama Kevin udah pacaran lama dari SMP sampai sekarang masih awet, lah gw dari dulu sampai sekarang enggak ada tu yang mau sama gw," sambung Gibran.
"Dih lo berdua curhat?" tanya Dira sambil tertawa.
"Eh Dir ada es krim tu kayak nya enak deh yok beli," tunjuk Lisya yang langsung berlari sambil menarik tangan Gibran yang dia kira itu adalah tangan Dira. (Sangkin gak sabaran salah narik orang deh hehe).
Gibran diam mematung bisa-bisanya Lisya menarik tangannya tersebut. Sementara Dira dan Ramon melogo tak percaya.
⚡Prov Lisya & Gibran⚡
Sesampainya di tukang es krim Gibran pun berdehem yang membuat Lisya menoleh kearahnya, betapa terkejutnya Lisya jika yang dia tarik itu bukan Dira melainkan Gibran.
"Kenapa lo kaget?" tanya Gibran menatap serius wajah Lisya.
"Kok lo sih? bukannya Dira!" ucap Lisya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Ya mana gw tau orang lo sendiri yang narik gw kesini, malah balik nanya ke gw terus nanti gw mau nanya siapa," celoteh Gibran.
"Ya udah deh mau lo mau Dira yang penting gw tetap beli es krim," ucap Lisya yang langsung memesan es krim nya tersebut.
"Nih buat lo," ucap Lisya sambil memberikan es krim nya tersebut kepada Gibran.
"Nah gini dong kan enak jadinya gw," ujar Gibran. Tiba-tiba saja Lisya langsung mencolek es krim kearah hidung Gibran tersebut dan Lisya langsung belari dan meninggalkan Gibran.
"Wah songong ya lo, liat aja gw bales." Gibran pun langsung lari mengejar Lisya. Gibran dan Lisya sekarang sedang saling mengejar satu sama lain.
🍁Prov Dira & Ramon🍁
"Dih tu bocah salah narik orang hahaha," ucap Dira sambil tertawa melihat tingkah laku temannya itu.
"Lo sama temen lo gak jauh beda gesrek nya," ujar Ramon tertawa hambar.
"Apa kata lo!"
"Ya emang kenyatannya kan?"
"Terserah lo! gw mau nyusul temen gw aja." Dira pun langsung pergi meninggalkan Ramon dan mendekati Lisya beserta Gibran.
"Eh tungguin woi elah main kabur aja tu bocah." Ramon segera untuk menyusul Dira.
"Woi Dir tungguin," ucap Ramon sambil mengejar Dira.
"Lo ngapain ngikutin gw," ucap Dira sewot.
"Jangan ngambek elahh," ucap Ramon sambil berjalan disisi Dira.
"Siapa yang ngambek, udah sono pergi," ucap Dira sambil mempercepat langkahnya.
"gw mintak maaf deh," ucap Ramon membujuk. Tiba-tiba Dira menginjak tali sepatunya sendiri lantas Dira sampai terjatuh tetapi Ramon lebih dulu menangkap tubuh Dira.
"Lo tu budek apa gimana gw bil aaa," ucap Dira sambil menutup mata tetapi dia tidak merasakan lantai yang sakit setelah itu Dira membuka mata dan bertemu dengan mata Ramon yang teduh dan siapa saja yang melihatnya pasti terbuai.
"Matanya indah banget," ucap Dira dalam hati sambil menatap Ramon.
"Dir lo nyebelin tapi gemesin," ucap Ramon dalam hati tak sadar bahwa dirinya tengah tersenyum walau tak terlihat lingkungan.
__ADS_1
"Ehmm mau gw jatuhin," ucap Ramon menghilangkan rasa canggungnya.
"Ehh enak aja lo," ucap Dira langsung berdiri dengan tegap dan langsung meninggalkan Ramon.
"Dihh nggak berterimakasih nya lo sama gw," ucap Ramon sambil melihat kearah Dira.
"Makasih puas lo, byee!" ucap Dira lalu berjalan menghampiri Lisya.
"Dira-Dira," ucap Ramon sambil menggelengkan kepalanya.
"Lisyaaa, ihh malah main larian," ucap Dira sambil menghentakkan kakinya.
"Kayaknya Dia masih marah deh," ucap Ramon sambil melirik kearah Dira.
"Gw beliin es krim ajalah, siapa tau dia jinak lagi," ucap Ramon sambil berjalan kearah penjual eskrim.
"Es krim nya dua mas rasa coklat semua," ucap Ramon sambil mengacungkan satu lembar uang berwarna biru.
"Syaa udah dong lari nya," ucap Dira sambil duduk serta melihat keuwuan Lisya maupun Gibran.
"Gw mau berenti tapi ini tikus got ngeselin mulu," ucap Lisya sambil mengejar Gibran.
"Enak aja mulut lo kalo ngomong, lo tu yang mulai gw sibeng juga lo," ucap Gibran melotot kearah Lisya.
"Udah biarin aja mereka," ucap Ramon yang berjalan kearah Dira dan duduk disebelahnya.
"Ngapain lo kesini," ucap Dira memalingkan wajahnya.
"Hehe lo masih ngambek," ucap Ramon sambil tersenyum.
"Enggak, udah jauh-jauh deh lo," ucap Dira mengibaskan tangannya.
"Gw minta maaf, ni eskrim buat lo," ucap Ramon sambil menempelkan eskrim ke pipi Dira. Dira langsung melirik es krim tersebut.
"Udah ambil aja, gw tau lo pasti mau," ucap Ramon menahan tawanya.
"Hehe tencuu Mon," Ucap Dira senang lalu mengambil eskrim tersebut.
"Lo suka eskrim juga," tanya Dira pada Ramon sambil membuka eskrim.
"Nggak juga si," ucap Ramon sambil memakan eskrim.
"Owh kirain lo suka," ucap Dira sambil melihat kearah Gibran serta Lisya.
"Eh Mon liat mereka haha, ya ampun lucu banget," Ucap Dira sambil menyenggol lengan Ramon.
"Mana, haha woi Bran lo napa nyungsep gitu," ucap Ramon tertawa melihat Gibran yang terjatuh di lantai.
"Diem lu Pokemon gw mau basmi ni virus," ucap Gibran sambil berdiri.
"Bran gw capek," ucap Lisya ngos-ngosan.
(Siapa juga yang suruh lari-lari hehe)
"Iya gw juga, kita damai aja," ucap Gibran mengajak salaman.
"Iya gw setuju," ucap Lisya menjabat tangan Gibran.
"Haha Gibran kalo kumat emang suka gitu," ucap Ramon melihat kearah Dira.
__ADS_1
"Gw seneng bisa kenal kalian semua," ucap Dira sambil tersenyum.
"Masya Allah adem banget senyumnya," ucap Ramon dalam hati.
"Eh Mon itu di bibir lo," ucap Dira sambil menunjuk kearah Ramon.
"Kenapa bibir gw," ucap Ramon lingkungan.
"Ihh itu loh, sini gw bersihin," ucap Dira langsung mengambil tisu lalu membersihkan bibir Gibran.
"Kenapa badan gw jadi panas dingin gini," ucap Ramon kaku sambil menatap mata Dira.
"Nahh udah bersih deh," ucap Dira tersenyum sambil melihat kearah Ramon.
"Woi enak ye kalian ngadem disini," ucap Gibran sambil berjalan kearah mereka.
"Sirik aja lu," ucap Ramon sambil menampol kepala Gibran.
🌼Prov Leta & Elvano🌼
"El foto disana yok," ajak Leta sambil menunjuk kearah toko boneka.
"Boleh," jawab El sambil menggandeng tangan Leta.
"Oke senyum cekrekk," ucap Leta sambil berpose.
"Haha Ih lucu, lagi-lagi," ucap Leta antusias. Sekarang El menaruh dagunya di puncak kepala Leta.
"Crekkk.. Bagus," ucap Leta menatap kearah El.
"Iyalah kan ada gw disitu," ucap El sambil mengacak rambut Leta dengan gemas.
"Eh itu Cia samperin yok," ujar Leta sambil menarik tangan El.
"Ciaa, wihh boneka baru ni," ledek Leta melihat kearah boneka kelinci yang di gendong Kevin.
"Ini anak gw sama Kevin," ucap Cia sambil berjalan dan diiringi mereka.
"Hah ada-ada aja kalian," ucap Leta tak habis pikir.
"Emang siapa namanya?" tanya El pada Cia.
"Namanya Civin, Cia dan Kevin," ucap Kevin menerangkan.
"Lucu juga hihihi, eh itu mereka," ucap Leta sambil menunjuk kearah Gibran dan yang lainya.
"Samperin yok," ucap Cia sambil berjalan kearah mereka.
☀️Leta Elvano and The Genk☀️
"Kalian nunggu lama ya," tanya El sambil duduk disebelah Gibran.
"Enggak kok, santai aja," ucap Gibran menyenderkan bahunya.
"Eh kita pulang yok, Bang Aron udah nelfon gw tadi," ucap Leta sambil melihat kearah gadgetnya.
"Iya soalnya udah sore banget," ucap Dira sambil berdiri.
"Yaudah kita pulang duluan yah," ucap Cia sambil berjalan kearah luar mall.
__ADS_1
"Kita duluan yah," ucap Leta sambil melirik kearah mereka tetapi El yang Dia tuju, El hanya menganggukan kepalanya.
"Byee," ucap Dira melambai lalu mereka berempat berjalan beriringan.